cover
Contact Name
Noni Antika Khairunnisah, S.Pd
Contact Email
lpp.mandala@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lpp.mandala@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala
ISSN : 25485555     EISSN : 26566745     DOI : -
Core Subject : Education,
The Mandala Education Journal is an educational scientific research article and the results of Social research, Science, Politics, and the results of literature studies.
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2018)" : 45 Documents clear
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI MA NW NURUL IHSAN TILAWAH Ahmad Muslim; Baiq Rohyatun; Muhammad Iqbal
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.115 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v3i3.514

Abstract

Kurikulum 2013 berbasis pada penguatan penalaran diharapkan mampu menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, ketrampilan, dan pengetahuan. Alasan perubahan kurikulum KTSP ke Kurikulum 2013 disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya: tantangan masa depan, fenomena negatif yang mengemuka, dan persepsi masyarakat. Kurikulum 2013 ini adalah kurikulum terbaru yang implementasinya baru dimulai di lapangan mulai tahun 2013 dan masih dalam tahap pelaksanaan. Karena kurikulum ini masih sangat baru, maka diperlukan strategi yang efektif dan efisien dalam imlementasinya. MA NW Nurul Ihsan  merupakan salah satu sekolah yang melaksanakan program Kurikulum 2013. Berdasarkan alasan tersebut, dalam penelitian ini lebih menitikberatkan dalam mengkaji tentang “Strategi Implementasi Kurikulum 2013 di MA NW Nurul Ihsan Tilawah. Setelah melaksanakan penelitian ini, luaran penelitian diharapkan akan menghasilkan beberapa manfaat yaitu informasi tentang strategi implementasi kurikulum 2013 yang mencakup: strategi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum 2013. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dimana peneliti akan melakukan observasi (pengamatan), dokumentasi dan wawancara, adapun metode analisis data kualitatif melalui tiga aktivitas, yaitu (1) reduksi data (data reduction), (2) penyajian data (data display), dan (3) penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/ verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kurikulum 2013 masih belum terlaksana dengan baik, yakni pada tahapan perencanaan pembelajaran proses maupun penilaiannya. Guru masih belum memahami secara mendalam terkait arah dan tujuan penerapan dan hasil yang ingin dicapai dalam penerapan kurikulum 2013 di MA NW Nurul Ihsan Tilawah
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Penyusunan RPP Yang Baik Dan Benar Melalui Pendampingan Berbasis KKG Semester Dua Tahun Pelajaran 2016/2017 Di SD Negeri 15 Ampenan Ni Kadeq Sukendri
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.839 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v3i3.537

Abstract

Latar belakang diadakannya Penelitian ini adalah rendahnya kompetensi guru sasaran Di SD Negeri 15 Ampenan dalam penyusunan Rencana Pelakssanaan Pembelajaran (RPP) yang baik dan benar yang berdampak kurang percaya diri dalam proses pembelajaran. Solusinya diadakan pendampingan baik secara kelompok maupun individu dalam penyusunan RPP yang baik dan benar. Tujuannya adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan pendampingan berbasis KKG dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP yang baik dan benar, yang bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme sebagai kepala sekolah dan bagi guru untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Hipotesis tindakan: meningkatkan kompetensi guru guru sasaran SD Negeri 15 Ampenan semester satu tahun pelajaran 2016/2017 dalam menyusun RPP yang baik dan benar. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus dua kali pertemuan. Tahapan setiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah; 1) hasil observasi Kepala Sekolah maupun observasi guru selama proses pendampingan telah memperoleh skor rata-rata > 4,0, 2) hasil kerja guru dalam penyusunan RPP mencapai > 100% dengan nilai rata-rata > 70,00. Hasil penelitian pada siklus I observasi Kepala Sekolah rata-rata (3,40), observasi guru rata-rata (3,33) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (67,52) dengan prosentase ketercapaian (10%). Pada siklus II observasi Kepala Sekolah rata-rata (4,50), observasi guru rata-rata (4,33) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (86,19) dengan prosentase ketercapaian (100%). Indikator keberhasilan telah tercapai, penelitian di nyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II. Kesimpulan; pelaksanaan pendampingan dapat meningkatkan kompetensi guru sasaran SD Negeri 15 Ampenan dalam penyusunan RPP yang baik dan benar. Disarankan agar Kepala Sekolah lainnya melakukan penelitian sejenis dalam upaya peningkatan kompetensi guru, dan kepada guru mata pelajaran agar mampu menyusun RPP dengan baik dan benar.
Meningkatkan Kompetensi Guru melalui pendampingan berbasis KKG dalam Penyusunan RPP Berdasarkan KTSP di SD Negeri 47 Cakranegara Semester Dua Tahun Pelajaran 2017/2018 Hj. Marhamah
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.981 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v3i3.528

Abstract

Latar belakang diadakannya Penelitian ini adalah rendahnya kompetensi guru sasaran Di SD Negeri 47 Cakranegara dalam penyusunan Rencana Pelakssanaan Pembelajaran (RPP) Berdasarkan KTSP yang berdampak kurang percaya diri dalam proses pembelajaran. Solusinya diadakan pendampingan baik secara kelompok maupun individu dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP. Tujuannya adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan pendampingan berbasis KKG dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP berdasarkan KTSP, yang bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme sebagai kepala sekolah dan bagi guru untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Hipotesis tindakan: meningkatkan kompetensi guru guru sasaran SD Negeri 47 Cakranegara semester Dua tahun pelajaran 2017/2018 dalam menyusun RPP berdasarkan KTSP. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus satu kali pertemuan. Tahapan setiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah; 1) hasil observasi Kepala Sekolah maupun observasi guru selama proses pendampingan telah memperoleh skor rata-rata > 4,0, 2) hasil kerja guru dalam penyusunan RPP mencapai > 85% dengan nilai rata-rata > 80,00. Hasil penelitian pada siklus I observasi Kepala Sekolah rata-rata (3,30), observasi guru rata-rata (3,33) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (73,65) dengan prosentase ketercapaian (0%). Pada siklus II observasi Kepala Sekolah rata-rata (4,30), observasi guru rata-rata (4,50) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (89,84) dengan prosentase ketercapaian (100%). Indikator keberhasilan telah tercapai, penelitian di nyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II. Kesimpulan; pelaksanaan pendampingan dapat meningkatkan kompetensi guru sasaran SD Negeri 47 Cakranegara dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP. Disarankan agar Kepala Sekolah lainnya melakukan penelitian sejenis dalam upaya peningkatan kompetensi guru, dan kepada guru mata pelajaran agar mampu menyusun RPP berdasarkan KTSP.
Upaya Pemerintah Dalam Membentuk Kesadaran Nelayan Terhadap Kerusakan Ekosistem Laut Di Desa Pulau Kaung Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa Besar Andi Mulyan
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.011 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v3i3.519

Abstract

Penelitian ini berangkat dari problematika tentang ekosistem laut yang mengalami kerusakan.Kerusakan ekosistem tersebut diakibatkan oleh ulah masyarakat nelayan yang berlokasi di Desa Pulau Kaung Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa Besar.Hal ini membuat ketertarikan pada peneliti untuk mengkaji lebih dalam tentang penyebab kerusakan ekosistem laut tersebut dan upaya pemerintah desa dalam menyadarkan masyarakat nelayan terhadap kerusakan tersebut, sehigga diangkat judul “Upaya Pemerintah Dalam Membentuk Kesadaran Nelayan Terhadap Kerusakan Ekosistem Laut Di Desa Pulau Kaung Kec. Buer Kab. Sumawa Besar”. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa penyebab terjadinya kerusakan ekosistem laut yaitu pengeboman, penggunaan potas, penebangan pohon bakau, engambilan batu karang, buang sampah di laut, dan limbah perusahaan dari PT New Mont. Selain itu, upaya pemerintah dalam menyadarkan masyarakat nelayan terhadap kerusakan ekosistem laut yaitu dalam bentuk sosialisasi, namun tidak bisa maksimal karena kondisi ekonomi masyarakat nelayan yang melemah sehingga mereka tetap berulah terhadap kerusakan eksistem laut. Penelitian ini menggunakan teori ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh timbal balik tak terpisahkan antara mahkluk hidup dengan linkunganya.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sementara jenis penilitian ini adalah penelitian dasar atau murniyang bertujuan untunk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk analis data digunakan metode deskriptif kualitatif.
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Kelas Dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Melalui Pendampingan Berbasis KKG Semester Satu Tahun Pelajaran 2018/2019 Di SD Negeri 14 Ampenan Hj. Tri Nurhaniningsih
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.273 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v3i3.542

Abstract

rendahnya kompetensi guru sasaran Di SD Negeri 14 Ampenan dalam penyusunan Rencana Pelakssanaan Pembelajaran (RPP) yang baik dan benar yang berdampak kurang percaya diri dalam proses pembelajaran. Solusinya diadakan pendampingan baik secara kelompok maupun individu dalam penyusunan RPP yang baik dan benar. Tujuannya adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan pendampingan berbasis KKG dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP yang baik dan benar, yang bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme sebagai kepala sekolah dan bagi guru untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Hipotesis tindakan: meningkatkan kompetensi guru guru sasaran SD Negeri 14 Ampenan semester satu tahun pelajaran 2018/2019 dalam menyusun RPP yang baik dan benar. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus satu kali pertemuan. Tahapan setiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah; 1) hasil observasi Kepala Sekolah maupun observasi guru selama proses pendampingan telah memperoleh skor rata-rata > 4,0, 2) hasil kerja guru dalam penyusunan RPP mencapai > 85% dengan nilai rata-rata > 80,00. Hasil penelitian pada siklus I observasi Kepala Sekolah rata-rata (3,20), observasi guru rata-rata (3,50) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (67,79) dengan prosentase ketercapaian (0%). Pada siklus II observasi Kepala Sekolah rata-rata (4,50), observasi guru rata-rata (4,67) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (85,84) dengan prosentase ketercapaian (100%). Indikator keberhasilan telah tercapai, penelitian di nyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II. Kesimpulan; pelaksanaan pendampingan dapat meningkatkan kompetensi guru sasaran SD Negeri 14 Ampenan dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP dan Kurikulum 2013. Disarankan agar Kepala Sekolah lainnya melakukan penelitian sejenis dalam upaya peningkatan kompetensi guru, dan kepada guru mata pelajaran agar mampu menyusun RPP yang baik dan benar
Upaya Meningkatkan Kompetensi guru Kelas Dalam Penyusunan Soal Pilihan Ganda Yang Baik Dan Benar di SD Negeri 43 Ampenan Semester Satu Hj. St. Nurhasnah
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.555 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v3i3.533

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektifitas pelaksanaan Pendampingan klasikal dan individual dalam upaya meningkatkan kompetensi guru kelas tinggi di SD Negeri 43 Ampenan dalam penulisan soal pilihan ganda yang baik dan benar. Berdasarkan beberapa bagian pustaka, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah: pelaksanaan pendampingan klasikal dan individu dapat meningkatkan kompetensi guru kelas tinggi di SD Negeri 43 Ampenan dalam penulisan soal pilihan ganda yang baik dan benar. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus satu kali pertemuan melalui tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitia pada siklus dua pengamatan kegiatan kepala sekolah diperoleh skor rata-rata 4,50, pengamatan kegiatan guru memperoleh skor rata-rata 4,42 sedangkan hasil kerja individual dalam penulisan soal pilihan ganda memperoleh skor rata-rata 94,46. Indicator keberhasilan untuk pengamatan/observasi > 4,00 dan nilai kerja individual > 85,00. Indicator keberhasilan telah terpenuhi. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dihentikan pada siklus kedua dengan hasil sangat memuaskan. Beberapa kendala/hambatan selama penelitian dapat diatasi dengan baik, sehingga dalam pencapaian indicator dengan cepat terpenuhi. Disarankan kepada kepala sekolah yang lain untuk mengadakan
Upaya Meningkatakan Keterampilan Menulis Dengan Teknik RCG (Reka Cerita Gambar) Pada Siswa Kelas VI SDN 1 Nunggi Kecamatan Wera, Kabupaten. Bima Tahun Pelajaran 2017/2018 ST Jahari
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.705 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v3i3.524

Abstract

Budaya membaca dan menulis dikalangan  peserta didik dan guru kini sedang digalakan  melalaui  program pemerintah yang dikenal dengan GLS (Gerakan Literasi Sekoah). GLS dikembangkan berdasarkan sembilan agenda prioritas (Nawacita) yang terkait dengan tugas dan fungsi Kemendikbud, khususnya Nawacita nomor 5, 6, 8, dan 9.. (Pandua GLS; 1). Literasi sebagai pengembanagan budaya membaca dan menulis dikalanagan peserta didik  masih jauh dari harapan. Kegiatan  menggunakan bahasa tulisan masih rendah, masih didominasi oleh bahasa lisan atau budaya tutur. Dalam situasi seperti ini peserta didik hanya menjadi pelaku komunikasi yang pasif. Kondisi seperti ini dapat terlihat ketika peserta didik kita bercerita tentang perjalalananaya dari rumah kesekolah ,semua yang dilihat dialaminya dengan lancar dapata diceritakan dalam bahasa lisan. Ketika disuruh menulis pengalamanya dari rumah sampai sekolah anak sudah mulai kebingungan.Hal ini terlihat dari hasil observasi awal tentang motivasi yang dilakukan oleh peneliti saat proses pembelajaran Bahasa Indonesia pada tanggal 7 Agustus  2018 khususnya pada materi Teks cerita   dan membuat rinkasan dari teks yang dibaca atau yang didengar, masih kurang aktif, peserta didik kurang tertarik dan tidak antusias ketika proses pembelajaran sehingga pada tes awal membuktikan masih ada yang tidak mencapai kriteria ketuntasan maksimal (KKM) Bahasa Indonesia di SDN 1 Nunggi Kec.  Wera kabupaten Bima Tahun Pelajaran 2017/2018, yakni 70. Pada kenyataannya nilai peserta didik di bawah 70, yaitu 12 orang  (sekitar 60 %) dari 20 orang yang terdiri dari 11 laki-laki dan 9 perempuan, dan sisanya 8 orang (sekitar 40 %) yang sudah berhasil mencapai KKM yang diharapkan.Sehingga penulis tertarik melakukan penelitian dengan mengangkat judul “Upaya Meningkatakan Keterampilan Menulis Dengan  Teknik RCG (Reka Cerita Gambar) Pada Siswa Kelas VI SDN 1 Nunggi Kecamatan  Wera, Kabupaten. Bima Tahun Pelajaran 2017/2018
Analisis Karakteristik Dinamika Tanah Berdasarkan Data Mikrotremor di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Uzlifatul Azmiyati; Kirbani Sri Brotopuspito; Suprapto Dibyosaputro
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.417 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v3i3.515

Abstract

Gempabumi diketahui sebagai fenomena alam yang menimbulkan kerugian yang sangat besar baik secara moral maupun material. Berdasarkan beberapa kasus gempabumi merusak di dunia, diketahui bahwa tingkat kerusakan akibat gempabumi tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya kekuatan gempabumi dan jarak suatu daerah dari pusat gempabumi tetapi juga dipengaruhi oleh karakteristik dinamika tanah. Kota Mataram sebagai ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat yang padat penduduk (6.741 jiwa/km2) merupakan bagian dari wilayah Indonesia yang rawan terhadap bencana gempabumi menjadi lokasi penelitian ini.Karakteristik dinamika tanah diperoleh berdasarkan analisis data mikrotremor yang ada di Kota Mataram dengan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) yang menghasilkan nilai frekuensi alami tanah (f0) dan faktor amplifikasi tanah (A0). Frekuensi alami dan faktor amplifikasi menjadi input untuk menghitung karakteristik dinamika tanah lainnya yaitu periode dominan (Tg), danindeks kerentaran seismik (Kg).Hasil analisis menunjukkan bahwa pola spektrum mikrotremor Kota Mataram menghasilkan frekuensi alami rendah (0,13–10,96 Hz) dengan faktor amplifikasi tinggi (3,04–6,59), dan nilai periode dominan tinggi (0,02–2,25 detik). Hal tersebut menunjukkan bahwa Kota Mataram memiliki lapisan sedimen yang tebal dan batuan dasar yang dalam. Indeks kerentanan seismik tingggi ditunjukkan di bagian barat Kota Mataram.Hasil analisis dinamika tanah yang telah dilakukan dapat menjadi langkah dalam mitigasi bencana gempabumi di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN MELALUI PELATIHAN ASERTIF PADA SISWA KELAS VIII SMPN 6 WERA SATU ATAP TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Syafruddin Syafruddin
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.446 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v3i3.538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Kemandirian  siswa melalui metode pelatihan asertif pada siswa SMPN 6 Wera Satu Atap  tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian kelas VIII SMPN 6 Wera Satu Atap  yang berjumlah 36 siswa. Subyek penelitian ditentukan dengan teknik populasi. Penelitian dilakukan secara kolaborasi antara peneliti dan guru bimbingan konseling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala dan observasi. Instrumen yang digunakan adalah skala Kemandirian  dan pedoman observasi. Reliabilitas skala berpikir kreatif sebesar 0,741 artinya memiliki reliabilitas yang cukup tinggi. Metode pelatihan asertif dilakukan dalam satu siklus yang terbagi dalam empat pertemuan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Kondisi awal Kemandirian  siswa kelas VIII SMPN 6 Wera Satu Atap  secara individu tergolong rendah. Kondisi ini dibuktikan dari hasil pre-test dengan skor rata-rata Kemandirian  siswa 95,69 dan dikategorisasikan dalam Kemandirian  sedang. (2) Dalam penelitian ini diterapkan metode pelatihan asertif dalam satu siklus yang meliputi empat kegiatan melalui ceramah, studi kasus, diskusi kelompok, role playing, modeling, dan pengisian lembar kerja yang menyebabkan tingkat Kemandirian  siswa kelas VIII SMPN 6 Wera Satu Atap  meningkat. Peningkatan Kemandirian  siswa dibuktikan dari hasil post-test skor Kemandirian  rata-rata sebesar 106,33 dan dikategorisasikan dalam Kemandirian  tinggi. Peningkatan skor Kemandirian  siswa dari pre-test ke post-test yaitu sebesar 10,64. (3) Observasi pada saat pemberian tindakan untuk peningkatan Kemandirian  menunjukkan antusiasme tinggi dalam metode pelatihan asertif dari kegiatan I, II, III, dan IV.
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Kelas Dalam Proses Pembelajaran Berdasarkan K.13 Melalui Supervisi Akademik Semester Satu Tahun Pelajaran 2017/2018 SDN Inpres Nunggi Muliyadin Muliyadin
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.528 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v3i3.529

Abstract

yang melatar belakangi diadakannya Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini yaitu rendahnya kompetensi Guru Kelas dalam proses pembelajaran di kelas. Solusinya yaitu dengan mengefektifkan pelaksanaan supervisi akademik. Permasalahannya apakah pelaksanaan supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran di kelas Semester Satu tahun pelajaran 2017/2018 di SDN Inpres Nunggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan supervisi akademik dalam upaya meningkatkan kompetensi Guru Kelas dalam pembelajaran di kelas, yang manfaatnya bagi kepala sekolah adalah untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga siklus, masing-masing siklus kegiatannya ada empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah; 1) hasil observasi kepala Sekolah maupun observasi guru selama proses pendampingan telah memperoleh skor rata-rata > 4,0, 2) hasil akhir > 85% dari jumlah peserta pendampingan memperoleh nilai rata-rata > 80,00 (kategori baik). Hasil penelitian pada siklus I observasi Kepala Sekolah rata-rata (2,90), observasi guru rata-rata (2,67) dan hasil supervisi akademik guru kelas rata-rata nilai (62,86). Pada siklus II observasi kepala Sekolah rata-rata (3,40), observasi guru rata-rata (3,50) dan hasil supervisi akademik di sasaran rata-rata nilai (78,73). Siklus III observasi kepala Sekolah rata-rata (4,60), observasi guru rata-rata (4,67) dan hasil supervisi akademik di sasaran rata-rata nilai (86,49) Indikator keberhasilan telah tercapai, penelitian di nyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus III. Kesimpulan; Hasil penelitian pada siklus ke 3 menunjukkan peningkatan kompetensi Guru dalam proses pembelajaran di kelas senyatanya. Disarankan agar Kepala Sekolah lainnya melakukan penelitian sejenis dalam upaya peningkatan kompetensi guru, dan kepada guru kelas sejenis agar melakukan proses pembelajaran sesuai dengan skenario yang telah direncanakan dengan baik, tanggung jawab, bersunggung-sungguh demi peningkatan prestasi belajar peserta didik sesuai dengan bidang studi/mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya