cover
Contact Name
Fakhriyadi Ainiyah
Contact Email
fakhriyadi044@gmail.com
Phone
+6285812783110
Journal Mail Official
fakhriyadi044@gmail.com
Editorial Address
Dsn. Agung Ds. Cagak Agung Rt.03 Rw.02 Kecamatan. Cerme Kabupaten. Gresik Jawa timur
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
ISSN : 23561866     EISSN : 26148838     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam accepts original manuscripts in the field of Islamics Economics, including research reports, case reports, application of theory, critical studies and literature reviews. The spread of Islamic Economics include: 1. Islamic Finance and Capital Market 2. Islamic Banking 3. Management of Islamic Business and Entrepenuership 4. Islamic Financial Institution non Bank�
Articles 288 Documents
JUAL BELI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Sujian Suretno
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 2, No 01 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.194 KB) | DOI: 10.30868/ad.v2i01.240

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa jual beli yang terjadi di tengah-tengah masyarakat banyak dilakukan dengan cara yang batil dan mengandung unsur riba, sehingga Allah S.W.T mencabut keberkahan di dalamnya, bagi seorang pelaku riba, ia tidak akan memperoleh keuntungan sedikitpun dari perniagaannya, karena harta riba akan dihancurkan dan dimusnahkan oleh Allah S.W.T dan pada hari kiamat ia akan disiksa dengan siksaan yang sangat pedih tiada tara. Kemudian bagi seorang pedagang yang jujur, ia akan memperoleh keberkahan dan keuntungan yang besar dari perniagaannya dan pada hari kiamat kelak ia akan dikumpulkan bersama para Nabi, Shiddiqin dan Syuhada’. Oleh karena itu setiap kaum muslimin harus kembali kepada konsep jual beli yang benar sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits yang shohih, sehingga ia akan mendapatkan ketentraman batin, ketenangan jiwa dan kepuasan dalam bertransaksi.    Kata kunci : Jual beli, riba, pedagang jujur, pelaku riba. AbstractThis study shows that the buying and selling that occurred in the midst of society a lot done in a way that wrong and contains elements of usury. So Allah S.W.T pulls blessing in it. For a perpetrator of usury, he will not gain any profit from his business, because the treasure of riba will be destroyed and destroyed by Allah S.W.T and on the Day of Resurrection he will be tortured with a very painful torment no match. Then for an honest merchant, he will gain great blessing and profit from his commerce and on the Day of Resurrection he will be gathered with the Prophets, Siddiqi and Syuhada’. Therefore every Muslim must return to the correct concept of buying and selling in accordance with Al-Qur'an and Hadith that shohih so that he will get inner peace, peace of soul and satisfaction in the transaction.Keyword: buying selling, usury, an honest merchant, the perpetrator of usury.
SISTEM EKONOMI ISLAM BERLANDASKAN ETIKA BISNIS Irfan Bahar Nurdin
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.149 KB) | DOI: 10.30868/ad.v1i01.224

Abstract

Ekonomi Islam adalah ekonomi ilahiah, karena titik berangkatnya dari Allah,tujuannya mencari ridha Allah dan cara-caranya tidak bertentangan dengan syariat-Nya.Kegiatan ekonomi, baik produksi, konsumsi, penukaran, dan distribusi, diikatkan padaprinsip ilahiah dan pada tujuan ilahi.Islam adalah sistem yang sempurna bagi kehidupan, baik kehidupan pribadi,kehidupan umat, kehidupan dengan semua seginya seperti pemikiran, jiwa dan akhlak. Jugapada segi kehidupan dibidang ekonomi, sosial maupun politik. Ekonomi adalah bagian dariIslam. Ia adalah bagian yang dinamis dan bagian yang sangat penting, tetapi bukan asasdan dasar bagi bangunan Islam, bukan titik pangkal ajarannya, bukan tujuan risalahnya,bukan ciri peradabannya dan bukan pula cita-cita umatnya.Kata Kunci: Ekonomi Islam, Etika Bisnis
PERILAKU DEBITUR DALAM MENENTUKAN PEMBIAYAAN SYARIAH (STUDI KASUS PADA BEBERAPA BPRS DI WILAYAH TANGERANG DAN BEKASI) Hasnil Hasyim
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1, No 02 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.596 KB) | DOI: 10.30868/ad.v1i02.235

Abstract

Syariah banking as one of increasing financial institution is hoped to be one ofthe alternative solution to overcome the economic crisis in Indonesia. It is dueto the fact of the bank’s capability to survive during the crisis where most ofthe conventional banks experienced bankruptcy which was caused by the highrate of interest resulting in the liquidity weaken. The positive impact of thesyariah banking existence is the effective of the intermediary function of abank,that is financing allocation at real sektor resulting in 100 % of Loan toDeposite Ratio (LDR) amount. This has a direct influence in developing thecommunity’s economy and in reducing the unemployment number.Theoritically, the high amount of LDR has a positive correlation to credit riska research on the debtor behavior and faktor influencing them in determiningthe syariah financing is conducted so that the default risk can be minimize.Key word: debitor behavior, syariah banking
PERJALANAN BISNIS NABI MUHAMMAD S.A.W. Heriyansyah Heriyansyah
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 2, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.419 KB) | DOI: 10.30868/ad.v2i02.356

Abstract

Perjalanan bisnis Nabi Muhammad Salallahu alaihi wasallam tidaklepas dari Sirah Nabawiyah yang ditorehkan dan sangat layak jika ditulis menggunakan tinta emas, yaitu perjalanan manusia agung yang tidak lekang oleh zaman, samudra ilmu, hikmah, dan suri tauladan tidak hanya bagi kaumnya dan para sahabatnya namun umat pengikutnya bahkan umat seluruh semesta alam. Satu bab ilmu dalam perjalanan kehidupan beliau adalah  perjalanan berdagang (bisnis), sebagaimana kebiasaan bangsa Arab ketika itu yaitu suku Quraisy adalah berdagang (bisnis) dimana beliau dilahirkan dan dibesarkan serta ditempa sebelum menjadi sosok pemimpin besar, tidak lepas dari bimbingan wahyu Ilahi, sejak belia beliau sudah mengikuti perjalanan bisnis dengan pamannya, sampai beliau dewasa pun profesi ini menjadi pilihannya, sebagaimana beliau melakukan  peletakan prinsip-prinsip perniagaan yang  jujur, amanah menepati janji dan sebagainya. Sampai beliaupun dikenal sebagai al-amin (terpercaya) di kalangan kaumnya.
ETIKA KONSUMSI DALAM ISLAM Eka Sakti Habibullah
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.119 KB) | DOI: 10.30868/ad.v1i01.230

Abstract

Kajian Islam tentang konsumsi sangat penting, agar seseorang berhati-hati dalam menggunakan kekayaan atau berbelanja. Suatu negara  mungkin memiliki kekayaan melimpah, tetapi apabila kekayaan tersebut tidak diatur pemanfaatannya dengan baik dan terukur maslahahnya, maka kesejahtera-an (welfare) akan mengalami kegagalan. Jadi yang terpenting dalam hal ini adalah cara penggunaan yang harus diarahkan pada pilihan-pilihan (preferensi)  yang mengandung maslahah (baik dan bermanfaat), agar kekayaan tersebut dimanfaatkan pada jalan yang sebaik-baiknya untuk kemakmuran dan kemaslahatan individu,masyarakat dan rakyat secara menyeluruh. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidup merupakan naluri manusia. Sejak kecil, bahkan ketika baru lahir, manusia sudah menyatakan keinginan untuk memenuhi kebutuh-annya dengan berbagai cara, misalnya dengan menangis untuk menunjukkan bahwa seorang bayi lapar dan ingin minum susu dari ibunya. Semakin besar dan akhirnya dewasa, keinginan dan kebutuhan seorang manusia akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada usia tertentu untuk seterusnya menurun hingga seseorang meninggal dunia. Kata Kunci: Etika, Konsumsi, Islam
PELAYANAN PURNA JUAL PRODUK SEPEDA MOTOR BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA PT. BPRS AL SALAAM CABANG DEPOK Bakti Toni Endaryono
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 2, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.499 KB) | DOI: 10.30868/ad.v2i02.324

Abstract

ABSTRAK PT BPRS Al Salaam selaku perusahaan pembiayaan syariah sehubungan dengan adanya persaingan usaha perbankan dan pembiayaan yang ketat, maka berusaha meningkatkan pelayanan kepada nasanabah agar tetap setia. Oleh karena itu BPRS Al Salaam berusaha agar pelanggan / nasabah sangat percaya kepada pelayana purna jual produk sepeda motor dan produk perbankan syariah lainnya.adaun dari hasil kuesioner yang disebarkan untuk penelitian , dan  dianalisis, besarnya koefisien korelasi r = 0,45 , Koefisien determinasi Kd = 20,25 % dan dan kemudian garis linear regresinya adalah Y = 19,25 + 0,43 XKata Kunci      :  Pelayanan Purna Jual Dan Kepuasan Nasabah
KEBIJAKAN FISKAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM (BAITUL MAAL SEBAGAI BASIS PERTAMA DALAM PENDAPATAN ISLAM) Sulaeman Jajuli
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.82 KB) | DOI: 10.30868/ad.v1i01.225

Abstract

Al-Daulah al-Islâmiyyah pertama kali dibentuk setelah Rasulullah hijrah dari Makkah ke al-Madinah al-Munawarah dan menetapnya Rasulullah di Madinah dengan parasahabat . Kaum Muhajirin sebagai pendatang dan kaum Anshor sebagai ahlulbait atau pemilik tempat telah mengikhlaskan rumah-rumah mereka untuk dijadikan sebagai tempat tinggaloleh para pendatang (kaum Muhajirin). Satu tahun setelah menetapnya kaum Muhajirin dansetelah bersatunya hati-hati kaum Muhajirin dan kaum Anshor, timbullah peperangan antarakaum Musyrikin Makkah dengan kaum Muslimin di Madinah. Kemenangan-kemenanganyang diraih kaum muslimin dalam peperangan terus berlanjut, klimaksnya kaum Musliminbanyak mendapatkan harta ghanîmah, sehingga menimbulkan pertentangan dan perselisihandalam pembagiannya Adapun pada masa Nabi Muhammad, para shahabat yang telahmenang dalam peperarangan, mereka berhak membawa harta ghanîmah ke rumah, makatimbullah berbagai pertanyaan; untuk siapa harta rampasan tersebut, milik siapa,bagaimana cara pembagiannya, tanah yang telah berhasil dikuasai, siapakah yang memilikidan mengolahnya.Dengan adanya berbagai macam pertanyaan dan permasalahan yang terjadi sekitarharta rampasan/ghanîmah, maka permasalahan tersebut memerlukan jawab-an dengansegera. Rasulullah dan para shahabatnya membuat sebuah lembaga untuk menampung hartayang telah dimiliki kaum muslimin khususnya setelah terjadi peperangan. Tempatpenampungan harta tersebut dinamakan dengan Baitul maal. Baitul maal sebagai lembagadan wadah tempat penyimpanan harta yang dimiliki masyarakat Muslim pertama kalidiadakan dalam Islam.Kata Kunci: Kebijakan Fiskal, Hukum Islam, Baitul Maal
PEMIKIRAN AL-SA’DÎ TENTANG KRITERIA PEGAWAI PROFESIONAL (Studi Terhadap Q.S. Al-Qashash [28]: 26, Hadits-hadits Terkait, dan Kajian Lainnya) Rahendra Maya
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 2, No 01 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3015.912 KB) | DOI: 10.30868/ad.v2i01.236

Abstract

Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan dalam rangka memperoleh penghasilan untuk menjaga eksistensi kehidupan merupakan kewajiban dan tanggung jawab setiap orang. Dalam Islam, bekerja dan/atau menjadi pegawai dalam suatu bidang profesi tertentu bahkan dikategorikan sebagai kewajiban agama yang bernilai ibadah. Di samping itu, Islam pun memberikan tuntunan agar pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kompetensi atau profesionalitas, spesifiknya berdasarkan kekuatan dan keamanahan seperti yang sangat jelas diungkapkan Allah S.W.T. dalam Q.S. Al-Qashash [28]: 26 dan oleh Rasulullah S.A.W. dalam haditsnya. Karena itu, memahami kriteria kekuatan (quwwah) dan keamanahan (amânah) pegawai plus kejujurannya (shidq) serta substansi dari karakter kepegawaian tersebut merupakan hal yang sangat urgen untuk dilakukan, antara lain melalui pemikiran seorang ulama dalam menafsirkan ayat, hadits, dan kajian lainnya yang terkait. Makalah ini diupayakan untuk mengungkap tema urgen tersebut melalui pemikiran Al-Sa’dî yang diklasifikasi sebagai salah seorang ulama kontemporer yang kompeten di banyak bidang keilmuan melalui karya-karyanya yang bernas dan ilmiah.Kata kunci: profesional, kriteria pegawai, pegawai profesional, kuat, amanah. AbstractWorking to meet the necessities of life and in order to earn an income to maintain the existence of life is the duty and responsibility of everyone. In Islam, working and/or being an employee in a particular field of profession is even categorized as a religious obligation worthy of worship. In addition, Islam also provides guidance for the work carried out in accordance with the competence or professionalism, specifically based on strength and security as is very clearly expressed Allah S.W.T. in Q.S. Al-Qashash [28]: 26 and the prophet Muhammad in his (hadith). Therefore, understanding the criteria of strength (quwwah) and the security (amânah) of employees plus its honesty (shidq) and the substance of the staffing character is very urgent to do, among others through the thought of a scholar in interpreting verses, hadith, and other studies related. This paper seeks to uncover the urgent theme through the thought of Al-Sa'dî which is classified as one of the contemporary scholars competent in many fields of science through his pithy and scientific works.Keyword: professional, employee criteria, professional employer, strong, trustworthy.
PENGARUH PENYALURAN DANA BMT TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT BOGOR (PERIODE TAHUN 2008-2011) Muhammad Findi A; Sarah Asy Syahidah
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1, No 02 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.999 KB) | DOI: 10.30868/ad.v1i02.231

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan usaha mikro yang sulitmendapatkan bantuan dana/modal dari lembaga keuangan baik itu perbankan atau punlembaga keuangan mikro syariah seperti Baitul Maal Wattamwil (BMT). Didasarkan padahal diatas peneliti kemudian mencoba meneliti bagaimanakah pengaruh penyaluran danayang diberikan oleh BMT sebagai lembaga keuangan mikro syariah kepada masyarakat kecilyang membutuhkan bantuan permodalan dalam meningkatkan kesejahteraan ataupeningkatan pendapatan mereka.Dengan regresi linear berganda, peneliti mencoba melihat pengaruh penyalurandana yang diberikan oleh BMT terhadap peningkatan kesejahteraan dalam hal pertumbuhanpendapatan anggota/nasabah. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalahpeningkatan pendapatan masyarakat, penyaluran dana/pembiayaan (pembiayaanmudharabah, pembiayaan musyarakah, pembiayaan murabahah dan pembiayaan al-qardh).Dan hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh variable penyaluran dana(pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah, pembiayaan murabahah danpembiayaan al-qardh) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variable peningkatanpendapatan masyarakat di BMT wilayah Bogor.Kata Kunci: Penyaluran Dana BMT, Pendapatan Masyarakat
PRINSIP SALING RELA DALAM TRANSAKSI EKONOMI ISLAM (Tafsir Analitis Surat An-Nisa’ [4] Ayat 29) Ade Wahidin
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 2, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.931 KB) | DOI: 10.30868/ad.v2i02.352

Abstract

Salah satu syarat transaksi ekonomi dalam pandangan Islam adalah adanya saling rela antara kedua belah pihak. Sehingga ketidakrelaan dari salah satu pihak atau kedua belah pihak menjadikan batalnya transaksi alias tidak sah. Penelitian ini ingin mendiskusikan tentang saling rela dalam transaksi ekonomi dari berbagai sudut pandang. Mulai dari tafsir para ulama tentang Surat An-Nisa’ [4] Ayat 29 yang memuat kata ‘an-tarāḍhin (saling rela), penjelasan hukumnya, kaidah ‘an-tarāḍhin hingga implementasinya dalam transaksi ekonomi kontemporer yang secara faktual didominasi oleh sikap saling rela yang bersifat perbuatan atau adat kebiasaan masyarakat setempat. Di samping itu, majunya teknologi yang berimbas pada model-model transaksi ekonomi yang tidak ada pada zaman Nabi, juga menjadi dimensi lain bagi implementasi sikap saling rela dalam transaksi ekonomi.

Page 2 of 29 | Total Record : 288