cover
Contact Name
Imron Amrullah
Contact Email
imron.amrullah@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fonema@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26213257     EISSN : 26212900     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Dr. Soetomo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ilmiah fonema berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2018)" : 12 Documents clear
KAJIAN FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL KEINDAHAN DAN KESEDIHAN KARYA YASUNARI KAWABATA Andharu, Devito; Widayati, Wahyu
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.709 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.965

Abstract

The Purpose of this research are  to describe a feminism in Keindahan dan Kesedihan Novel by Yasunari Kawabata. This research is a qualitative descriptive. The object is psychoanalysis from Keindahan dan Kesedihan, novel by Yasunari Kawabata.  Data collected by using close reading technic: read, scan, and quote. Data validity use triangulation technic. Data analized by semiotic mode of reading. Analysis result is shown in terms of feminism, the role of Otoko and Keiko is the main character in Keindahan dan Kesedihan novel that she is a s lesbian. Lesbian is an example of the uprising at the radical feminism. But after reviewing the whole of Keindahan dan Kesedihan novel be able to conclude that the figures of Otoko are not included in radical feminism. Otoko chose to become lesbian with Keiko after the she met with the students painted Keiko. Otoko choice of life lived as a lesbian is to keep the sacred vision in maintaining its love for Oki. In contrast to Otoko, Keiko chose to become lesbians based on hate with  men. Keiko found men always give the suffering of women.  Keywords :Feminism, Novel
PERGELARAN WAYANG KULIT SEBAGAI MEDIA PENANAMAN KARAKTER ANAK Pramulia, Pana
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.974 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1020

Abstract

Salah satu sastra lisan yang paling populer di masyarakat Jawa adalah pergelaran wayang kulit. Lakon wayang kulit Jawa diambil dari epik India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Pergelaran wayang kulit juga menjadi tuntunan bagi masyarakat yang menonton. Maksudnya, wayang bukan sekadar sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi, penyuluhan dan pendidikan. Maka, pergelaran wayang kulit dapat dijadikan wahana penanaman karakter yang memuat moral, etika, dan nilai-nilai adi luhung. Untuk memahami dan menemukan moral, etika, dan nilai-nilai adi luhung pergelaran wayang kulit dibutuhkan teori yang relevan. Penelitian ini akan menggunakan teori hukum epik Axel Olrix dan menggunakan objek pergelaran wayang kulit lakon Laire Semar dengan dalang Ki. Purbo Asmoro. Hukum Epik Axel Olrix tersebut mempunyai dua belas hukum yang akan digunakan untuk menganalisis. Akan tetapi, dalam penelitian ini Hukum Epik Axel Olrix yang diambil hanya tiga poin yang berkaitan dengan penanaman karakter anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi untuk memahami keterkaitan antara moral dan nilai-nilai di masyarakat dengan yang digambarkan pada pergelaran wayang kulit. Kata Kunci: Pergelaran Wayang Kulit, Hukum Epik Axel Olrix, Karakter Anak.
Problematika Lingkungan Hidup dalam Syair Lagu Populer Indonesia (Studi Ekologi Sastra) wati, setyo
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.642 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1022

Abstract

Kata kunci: lingkungan hidup, ekologi sastra, syair, lagu populerPenelitian dengan judul Problematika Lingkungan Hidup dalam Syair Lagu Populer Indonesia (Studi Ekologi Sastra)  ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan hidup yang disebabkan oleh perilaku manusia dalam syair lagu populer Indonesia.Dengan berpijak pada teori ekologi sastra, pendekatan yang dipakai adalah pendekatan kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Data penelitiannya adalah kata, kelompok kata, serta kalimat yang terdapat dalam syair atau lirik lagu populer Indonesia yang terkait dengan lingkungan hidup. Data tersebut bersumber pada syair lagu  yang dilantunkan sekitar tahun 1980 hingga 2015 dan dinyanyikan oleh Iwan Fals, Gombloh, Naif, The Rollies, Slank, Riff, Ully Sigar Rusady, Rita Rubby Hatland, Kotak, Nugie, dan Ebiet G.Ade.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan klasifikasi; sedangan penganalisisan data dilakukan dengan teknik interpretasi, eksplanasi, dan deskripsi.Hasil yang diperoleh dari serangkaian penelitian ini berupa temuan adanya problematika  kerusakan lingkungan hidup dalam syair alau lirik  lagu populer Indonesia yang disebabkan oleh perilaku manusia. Syair atau lirik terkait hal tersebut disampaikan melalui lima kategori, yaitu pernyataan, sindiran, kritikan, himbauan, dan renungan.
LEGENDA PETILASAN SUNAN KALIJAGA DI DESA SUROWITI KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK DENGAN TEORI NILAI BUDAYA saleh, haerus; faizin, afan
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.847 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1024

Abstract

Legenda merupakan salah satu tugas bagi generasi muda untuk tanggap dalam melestarikan warisan nenek moyang kita. Warisan yang sangat berharga dan berguna tersebut jangan sampai dilalaikan dan punah begitu saja. Berkaitan dengan ini peneliti tertarik dan berkeinginan untuk meneliti Legenda Petilasan Sunan Kalijaga di Desa Surowiti Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik dengan Teori Nilai Budaya. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai budaya yang ada dalam legend petilasan sunan kalijaga di desa Surowiti kecamatan Panceng kabupaten Gresik. Manfaat penelitian ini ada dua yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Objek penelitian legenda petilasan sunan kalijaga di desa Surowiti kecamatan Panceng kabupaten Gresik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan (1) teknik pengamatan, (2) teknik wawancara, (3) teknik perekaman, (4) teknik simak, (5) teknik pencatatan, (6) teknik transkripsi, dan (7) teknik terjemahan. Teknik analisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Teknik pengolahan data dilakukan dengan (1) pengumpulan data, (2) klasifikasi data, (3) transkripsi data, (4) analisis data, dan (5) membuat kesimpulan dari hasil analisis. Simpulan dari penelitian ini adalah ditemukan nilai budaya dalam legenda petilasan sunan kalijaga sebagai berikut (1) Nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat; a) Tolong menolong. b) Tidak mendendam. c) Percaya terhadap sesama. d) Saling menghargai. e) Bekerja sama. f) Saling melindungi. g) Hidup rukun. h) Saling mengenal. (2) Nilai budaya hubungan manusia dengan tuhan; a) Bertaqwa yang meliputi: memeluk ajaran islam, Puasa sunnah, dan Berziarah kubur. (3) Nilai budaya hubungan manusia dengan alam lingkungan yaitu : a) Melestarikan lingkungan. (4) Nilai budaya hubungan manusia dengan diri sendiri yaitu : a) mempertahankan diri. Kata Kunci : Nilai Budaya dan Legenda
TINDAK TUTUR DALAM TRADISI NYADRAN (NGLARUNG SESAJI) DI DUSUN KEPETINGAN DESA SAWOHAN KECAMATAN BUDURAN KABUPATEN SIDOARJO : KAJIAN PRAGMATIK hutama, marhaendra putra; utami, sri
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.209 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1027

Abstract

Tindak tutur adalah aktivitas berbahasa yang berupa tuturan maupun non-tuturan yang bersifat kontekstual. Dalam penelitian ini menganalisis “Tindak tutur dalam Ritual Nglarung Berkah, di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo”. Pada pengkajian tindak tutur termasuk sub disiplin linguistik yaitu pragmatik. Penelitian ini membahas mengenai tindak tutur ilokusi dan perlokusi . Berdasarkan fokus penelitian tersebut, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis bentuk tindak tutur ilokusi dan perlokusi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah hasil perekaman ritual Nyadran (Nglarung Sesaji) di desa Sawohan, Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik Simak Bebas Libat cakap (SBLC) dengan cara menyimak secara langsung dan juga menyimak melalui rekaman video ritual Nyadran (Nglarung Sesaji) di dusun Kepetingan. Rekaman video digunakan jika dalam proses analisis peneliti memerlukan data yang sahih dan sebagai bukti penelitian. Berdasarkan penganalisisan data ditemukan 5 jenis perlokusi dengan jumlah 105 data. Kelima jenis ilokusi tersebut adalah asertif (40 data), direktif (21 data), komisif (20 data), ekspresif (15 data) dan deklaratif ( 9 data). Selanjutnya perlokusi ditemukan 3 jenis perlokusi yaitu perlokusi membuat penyimak melaukan sesuatu, membuat penyimak memikirkan sesuatu, dan membuat penyimak mempelajari sesuatu.  Kedua  jenis  tindak  tutur  yakni  ilokusi  dan  perlokusi  merupakan  komponen  yang  membangun konstruksi pertuturan di dalam ritual Nyadran (Nglarung Sesaji) di dusun Kepetingandesa Sawohan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Mengingat ritual tersebut bagi masyarakat desa sangat dijaga dan dipercaya sebagai ritual pembawa berkah bagi sebagian warga Sawohan, maka ritual ini perlu dijaga kelangsungannya karena banyak mengandung nilai budaya dan kearifan lokal. Bentuk nyata menjaga kearifan lokal ini yaitu melalui penelitian ini diharapkan mampu mengenalkan dan mempelajari bagaimana bentuk budaya lokal kepada masyarakat yang belum mengetahui. Kata kunci : tindak tutur, ilokusi, perlokusi, penelitian
KARAKTER TOKOH UTAMA PADA NOVEL ENTROK KARYA OKKY MADASARI (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) Prawira, Sophian Djaka
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.048 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1092

Abstract

ABSTRAK. Karya sastra berasal dari masyarakat dan memang selayaknya dikembalikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat sastra. Novel merupakan bentuk karya sastra. Entrok adalah novel pertama Okky Madasari yang berkisah tentang perempuan Jawa yang berjuang di rezim Suharto. Tujuan penelitian ini adalah untuk; (1) Mendeskripsikan karakter tokoh utama pada novel Entrok karya Okky Madasari. (2) Menemukan latar belakang perubahan karakter pada tokoh utama novel “Entrok” karya Okky Madasari. Sedangkan metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Temuan dari penelitian ini sebagai berikut: Tipe Karakter Marni adalah karakter Sanguine yang memiliki ciri-ciri sifat dan perilaku sebagai berikut; Perasaannya penuh harapan; Suka Menolong; Ramah dan Periang; Banyak Berbicara; Memiliki Rasa Optimis; Berkemauan Keras; Ego; Religius; Berkemauan Keras; Baik Hati; Dermawan. Sedangkan latar belakang faktor yang mempengaruhi berubahnya Marni adalah sebagai berikut; pertama, faktor diri sendiri yang meliputi; a) Stress; b) Naluri; c) Simpati; dan kedua faktor lingkungan meliputi; a) Politik; b) Ekonomi; c) Keamanan.Kata Kunci : Karakter, Novel, Entrok, dan Psikologi
KAJIAN FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL KEINDAHAN DAN KESEDIHAN KARYA YASUNARI KAWABATA Andharu, Devito; Widayati, Wahyu
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.709 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.965

Abstract

The Purpose of this research are  to describe a feminism in Keindahan dan Kesedihan Novel by Yasunari Kawabata. This research is a qualitative descriptive. The object is psychoanalysis from Keindahan dan Kesedihan, novel by Yasunari Kawabata.  Data collected by using close reading technic: read, scan, and quote. Data validity use triangulation technic. Data analized by semiotic mode of reading. Analysis result is shown in terms of feminism, the role of Otoko and Keiko is the main character in Keindahan dan Kesedihan novel that she is a s lesbian. Lesbian is an example of the uprising at the radical feminism. But after reviewing the whole of Keindahan dan Kesedihan novel be able to conclude that the figures of Otoko are not included in radical feminism. Otoko chose to become lesbian with Keiko after the she met with the students painted Keiko. Otoko choice of life lived as a lesbian is to keep the sacred vision in maintaining its love for Oki. In contrast to Otoko, Keiko chose to become lesbians based on hate with  men. Keiko found men always give the suffering of women.  Keywords :Feminism, Novel
PERGELARAN WAYANG KULIT SEBAGAI MEDIA PENANAMAN KARAKTER ANAK Pramulia, Pana
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.974 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1020

Abstract

Salah satu sastra lisan yang paling populer di masyarakat Jawa adalah pergelaran wayang kulit. Lakon wayang kulit Jawa diambil dari epik India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Pergelaran wayang kulit juga menjadi tuntunan bagi masyarakat yang menonton. Maksudnya, wayang bukan sekadar sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi, penyuluhan dan pendidikan. Maka, pergelaran wayang kulit dapat dijadikan wahana penanaman karakter yang memuat moral, etika, dan nilai-nilai adi luhung. Untuk memahami dan menemukan moral, etika, dan nilai-nilai adi luhung pergelaran wayang kulit dibutuhkan teori yang relevan. Penelitian ini akan menggunakan teori hukum epik Axel Olrix dan menggunakan objek pergelaran wayang kulit lakon Laire Semar dengan dalang Ki. Purbo Asmoro. Hukum Epik Axel Olrix tersebut mempunyai dua belas hukum yang akan digunakan untuk menganalisis. Akan tetapi, dalam penelitian ini Hukum Epik Axel Olrix yang diambil hanya tiga poin yang berkaitan dengan penanaman karakter anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi untuk memahami keterkaitan antara moral dan nilai-nilai di masyarakat dengan yang digambarkan pada pergelaran wayang kulit. Kata Kunci: Pergelaran Wayang Kulit, Hukum Epik Axel Olrix, Karakter Anak.
Problematika Lingkungan Hidup dalam Syair Lagu Populer Indonesia (Studi Ekologi Sastra) wati, setyo
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.642 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1022

Abstract

Kata kunci: lingkungan hidup, ekologi sastra, syair, lagu populerPenelitian dengan judul Problematika Lingkungan Hidup dalam Syair Lagu Populer Indonesia (Studi Ekologi Sastra)  ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan hidup yang disebabkan oleh perilaku manusia dalam syair lagu populer Indonesia.Dengan berpijak pada teori ekologi sastra, pendekatan yang dipakai adalah pendekatan kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Data penelitiannya adalah kata, kelompok kata, serta kalimat yang terdapat dalam syair atau lirik lagu populer Indonesia yang terkait dengan lingkungan hidup. Data tersebut bersumber pada syair lagu  yang dilantunkan sekitar tahun 1980 hingga 2015 dan dinyanyikan oleh Iwan Fals, Gombloh, Naif, The Rollies, Slank, Riff, Ully Sigar Rusady, Rita Rubby Hatland, Kotak, Nugie, dan Ebiet G.Ade.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan klasifikasi; sedangan penganalisisan data dilakukan dengan teknik interpretasi, eksplanasi, dan deskripsi.Hasil yang diperoleh dari serangkaian penelitian ini berupa temuan adanya problematika  kerusakan lingkungan hidup dalam syair alau lirik  lagu populer Indonesia yang disebabkan oleh perilaku manusia. Syair atau lirik terkait hal tersebut disampaikan melalui lima kategori, yaitu pernyataan, sindiran, kritikan, himbauan, dan renungan.
LEGENDA PETILASAN SUNAN KALIJAGA DI DESA SUROWITI KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK DENGAN TEORI NILAI BUDAYA saleh, haerus; faizin, afan
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.847 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1024

Abstract

Legenda merupakan salah satu tugas bagi generasi muda untuk tanggap dalam melestarikan warisan nenek moyang kita. Warisan yang sangat berharga dan berguna tersebut jangan sampai dilalaikan dan punah begitu saja. Berkaitan dengan ini peneliti tertarik dan berkeinginan untuk meneliti Legenda Petilasan Sunan Kalijaga di Desa Surowiti Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik dengan Teori Nilai Budaya. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai budaya yang ada dalam legend petilasan sunan kalijaga di desa Surowiti kecamatan Panceng kabupaten Gresik. Manfaat penelitian ini ada dua yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Objek penelitian legenda petilasan sunan kalijaga di desa Surowiti kecamatan Panceng kabupaten Gresik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan (1) teknik pengamatan, (2) teknik wawancara, (3) teknik perekaman, (4) teknik simak, (5) teknik pencatatan, (6) teknik transkripsi, dan (7) teknik terjemahan. Teknik analisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Teknik pengolahan data dilakukan dengan (1) pengumpulan data, (2) klasifikasi data, (3) transkripsi data, (4) analisis data, dan (5) membuat kesimpulan dari hasil analisis. Simpulan dari penelitian ini adalah ditemukan nilai budaya dalam legenda petilasan sunan kalijaga sebagai berikut (1) Nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat; a) Tolong menolong. b) Tidak mendendam. c) Percaya terhadap sesama. d) Saling menghargai. e) Bekerja sama. f) Saling melindungi. g) Hidup rukun. h) Saling mengenal. (2) Nilai budaya hubungan manusia dengan tuhan; a) Bertaqwa yang meliputi: memeluk ajaran islam, Puasa sunnah, dan Berziarah kubur. (3) Nilai budaya hubungan manusia dengan alam lingkungan yaitu : a) Melestarikan lingkungan. (4) Nilai budaya hubungan manusia dengan diri sendiri yaitu : a) mempertahankan diri. Kata Kunci : Nilai Budaya dan Legenda

Page 1 of 2 | Total Record : 12