cover
Contact Name
Imron Amrullah
Contact Email
imron.amrullah@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fonema@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26213257     EISSN : 26212900     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Dr. Soetomo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ilmiah fonema berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2022)" : 7 Documents clear
Kesantunan Berbahasa pada Kajian Diskusi “Buat Apa Menulis” di Rayon Bahasa Avicenna (Prinsip Kesantunan Leech) Al Fatih Rijal Pratama; Bagus Wahyu Setyawan
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.806 KB) | DOI: 10.25139/fn.v5i2.4644

Abstract

Abstrak. Dalam penelitian ini, mengkaji tentang analisis kesantunan berbahasa pada kajian diskusi “Buat Apa Menulis” di Rayon Bahasa Avicenna dengan prinsip kesantunan Leech. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep kesantunan bahasa menurut prinsip Leech, yang berupa, maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan maksim kesimpatian. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif dengan berusaha mengungkap kesantunan berbahasa pada kajian diskusi “Buat Apa Menulis” di Rayon Bahasa Avicenna dengan menggunakan prinsip kesantunan Leech. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, catat dan rekam. Sedangkan, teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis induktif untuk menemukan hasil penelitian dengan mengatagorikan hal-hal khusus yang telah ditemukan untuk diarahkan ke kategori umum. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat; (1) bagi pendidik dan calon pendidik, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan dalam proses pendidikan, (2) bagi mahasiswa penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber rujukan dalam penelitian, dan (3) bagi penelitian lain, penelitian ini bisa digunakan untuk perbandingan atau referensi bagi peneliti yang relevan.
Kesantunan Berbahasa di Lingkungan STAI Nurul Hidayat Selatpanjang Fitra Aryanis; Sri Utami; Kusmiyati Kusmiyati
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.545 KB) | DOI: 10.25139/fn.v5i2.4982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk penyimpangan kesantunan dan kesopanan yang ada di lingkungan STAI Nurul Hidayah Selatpanjang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan data berupa tuturan-tuturan berupa tuturan yang ada di lingkungan STAI Nurul Hidayah Selatpanjang, dengan menggunakan kaset. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Berdasarkan data ditemukan 6 maksim kesantunan berbahasa di lingkungan STAI Nurul Hidayah Selatpanjang yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim simpati. , dan maksim kesepakatan. (2) Untuk penyimpangan kesantunan ini, ditemukan 5 pelanggaran dalam tuturan, yaitu penyimpangan dari maksim kebijaksanaan, penyimpangan dari maksim kedermawanan, penyimpangan dari maksim pujian, penyimpangan dari maksim kerendahan hati, dan penyimpangan dari maksim. maksim simpati. dan (3) untuk faktor penyebab munculnya penyimpangan ini ada 4 faktor, yaitu: (1) menuduh lawan bicara, (2) menunjukkan emosi pembicara, (3) sebagai kritik, (4) sebagai indikasi tidak suka
Religiusitas dan Moralitas Tokoh Utama dalam Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais Nensi Apriliya Astuti; Sri Utami; Hetty Purnamasari; Iwan Sugianto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.803 KB) | DOI: 10.25139/fn.v5i2.5036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai religiusitas dan moralitas tokoh utama yang terdapat dalam Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena penelitian ini menghasilkan sesuatu yang bersifat deskriptif dan menggunakan data berupa kata-kata, kalimat, dan paragraf. Penelitian ini menggunakan pendekatan intrinsik karena data yang diperoleh berasal dari teks yang ada dalam novel. Teori yang digunakan untuk menganalisis novel ini adalah teori religiusitas oleh Y.B Mangunwijaya dan teori moralitas Rusli Lutan, Y.B Mangunwijaya membagi nilai religiusitas menjadi empat yaitu, pertama, kemampuan manusia berpikir luas untuk menentukan langkah bijaksana dalam menjalani hidup. Kedua, kemampuan manusia mencari dan menemukan petunjuk dari dalam dirinya berdasarkan pengalaman yang telah di lalui. Ketiga, kemampuan manusia mengatasi segala permasalahan dengan simpatik dan menolong orang lain, dan keempat, kemampuan manusia meniadakan diri di hadapan Tuhan. sedangkan Rusli Lutan membagi nilai moralitas menjadi empat yakni, keadilan, kejujuran, tanggungjawab, kedamaian. Hasil penelitian ini adalah deskripsi nilai religiusitas dan moralitas tokoh utama yang berkenaan dengan, yang pertama, kemampuan manusia berpikir luas untuk menentukan langkah bijaksana dalam menjalani hidup, nilai-nilai religius itu diungkapkan dengan sikap tokoh hanum yang selalu berpikir dari berbagai sudut pandang sebelum memilih suatu keputusan. Kedua, kemampuan manusia mencari dan menemukan petunjuk dari dalam dirinya berdasarkan pengalaman yang telah di lalui, nilai- nilai religius itu diungkapkan dengan sikap tokoh hanum yang mencari dan menemukan petunjuk bahwa manusia adalah kunci bagi dirinya sendiri akan jadi baik atau sebaliknya setelah melalui berbagai macam pengalaman. Ketiga, kemampuan manusia mengatasi segala permasalahan dengan simpatik dan menolong orang lain, nilai-nilai religius itu diungkapkan dengan sikap tokoh hanum yang menolong orang lain tanpa membeda-bedakan baik dari segi agama maupun status sosial. Keempat, kemampuan manusia meniadakan diri di hadapan Tuhan, nilai-nilai religius itu diungkapkan dengan sikap tokoh hanum yang mengakui kekuasaan Tuhan atas segala mahluk di muka bumi, serta nilai moralitas menjadi empat yakni, keadilan, kejujuran, tanggungjawab, kedamaian.
Ibu Kota Negara yang (tak) Dirindukan: Kendi Nusantara, Jawaisme Jokowi, dan Semiologi Barthesian Nanik Yuliana; Moh Atikurrahman
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.698 KB) | DOI: 10.25139/fn.v5i2.5044

Abstract

Kendi Nusantara dianggap oleh beberapa kalangan sebagai simbol Jawaisme Presiden Joko Widodo. Di lain pihak, prosesi Penyatuan Tanah dan Air Nusantara (14/3/22) sebagai fokus penelitian ini dipahami bagian dari sistem lambang yang melampaui kode-kode kebahasaan terkait awal pembangunan IKN Nusantara. Pesannya jelas: Jokowi tidak ingin mengulangi langgam para pendahulunya yang memimpikan pemindahan ibu kota negara namun akhirnya kandas menjadi wacana belaka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis data Model Alir Miles & Huberman. Pokok pembahasan tertuju pada simbol dan wacana yang berserakan dalam prosesi awal pembangunan IKN Nusantara. Ritual yang kental dengan nuansa mistik menjadi sinyalemen yang khas dari seorang pemimpin berlatar kebudayaan Jawa. Kendi Nusantara menjadi representasi dari politik klenik ala Presiden Jokowi. Sebagai simbol, kendi identik dengan sistem budaya Jawa. Simbolisasi kendi sebagai bagian dari ritual mistik politik Jokowi (serta wacana-wacana yang melatarinya) ditelaah sebagai fenomena penandaan, yakni relasi antara penanda (signifier) yang konkrit dan petanda (signified) yang abstrak. Sistem tanda dalam penelitian ini menggunakan konseptual semiologi Roland Barthes yang menyakini proses penciptaan tanda selalu bersifat rumit dan kompleks (konotatif) dan tidak simplisitis (denotatif). Makna sebuah tanda yang hadir di tengah masyarakat senantiasa bersifat ambigu, dinamis, bahkan tidak jelas. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penelitian ini menarik kesimpulan mitos seputar ritual Kendi Nusantara adalah cara komunikasi presiden yang tidak lagi memanfaatkan kode-kode linguistik verbal. Dalam artian, tujuan dari ritual tersebut lebih tampak sebagai aksi simbolik sehubungan dengan realisasi pembangunan IKN Nusantara.
Ekranisasi Cerpen “Hujan yang Tak Bersuara” Karya Lian Lubis Ke Dalam Bentuk Film Pendek Athaya Salsabila; Dian Hartati
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.723 KB) | DOI: 10.25139/fn.v5i2.5156

Abstract

Cerpen “Hujan Yang Tak Bersuara” karya Lian Lubis merupakan salah satu cerpen yang mengalami ekranisasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan perubahan-perubahan yang terjadi pada transformasi cerpen “Hujan Yang Tak Bersuara” ke dalam film pendek. Data yang diperoleh bersumber dari cerpen “Hujan Yang Tak Bersuara” dalam buku Ayah Selalu Dikejar Anjing karya Lian Lubis, dan film pendek Hujan Yang Tak Bersuara karya Sutradara Ilham M Ardinan dan Rivan Mandala. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deksriptif. Cerpen “Hujan Yang Tak Bersuara” dan film pendeknya sama-sama mengangkat perihal pengalaman mistis penjaga hutan dan mitos yang ada di sekitar lingkungan Taman Hutan Raya Djuanda. Ekranisasi mengakibatkan cerpen dan film pendeknya memiliki perbedaan. Perbedaan dipicu oleh adanya perubahan saat transformasi. Perubahan yang ditemukan pada ekranisasi cerpen “Hujan Yang Tak Bersuara” berupa penambahan, pengurangan, dan perubahan bervariasi dari cerita, tokoh, alur, serta latar. Perubahan dilakukan untuk membuat visualisasi pada film pendek menjadi lebih menarik. Secara keseluruhan, perubahan yang terjadi masih relevan dan tidak menimbulkan perbedaan makna dengan cerpennya.
Konflik Batin Tokoh Aris pada Film Pria Karya Yudho Aditya (Kajian Psikologi Sastra) Salma Qotrunada S; Resdianto Raharjo; Titik Indarti
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.335 KB) | DOI: 10.25139/fn.v5i2.5216

Abstract

Film dapat dikategorikan sebagai karya sastra dengan kandungan seni peran dan naskah yang dimuat sebelum film digarap. Fenomena yang menghebohkan masyarakat akhir-akhir ini adalah kemunculan kaum LGBTQ. Kaum ini dianggap sebagai bentuk penyimpangan norma sosial dikarenakan tidak sejalan dengan norma yang ada. Film Pria yang dirilis pada tahun 2017 dengan sutradara Yudho Aditya mengangkat fenomena LGBTQ terutama kaum gay yang mengalami banyak konflik batin di dalamnya. Psikologi sastra yang menjadi teori di dalam penelitian ini menunjukkan adanya kesamaan fokus di antara psikologi dan sastra, yaitu manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan. Peneliti mengumpulkan data berdasarkan data literatur yang terdapat di dalam perpustakaan. Kemudian, data yang sudah dimiliki akan dianalisis dan disajikan secara pendeskripsian. Konflik batin oleh Kurt Lewin menjadi acuan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat konflik mendekat-mendekat yang dirasakan oleh Aris. Selain itu film ini memiliki banyak konflik menjauh-menjauh dikarenakan Aris yang selalu memiliki pilihan yang tidak ia sukai. Konflik mendekat-menjauh yang dimiliki Aris pada akhirnya juga menjadi pilihan yang tidak ia sukai. Secara garis besar, Aris di dalam film ini selalu dihadangkan dengan pilihan yang ia tidak sukai melihat keseluruhan cerita adalah Aris yang terpaksa harus menikah walau ia tidak menyukainya.
Sosioreligius Pada Tradisi Mamaca Masyarakat Madura Pesisiran Imron Amrullah; Imayah
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.559 KB) | DOI: 10.25139/fn.v5i2.5864

Abstract

Penelitian ini mengkaji masyarakat Madura yang memiliki kekayaan budaya berupa sastra lisan yaitu, tradisi mamaca. Pada zaman sekarang tradisi sastra lisan di Madura dalam perkembangannya cukup mengkhawatirkan, termasuk tradisi mamaca. Tradisi ini berjalan di tengah kemajuan teknologi canggih yang menjadi salah satu hal paling digemari oleh generasi milenial. Sehingga, tradisi yang seharusnya menjadi identitas diri semakin terhapus ditinggal generasi penerus. Penelitian ini menggunakan teori sosioreligius Muhammad Iqbal untuk menganalisis data yang bersumber dari tembang yang dibaca dalam proses tradisi mamaca yang berlangsung di desa Soroan kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sedangkan metode yang digunakan dalam pelaksanaannya berupa observasi, perekaman, wawancara, serta pencatatan. Temuan dalam penelitian ini berupa Ajaran Ketuhanan yang berupa doa, wasilah, karamah, dan rendah hati yang terdapat dalam Tradisi Mamaca pada Masyarakat Madura Pesisiran.

Page 1 of 1 | Total Record : 7