cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Articles 268 Documents
SIFAT FISIK MAKANAN PADAT (FOODBAR) BERBASIS TEPUNG KOMODITAS LOKAL ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.462 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.568

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji secara terus menerus dapat merugikan kesehatan manusia. Solusi efektif yaitu dengan membuat makanan inovatif yang mampu memenuhi kecukupan gizi salah satunya yaitu foodbar. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan foodbar berasal dari komoditas lokal yang ditepungkan, antara lain ubi jalar, kacang hijau dan kelor serta ditambahkan porang untuk menyatukan ketiga bahan tersebut. Tepung ubi ubi jalar kuning mengandung karbohidrat 77,7% dengan nilai cerna tinggi (98%), sedangkan tepung daun kelor mengandung protein 27,1 gram/ 100 gram. Tepung kacang hijau digunakan sebagai pemberi cita rasa, sedangkan tepung porang yang kaya dengan glukomannan berperan sebagai binder agent untuk menghasilkan produk foodbar yang tidak mudah hancur. Perlakuan pada penelitian ini dengan menggunakan dua faktor, yaitu komposisi tepung komposit dan komposisi penambahan porang. Pengamatan yang dilakukan yaitu sifat fisik meliputi kadar air, ekspansi volume, densitas kamba dan tekstur dari foodbar. Perlakuan terbaik pada foodbar pada kombinasi perlakuan 100 gram tepung ubi jalar kuning (40 gram) tepung kacang hijau (60 gram) tepung daun kelor dan (4 %) porang (P3T1).
PENGUJIAN SENSOR FOTODETEKTOR SEBAGAI ALAT UKUR KADAR GULA PADA LARUTAN GULA ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.842 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.570

Abstract

Fotodioda merupakan salah satu jenis fotodetektor. Fotodioda persambungan P-I-N (PIN) dipilih pada penelitian ini. Pemilihan ini didasarkan pada sensivitas yang tinggi dan respon yang cepat terhadap setiap perubahan sinar. Fotodioda jenis BPW 34 digunakan sebagai fotodetektor serta RGB bright LED sebagai sumber sinarnya. Pemilihan RGB bright LED didasarkan pada kemampuannya untuk berganti spektrum sinar secara otomatis didasarkan pada perubahan bit. Sebagai media perambatan sinar, diguanakan serat optik jenis single mode. Selain merancang perangkat keras, penelitian ini juga merancang aplikasi melalui Arduino IDE 1.0.4 serta LabVIEW 2013 agar perangkat keras mampu dikendalikan dan ditampilkan pada PC. Sebagai mikrokontroler, modul Arduino UNO digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sinar pada RGB bright LED dapat dikendalikan melalui sistem bit pada PC (Personal Computer), serta dapat memunculkan hasil pengukuran kandungan gula melalui PC.  
KOALISI MASYARAKAT LOKAL PRIBUMI GUGAT AMNT : ANALISIS WACANA KRITIS ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.995 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.572

Abstract

Setiap pilihan makna dimotivasi secara ideologis. Ideologi paling efektif bila pekerjaannya tidak terlihat. Menafsirkan ideologi dalam teks dapat dilihat dari pilihan kosakata dan konstruksi gramatikalnya. Untuk menganalisisnya kita perlu menafsirkan tidak hanya teks tapi juga hubungan antara teks, dan kondisi sosialnya. Menurut Fairclough, mereka bisa dikelompokkan dalam tiga tahap, yaitu deskripsi, interpretasi dan penjelasan. Tahapan deskripsi berkaitan dengan sifat formal teks, interpretasi berkaitan dengan hubungan antara teks dan interaksinya, penjelasan berkaitan dengan hubungan antara interpretasi dan konteks sosial. Untuk menganalisis data menggunakan metode referensial, metode substitusi dan metode inferensi abduktif. Metode referensial adalah menganalisa sistem penilaian dan diskursivitas intertekstualitas teks. Untuk melakukan analisis terhadap sistem penilaian yang valid diperlukan metode substitusi. Kemudian metode inferensi abduktif diperlukan untuk menganalisis keterkaitan antar teks. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa setiap media memiliki caranya tersendiri untuk mengemukakan ideologinya. Ideologi telah menutup hubungan dengan target pasar yaitu pembaca. Rungan Samawa adalah suatu wadah online masyarakat Sumbawa, berita yang sangat gamblang dan singkat, dengan pilihan kosa kata yang tajam, semuanya terkait dengan genre berita yang dimilikinya. Kasus Koalisi Masyarakat Lokal Pribumi Gugat Amnt merupakan bentuk dari kepedulian masyarakat Samawa yang berada di seluruh penjuru dunia.
PERBEDAAN STRAIN DAN UMUR BETINA TERHADAP JUMLAH KETURUNAN LALAT BUAH (DROSOPHILA MELANOGASTER MEIGEN) ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.526 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.573

Abstract

Telah dilakukan penelitian Perbedaan Strain dan Umur Betina Terhadap Jumlah Keturunan Lalat Buah (Drospohila melanogaster Meigen) untuk mengetahui pengaruh strain dan umur betina terhadap jumlah keturunan D. melanogaster pada strain normal, taxi, dan sepia. Sebanyak 5 ekor D. melanogaster ? normal disilangkan dengan 5 ekor D. melanogaster  ? normal, 5 ekor D. melanogaster ? taxi disilangkan dengan 5 ekor D. melanogaster ? taxi, 5 ekor D. melanogaster ? sepia disilangkan dengan 5 ekor D. melanogaster  ? sepia. Umur betina yang disilangkan adalah 8-10 jam, 12-14 jam, 16-18 jam, 20-22 jam, dan 24-26 jam sejak menetas dari pupa. Setiap kelompok persilangan diulang lima kali. Persilangan D. melanogaster dilakukan pada suhu 25oC. Data dianalisis dengan anava faktorial kemudian diuji lanjut dengan BNT (Beda Nyata Terkecil) taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada pengaruh strain dan umur betina terhadap jumlah keturunan. Diketahui pula bahwa strain normal menghasilkan jumlah keturunan terbanyak, sedangkan strain taxi menghasilkan jumlah keturunan paling sedikit. Umur betina 20-22 jam menghasilkan jumlah keturunan yang paling banyak dan tidak berbeda nyata dengan umur betina 24-26 jam, sedangkan umur 8-10 jam menghasilkan jumlah keturunan paling sedikit dan tidak berbeda nyata dengan umur 12-14 jam.
PENGARUH ORIENTASI SERAT KOMPOSIT E-GLASS EPOXY TERHADAP SIFAT MEKANIK PEGAS DAUN TUNGGAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA ,; ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.811 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.574

Abstract

Pegas daun tunggal merupakan salah satu sistem suspensi pada kendaraan yang berfungsi sebagai peredam getaran yang biasanya menggunakan baja. Satu jenis baja yang sering digunakan dalam pembuatan pegas daun tunggal adalah baja 55Si7. Namun, saat ini material komposit mulai digunakan sebagai material alternatif pengganti baja. Salah satu material komposit yang digunakan sebagai bahan pengganti baja yakni E-glass epoxy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik pegas daun baja dan komposit e-glass epoxy. Selain itu, pengaruh orientasi arah serat terhadap deformasi, tegangan, dan safety factor pada pegas daun juga dilakukan dalam penelitian ini. Metode analisis yang digunakan adalah elemen hingga. Hasil penelitian menunjukan bahwa pegas daun komposit memiliki tegangan yang lebih rendah dibandingkan pegas daun baja. Pegas daun komposit e-glass epoxy variasi D (orientasi serat 45º/-45º) menunjukan tegangan yang terendah dan safety factor tertinggi dengan nilai berturut turut 596 MPa dan 1,4.
RANCANG BANGUN APLIKASI MONITORING HASIL PELATIHAN TENAGA KERJA DI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI (DISNAKERTRANS) KABUPATEN SUMBAWA BERBASIS ANDROID ,; ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.791 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.575

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk merancang dan membangun Aplikasi Monitoring Hasil Pelatihan Tenaga Kerja Di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa (DISNAKERTRANS) Berbasis Android. Program di atas dimaksudkan agar pihak DISNAKERTRANS dapat mengetahui dan mengevaluasi kualitas pelatihan yang telah dilakukan serta mengetahui mutu pelatihan selanjutnya. Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu studi pustaka dan wawancara, sedangkan untuk metode pengembangan perangkat lunak peneliti menggunakan metode waterfall. Aplikasi ini akan dibangun dalam bentuk hybrid dengan memanfaatkan smartphone sebagai perangkat pengguna dan database dari aplikasi ini menggunakan MySql. Adapun metode pengujian aplikasi dari penelitian adalah black box. Aplikasi ini bermanfaat bagi pihak DISNAKERTRANS kabupaten sumbawa untuk memonitoring hasil pelatihan tenaga kerja dan mengetahui tingkat keberhasilan dalam proses pelaksanaan pelatihan tenaga kerja.   
TAMBORA SEBUAH PERJALANAN VISUAL ,; ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1623.415 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.578

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merefleksikan kembali 200 tahun letusan  gunung Tambora yang berada di pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat melalui perjalanan dengan pendekatankajian fotografi,khususnyatravel photography. Sejak awal kehadirannyafotografi telah memainkan peran secara konstitutif dalam membentuk sebuah catatan perjalanan, hal ini juga sebanding dengan pentingnya peran tersebut sebagai penggambaran identitas sosial (Osborne, 2000). Selain itu, travel photography juga menjadi cara untuk melihat pengalaman melalui otentikasi visual (Hilman Wendy, 2007).Gunung Tambora meletus pada April 1815, berdampak pada perubahan iklim dunia dan bencana alam yang memakan korban 84.000 jiwa di pulau Sumbawa, serta mengubur kerajaan Tambora dan Pekat.. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti melihat terjadinya rekonstruksi pemaknaan dalam sejarah letusan gunung Tambora yang tidak hanya dilihat sebagai sebuah gunung, namun juga sebagai sebuah identitas dalam struktur sosial kemasyarakatan dalam bentuk karya fotografi. Seorang fotografer berperandalam menciptakan sebuah realitas sejak pre-travel hingga post-travel.  
ANALISIS PENAWARAN TENAGA KERJA WANITA MIGRAN KABUPATEN SUMBAWA ,; ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.323 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.579

Abstract

Penelitian ini berjudul : ?Analisis Penawaran Tenaga Kerja Wanita Migran Kabupaten Sumbawa?. Peningkatan jumlah penduduk dari tahun ketahun memiliki beberapa konsekuensi logis diantaranya semakin bertambahnya jumlah penduduk berusia muda dan peningkatan jumlah angkatan kerja. Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa menunjukkan bahwa selama tahun 2014 sampai tahun 2017 terjadi peningkatan jumlah penduduk berturut-turut 427.119 jiwa, 431.924 jiwa, 436.599 jiwa dan 441.102 jiwa yang tersebar pada 24 kecamatan yang ada. Mata pencarian sebagian besar penduduk (sekitar 52,72 %) mengantungkan hidup dari sektor pertanian (BPS Kabupaten Sumbawa 2017). Kondisi geografis daerah Kabupaten Sumbawa yang tingkat kesuburannya tidak merata dan curah hujan yang turun juga kurang mencukupi untuk mengembangkan pertanian secara normal, peluang kerja sulit, pendidikan tidak memadai, keterampilan (skill) minim, ketiadaan modal usaha memaksa para penduduk (khususnya wanita) memilih mencoba mencari pekerjaan menjadi tenaga kerja Indonesia ke berbagai Negara termasuk ke Uni Emirat Arab. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pola penawaran tenaga kerja wanita asal Kabupaten Sumbawa? 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan berangkat wanita asal Kabupaten Sumbawa menjadi TKW keluar negeri? Penelitian ini dilaksanakan pada 4 Kecamatan dari 24 Kecamatan yang ada. Masing-masing kecamatan diambil 2-3 desa yang menjadi basis tenaga kerja wanita migran (tergantung jumlah tenaga kerja migran yang ada saat dilakukan survey). Empat Kecamatan yang ditentukan sebagai tempat pengambilan sampel adalah Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Plampang, Kecamatan Labuan Badas dan Kecamatan Utan dengan menggunakan metode deskriptif dan pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Penentuan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling. Keluaran penelitian ini adalah dengan diketahuinya pola penawaran tenaga kerja wanita asal Kabupaten Sumbawa dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan berangkat wanita asal Kabupaten Sumbawa menjadi TKW keluar negeri, sehingga dapat diketahui bagaimana dampak dari bekerja di luar negeri bagi tenaga kerja wanita dan keluarganya serta kontribusinya terhadap Kabupaten Sumbawa secara umum. Selain itu keluaran  dari penelitian ini adalah dipublikasikan pada jurnal yang ber ISSN serta dijadikan refrensi bahan ajar pada mata kuliah Ekonomi Makro. TKT dalam penelitian ini adalah dimulai dengan mengidentifikasi bagaimana pola penawaran tenaga kerja wanita asal Kabupaten Sumbawa dan faktor yang mempengaruhi keputusan berangkat wanita asal Kabupaten Sumbawa menjadi TKW ke luar yaitu dengan metode wawancara dan menyebarkan angket kuesioner. Dengan diketahuinya pola penawaran tenaga kerja wanita dan faktor yang mempengaruhi keputusan tenaga kerja wanita bekerja ke luar negeri dapat menjadi masukan untuk pemerintah apa yang akan dilakukan terhadap tenaga kerja wanita yang bekerja di luar negeri dan memberikan kontribusi terhadap Kabupaten Sumbawa.
STUDI LAJU UMPAN PADA PROSES BIOKONVERSI DENGAN VARIASI JENIS SAMPAH YANG DIKELOLA PT. BIOMAGG SINERGI INTERNASIONAL MENGGUNAKAN LARVA BLACK SOLDIER FLY (Hermetia Illucens) Pathiassana, Mega Trishuta
Jurnal TAMBORA Vol. 4 No. 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1233.532 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.550

Abstract

Sampah organik adalah jenis sampah yang jumlahnya terbesar di Indonesia. Apabila tidak dikelola dengan baik, maka sampah organik tersebut dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan. Salah satu teknologi untuk mengatasinya adalah dengan cara pengomposan menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF). Larva BSF (maggot) memiliki kemampuan dekomposisi yang lebih baik dibandingkan dengan organisme maupun mikroorganisme lainnya. PT. Biomagg Sinergi Internasional (BSI) sebagai lokasi penelitian merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah organik menggunakan metode biokonversi BSF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju umpan dan jenis sampah terhadap kecepatan penguraian pada proses biokonversi menggunakan larva BSF di PT. BSI, serta untuk mengetahui hasil analisis mutu biokonversi sampah organik yang dikelola PT. BSI berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 70/Permentan/SR.140/10/ 2011 tentang pupuk organik. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa jenis sampah dan jumlah umpan berpengaruh nyata terhadap nilai biomassa larva. Kemudian, jenis sampah dan jumlah sampah berpengaruh nyata terhadap nilai konsumsi substrat, serta jenis sampah dan jumlah sampah berpengaruh nyata terhadap nilai indeks reduksi limbah. Sedangkan, jenis sampah berpengaruh nyata terhadap nilai tingkat ketahanan hidup larva. Penelitian ini juga membandingkan mutu pupuk hasil biokonversi pada sampel penelitian maupun sampel PT. BSI memenuhi standar persyaratan teknis pupuk organik padat berdasarkan Permentan No. 70/Permentan/SR.140/10/2011.
ANALISIS EDIBLE FILM DARI TEPUNG JAGUNG PUTIH (Zea mays L.) TERMODIFIKASI GLISEROL DAN KARAGENEN Yanti, Sahri
Jurnal TAMBORA Vol. 4 No. 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1246.367 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.562

Abstract

Edible film berbahan dasar tebung jagung putih dimodifikasi dengan karagianan dan gliserol. Gel dari karagenan dapat meningkatkan kekuatan dan homogenitas suspensi edible film. Sementara gliserol dapat meningkatkan permeabilitas film, selain itu menjadikan film lebih halus dan tidak mudah retak. Tujuan penelitian antara lain mengetahui Kualitas edible film dari tepung jagung putih diketahui dengan cara: karakterisasi dan uji proksimat tepung jagung sebagai bahan baku, analisis sifat fisik dan mekanik edible film, optimasi konsentrasi optimal gliserol dan karagenan. Optimasi konsentrasi dilakukan dengan melakuakan variasi konsentrasi gliserol (5%, 10%, dan 15%) dan konsentrasi karagenan (1%, 2% dan 3%). Karaktistik dan kualitas tepung jagung putih dari Kabupaten Sumbawa menggunakan FTIR dan uji proksimat serta uji warna. Spektra IR menunjukkan bahwa tepung jagung Sumbawa tersusun dari gugus fungsi alkana, alkohol, keton/aldehid, hemiaketal dan hemiasetal yang merupakan gugus fungsi dari molekul karbohidrat. Sementara hasil uji proksimat menunjukkan bahwa tepung jagung Sumbawa memiliki kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, amilosa, amilopektin serta pati berurut – turut: 12,61%; 0,72%; 0,08% ;0,41% ;86,17% ;55,40%; 19,84% ;77,30%. Hasil uji warna tepung jagung menunjukkan bahwa tepung jagung tanpa perlakukan memiliki warna putih tulang dan gelap, sehingga dalam penggunaanya sebagai bahan edile film perlu dimodifikasi dengan cara perendaman dalam natrium metabisulfit kemudian difermentasi untuk mengurangi kadar asam fitat yang bersifat antinutrisi dalam tepung jagung. Sifat fisik dan mekanik dari edible film berbahan dasar tepung jagung putih diketahui menggunakan uji warna, kuat tarik dan persen pemanjangan film didukung oleh FTIR. Hasil FTIR menunjukkan pengaruh gliserol dan karagenan terlihat dari vibrasi ikatan O–H (3400-3300 cm-1), vibrasi ikatan CH2 (1465 ) overlap dengan vibrasi ikatan S–O, S?O pada karagenan, vibrasi ikatan C–O, C?O (1600 cm-1, 1200-1020 cm-1) yang terlihat pada spektra IR edibe film G5%K2%. Konsentrasi optimal gliserol dan karagenan dalam pembuatan edible film tepung jagung putih yakni: gliserol 5-10% dan karagenan 3% sebab memiliki elongasi dan kuat tarik optimum serta warna edible film yang cerah. Elongasi dan kuat tarik optimum berturut - turut : 40 – 43.33%; 2,4 – 3,6 N. Hasil uji warna sampel edible film dengan kandungan gliserol 5-10% dan karagenan 3% menunjukkan index keputihan 54-58.

Page 10 of 27 | Total Record : 268