cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2016):" : 35 Documents clear
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERUS DAN PENGELUARAN LOKIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CILEMBANG KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2015 Rohmatin, Etin
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.216 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap involusi uterus dan pengeluaran lokia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan atau rancangan pra eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas di Puskesmas Cilembang yang melahirkan bulan September-November Tahun 2015 yaitu 32 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 ibu nifas yang diintervensi senam nifas yang mengalami involusi uterus normal yaitu 24 orang (75%), pengeluaran lokia normal yaitu 23 orang (71,9%). Hasil uji statistik dengan menngunakan  chi-square senam nifas terhadap involusi uterus r = 0,005 lebih kecil dari 0,05 dan terhadap pengeluaran lokia r = 0,013 lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh senam nifas terhadap involusi uterus dan pengeluaran lokia.
PENGARUH THERAPI PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT LANSIA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KOTA TASIKMALAYA Kustiawan, Ridwan; Cahyati, Peni; Badriah, Siti
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.937 KB)

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2007) menunjukkan penderita Diabetes Militus di Indonesia usia 65 sampai usia 74 tahun berjumlah 2,4 % dan  usia 75 tahun keatas berjumlah 2,2%. Sementara itu di Kota Tasikmalaya dalam satu tahun terakhir ini terdapat 547 orang lansia usia 60 tahun keatas yang teridentifikasi mempunyai penyakit  DM atau sekitar 0,7%. Tujuan penelitin ini untuk membuat penilaian terhadap gambaran kemampuan keluarga dalam merawat lansia diabetes mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah therapi psikoedukasi keluargaJenis penelitian yang  dilakukan adalah penelitian analitik dengan pendekatan quasi eksperiman,. Teknik Sampling yang digunakan adalah konsekutif sampling, yang terdiri dari 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor pada kelompok intervensi yang mendapatkan terapi Psikoedukasi keluargayaitu kemampuan kognitif sebelum perlakukan 7,90 setelah perlakukan menjadi 10,70 sedangkan kemampuan psikomotor sebelum perlakuan 11,20 menjadi 15,75. Sementara kelompok yang tidak dilakukan terapi psikoedukasi keluarga tidak terdapat peningkatan kemampuan dalam merawat lansia dengan DM tipe 2. Berdasarkan hasil tersebutmaka terapi psikoedukasi keluarga dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat klien lansia dengan Diabetes militus tipe 2.
HUBUNGAN PH SALIVA DENGAN DMF-T PADA MAHASISWA TINGKAT I PROGRAM DIII KEPERAWATAN GIGI POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Dewi, Tita Kartika; Kamelia, Emma
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.985 KB)

Abstract

Proses terjadinya karies gigi dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah adanya saliva. Saliva mempunyai derajat keasaman atau Power of Hydrogen (pH). pH saliva terbagi menjadi 2 kategori yaitu saliva asam dan saliva basa.  Saliva yang berperan dalam proses karies gigi adalah saliva yang termasuk kategori asam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif cross sectional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pH saliva dengan DMF-T pada mahasiswa tingkat I Program DIII Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Tahun 2014. Sampel penelitian berjumlah 36 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pH saliva tidak berhubungan dengan DMF-T pada mahasiswa tingkat I Program D III Keperawatan Gigi Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. 
PENGETAHUAN, PENGELUARAN DAN KONSUMSI SAYUR-BUAH PADA MAHASISWA GIZI DAN NON GIZI POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Bachtiar, Agus; Sumarto, Sumarto; Karimah, Ima; Nuraeni, Irma
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.934 KB)

Abstract

Indonesia negara dengan keanekaragaman jenis buah dan sayuran tropis, namun jumlah yang dikonsumsi per kapita lebih sedikit dibandingkan dengan di wilayah iklim sedang (Williams et al., 1993). Laporan Riskesdas 2007 dan 2013 menunjukkan masih tingginya proporsi rerata nasional perilaku konsumsi kurang sayur dan atau buah pada penduduk umur> 10 tahun, yaitu sebesar 93,5% dan 93,6% (Depkes, 2008: Kemenkes, 2013). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan, pengeluaran dan konsumsi sayur-buah pada mahasiswaGizi dan non-Gizi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Metode penelitian  adalah deskriptif–analitik. Subjek penelitian sebanyak 41 orang mahasiswa Gizi dan 35 orang mahasiswa non-Gizi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya pada bulan Desember 2015. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan pengisian kuesioner. Kemudian data diolah dan dianalisis menggunakan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan sayur buah mahasiswa Gizi dan non-Gizi tergolong kategori sedang. Pengetahuan sayur dan buah mahasiswa Gizi lebih baik daripada non-Gizi. Rerata pengeluaran untuk konsumsi sayurdanbuahpada mahasiswa Gizi lebih rendah daripada non-Gizi. Rerata jumlah total konsumsi sayur dan buah lebih tinggi pada mahasiswa Gizi daripada non-Gizi, namun beberapa masih belum sesuai anjuran dari segi jumlah maupun frekuensinya. 
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI SMK MANDIRI CIREBON Sriyatin, Sriyatin
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.252 KB)

Abstract

Beberapa survey di Indonesia menyimpulkan pengetahuan remaja tentang IMS masih rendah. Setelah dilakukan wawancara terhadap 10 responden didapatkan 2 siswa (20%) dengan pengetahuan baik dan 8 siswa (80%) dengan pengetahuan kurang tentang IMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) di SMK Mandiri Cirebon dalam tingkat baik, cukup dan kurang berdasarkan usia dan sumber informasi. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Penelitian di lakukan di SMK Mandiri Cirebon pada tanggal 07 April 2014. Populasi sejumlah 209 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Variabel penelitian adalah variabel tunggal yaitu tingkat pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Metode pengolahan dan analisa data menggunakan analisa univariat yang menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian tingkat pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual di SMK Mandiri Cirebon sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 104 responden (55,0%). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan tingkat pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual di SMK Mandiri Cirebon dapat dikategorikan tingkat kurang (55%).
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP DEPRESI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CITEUREUP KOTA CIMAHI 2015 Nadirawati, Nadirawati
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.943 KB)

Abstract

Gangguan mental yang paling sering ditemukan pada lansia adalah depresi. Prevalensi depresi pada lansia ditingkat pelayanan primer sekitar 5–17%. Depresi yang dialami oleh pasien bisa berupa menurunnya minat dan kemampuan dalam melakukan aktifitas sehari-sehari. Salah satu upaya non farmakologis yang dipercaya dapat mengatasi depresi adalah aromaterapi. Aromaterapi merupakan salah satu metode non farmakologis relaksasi yang dapat memberikan efek relaksasi, salah satunya adalah lavender. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap depresi pada Lansia. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan bentuk rancangan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 orang dengan teknik purposive sampling dan analisa data dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata skor depresi sebelum diberikan Aromaterapi Lavender adalah 10.69 sedangkan rata-rata skor depresi setelah Aromaterapi Lavender adalah 5,54.  Setelah dilakukan uji statistic didapatkan ada pengaruh Aromaterapi  Lavender terhadap lansia yang mengalami depresi di Wilayah Kerja Puskesmas Citeureup KotaCimahi, (ρvalue 0,000; α 0,05). Dari hasil penelitian tersebut disarankan bagi Perawat Pukesmas untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan penanganan pasien depresi baik bersifat farmakologis maupun dengan non  farmakologis dan juga melakukan sosialisasi tentang Aromaterapi Lavender pada masyarakat, sebagai salah satu tindakan untuk mengatasi masalah lansia yang mengalami depresi.
PENGARUH THERAPI PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT LANSIA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KOTA TASIKMALAYA Kustiawan, Ridwan
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2007) menunjukkan penderita Diabetes Militus di Indonesia usia 65 sampai usia 74 tahun berjumlah 2,4 % dan  usia 75 tahun keatas berjumlah 2,2%. Sementara itu di Kota Tasikmalaya dalam satu tahun terakhir ini terdapat 547 orang lansia usia 60 tahun keatas yang teridentifikasi mempunyai penyakit  DM atau sekitar 0,7%. Tujuan penelitin ini untuk membuat penilaian terhadap gambaran kemampuan keluarga dalam merawat lansia diabetes mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah therapi psikoedukasi keluargaJenis penelitian yang  dilakukan adalah penelitian analitik dengan pendekatan quasi eksperiman,. Teknik Sampling yang digunakan adalah konsekutif sampling, yang terdiri dari 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor pada kelompok intervensi yang mendapatkan terapi Psikoedukasi keluargayaitu kemampuan kognitif sebelum perlakukan 7,90 setelah perlakukan menjadi 10,70 sedangkan kemampuan psikomotor sebelum perlakuan 11,20 menjadi 15,75. Sementara kelompok yang tidak dilakukan terapi psikoedukasi keluarga tidak terdapat peningkatan kemampuan dalam merawat lansia dengan DM tipe 2. Berdasarkan hasil tersebutmaka terapi psikoedukasi keluarga dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat klien lansia dengan Diabetes militus tipe 2.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI SMK MANDIRI CIREBON Sriyatin Sriyatin
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.252 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.10

Abstract

Beberapa survey di Indonesia menyimpulkan pengetahuan remaja tentang IMS masih rendah. Setelah dilakukan wawancara terhadap 10 responden didapatkan 2 siswa (20%) dengan pengetahuan baik dan 8 siswa (80%) dengan pengetahuan kurang tentang IMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) di SMK Mandiri Cirebon dalam tingkat baik, cukup dan kurang berdasarkan usia dan sumber informasi. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Penelitian di lakukan di SMK Mandiri Cirebon pada tanggal 07 April 2014. Populasi sejumlah 209 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Variabel penelitian adalah variabel tunggal yaitu tingkat pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Metode pengolahan dan analisa data menggunakan analisa univariat yang menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian tingkat pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual di SMK Mandiri Cirebon sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 104 responden (55,0%). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan tingkat pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual di SMK Mandiri Cirebon dapat dikategorikan tingkat kurang (55%).
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP DEPRESI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CITEUREUP KOTA CIMAHI 2015 Nadirawati Nadirawati
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.943 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.5

Abstract

Gangguan mental yang paling sering ditemukan pada lansia adalah depresi. Prevalensi depresi pada lansia ditingkat pelayanan primer sekitar 5–17%. Depresi yang dialami oleh pasien bisa berupa menurunnya minat dan kemampuan dalam melakukan aktifitas sehari-sehari. Salah satu upaya non farmakologis yang dipercaya dapat mengatasi depresi adalah aromaterapi. Aromaterapi merupakan salah satu metode non farmakologis relaksasi yang dapat memberikan efek relaksasi, salah satunya adalah lavender. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap depresi pada Lansia. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan bentuk rancangan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 orang dengan teknik purposive sampling dan analisa data dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata skor depresi sebelum diberikan Aromaterapi Lavender adalah 10.69 sedangkan rata-rata skor depresi setelah Aromaterapi Lavender adalah 5,54.  Setelah dilakukan uji statistic didapatkan ada pengaruh Aromaterapi  Lavender terhadap lansia yang mengalami depresi di Wilayah Kerja Puskesmas Citeureup KotaCimahi, (ρvalue 0,000; α 0,05). Dari hasil penelitian tersebut disarankan bagi Perawat Pukesmas untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan penanganan pasien depresi baik bersifat farmakologis maupun dengan non  farmakologis dan juga melakukan sosialisasi tentang Aromaterapi Lavender pada masyarakat, sebagai salah satu tindakan untuk mengatasi masalah lansia yang mengalami depresi.
SIKAP MENJAGA KEBERSIHAN ORGAN GENITALIA EKSTERNA DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA MAHASISWI POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Mella Qurrotul Aini; Sofia Februanti; Yudi Triguna
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.285 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.17

Abstract

Semua wanita dengan segala umur dapat mengalami keputihan berdasarkan data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderita keputihan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan sikap menjaga keputihan dengan kejadian keputihan pada Mahasiswi Program Studi D III Keperawatan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Leucorhea (fluor albus) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genital yang tidak berupa darah. Sikap menjaga kebersihan organ genitalia eksterna berpengaruh terhadap kesehatan organ reproduksi dan menjadi faktor timbulnya keputihan. Penelitian ini bersifat observasional analitik menggunakan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan Maret–Juni 2015 di Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dengan 68 responden. Hasil dianalisa dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian diperoleh yaitu sebagian kecil responden mengalami kejadian keputihan yaitu 21 responden (30,9%). Sikap responden dalam menjaga kebersihan organ genitalia eksterna sebagian besar mempunyai sikap positif sebanyak 43 responden (63,2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap menjaga kebersihan organ genitalia eksterna dengan kejadian keputihan pada Mahasiswi Program Studi D III Keperawatan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dengan p-Value 0,000. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada Mahasiswi untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan sikap menjaga kebersihan organ genitalia.

Page 2 of 4 | Total Record : 35