cover
Contact Name
Muh. Fatoni Rohman
Contact Email
muh_fatoni@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muh_fatoni@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Hasta Wiyata
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26151200     EISSN : -     DOI : -
Hasta Wiyata adalah nama jurnal yang diterbitkan oleh program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya. Kedua istilah tersebut berasal dari bahasa Sanskerta, “hasta” berarti tangan dan “wiyata” berarti pengajaran. Jurnal ini bergerak dalam bidang bahasa, sastra, dan pendidikan. Jurnal Hasta Wiyata memuat hasil penelitian yang inovatif, tulisan ilmiah yang orisinil, refleksi kritis-teoretis, studi literatur, gagasan tertulis, dan artikel konseptual dari berbagai cabang ilmu yang fokus pada kajian bahasa, sastra, dan pendidikan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2018)" : 6 Documents clear
PEMERTAHANAN BAHASA DAN TRADISI MELALUI PELESTARIAN KESENIAN TOGAL MANIKA SUKU MAKEAN MALUKU UTARA Hi Muhammad, Hujaefa; Abdullah, Wakit
Hasta Wiyata Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.962 KB) | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2018.001.02.05

Abstract

Language maintenance need to be done for the sake of non-existant languages. The extinction of language influences of local wisdom and make disappearance of the nation's assets. One way can be done is to preserve togal manika: a combination of music, dance, and song. This art comes from the island of Makean with the terms Makean Luar  and Makean Dalam in North Maluku. This study explain (1) Diglosi that occurs in the Island of Makean, North Maluku, and explain (2) efforts to preserve the language of togal manika. Data collection using observation  and interview. The results of the study found that (1) diglossia was occurred in Low Language in the familial sphere kinship, neighborhood, and friendship. In Higher Language, diglosi was occured in all domains: education, government, religion. Efforts to preserve the language of the Togal Manika are done in ways: (1) celebration at people’s party (2) Government support(3) Disk through recording Compact Disk, (4) Social media, (5) Competition event, (6) Extracurricular in school , (7) government and campus events, and (8) publication of articles, publications in the media, and research related to local wisdom togal manika.
REFERENSI DAN KONJUNGSI SEBAGAI PEMARKAH RELASI PROPOSISI GRAMATIKAL DALAM WACANA Maharini, Sri Bakti
Hasta Wiyata Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.395 KB) | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2018.001.02.06

Abstract

Wacana adalah satuan bahasa terbesar yang banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menulis wacana yang baik diperlukan sebuah alat untuk memadukan proposisi-proposisi yang terdapat dalam wacana. Alat tersebut disebut dengan pemarkah relasi proposisi. Wujud alat tersebut antara lain referensi dan konjungsi. Referensi berfungsi sebagai pengacuan proposisi-proposisi dalam suatu wacana, sedangkan konjungsi berfungsi sebagai penghubungan proposisi-proposisi dalam suatu wacana. Pada artikel ini akan dibahas pengertian, pemaknaan, dan penggunaan dari referensi dan konjungsi.
PERGESERAN MAKNA: ANALISIS PEYORASI DAN AMELIORASI DALAM KONTEKS KALIMAT Rahma, Fika Aghnia
Hasta Wiyata Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.992 KB) | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2018.001.02.01

Abstract

Beberapa bentuk kebahasaan mengalami pergeseran makna akibat adannya penilaian, pemaknaan, perbandingan ataupun sikap tertentu masyarakat pemakainnya. Makna kata dapat mengalami peyorasi atau ameliorasi. Peyorasi terjadi apabila makna suatu kata dianggap memiliki nilai lebih rendah atau berkonotasi negatif. Ameliorasi terjadi apabila suatu kata memiliki makna konotasi lebih baik dari makna sebelumnya. Kedua golongan ada pada umumnya disebabkan oleh suatu perbandingan antara satu kata dengan kata lainnya. Artikel ini menganalisis pergeseran makna kata lingkup peyorasi dan ameliorasi dalam suatu perbandingan konteks kalimat. Adanya pergeseran makna degradasi/peyorasi dan atau elevasi/ameliorasi menunjukkan relevansi jenis pergeseran makna tersebut dalam ragam penggunaan ungkapan bahasa sesuai fungsi dan tujuannya.
Konteks, Tema, Skemata, Memori, dan Pikiran : Mendukung Pembelajaran Bahasa Sebagai Penghela Ilmu Pengetahuan ROKHMAWAN, TRISTAN
Hasta Wiyata Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.345 KB) | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2018.001.02.02

Abstract

An integrative approach leads to a new point of view in interpreting learning process. This approach allows students to simultaneously mastering multiple disciplines in a an or a single learning task; linking it in the same context and theme. According to the existence of academic texts, the context supports the existence of relationships between several scientific contexts; including the content and scope of discussion related to certain fields of science. With the theme, each curricular content is able to connect in a match network to develop interdisciplinary units. This allows multiple teachers in different disciplines to join to build shared learning with integrated learning objectives; in one theme. In turn, the integrative concept allows students to think and store their learning thoughts well, connected, continuous, deep, and stronger (persisting and not easily forgotten). This means that what the student has learned is assumed to be more durable in his mind's memory. This assumption is based on the development of schemata, the storage of knowledge information in memory, and the management of the mind when integrative learning is performed.These concept can be realized in language learning. Language disciplines have unique and special functions as a carrier of knowledge and as inter-disciplinary advocates. The usefulness of these two functions is great for the functional progress of the Language disciplines. The study of language as a carrier of knowledge can be interpreted that the science of language into a vehicle that brings science to other sciences.
PENGEMBANGAN STRATEGI LEADERSHIP PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR abadi, machrus
Hasta Wiyata Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.061 KB) | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2018.001.02.03

Abstract

Pokok permasalahan dalam pembelajaran membaca adalah bagaimana memilih dan menggunakan strategi belajar. Strategi belajar merupakan alat interaksi di dalam proses belajar yang digunakan harus menimbulkan aktivitas belajar yang baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat secara maksimal Strategi leadership pembelajaran membaca permulaan adalah strategi pembelajaran yang mengunakan gaya kepemimpinan dikembangkan dengan pendekatan konstruktivis yang menggabungkan kooperatif learning dan kontekstual dalam pengajarannya.Strategi leadership pembelajaran membaca permulaan menggabungkan pembelajaran kelompok kecil dan modeling. Diharapkan dari strategi leadership pembelajaran membaca permulaan ini dapat membantu pemerataan pembelajaran siswa lewat kelompok kecil dan dapat mengatasi permasalahan pembelajaran membaca permulaan di lapangan.Tujuan penelitian menghasilkan produk berupa strategi leadership sebagai variasi baru strategi pembelajaran membaca permulaan yang dikemas dalam sebuah panduan pelaksanaan strategi. Yaitu mengembangkan konsep strategi leadership, langkah-langkah, kesesuaian strategi leadership dengan tingkat pemahaman dan kebutuhan siswa kelas I SD.
KONDISI BUKU BAHASA INDONESIA KELAS X : SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS Mutiarazani, Eka
Hasta Wiyata Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.818 KB) | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2018.001.02.04

Abstract

Materi pembelajaran merupakan salah satu dari tiga kelompok besar fasilitas belajar. Materi pembelajaran disampaikan melalui alat peraga dan buku teks pembelajaran. Ada komponen-komponen dasar yang harus dipenuhi agar buku teks dapat menunjang pembelajaran dengan baik, yakni (1) kelayakan isi, (2) kelayakan penyajian, (3) kelayakan keterbacaan, (4) kelayakan kegrafikaan, dan (5) kelayakan keamanan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang belum memenuhi kriteria tersebut. Untuk memperbaiki buku teks yang kurang sesuai dengan kriteria, ada empat upaya, yakni (1) motivasi atau kemauan guru mata pelajaran untuk menulis buku teks pelajaran, (2) perlu upaya guru untuk mengadaptasi isi buku teks berdasarkan kemampuan dan kebutuhan siswa, (3) penyusun buku teks harus memegang kunci utama dari kurikulum 2013 seperti pendekatan yang digunakan, materi yang disajikan, literasi, porsi sastra serta bahasa, dan (4) jika pemerintah memang menginginkan untuk membuat buku teks bagi seluruh siswa di Indonesia, sebaiknya membuat tiga versi buku disesuaikan dengan  wilayah di Indonesia  agar lebih tepat sasaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 6