cover
Contact Name
Amin Fatoni
Contact Email
aminfatoni@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.molekul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dr. Soeparno No.61 Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah 53
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Molekul: Jurnal Ilmiah Kimia
ISSN : 19079761     EISSN : 25030310     DOI : -
MOLEKUL is a peer-reviewed journal of chemistry published by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University, Indonesia. Publishing frequency 2 issues per year, on May and November. This Journal encompasses all branches of chemistry and its sub-disciplines including Pharmaceutical, Biological activities of Synthetic Drugs, Environmental Chemistry, Biochemistry, Polymer Chemistry, Petroleum Chemistry, and Agricultural Chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2015)" : 10 Documents clear
ISOLASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK n-HEKSANA BATANG TUMBUHAN BROTOWALI (Tinosporacrispa L.) Muharni Muharni; Elfita Elfita; Masyita Masyita
Molekul Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.382 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2015.10.1.172

Abstract

Telah dilakukan isolasi satu senyawa metabolit sekunder dari ekstrak n-heksana batang Tinospora crispa. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Pemisahan dan pemurnian dilakukan dengan teknik kromatografi. Terhadap senyawa hasil isolasi dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1 - difenil-2-pikrilhidrazil) dengan variasi konsentrasi 1000, 500, 250, 125, 62,5, 31,25, 15,625 dan 7,8125 μg/mL. Senyawa hasil isolasi diperoleh dalam bentuk minyak berwarna kuning. Berdasarkan data spektroskopi NMR 1D dan dengan membandingkan data senyawa yang telah dilaporkan dari jamur endofitik batang brotowali pada literatur disimpulkan bahwa senyawa hasil isolasiadalah bis-(2-etilheksil)ftalat dengan rumus molekul C24O4H38. Uji aktivitas antioksidan dari senyawa hasil isolasi memberikan nilai IC50 sebesar 232,9 μg/mL dan dikategorikan tidak aktif antioksidan.  
KANDUNGAN MERKURI (Hg) DAGING IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIBUDIDAYAKAN DI KOTA PALANGKA RAYA Ciptadi Ciptadi; Akhmad Damsyik; Heriani Heriani
Molekul Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.212 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2015.10.1.179

Abstract

Ikan nila banyak dikonsumsi masyarakat Palangka Raya sedangkan  ikan ini sebagian besar dipelihara di lingkungan yang terpapar merkuri. Untuk mengetahui apakah ikan nila tersebut telah terkontaminasi oleh merkuri dalam pemeliharaannya, pada penelitian ini telah dilakukan penentuan tentang  kandungan merkuri dalam daging ikan nila yang dibudidayakan di Sungai Kahayan,  Palangka Raya Kalimantan Tengah. Ikan yang dianalisis dibedakan berdasarkan umur dan tempat budidaya ikan nila yaitu keramba di Sungai Kahayan dan kolam yang terisolasi dari aliran Sungai Kahayan. Data konsentrasi merkuri pada daging ikan nila yang berumur 5-7 bulan yang dipelihara di dalam keramba digunakan untuk mengidentifikasi kandungan merkuri pada ikan nila yang dikeramba di Sungai Kahayan. Data konsentrasi merkuri pada daging ikan nila yang dipelihara di dalam kolam bertujuan untuk membandingkan kandungan merkuri antara ikan nila  yang dipelihara di dalam kolam dengan ikan nila yang dipelihara di dalam keramba yang memiliki umur yang sama. Kandungan merkuri dalam sampel diukur menggunakan Mercury Analyzer. Data konsentrasi merkuri pada daging ikan nila dianalisis dengan menggunakan analisis varian (anova : single factor) dengan taraf nyata (α) sebesar  5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging ikan nila yang diperoleh dari keramba di Sungai Kahayan umur 5-7 bulan mengandung merkuri sebesar 0,0145 ± 0,0005 ppm sampai 0,017 ± 0,001 ppm lebih rendah dari batas maksimum cemaran merkuri dalam ikan dan hasil olahannya menurut SNI 7387 Tahun 2009 yaitu adalah 0,5 ppm.  Dari hasil analisis varian dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan kandungan merkuri pada daging ikan nila berdasarkan umur dan tempat budidaya. Kandungan merkuri pada daging ikan nila umur 5 sampai 7 bulan mengalami peningkatan dan kandungan merkuri pada ikan nila yang dibudidayakan di kolam yang terisolasi  lebih rendah daripada kandungan merkuri pada daging ikan nila yang dibudidayakan di keramba pada umur ikan yang sama yaitu  sebesar 0,0115 ± 0,0005ppm.
BIOSORPSI TIMBAL OLEH BIOMASSA DAUN KETAPANG Reza Mulyawan; Asep Saefumillah; Foliatini Foliatini
Molekul Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.676 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2015.10.1.173

Abstract

Limbah yang mengandung logam berat timbal (Pb)  sangat berbahaya bagi lingkungan. Proses pengolahan telah diperkenalkan untuk mengolah limbah, dari proses pengendapan, hingga menggunakan resin penukar ion. Daun ketapang telah di gunakan sebagai media pengolahan air yang digunakan untuk akuarium. Para peneliti telah menunjukkan daun ketapang berpotensi sebagai pengolah air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biosorpsi daun ketapang pada limbah yang tercemar logam berbahaya, dengan mempelajari karakteristik biosorpsi, kesetimbangan, kinetika dan termodinamika. Kondisi optimum seperti pH, dosis daun ketapang, waktu kontak dan suhu akan diamati pada penelitian ini. Hasil Penelitian biomassa daun ketapang berpotensi sebagai biosorben, dengan perlakuan asam atau basa daun ketapang ini masih berpotensi sebagai biosorben. Penyerapan sangat dipengaruhi oleh pH, konsentrasi ion Pb, massa adsorben, waktu kontak dan suhu, yang berurutan nilai maksimum nya adalah pH 3, konsentrasi ion Pb 5 mg/L, massa adsorben 0,5 gram, waktu kontak 4 jam, dan suhu 40 ºC. Laju reaksi  berjalan pada orde satu dan memenuhi kaidah isotermal Langmuir. Daun ketapang memiliki energi aktivasi yang rendah sehingga cocok untuk dijadikan adsorben alternatif penyerapan logam Pb dari limbah yang mengandung logam Pb.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT KITOSAN-ZnO/ Al2O3 Dina Kartika Maharani; Rusly Hidayah
Molekul Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.777 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2015.10.1.167

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghasilkan material komposit baru  berbasis bio polimer dan material anorganik non toksik yang dapat diaplikasikan pada berbagai bidang salah satunya pada industri tekstil sebagai agen antibakteri melalui proses pelapisan atau coating pada kain. Komposit kitosan-ZnO/Al2O3 dipreparasi melalui pencampuran larutan kitosan dengan partikel ZnO dan sol Al2O3 (alumina) yang dibuat dengan metode sol-gel. Karakterisasi komposit dilakukan menggunakan metode spektrofotometri FTIR (Fourier Transform Infra Red) dan XRD (X-Ray Diffraction). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit kitosan-ZnO/Al2O3 yang dihasilkan berupa larutan yang jernih dan transparan sehingga sangat sesuai untuk proses pelapisan tekstil sebagai agen fungsional antibakteri  pada tekstil. Karakterisasi FTIR komposit menunjukkan telah terjadi interaksi antara gugus fungsi pada kitosan dengan ZnO dan Al2O3 pada daerah bilangan gelombang 3500-3400 cm-1, 1600-1500 cm-1 serta 600-450 cm-1. Hal ini menandakan bahwa kitosan telah berinteraksi  dengan partikel ZnO dan alumina. Hasil karakterisasi kristalinitas komposit menggunakan XRD juga menunjukkan adanya pergeseran sudut 2θ pada kitosan di 2θ 10° dan 19° yang mengindikasikan bahwa terjadi interaksi antara kitosan dengan partikel ZnO dan Al2O3.
KAJIAN FOTODEGRADASI METHYL ORANGE DENGAN MENGGUNAKAN KOMPOSIT TiO2-MONTMORILLONIT Afid Aryanto; Irwan Nugraha
Molekul Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2015.10.1.174

Abstract

Komposit TiO2-Montmorillonit (Ti-MMT) telah disintesis dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan fotokatalis TiO2 mendegradasi methyl orange. Sintesis komposit dilakukan dengan mencampurkan  TiO2 dan montmorillonit pada larutan etanol, kemudian dipanaskan dengan menggunakan furnace pada temperatur 450 oC selama 5 jam. Komposit  TiO2-MMT dikarakterisasi dengan FT-IR, XRD dan SAA. Uji aktivitas fotodegradasi komposit  TiO2-MMT dilakukan terhadap zat warna methyl orange 8 mg/L dengan variasi waktu penyinaran sinar UV dan massa komposit TiO2-MMT. Fotodegradasi dengan sinar UV dilakukan dalam reaktor UV black light 365 nm 10 watt 220 volt. Hasil fotodegradasi menunjukkan kemampuan aktivitas komposit TiO2-MMT secara optimal terjadi pada waktu penyinaran UV selama 330 menit dengan methyl orange yang terdegradasi sebanyak 81,4 % dan reaksi fotodegradasi tanpa sinar UV dihasilkan methyl orange yang terdegradasi sebanyak 33,25 %. Massa optimum komposit Ti-MMT yang digunakan untuk mendegradasi methyl orange adalah sebesar 200 mg; dengan  methyl orange yang terdegradasi sebanyak 89,3 % untuk fotodegradasi yang menggunakan sinar UV dan 87,3 % untuk fotodegradasi yang tidak menggunakan sinar UV.
STUDI TEORITIS STRUKTUR DAN SPEKTRUM ELEKTRONIK KOMPLEKS [Ln(pytpy)(NO3)3] SECARA KOMPUTASI METODE SPARKLE/RM1 Ely Setiawan; Agustino Zulys
Molekul Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.115 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2015.10.1.168

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang studi teoritis struktur dan spektrum elektronik kompleks [Ln(pytpy)(NO3)3] (Ln=Eu, Tb, pytpy=4’-(2-pyrrolyl)-2,2’:6’,2”-terpyridine) menggunakan metode komputasi semiempiris Sparkle/RM1. Metode Sparkle/RM1 ini dapat digunakan untuk memperoleh struktur geometri paling stabil dan parameter struktur dalam keadaan gas sebagai simulasi metode eksperimen yang mungkin terlalu mahal. Perhitungan spektrum elektronik dilakukan dengan ZINDO/S, dengan mengganti sparkle dengan titik muatan +3 pada koordinat yang dihasilkan melalui Sparkle/RM1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ion lantanida pada kompleks [Ln(pytpy)(NO3)3] memiliki bilangan koordinasi 9, yang berikatan dengan satu ligan tridentat pytpy dan tiga gugus nitrat sebagai ligan bidentat. Panjang ikatan rata-rata ion lantanida dengan atom N pada ligan pytpy adalah 2,541 Å dan 5,14 Å untuk Eu3+ dan Tb3+. Studi teoritis spektroskopi menunjukkan bahwa metode Sparkle/RM1 cukup akurat dalam memprediksi spektrum IR ligan pytpy, kompleks [Eu(pytpy)(NO3)3] maupun [Tb(pytpy)(NO3)3]. Spektrum UV-Vis kompleks [Eu(pytpy)(NO3)3] dan [Tb(pytpy)(NO3)3] memiliki intensitas serapan yang lebih kuat dan absorbansi yang lebih besar dari spektrum UV-Vis ligan pytpy.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SABUN NATRIUM DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphilococus aureus Mochamad Chasani; Senny Widyaningsih; Adidyan Mubarok
Molekul Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.901 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2015.10.1.175

Abstract

Penelitian ini menggunakan minyak biji nyamplung sebagai  bahan dasar sabun antibakteri. Pembuatan sabun dari minyak biji nyamplung dilakukan dengan beberapa tahap yaitu sintesis sabun menggunakan metode saponifikasi dan karakterisasi sabun berdasarkan SNI 06-3532-1994. Untuk mengetahui sifat antibakteri sabun, dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococus aureus. Hasil penelitian menghasilkan sabun yang berwarna kuning dengan berat 13,028 g dari 10,028 g minyak biji nyamplung. Karakteristik sabun berdasarkan SNI didapatkan kadar air 25,287%, jumlah asam lemak 72,177%, alkali bebas 0,082%,  lemak yang tidak tersabunkan atau lemak netral 0,834% dan minyak mineral  negatif. Sabun berbahan dasar minyak biji nyamplung memiliki aktivitas antibakteri terhadapStaphylococus aureus dengan diameter zona bening sebesar 14,701 mm.
PENGUJIAN JUMLAH CEMARAN MIKROBA DALAM SIMPLISIA DAN EKSTRAK PEGAGAN SEBELUM DAN SETELAH PROSES PASTEURISASI SINAR GAMMA Eriawan Rismana; Susi Kusumaningrum
Molekul Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.398 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2015.10.1.170

Abstract

Telah dilakukan pengujian cemaran mikroba dalam simplisia dan ekstrak pegagan (Centella asiatica) sebelum dan setelah proses pasteurisasi dengan sinar Gamma dalam beberapa dosis penyinaran. Proses penyinaran terhadap simplisia dan ekstrak pegagan mampu menurunkan secara signifikan jumlah cemaran mikroba yakni dari > 104menjadi < 10 -100 koloni. Pada dosis penyinaran sinar gamma 2,5 – 10,0 kGy  mampu menurunkan cemaran mikroba pada ekstrak menjadi < 10 koloni. Hasil uji menunjukkan bahwa penyinaran sinar gamma pada ekstrak lebih efektif dibandingkan pada simplisia. Hasil analisis KLTmenunjukkan bahwa proses penyinaran tidak merusak senyawa kimia aktifdalam ekstrak.
PENERAPAN METODE ELEKTROKIMIA UNTUK PENURUNAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) DAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Suyata Suyata; Irmanto Irmanto; Undri Rastuti
Molekul Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.607 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2015.10.1.176

Abstract

Limbah cair industri tahu memiliki nilai COD dan TSS yang tinggi, apabila dibuang ke badan perairan akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penurunan nilai COD dan TSS limbah cair industri tahu tersebut sebelum dibuang ke badan perairan. Penurunan nilai COD dan TSS limbah cair industri tahu dapat dilakukan menggunakan metode elektrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh voltase, jarak elektroda, pH, dan waktu elektrolisis terhadap penurunan nilai COD dan TSS limbah cair industri tahu.  Eksperimen dilakukan dengan mengelektrolisis limbah cair industri tahu menggunakan anoda PbO2 dan katoda Pb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibawah kondisi optimum pada voltase 12V, jarak elektroda 1 cm, pH 1 dan waktu elektrolisis selama 120 menit, penurunan nilai COD dan TSS mencapai 96,33% dan 87,87%
AKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK METANOL BUAH PARE (Momordica charantia L.) TERHADAP LARVA Aedes aegypti Susilawati Susilawati; Hermansyah Hermansyah
Molekul Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.661 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2015.10.1.171

Abstract

Demam berdarah masih menjadi salah satu penyakit endemis dan masalah kesehatan utama di Indonesia. Buah pare(Momordica charantia L.) secara tradisional sering digunakan sebagai obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas larvasida ekstrak metanol buah pare (Momordica charantia L.) terhadap larva Aedes aegypti dan mengetahui nilai LC50.  Buah pare diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji efektifitas larvasida dilakukan dengan menghitung jumlah larva uji yang mati setelah terpapar ekstrak buah pare dalam waktu tertentu. Berdasarkan hasil pengujian, sampel ekstrak metanol buah pare memiliki aktivitas larvasida terhadap larvaAedes aegypti. Nilai LC50 ekstrak metanol buah pare untuk tiap waktu pajanan berbeda.

Page 1 of 1 | Total Record : 10