cover
Contact Name
Amin Fatoni
Contact Email
aminfatoni@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.molekul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dr. Soeparno No.61 Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah 53
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Molekul: Jurnal Ilmiah Kimia
ISSN : 19079761     EISSN : 25030310     DOI : -
MOLEKUL is a peer-reviewed journal of chemistry published by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University, Indonesia. Publishing frequency 2 issues per year, on May and November. This Journal encompasses all branches of chemistry and its sub-disciplines including Pharmaceutical, Biological activities of Synthetic Drugs, Environmental Chemistry, Biochemistry, Polymer Chemistry, Petroleum Chemistry, and Agricultural Chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2011)" : 8 Documents clear
PENGARUH KARBON AKTIF TERHADAP AKTIVITAS FOTODEGRADASI ZAT WARNA PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TEKSTIL MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2 Kapti Riyani; Tien Setyaningtyas
Molekul Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2011.6.2.99

Abstract

Studi penggunaan fotokatalis TiO2/KA (arang aktif) dilakukan dengan tujuan mengurangi konsentrasi zat warna pada limbah cair tekstil. Arang aktif dari jerami padi diperoleh dari Kabupaten Banyumas dan contoh dari limbah cair tekstil dari salah satu industri tekstil di Pemalang. Penelitian ini dimulai dengan pembuatan arang aktif dari jerami padi, dengan aktivasi termal pada temperatur 300 oC dan 700 oC, kemudian dilakukan modifikasi fotokatalis TiO2/KA. Uji fotodegradasi zat warna dilakukan dengan beberapa parameter seperti perbandingan berat TiO2: KA (99:1, 98:2, 97:3, 96:4, 95:5) dan pH (2, 5, 7, 9, 13). Karekterisasi fotokatalis menggunakan SEM, konsentrasi pewarna menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fotokatalis optimum dalam perbandingan berat TiO2: KA300 (99 : 1) dengan menurunkan konsentrasi zat warna adalah 49,19%, berarti sementara TiO2: KA700 (97 : 3) dengan penurun konsentrasi zat warna adalah 52,02%. Proses yang optimal untuk fotodegadasi zat warna pada pH 2 dengan penurunan konsentrasi zat warna pada TiO2: KA300 (99 : 1) adalah 83,80% dan untuk TiO2: KA700 (97:3) adalah 85,66%.
SEMI SINTESIS SENYAWA 2,4,6-TRINITROFENILHIDRAZON KALANON DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP SEL LEUKIMIA L1210 Chasani, Mochammad; Iswanto, Ponco; Vaulina, Eva; Satria Putra, Winkanda; Hanafi, M
Molekul Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2011.6.2.94

Abstract

Kalanon adalah senyawa antikanker yang diisolasi dari Calophyllum biflorum Hends dan Ws. Aktivitas kalanon terhadap sel leukemia L1210 masih rendah yakni dengan niali IC50 = 59,4 ug/mL. Suatu senyawa dikatakan aktif sebagai antikanker jjika memiliki nilai IC50 di bawah 10 ug/mL. Penelitian ini ditujukan untuk mensintesis senyawa turunan kalanon dan diharapkan diperoleh senyawa baru yang mempunyai aktivitas lebih tinggi dibandingkan senyawa asal kalanon.Senyawa turunan kalanon diperoleh melalui reaksi antara kalanon dengan 2,4,6-trinitrofenilhidrazin. Reaksi dilakukan pada suhu 78 oC selama delapan jam. Analisis pendahuluan senyawa hasil sintesis dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan eluen n-heksana dan etil asetat (2:1, v/v). Pemurnian senyawa hasil sintesis menggunakan teknik rekristalisasi dengan pelarut n-heksana dan diklorometan (3:1, v/v). Senyawa hasil sintesis diperoleh dengan Rf = 0,6609 dan rendemen 5,125 % ( b/b) serta berupa kristal berwarna coklat.Identifikasi senyawa hasil sintesis dilakukan dengan spektrometer massa dan spektrofotometer IR. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa senyawa hasil sintesis yang diharapkan telah terbentuk. Data spektrometer massa diperoleh ion molekul M+ = 647 dengan lepasnya molekul H2. Fragmen-fragmen yang terbentuk adalah pada m/e = 504, m/e = 479, m/e = 451, m/e = 429, m/e = 405, m/e = 377, m/e = 341, m/e = 316, m/e = 281, m/e = 253, m/e = 233, m/e = 207, m/e = 177, m/e = 156, m/e = 135, m/e = 96, m/e = 73, dan m/e = 41. Hasil spektrofotometer IR menunjukkan pita serapan pada 1654.8 cm-1 yang merupakan daerah regang ikatan rangkap C=N, pita serapan pada 3000 cm-1 ? 3400 cm-1 adalah pita getaran OH fenol dan pita pada 1380 cm-1menunjukkan rentangan simetri gugus nitro (NO2). Hasil uji sitotoksik terhadap sel leukemia L1210 menghasilkan nilai IC50 sebesr 47.69 ?g/ml.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KITOSAN UNTUK APLIKASI SENSOR DETEKSI LOGAM BERAT Agung Nugroho CS; Nanik Dwi Nurhayati; Budi Utami
Molekul Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.124 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2011.6.2.100

Abstract

Penelitian tentang pemanfaatan membran kitosan sebagai sensor deteksi logam berat berdasarkan sifat optic belum pernah dilaporkan. Penelitian ini melaporkan kajian tentang sintesis membrane kitosan untuk diaplikasikan sebagai sensor deteksi logam berat berdasarkan sifat optic. Sebagai laporan awal, pada artikel ini baru akan dilaporkan kajian sintesis membrane kitosan dari serbuk kitosan hasil preparasi dari cangkang kepiting dan karakterisasinya. Penelitian awal ini bertujuan untuk mensintesis membrane kitosan dari serbuk kitosan dan karakterisasinya. Serbuk kitosan dipreparasi dari cangkang kepiting melalui proses deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Membran kitosan dibuat dari kitosan dengan penambahan agen crosslingking berupa glutaraldehida. Kitosan dikarakterisasi meliputi uji kadar air, kadar abu, kadar nitrogen, viskositas, derajat deasetilasi, analisis gugus fungsi dengan spektroskopi IR dan kristalinitas dengan difraksi sinar X. Membran kitosan dilakukan karakterisasi penampilan fisik, analisis gugus fungsi dan kristalinitas. Kesimpulan penelitian adalah 1) kitosan dapat dipreparasi dari limbah cangkang kepiting melalui proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi, 2) membran kitosan dapat disintesis dari serbuk kitosan dengan menggunakan agen crosslinking glurataldehida, 3) semakin tinggi konsentrasi kitosan yang digunakan untuk membuat membran, maka membran yang dihasilkan akan menunjukkan warna yang pekat dan kurang transparan, 4) struktur kimia kitosan dalam bentuk membran kitosan tidak mengalami perubahan tetapi kristalinitasnya berubah.
AMOBILISASI PROTEASE DARI Bacillus sp. BT 1 MENGGUNAKAN POLIAKRILAMIDA PROTEASE IMMOBILIZATION FROM Bacillus sp. BT 1 USING POLYACRYLAMIDE Zusfahair Zusfahair; Amin Fatoni
Molekul Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.917 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2011.6.2.96

Abstract

Penggunaan protease pada umumnya, dalam bentuk enzim bebas yang hanya sekali pakai, sehingga biaya produksi yang melibatkan enzim ini menjadi mahal. Amobilisasi enzim dapat mengatasi masalah ini, yang memungkinkan penggunaan enzim berulang kali. Dalam penelitian ini, protease dari Bacillus sp. BT 1, yang diperoleh dari sumber air panas, diamobilisasi dengan jebakan menggunakan poliakrilamida. Ekstrak kasar dalam bentuk enzim protease bebas dan enzim amobil dikarakterisasi termasuk suhu optimum, pH optimum, waktu inkubasi dan stabilitas enzim amobil pada penggunaan berulang. Aktivitas protease diukur dengan menggunakan metode Kunitz yang modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan waktu produksi optimum protease adalah 36 jam yang berada pada akhir fase eksponensial pertumbuhan bakteri. Amobilisasi ekstrak kasar protease Bacillus sp BT 1 dapat menjebak 47,18% dari protease. Suhu optimum protease bebas 60 oC dan meningkat menjadi 70 oC pada penggunaan protease amobil. Protease bebas dan protease amobil memiliki pH optimum yang sama yaitu 11. Protease amobil tidak kehilangan aktivitas secara signifikan sampai empat kali penggunaan.
KARAKTERISASI SIFAT-SIFAT BIOKIMIA EKSTRAK KASAR LIPASE EKSTRASELULER BAKTERI Azospirillum sp.PRD1 Santi Nur Handayani; Puji Lestari; Oedjijono Oedjijono; Tri Joko Raharjo; Sabirin Matsjeh
Molekul Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.464 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2011.6.2.95

Abstract

Enzim lipase mempunyai peranan penting dalam katalis berbagai reaksi industri satu diantaranya pembuatan flavor melalui reaksi esterifikasi. Lipase adalah biokatalis yang berperan besar dalam aplikasi bioteknologi, seperti dalam sintesis biopolimer, biodiesel, produksi obat, dan produksi flavor. Peningkatan penggunaan lipase untuk industri mendorong dilakukan penelitian untuk mendapatkan sumber-sumber lipase baru. Sumber lipase yang potensial salah satunya adalah bakteri Azospirillum sp.PRD1 dari isolat lokal Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan ekstrak kasar lipase dan menentukan karakteristik sifat-sifat biokimiawinya. Metode yang digunakan antara lain peremajaan bakteriAzospirillum sp.PRD1, dan produksi inokulum, penentuan waktu produksi optimum dan fase pertumbuhan bakteri, ekstraksi dan produksi ekstrak kasar lipase dan penentuan karakteristik sifat-sifat biokimiawinya. Hasil penelitian diperoleh ekstrak kasar lipase dari inokulum berumur 7 jam dan medium produksi dengan induser minyak zaitun yang diinkubasi selama 3 jam memiliki aktivitas spesifik 7,0547 Unit/mg. Lipase ekstrak kasar optimum pada pH 7, suhu 40 oC dan waktu inkubasi selama 25 menit. Lipase merupakan metaloenzim dengan kofaktor Zn2+ , Mn2+, Hg2+, Ca2+, Co2+ and Mg2+.
ISOLASI Rhizopus oligosporus PADA BEBERAPA INOKULUM TEMPE DI KABUPATEN BANYUMAS Ratna Stia Dewi; Saefuddin Aziz
Molekul Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.557 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2011.6.2.97

Abstract

Tempe merupakan makanan tradisional asli Indonesia. Tempe mengandung gizi yang cukup tinggi, mencakup 25% protein, 5% lemak, 4% karbohidrat serta kaya akan mineral dan vitamin B12. Sentra produksi tempe di Indonesia paling banyak di temui di Jawa Tengah, dan salah satunya ada di Kabupaten Banyumas. Tekstur tempe yang kompak dan berwarna putih tercipta dari hasil kerja jamur genus Rhizopus, yang ditambahkan sebagai inokulum pada saat pembuatan tempe. Salah satu jenis jamur yang sering dijumpai dalam ragi tempe adalah Rhizopus oligosporus. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi jamur R. oligosporus dari beberapa inokulum tempe di Kabupaten Banyumas. 56 jamur diisolasi dari inokulum tempe. Semua isolat termasuk dalam genera Rhizopus. 19 diantaranya dipilih berdasarkan warna konidia, yang terdiri dari isolat dengan konidia coklat keabu-abuan, dan abu-abu. Pengamatan makroskopik dan mikroskopik menunjukkan bahwa isolat terpilih adalah R. oligosporus.
AKTIVITAS ANTIPROLIFERASI ISOLAT 4 EKSTRAK PETROLEUM ETER DAUN Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl. PADA SEL KANKER SERVIKS MANUSIA (HeLa) Dwi Utami
Molekul Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.389 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2011.6.2.92

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua wanita di Indonesia setelah kanker payudara. Mahkota dewaPhaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl telah dikenal oleh masyarakat dan digunakan secara tradisional untuk pengobatan kanker. Ekstrak petroleum eter daun mahkota dewa menunjukkan aktivitas antiproliferasi pada sel kanker serviks manusia (HeLa) dengan IC50 9 µg/ml (Kintoko dan Hawariah, 2007). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antiproliferasi isolat 4 ekstrak petroleum eter terhadap sel kanker serviks manusia (HeLa).Serbuk daun mahkota dewa disokletasi dengan petroleum eter, kemudian difraksi dengan etil asetat hingga diperoleh fraksi etil asetat. Fraksi etil asetat dilakukan kromatografi preparatif dengan fase gerak heksana : etil asetat (9:1). Aktivitas antiproliferasi terhadap sel HeLa ditetapkan harga LC50dan doubling time melalui uji sitotoksik dan pengamatan kinetika proliferasi dengan metode MTT.Hasil isolasi dengan kromatografi preparatif diperoleh lima isolat masing-masing dengan harga Rf : 0,05 ; 0,10 ; 0,20 ; 0,60 ; dan 0,90. Harga LC50 dari isolat 4 adalah sebesar 82,091 µg/ml. Isolat 4 menunjukkan penghambatan pertumbuhan sel HeLa dengan memperpanjang doubling time (16,495 jam) dibanding kontrol sel (10,170 jam).
HIDRORENGKAH METIL ESTER ASAM LEMAK (MEPO) MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI HYDROCRACKING OF FATTY ACID METIL ESTER (FAME) USING ACTIVATED NATURAL ZEOLITE Lina Mahardiani; Enggar Kurniawan; Wega Trisunaryanti; Triyono Triyono
Molekul Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2011.6.2.98

Abstract

Dalam upaya untuk menghasilkan rantai pendek hidrokarbon yang berasal dari minyak sawit, telah dilakukan hidrorengkah metil ester asam lemak (MEPO) menggunakan katalis nikel yang diembankan pada zeolit alam aktif (NZA). Zeolit alam (NZ) perlakuan asam dilanjutkan dengan kalsinasi selama 1 jam pada suhu 500 oC diperoleh katalis NZA. Impregnasi Ni menggunakan prekusor Ni(NO3)2.6H2O dilakukan dengan memvariasikan kandungan Ni sebesar 2,5 dan 8% dari berat NZA yang menghasilkan katalis Ni/NZA2, Ni/NZA5 dan Ni/NZA8. Hidrorengkah metil ester asam lemak dilakukan pada reaktor fixed-bed. Kondisi reaksi meliputi waktu retensi 30 menit, laju alir gas hidrogen 20 ml/min dan suhu reaksi 400, 450 dan 500 oC. Produk cair hasil reaksi hidrorengkah dianalisis menggunakan kromatografi gas (GC). Dari proses uji aktivitas katalis didapatkan persentase produk optimum pada jenis katalis Ni/NZA8, yaitu fraksi bensin 29,85% dan fraksi solar 18,03% pada temperatur 500 oC.

Page 1 of 1 | Total Record : 8