cover
Contact Name
Muhammad Najib Habibie
Contact Email
najib.habibie@gmail.com
Phone
+6285693191211
Journal Mail Official
jurnal.mg@gmail.com
Editorial Address
Jl. Angkasa 1 No. 2 Kemayoran, Jakarta Pusat 10720
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL METEOROLOGI DAN GEOFISIKA
ISSN : 14113082     EISSN : 25275372     DOI : https://www.doi.org/10.31172/jmg
Core Subject : Science,
Jurnal Meteorologi dan Geofisika (JMG) is a scientific research journal published by the Research and Development Center of the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) as a means to publish research and development achievements in Meteorology, Climatology, Air Quality and Geophysics.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2008)" : 7 Documents clear
APLIKASI SOFT COMPUTING PADA PREDIKSI CURAH HUJAN DI KALIMANTAN Deni Septiadi
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.896 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v9i2.24

Abstract

Analisis clustering curah hujan di Kalimantan menggunakan Jaringan Kompetitif Kohonen menghasilkan 5 kelompok wilayah yang disebut Zona Prediksi. Sementara itu spektrum data memperlihatkan sinyal sunspot hadir dalam deret waktu data curah hujan di semua Zona Prediksi dengan magnitude terbesar pada Zona Prediksi 2 yang mengindikasikan bahwa zona  tersebut memberikan respon langsung pada fenomena sunspot. Peranan aktivitas matahari pada pembentukan awan tinggi dipercayai berkaitan dengan variabilitas fluks sinar kosmik yang bervariasi terhadap lintang. Prediksi curah hujan bulanan dengan Metode ANFIS maupun Jaringan Neural dilakukan dengan menggunakan 1 Prediktor (curah hujan) dan 2 Prediktor (kombinasi antara sinar kosmik dan sunspot) dengan panjang data bervariasi yaitu 45 tahun, 30 tahun, dan 15 tahun  serta panjang data 46 tahun untuk prediksi tahunan (2007–2020). Secara keseluruhan keluaran Metode ANFIS 1 Prediktor menunjukkan nilai rata-rata RMSE (Root Mean Square Error) yang lebih kecil untuk prediksi bulanan. Namun pada prediksi tahunan, Metode ANFIS 2 Prediktor menunjukkan hasil yang lebih baik. Dengan demikian fenomena sunspot dan sinar kosmik sebagai prediktor perlu dipertimbangkan dalam melakukan prediksi jangka panjang karena memberikan akurasi yang lebih baik dibandingkan jika hanya menggunakan curah hujan sebagai prediktor. Clustering analysis of rainfall using competitive neural Kohonen yields 5 groups area called prediction zone. Meanwhile, data spectrum  shows that sunspot signal exist in time series of rainfall to all of prediction zone with the biggest magnitude at prediction zone 2 and indicates that zone gives direct response to the sunspot phenomena. Role of sunspot activity to the cloud formation believed relationships to the cosmic rays flux that various at latitude. Monthly rainfall prediction with ANFIS Method and Neural Network done with 1 Predictor (rainfall) and 2 Predictors (combine between cosmic rays and sunspot) at various length of data that is 45 years, 30 years, and 15 years and 46 years data length for yearly prediction (2007-2020). Over all, 1 Predictor ANFIS Method shows small average value RMSE (Root Mean Square Error) for monthly prediction. But, for yearly prediction 2 Predictors ANFIS Method shows more accurate. That’s way, sunspot  and cosmic rays phenomena as predictor needs to be considered for long term prediction because gives better accuracy then using rainfall as predictor.
HYDRO-METEOROLOGICAL CHARACTERISTICS FOR SUSTAINABLE LAND MANAGEMENT IN THE SINGKARAK BASIN, WEST SUMATRA Kasdi Subagyono; Budi Kartiwa; H. Sosiawan; Elza Surmaini
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.38 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v9i2.25

Abstract

Studi tentang karakteristik hidro-meteorologi telah dilakukan di wilayah danau Singkarak pada 2006-2007 dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Stasiun iklim otomatis dan pengukur tinggi muka air otomatis dipasang untuk memonitor data hidrologi dan meteorologi di wilayah cekungan Singkarak. Data meteorologi dianalisa untuk mengetahui karakteristik iklim di wilayah sekitar danau. Model hidrologi GR4J dan H2U diaplikasikan untuk simulasi discharge dan untuk mengkarakterisasi proses hidrologi di wilayah danau. Simulasi model aliran divalidasi pada musim hujan. Alternatif pengelolaan lahan diformulasikan berdasarkan karakteristik hidrologi daerah aliran sungai di sekitar cekungan Singkarak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah tangkapan di sekitar danau Singkarak memiliki respon yang tinggi terhadap jumlah dan intensitas hujan. Hidrograp menunjukkan peningkatan yang tajam dari discharge segera setelah curah hujan mulai dan menurun relative lamban ketika curah hujan berhenti. Untuk pengelolaan lahan secara berkelanjutan di wilayah danau Singkarak, konservasi lahan dan air harus menjadi prioritas utama. Wanatani dapat diimplementasikan sebagai alternatif sistem pertanaman oleh penduduk lokal. Karena potensi kelangkaan air bisa terjadi pada periode kering, panen air dan konservasi air dapat diterapkan sebagai opsi yang dapat dikombinasikan dalam sistem pengelolaan lahan. Hydro-meteorological processes of the Singkarak basin has been studied involving participatory of local community in 2006-2007. Automatic weather station (AWS) and automatic water level recorder (AWLR) were installed to record meteorological and hydrological data within the Singkarak Basin. Meteorological data was analyzed to understand the meteorological characteristic surrounding the Basin area. Model of GR4J and H2U were used to simulated discharge and to understand the hydrological processes within the basin. The validation of simulated discharge was done in the wet season. Best bet menu of land management options was formulated based on hydro-meteorological characteristics of the catchments surrounding Singkarak basin. The results showed that the catchments have high response to rainfall producing runoff that is discharged to the lake. The hydrograph data shows that the discharge sharply increased immediately after rainfall started then decreased quite slowly when rainfall ended. For sustainable land management in the Singkarak basin, land and water conservation have to be a priority options. Agro-forestry may be a better cropping system that has to be applied by local community. Since potential water scarcity during dry spell period may occur, water harvesting and water conservation are better options to be associated into the land management system.
Sampul Jurnal MG JMG BMKG
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.875 KB)

Abstract

Sampul Jurnal Meteorologi dan Geofisika
PENCITRAAN TOMOGRAFI ATENUASI SEISMIK TIGA-DIMENSI GUNUNG GUNTUR MENGGUNAKAN METODE RASIO SPEKTRA Gede Suantika; Sri Widiyantoro
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2354.356 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v9i2.26

Abstract

Karakteristik medium dapat digambarkan oleh parameter fisis seperti kecepatan dan atenuasi seismik. Dalam studi tomografi seismik, amplitudo dan waktu tempuh gelombang P dan S digunakan untuk mencitrakan struktur internal Bumi. Objek penelitian ini adalah gunung Guntur yang merupakan salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat. Ruang lingkup daerah penelitian adalah 20x20x20 km3 dengan ukuran blok parameterisasi 2x2x2 km3. Berdasarkan beberapa data seismogram telah ditentukan posisi hiposenter dengan menggunakan metode 3 lingkaran yang didetailkan dengan metode grid search. Metode inversi leastsquare (LSQR) digunakan untuk proses inversi kecepatan dan atenuasi seismik. Data masukkan untuk inversi kecepatan adalah waktu tunda (δt) yang didefinisikan sebagai selisih antara waktu tempuh hasil observasi dengan waktu tempuh dari model referensi. Sedangkan input untuk inversi atenuasi seismik berupa atenuasi diferensial (∆tsp*) yang diperoleh dengan perhitungan rasio spektra. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa distribusi hiposenter terkonsentrasi pada interval kedalaman 1-6 km dari puncak Guntur. Citra tomogram kecepatan dan atenuasi seismik menunjukkan zona anomali kecepatan negatif dan atenuasi tinggi yang secara konsisten terletak di bawah puncak Guntur, kaldera Gandapura, dan kawah Kamojang. Zona tersebut selanjutnya dapat diinterpretasikan sebagai zona keberadaan materi panas yang kemungkinan berasosiasi dengan dapur magma. Characteristics of a medium could be defined by physical parameters such as seismic velocity and attenuation. In seismic tomography studies, the amplitude and travel time of P- and S-waves have been used to image the Earth’s internal structure. The object of this study is the Guntur volcano that is one of active volcanoes in West Java. The study area covers a 20x20x20 km3 volume with a block size used in the parameterization of 2x2x2 km3. Based on several seismograms, hypocenter locations have been determined using the three circles intersection method followed by the grid search method in detail. The leastsquare (LSQR) method has used to process the seismic velocity and attenuation inversion. The input data for velocity inversion are delay time (δt) defined as the difference between the observed travel time of seismic waves in the Earth and the calculated traveltime in the reference velocity model. Whereas the input for seismic attenuation inversion is the differential attenuation (∆tsp*) obtained from the spectral ratio measurement. The study results show that distribution of hypocenters is concentrated in the depth interval of 1-6 km from the top of Guntur. The seismic velocity and attenuation tomograms depict a consistent low velocity zone and a high attenuation zone beneath the Guntur summit, and the Gandapura and Kamojang calderas. This zone is interpreted to be associated with hot materials that may indicate the magma chamber.
CURAH HUJAN EKSTRIM DI AREA MONSUN BASIN BANDUNG Bayong Tjasyono H. Kasih; Rahmat Gernowo
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.805 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v9i2.23

Abstract

Curah hujan ekstrim basah menimbulkan bencana banjir. Dalam udara cukup basah dan labil, awan konvektif dapat tumbuh mencapai paras yang tinggi dengan arus keatas yang kuat dan menghasilkan hujan deras yang dapat disertai dengan batu es hujan. Peristiwa ekstrim mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda. Peristiwa yang terjadi pada skala waktu yang pendek antara kurang dari satu hari dan sekitar 1 minggu sering dinyatakan sebagai cuaca ekstrim. Badai guruh dan tornado biasanya mempunyai durasi kurang dari satu hari. Dalam kajian ini akan dibahas curah hujan ekstrim harian di daerah basin Bandung. Wet extreme rainfall cause flood disaster. In humid and unstable air, convective clouds able to grow up to higher level by strong updraft wich yield shower accompanied by hailstone. Extreme events have many different shapes and sizes. Events occurring over short time scales, between less than 1 day and about 1 week, are often referred to as extreme weather events. Thunderstorms and tornadoes usually have duration shorter than a day. In this study, it will be discussed diurnal extreme rainfall in basin area of Bandung.
Pengantar dan Daftar Isi JMG BMKG
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.345 KB)

Abstract

Pengantar dan Daftar Isi Jurnal Meteorologi dan Geofisika
STUDI POTENSI SEISMOTEKTONIK SEBAGAI PRECURSOR TINGKAT KEGEMPAAN DI WILAYAH SUMATERA Supriyanto Rohadi; Hendra Grandis; Mezak Arnold Ratag
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v9i2.27

Abstract

Distribusi parameter seismotektonik dari relasi Gutenberg-Richter memegang peranan penting terkait dengan mitigasi  bencana gempabumi. Pada penelitian ini, analisis parameter seismotektonik menggunakan data gempabumi dari katalog BMG dan National Earthquake Information Center (NEIC), tahun 1973 - 2008, dengan batas 5,0° LS - 8° LU dan 92° BT -106° BT, yaitu meliputi wilayah Sumatera-Andaman. Dari analisis menggunakan softaware analisis ZMAP diperoleh variasi nilai-b berkisar antara 0.5 - 2.2, variasi nilai-a berkisar antara 4-12 sedangkan periode ulang gempabumi dengan magnitude 6,8 secara umum adalah berkisar antara 5-23 tahun. Gempa-gempa besar pada kurun waktu 2004 - 2008 diindikasikan terjadi di wilayah dengan parameter seisotektonikk yang relatif rendah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7