cover
Contact Name
Reiza Miftah Wirakusuma
Contact Email
jithor@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jithor@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
ISSN : 26543893     EISSN : 26544687     DOI : -
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality, and Recreation (Jurnal Pariwisata, Perhotelan dan Rekreasi Indonesia) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan dua keluaran (issues) dalam setahun pada bulan April dan Oktober. Redaksi juga turut mengundang para peneliti dan praktisi untuk dapat mengirimkan artikel berupa laporan hasil penelitian, pemikiran-pemikiran, maupun tulisan akademik, khususnya yang berkaitan dengan kepariwisataan, perhotelan dan rekreasi luar ruang. Perlu dipahami sebelumnya, artikel yang hendak dikirimkan merupakan artikel yang belum pernah dimuat atau dipublikasikan di jurnal berkala ilmiah lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2025): October" : 7 Documents clear
Economic impacts of selected wellness SPAs in Tagaytay City Palad, Victor Jacob Carandang; Salinoy, Denise Nicole; Jamandron, Cyrill John Malacca; Tabuyo, Jimford
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 8, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v8i2.85690

Abstract

AbstractTagaytay City, renowned for its cool climate and scenic landscape, has emerged as a popular destination for various types of tourism, including adventure, health, and wellness. This study evaluates the perceived economic impacts of wellness SPAs from the perspective of their customers. This study utilized a quantitative descriptive research design, with purposive sampling used to select respondents based on specific criteria. Data were gathered through an online survey distributed via social media platforms. Data were analyzed using frequency and percentage distributions, measures of central tendency such as mean and standard deviation, and inferential statistical methods including t-tests and ANOVA. The majority of respondents were female, aged 18–25, college graduates, and reported a monthly income exceeding ₱60,000. Findings revealed that wellness SPAs are widely perceived as significant contributors to the local economy, particularly through employment and income generation. Respondents also noted positive spillover effects on related sectors such as hospitality and tourism. Although induced impacts, such as enhancements in overall quality of life, were rated slightly lower, they were still viewed favorably. Perceptions were significantly influenced by age, educational attainment, and income level, while gender did not appear to have a notable effect. SPA operators and policymakers can use these insights to promote the local economic benefits of wellness tourism, while SPA managers can strengthen ties with local partners to boost customer loyalty and support sustainable growth.AbstrakKota Tagaytay, yang terkenal dengan iklim sejuk dan pemandangan alamnya yang indah, telah menjadi destinasi populer untuk berbagai jenis pariwisata, termasuk wisata petualangan, kesehatan, dan kebugaran. Penelitian ini menilai dampak ekonomi yang dirasakan dari keberadaan SPA dari perspektif para pelanggannya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif, dengan teknik purposive sampling untuk memilih responden berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui survei daring yang disebarkan melalui media sosial. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase, ukuran tendensi sentral seperti rata-rata dan simpangan baku, serta metode statistik inferensial termasuk uji t dan ANOVA. Mayoritas responden adalah perempuan berusia 18–25 tahun, lulusan perguruan tinggi, dan memiliki pendapatan bulanan lebih dari 17.000.000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPA secara luas dipandang sebagai kontributor penting bagi perekonomian lokal, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Responden juga mencatat adanya efek limpahan positif terhadap sektor terkait seperti perhotelan dan pariwisata. Meskipun dampak tidak langsung, seperti peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan, dinilai sedikit lebih rendah, namun tetap dipandang secara positif. Persepsi responden dipengaruhi secara signifikan oleh usia, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan, sementara jenis kelamin tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Pemilik SPA dan pembuat kebijakan dapat menggunakan temuan ini untuk mempromosikan manfaat ekonomi lokal dari pariwisata kebugaran, sementara manajer SPA dapat memperkuat hubungan dengan mitra lokal untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Factor analysis of international tourists' experience quality in visiting Ubud as a tourism destination Liestiandre, Hanugerah Kristiono; Silitonga, Intan Elma Agustina; Wulandari, Komang Triana; Wirawan, Damar Adithya; Dharma Putra, I Kadek Satria
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 8, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v8i2.77286

Abstract

AbstractThis study examines the Quality of Visitor Experience (QoVE) and the segmentation of international visitors to Ubud, Bali. Understanding visitor preferences and the quality of their experiences is essential for identifying market demands, improving tourist satisfaction, and supporting sustainable tourism development. The primary objective of this research is to identify key factors influencing QoVE among repeat international visitors to Ubud. A total of 260 international tourists who had visited Ubud at least twice participated in the study by completing a structured questionnaire. The data were analyzed using Exploratory Factor Analysis (EFA) to uncover underlying dimensions of their travel experiences. The findings revealed three distinct visitor segments based on their preferences: those who prioritize accessibility, those who enjoy crowded, and those seeking holistic enjoyment that includes cultural, natural, and emotional aspects. These insights offer valuable guidance for destination managers in Ubud to improve visitor management strategies. In particular, the results can support the development of targeted marketing campaigns and customized tourism products that enhance visitor satisfaction while preserving Ubud’s cultural identity and environmental sustainability.AbstrakStudi ini mengkaji Kualitas Pengalaman Pengunjung (QoVE) dan segmentasi wisatawan mancanegara ke Ubud, Bali. Memahami preferensi pengunjung dan kualitas pengalaman mereka sangat penting untuk mengidentifikasi permintaan pasar, meningkatkan kepuasan wisatawan, dan mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi QoVE di antara wisatawan mancanegara yang kembali ke Ubud. Sebanyak 260 wisatawan mancanegara yang telah mengunjungi Ubud setidaknya dua kali berpartisipasi dalam studi ini dengan mengisi kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan Analisis Faktor Eksploratori (EFA) untuk mengungkap dimensi-dimensi yang mendasari pengalaman perjalanan mereka. Temuan ini mengungkapkan tiga segmen pengunjung yang berbeda berdasarkan preferensi mereka: mereka yang memprioritaskan aksesibilitas, mereka yang menikmati keramaian, dan mereka yang mencari kenikmatan holistik yang mencakup aspek budaya, alam, dan emosional. Wawasan ini menawarkan panduan berharga bagi pengelola destinasi di Ubud untuk meningkatkan strategi manajemen pengunjung. Secara khusus, hasil ini dapat mendukung pengembangan kampanye pemasaran yang terarah dan produk wisata yang disesuaikan untuk meningkatkan kepuasan pengunjung sekaligus melestarikan identitas budaya dan keberlanjutan lingkungan Ubud.
Analisis "Moment Of Truth" di Sanya International Shopping Center Hainan sebagai destinasi wisata belanja Mbulu, Yustisia Pasfatima; Putri, Shinta karissa; Khawarizmi, Maharanti; Ramadhani, Fitria Nur; Aghnia, Putri Nazwa; Ferdy, Adrian Matthew
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 8, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v8i2.80023

Abstract

AbstractThis study focuses on the experience of Indonesian tourists in shopping tourism at Sanya International Shopping Center, Hainan, China, using the Moment of Truth (MOT) theory. This study analyzes the stages of the Moment of Truth (MOT) in Indonesian tourists visiting the Sanya International Shopping Center in Hainan Province, China. This study uses a qualitative descriptive method with data obtained through direct interviews with informants and observations and secondary data from related documents. The results of this discussion indicate that the process of the Moment Of Truth stages of Indonesian tourists visiting the Sanya International Shopping Center Mall has been fully implemented. This stage takes place from the Zero Moment Of Truth stage, continues to the First Moment Of Truth stage, the Second Moment Of Truth, and finally the Ultimate Moment Of Truth. This stage ends with tourists providing reviews, responses, and recommendations to other users based on their experiences on Google Reviews, which will influence other potential visitors.AbstrakPenelitian ini berfokus pada pengalaman wisatawan Indonesia dalam melakukan wisata belanja di Sanya International Shopping Center, Hainan China dengan penggunaan teori Moment of Truth (MOT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan Moment of Truth (MOT) pada wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Sanya International Shopping Center yang terletak di provinsi Hainan, China. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan narasumber dan observasi, serta data sekunder dari dokumen terkait. Hasil pembahasan ini menunjukan bahwa proses dari tahapan Moment Of Truth wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Mall Sanya International Shopping Center sudah terlaksana sepenuhnya. Tahapan ini berlangsung dari tahapan  Zero Moment Of Truth, dilanjutkan ketahapan First Moment Of Truth, Second Moment Of Truth, dan terakhir Ultimate Moment Of Truth. Tahapan ini diakhiri dengan wisatawan memberikan ulasan, tanggapan, dan juga rekomendasi kepada pengguna lain berdasarkan pengalaman di google review, yang akan mempengaruhi calon pengunjung lainnya.
Model LocalityVeness (Local Competitiveness): Alternatif pengukuran daya saing pariwisata Indonesia berbasis kearifan lokal Lohjiwa, Vyana; Fatimah, Rika; Nabilla, Affra Siti; Anggrenesia, Yayang
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 8, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v8i2.80266

Abstract

AbstractCompetitiveness is a key factor in tourism sustainable development. Atthe global level, tourism competitiveness is measured by Travel andTourism Development Index (TTDI). However, this indicator widelycriticized for being complex and not represent local tourism resources.A number of countries have begun to replace TTDI with develop newindicators based on local resources. In Indonesia, the government hasNational Tourism Development Index (IPKN), but the indicators adopta global approach without reflecting identity of local resources. Thisstudy aims to provide an alternative perspective tourism developmentbased on local resources. The research method used is qualitativeapproach with a literature study technique. Data sources include bookof Kearifan Lokal Indonesia dan Lingkungan as local tourismresources, TTDI documents as structure of global indicators, andthe G2R (Global Gotong Royong) Tetrapreneur approach as a bottom-up framework. The results show that Indonesia has seven elements oflocal tourism resources. The novelty show that formulation of“LocalityVeness” (Local Competitiveness) model, which is a model formeasuring Indonesia#39;s tourism competitiveness based on localreources. This model is expected to be a conceptual alternative tostrengthen the sustainability, adaptability, and reflect the identity ofIndonesian tourism.AbstrakDaya saing merupakan faktor kunci dalam pengembangan pariwisataberkelanjutan. Pada tingkat global, pengukuran daya saing pariwisatamenggunakan Travel and Tourism Development Index (TTDI). Namun,indikator ini banyak dikritik karena bersifat kompleks dan kurangmerepresentasikan sumber daya pariwisata lokal. Sejumlah negaramulai meninggalkan TTDI dan mengembangkan indikator berbasissumber daya lokal. Di Indonesia, pemerintah telahmengembangkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional(IPKN), namun indikatornya mengadopsi pendekatan global tanpamerefleksikan potensi dan identitas sumber daya lokal. Kajian inibertujuan memberikan pandangan alternatif bahwa penyusunanindikator daya saing pariwisata seharusnya dilakukan berlandaskansumber daya dan kearifan lokal. Metode kajian yang digunakanadalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka. Sumber datamencakup dokumen buku Kearifan Lokal Indonesia danLingkungan untuk mengidentifikasi sumber daya pariwisata lokal,dokumen TTDI untuk melihat struktur indikator global, serta pendekatan G2R (Global Gotong Royong) Tetrapreneur sebagaikerangka berpikir pendekatan bottom-up. Hasil kajian menunjukkanbahwa Indonesia memiliki tujuh unsur kearifan lokal. Kebaruan darikajian ini terletak pada perumusan model “LocalityVeness” (LocalCompetitiveness), yaitu model pengukuran daya saing pariwisataIndonesia yang berbasis kearifan lokal. Model ini diharapkan dapatmenjadi alternatif konseptual untuk memperkuat daya saing pariwisatanasional yang berkelanjutan, adaptif, dan mencerminkan identitaskepariwisataan Indonesia.
Customer satisfaction of diners in selected restaurants in Silang Cavite Dimapilis, Justin Belasa; Garcia, Lemuel Ryan Marqueses; Reyes, Mary Rose Layugan; Tabuyo, Jimford Unida
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 8, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v8i2.82896

Abstract

AbstractThis research aimed to determine whether socio-demographic characteristics influenced customer satisfaction among diners in selected restaurants in Silang, Cavite. Specifically, it examined factors such as age, gender, civil status, occupation, income level, and highest educational attainment, along with social factors like nationality, social class, dining frequency, dining companions, dining occasions, and restaurant preferences. The study explored how these variables affected customers' perceptions of food quality, service quality, price, location, ambiance, and online reviews. This study employed quantitative research design, purposive sampling from 300 respondents across 15 selected restaurants. ANOVA and independent t-tests were applied to determine significant differences in satisfaction levels based on socio-demographic variables. The results of the study indicated that customers had the highest level of satisfaction with the ambiance of the selected restaurants, as reflected in a weighted mean equivalent to the verbal interpretation of “Strongly Agree.” Furthermore, notable differences were observed in relation to civil status, income level, social class, dining frequency, dining companions, dining occasions, and restaurant preferences. Overall, this study provided empirical data that could serve as a foundation for future studies on customer behavior, service quality, and restaurant management.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah karakteristik sosio-demografis memengaruhi kepuasan pelanggan di antara pengunjung restoran terpilih di Silang, Cavite. Secara khusus, penelitian ini meneliti faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan, tingkat pendapatan, dan pendidikan terakhir, serta faktor sosial seperti kebangsaan, kelas sosial, frekuensi makan di luar, teman makan, kesempatan makan, dan preferensi restoran. Penelitian ini menelaah bagaimana variabel-variabel tersebut memengaruhi persepsi pelanggan terhadap kualitas makanan, kualitas layanan, harga, lokasi, suasana, dan ulasan daring. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 300 responden dari 15 restoran terpilih. Uji ANOVA dan t-test independen digunakan untuk menentukan perbedaan signifikan dalam tingkat kepuasan berdasarkan variabel sosio-demografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan memiliki tingkat kepuasan tertinggi terhadap suasana restoran yang diteliti, dengan rata-rata tertimbang yang setara dengan interpretasi verbal “Sangat Setuju.” Selain itu, ditemukan perbedaan yang signifikan terkait status pernikahan, tingkat pendapatan, kelas sosial, frekuensi makan di luar, teman makan, kesempatan makan, dan preferensi restoran. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan data empiris yang dapat dijadikan dasar bagi penelitian selanjutnya mengenai perilaku pelanggan, kualitas layanan, dan manajemen restoran.
Daya tarik eduwisata MK Farm: Analisis potensi kambing perah dan produk olahan Riyanisma, Besti Ismi; Riyanto, Joko
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 8, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v8i2.80596

Abstract

AbstractMitra Karya Farm, located in Gemolong, Sragen, Central Java, not only produces processed goat milk products, but has also developed early education on goat milk processing for children. This study aims to analyze the potential appeal of Mitra Karya Farm in introducing goat milk processing as Edutourism using IFE and EFE matrices approach. This study uses IFE and EFE analysis techniques to find the potential value of tourism at Mitra Karya Farm and the processed products it produces. The findings show that Mitra Karya Farm has the potential to become an edutourism destination with an IFE score of 3.29 and an EFE score of 2.90, which places it in the IE matrix quadrant IV, namely growing and developing. This indicates that the edutourism activities already taking place at Mitra Karya Farm can become a new tourism potential by making improvements to perfect the tourism activities so that they are not inferior to other tourist destinations located around Mitra Karya Farm. Recommendations from the results of this research analysis include strengthening digital promotion, improving tourism facilities, and developing educational activities to be more competitiveAbstrakUsaha Mitra Karya Farm yang terletak di Gemolong, Sragen, Jawa Tengah tidak hanya menghasilkan produk olahan susu dari kambing perah saja, tetapi sudah mengembangkan edukasi dini mengenai pengolahan susu kambing terhadap anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi daya tarik Mitra Karya Farm dalam pengenalan dini pengolahan susu kambing sebagai Edutourism menggunakan pendekatan analisis matriks IFE dan EFE. Penelitian ini menggunakan teknik analisis IFE dan EFE untuk mencari nilai potensi wisata pada peternakan Mitra Karya Farm serta produk olahan yang dihasilkan. Hasil temuan menunjukkan bahwa Mitra Karya Farm memiliki potensi menjadi sebuah eduwisata dengan skor IFE sebesar 3,29 dan EFE sebesar 2,90, yang menempatkan dalam matrik IE kuadran IV yaitu bertumbuh dan membangun. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan eduwisata yang sudah terjadi pada Mitra Karya Farm dapat menjadi potensi wisata baru dengan melakukan perbaikan untuk menyempurnakan kegiatan wisata agar tidak kalah dengan destinasi wisata lainnya yang terletak disekitar Mitra Karya Farm. Rekomendasi dari hasil analisis penelitian ini mencakup penguatan promosi digital, peningkatan fasilitas wisata, pengembangan aktivitas edukatif agar memiliki daya saing lebih.
Analisis kinerja dan kepentingan aspek pelayanan pariwisata di Taman Wisata Air Wendit, Kabupaten Malang Wijayanti, Wawargita Permata; Usman, Fadly; Rahmawati, Turniningtyas Ayu; Wirawati, Dayang Kalih Shafira
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 8, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v8i2.77129

Abstract

AbstractTaman Wisata Air Wendit is a priority tourist attraction in Malang Regency. This tourist attraction offers artificial tourism related to water-pool for children and adults. However, there has been a significant decrease in tourists more than 60% in the last five years. Scholars explained that tourism services quality is an essential factor influences tourist visits. It is considered as a successful indicator of tourist attraction in providing restorative value/benefits. This research aims to analyze the gap between performance and importance of tourism service qualities in the Taman Wisata Air Wendit. Data collected used observation and questionnaires with 100 respondents/samples. This reserach applied a descriptive quantitative and Important Performance Analysis (IPA). The results of the IPA show that tangibles, assurances, and empathy variables were in quadrant 1 (concentrate here). This means that several indicators need to be improved both quality and quantity in order to increase the tourist’s expectations and their revisit intention. Thus, these priority indicators are considered for improving tourism service quality at Wendit Water Park, Malang Regency.Abstrak Taman Wisata Air Wendit merupakan objek wisata unggulan Kabupaten Malang. Objek wisata ini menawarkan wisata buatan berupa kolam pemandian untuk anak-anak maupun orang dewasa. Akan tetapi, terjadi penurunan wisatawan yang signifikan antara 25-40% dalam lima tahun terakhir. Beberapa peneliti menjelaskan bahwa kualitas pelayanan pariwisata merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Kualitas pelayanan wisata dianggap sebagai tolak ukur keberhasilan suatu objek wisata dalam memberikan nilai/manfaat restoratif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kesesuaian antara kinerja dan kepentingan terhadap aspek pelayanan pariwisata Taman Wisata Air Wendit. Metode pengambilan data dengan cara observasi dan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan Taman Wisata Air Wendit dengan sampel yang diambil sebanyak 100 responden. Analisis data menggunakan Important Performance Analysis (IPA). Hasil analisis IPA menunjukan pada variabel tangibles, assurances, dan emphaty berada pada kuandran 1. Hal ini berarti beberapa indikator pada kuadran tersebut perlu untuk peningkatan kualitas maupun kuantitas demi memenuhi harapan wisatawan sehingga mereka berminat untuk berkunjung kembali. Dengan demikian, indikator prioritas tersebut dipertimbangkan untuk peningkatan kualitas pelayanan Taman Wisata Air Wendit Kabupaten Malang.

Page 1 of 1 | Total Record : 7