Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tourism And Fashion: Interpreting Tourism Resources Into Fashion Product Designs in Alamendah Tourism Village Nabilla, Affra Siti; Vyana Lohjiwa; Sukma, Mestika Nawang; Susanto, Eka; Anggrenesia, Yayang
Barista : Jurnal Kajian Bahasa dan Pariwisata Vol. 11 No. 02 (2024): December
Publisher : Unit Bahasa, Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/barista.v11i02.1739

Abstract

The future of tourism destinations focuses on local communities' creativity in developing their tourist attractions, one of which is through MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises). When an attraction goes viral, booming, or popular suddenly, it is followed by other destinations who imitate products without bringing out the uniqueness of the destination. On the other side, local communities want to explore new things, but on the other side, there is a fear that no tourists will be interested in visiting or purchasing products from MSMEs. This dialectical condition is the focus of the research. This research explores the various signs and meanings of tourism resources in Alamendah Tourism Village, which are realized through the creativity of MSMEs in designing fashion products. The results of this research are useful for generating product innovations that represent the village. Data were collected through field observations using a checklist, followed by data on tourism resources from the views of managers, communities, and MSME actors using in-depth interviews and integrated discussions. The results show that the resources of Alamendah Tourism Village focuses on cultural life, landscape, and coolness that symbolizes harmony and peace. The symbol was transformed into a fashion product design in the form of an outer, tote bag, and shoes with an eco print design patterned with strawberry leaves, coloured in a combination of brown, red, and green with ornaments and clump stitching techniques, the meaning are harmony and peace. This product can be applied to MSMEs actors as a creative innovation that can attract tourists to visit. This innovation is seen to be the main capital in the development of sustainable tourism that is not affected by temporary viral trend. Keywords: Alam Endah, Fashion Product Design, Innovation, MSMEs.
Model LocalityVeness (Local Competitiveness): Alternatif pengukuran daya saing pariwisata Indonesia berbasis kearifan lokal Lohjiwa, Vyana; Fatimah, Rika; Nabilla, Affra Siti; Anggrenesia, Yayang
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 8, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v8i2.80266

Abstract

AbstractCompetitiveness is a key factor in tourism sustainable development. At the global level, tourism competitiveness is measured by Travel and Tourism Development Index (TTDI). However, this indicator widely criticized for being complex and not represent local tourism resources. A number of countries have begun to replace TTDI with develop new indicators based on local resources. In Indonesia, the government has National Tourism Development Index (IPKN), but the indicators adopt a global approach without reflecting identity of local resources. This study aims to provide an alternative perspective tourism development based on local resources. The research method used is qualitative approach with a literature study technique. Data sources include book of Kearifan Lokal Indonesia dan Lingkungan as local tourism resources, TTDI documents as structure of global indicators, and the G2R (Global Gotong Royong) Tetrapreneur approach as a bottom-up framework. The results show that Indonesia has seven elements of local tourism resources. The novelty show that formulation of “LocalityVeness” (Local Competitiveness) model, which is a model for measuring Indonesia's tourism competitiveness based on local resources. This model is expected to be a conceptual alternative to strengthen the sustainability, adaptability, and reflect the identity of Indonesian tourism.AbstrakDaya saing merupakan faktor kunci dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Pada tingkat global, pengukuran daya saing pariwisata menggunakan Travel and Tourism Development Index (TTDI). Namun, indikator ini banyak dikritik karena bersifat kompleks dan kurang merepresentasikan sumber daya pariwisata lokal. Sejumlah negara mulai meninggalkan TTDI dan mengembangkan indikator berbasis sumber daya lokal. Di Indonesia, pemerintah telah mengembangkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN), namun indikatornya mengadopsi pendekatan global tanpa merefleksikan potensi dan identitas sumber daya lokal. Kajian ini bertujuan memberikan pandangan alternatif bahwa penyusunan indikator daya saing pariwisata seharusnya dilakukan berlandaskan sumber daya dan kearifan lokal. Metode kajian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka. Sumber data mencakup dokumen buku Kearifan Lokal Indonesia dan Lingkungan untuk mengidentifikasi sumber daya pariwisata lokal, dokumen TTDI untuk melihat struktur indikator global, serta pendekatan G2R (Global Gotong Royong) Tetrapreneur sebagai kerangka berpikir pendekatan bottom-up. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki tujuh unsur kearifan lokal. Kebaruan dari kajian ini terletak pada perumusan model “LocalityVeness” (Local Competitiveness), yaitu model pengukuran daya saing pariwisata Indonesia yang berbasis kearifan lokal. Model ini diharapkan dapat menjadi alternatif konseptual untuk memperkuat daya saing pariwisata nasional yang berkelanjutan, adaptif, dan mencerminkan identitas kepariwisataan Indonesia
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui “Knowing And Loving Your Local Potential” Desa Wisata Giyanti Kabupaten Wonosobo Lohjiwa, Vyana; Amalia, Haya Shaliha; Nabilla, Affra Siti; Trihayuningtyas, Endah; Sopian, Tatang; Hutahaean, Renalmon; Darwis, Riadi
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.5933

Abstract

Keterlibatan masyarakat merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pengembangan desa wisata. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam bidang pariwisata menjadi tantangan utama, sebagaimana terjadi di Desa Wisata Giyanti, Kabupaten Wonosobo. Desa ini terdiri atas empat dusun dengan potensi wisata geografis, budaya, dan buatan, tetapi hanya satu dusun yang mampu mengelola pariwisata. Melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM), dilakukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat di tiga dusun lainnya melalui studi dokumentasi, pelatihan pariwisata, focus group discussion (FGD), dan workshop. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait konsep desa wisata dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, pemetaan 14 titik potensi wisata, pembentukan empat paket wisata tematik, serta perancangan sistem pengelolaan SDM terintegrasi di seluruh dusun. Dengan demikian, kegiatan PkM ini berkontribusi dalam mendorong pengembangan Desa Wisata Giyanti menuju desa wisata berkelanjutan melalui kolaborasi antar dusun, yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan kelestarian budaya.