cover
Contact Name
Reiza Miftah Wirakusuma
Contact Email
jithor@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jithor@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
ISSN : 26543893     EISSN : 26544687     DOI : -
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality, and Recreation (Jurnal Pariwisata, Perhotelan dan Rekreasi Indonesia) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan dua keluaran (issues) dalam setahun pada bulan April dan Oktober. Redaksi juga turut mengundang para peneliti dan praktisi untuk dapat mengirimkan artikel berupa laporan hasil penelitian, pemikiran-pemikiran, maupun tulisan akademik, khususnya yang berkaitan dengan kepariwisataan, perhotelan dan rekreasi luar ruang. Perlu dipahami sebelumnya, artikel yang hendak dikirimkan merupakan artikel yang belum pernah dimuat atau dipublikasikan di jurnal berkala ilmiah lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
PENGEMBANGAN WISATA SEBAGAI DAYA TARIK SITUS RUMAH SANDI DI PERBUKITAN MENOREH KULON PROGO Atmoko, Temoteus Prasetyo Hadi
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16434

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan wisata sebagai daya tarik situs Rumah Sandi di Perbukitan Menoreh Kulon Progo. Penelitan ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini didapat strategi yang dapat disusun dalam pengembanagn situs Rumah Sandi yaitu penambahan jumlah sumberdaya manusia, pengidentifikasian para stakeholder sebagai mitra dalam pengembangan situs Rumah Sandi agar mampu beradaptasi dan dapat memenuhi kebutuhan pendidikan secara optimal, peningkatan kesadaran masyarakat terkait situs Rumah Sandi dan pelestariannya serta peningkatan kualitas pelayanan dengan merencanakan dan merumuskan sesuai kebutuhan pendidikan. Kata kunci: Daya Tarik, Pariwisata, Pengembangan  DEVELOPMENT OF TOURISM AS ATTRACTION OF SITUS RUMAH SANDI IN MENOREH HILL  KULON PROGO ABSTRACTThis study aims to find out how tourism is developed as an attraction for Situs Rumah Sandi in Menoreh Hills Kulon Progo. This research uses descriptive qualitative research methods. The results of this study obtained a strategy that can be developed in developing the Situs Rumah Sandi, namely increasing the number of human resources, identifying stakeholders as partners in developing Situs Rumah Sandi to be able to adapt and be able to meet education needs optimally, increase public awareness about Situs Rumah Sandi and their preservation and improving service quality by planning and formulating according to educational needs. Keywords: Attraction, Development, Tourism
TOURISM ECONOMIC IMPACT OF SOUTH LAMPUNG REGENCY Cahyadi, Hery Sigit
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 2
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i2.13771

Abstract

ABSTRACT                                                       South Lampung regency as one of the gates of Sumatra Island became one of the many tourist destinations in Indonesia, especially on the island of Sumatra. The existence of tourism activities in South Lampung District economic impacts for the community, such as increasing public income, increased employment and business opportunities for local communities. The purpose of this research is to measure the economic impact of tourism activities in South Lampung Regency. In analyzing the economic impacts of tourism activities in South Lampung District using Keynesian Income Multiplier and multiplier analysis to see the direct impact, indirect impacts, and further impacts. Based on the results of the analysis shows that the presence of tourism activities in South Lampung Regency has had an economic impact on the local economy even though the perceived impact is still small. As evidenced by the value of Keynesian Income Multiplier is 1.95, value ratio Income Multiplier of Type I 1.09, and value ratio Income Multiplier of Type II 1.34. Keywords: South Lampung Regency, Economic Impact, Tourism Activities, Multiplier Effects
TOURISM DEMAND MODELING: PRICE AND INCOME ELASTICITY Kusumah, A.H.G
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i1.13748

Abstract

This paper provides a tourism demand model that estimates the price elasticity of demand and income elasticity of demand in Australia, European Union (EU), and USA. The results show that Australia and EU tourists markets are price elastic, while USA market is slightly price inelastic. It indicates that both Australia and EU tourists markets are sensitive to the tourism price while USA market is not. The study also found that the income elasticity of demand from the three markets is relatively income inelastic. In other words, tourism demand in the three markets is unresponsive to a change in income.Keywords: Tourism Demand, Price ElasticityThis paper provides a tourism demand model that estimates the price elasticity of demand and income elasticity of demand in Australia, European Union (EU), and USA. The results show that Australia and EU tourists markets are price elastic, while USA market is slightly price inelastic. It indicates that both Australia and EU tourists markets are sensitive to the tourism price while USA market is not. The study also found that the income elasticity of demand from the three markets is relatively income inelastic. In other words, tourism demand in the three markets is unresponsive to a change in income.
ANALISIS FUNGSI REKREASI DI RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDUNG (Studi Kasus: Taman Lansia dan Teras Cikapundung) Ratnafury, Dea Intan Novia; Rahmafitria, Fitri
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i1.13283

Abstract

Masyarakat kota memiliki jalan kehidupan yang cepat atau disebut juga mobilitas tinggi, terkadang waktu akhir pekan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif tempat untuk berekreasi yang dekat dengan pemukiman dan berada di tengah-tengah kota. Ruang Terbuka Hijau dalam hal ini Taman Kota bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan alternatif tempat berekreasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fungsi rekreasi di Ruang Terbuka Hijau Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan uji hipotesis beda rata-rata (Independent t-test). Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Bandung yang menggunakan ruang terbuka hijau dan seluruh Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung. Sampel yang dipilih untuk sampel wilayah adalah Taman Lansia dan Teras Cikapundung, sedangkan sampel responden sebanyak 100 responden di masing-masing taman kota pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan fungsi rekreasi yang dirasakan pengunjung di masing-masing taman. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan Pemerintah Kota Bandung bisa meningkatkan elemen fungsi rekreasi di Ruang Terbuka Hijau atau taman kota, sehingga bisa digunakan masyarakat untuk alternatif tempat berekreasi.Kata Kunci: Rekreasi, Ruang Terbuka Hijau, Perkotaan, Taman Kota
REVIVING THE ROYAL KINGDOM THROUGH TOURISM (Case Study Of The Puri Anyar Kerambitan, Bali, Indonesia) Cahyadi, Hery Sigit
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16430

Abstract

ABSTRAKIndonesia adalah Negara yang dibentuk oleh banyak kerajaan lokal yang kemudian bergabung menjadi sebuah republik yang sekarang dikenal sebagai Republik Indonesia. Setelah bergabung dengan republik, kerajaan-kerajaan ini kehilangan kekuasaan dan legitimasi mereka terhadap masyarakat dan tanah diberikan kepada pemerintah. Kondisi ini menyebabkan kerajaan tidak lagi memiliki pendapatan untuk mendukung warisan budaya mereka. Beberapa dari kerajaan diambil alih oleh pemerintah untuk dijadikan museum. Meskipun banyak memiliki warisan budaya tetapi kerajaan tidak menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan karena banyak warisan budaya yang tidak dipelihara dengan baik dan dilindungi sehingga membuat warisan budaya yang ada mulai dilupakan. Puri Anyar Kerambitan, Bali adalah salah satu dari beberapa kerajaan yang dapat bertahan hidup dengan mengembangkan wisata budaya dan menjual kebiasaan dan warisan keluarga kerajaan seperti makan malam kerajaan, tarian kerajaan dan pernikahan kerajaan. Aktivitas pariwisata tidak hanya menghidupkan kembali kerajaan tetapi juga masyarakat sekitar dan kekaisaran sebagai pusat budaya yang kembali muncul. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif dan wawancara dilakukan kepada pemangku kepentingan pariwisata untuk mengetahui persepsi mereka terhadap pengembangan wisata kerajaan di Puri Anyar Kerambitan. Hasil dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa kegiatan pariwisata yang dikembangkan oleh keluarga kerajaan memiliki dampak positif pada kesejahteraan masyarakat dan mendirikan tempat wisata baru yang belum dikenal oleh masyarakat luas, terutama wisatawan karena mereka dapat lebih mengetahui bagaimana kehidupan keluarga kerajaan di zaman kuno. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana suatu kerajaan dapat menghidupkan kembali kekayaan budayanya setelah adanya kegiatan pariwisata sehingga dapat menjadi contoh bagi kerajaan lain yang memiliki masalah yang sama. Kata Kunci: Kerajaan, Pariwisata, Bali  REVIVING THE ROYAL KINGDOM THROUGH TOURISM(Case Study Of The Puri Anyar Kerambitan, Bali, Indonesia) ABSTRACTIndonesia is a State that is  formed by many local kingdoms which later merged into a republic now known as the Republic of Indonesia. After joining the republic these kingdoms lost their power and legitimacy to society and the land as it should be given to the government. These conditions led to the kingdoms no longer have the income to support their cultural heritage. Some of them was taken over by the government to be a museum. Although many have cultural heritage but the kingdoms are not attractive to be visited by tourists because many of the cultural heritage are not well maintained and protected tha make existing cultural heritage began to be forgotten. Puri Anyar Kerambitan, Bali is one of the few kingdoms that can survive by developing cultural tourism and selling the royal family habits and heritage such as royal dinner, royal dance and royal wedding. The tourism activity not only revives the kingdom but also the surrounding community and the empire as a cultural center re-emerges. This study uses descriptive methods approach and interview was conducted to stakeholder tourism to know their perceptions of the development of royal tourism in Puri Anyar Kerambitan. From the results of studies conducted found that the tourism activities developed by the royal family have a positive impact on the welfare of the community and established new tourist attractions that has not been known by the wider community, especially tourists because they can know more how the life of the royal family in the ancient times. The purpose of this study is to find out how a kingdom can revive its cultural treasures after experience through tourism so that it can be an example for other kingdoms that has the same problem. Keyword: Royal Kingdom, Tourism, Bali
PERSEPSI KARYAWAN HOTEL TERHADAP MANFAAT SERTIFIKASI KOMPETENSI PARIWISATA BIDANG PERHOTELAN DI KOTA BANDUNG Alvionita, Vindy; Kusumah, Ahmad Hudaiby Galih; Marhanah, Sri
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 2
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i2.13766

Abstract

ABSTRAKSertifikasi Kompetensi Pariwisata merupakan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah guna meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia, termasuk bidang perhotelan. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Pariwisata belum terlaksana dengan baik dan maksimal walaupun tujuan dibuatnya sertifikasi yaitu untuk kebaikan tenaga kerja itu sendiri. Sehingga penelitian ini berfokus kepada persepsi karyawan hotel terhadap manfaat Sertifikasi Kompetensi Pariwisata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menganalisis persepsi karyawan hotel terhadap Sertifikasi Kompetensi Pariwisata. Metode kualitatif dipilih dengan menggunakan analisis isi dengan kerangka model Harold D. Lasswell. Narasumber terdiri dari 21 karyawan hotel dengan posisi dan tempat kerja yang berbeda. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat dua karakteristik karyawan hotel yaitu yang menyatakan Sertifikasi Kompetensi Pariwisata bermanfaat dan tidak bermanfaat berdasarkan level experience, scope dan linearity. Hasil penelitian lainnya yaitu dalam aspek jenjang karir, kinerja karyawan dan persaingan dengan tenaga kerja lain terbagi menjadi dua bagian yaitu karyawan hotel yang menyatakan Sertifikasi Kompetensi Pariwisata bermanfaat dan tidak bermanfaat berdasarkan persepsi-persepsi karyawan hotel.Kata kunci: Sertifikasi Kompetensi Pariwisata, Persepsi Karyawan Hotel, Manfaat Sertifikasi Kompetensi Pariwisata.  THE PERCEPTION OF HOTEL EMPLOYEES ON THE BENEFITS OF TOURISM COMPETENCY CERTIFICATION IN HOSPITALITY IN BANDUNG  ABSTRACTTourism Competency Certification is a policy made by the government to increase the qualification of Indonesian labors including hospitality. All the previous research showed that Tourism Competency Certification does not going well and reach the full potency according to the purpose, eventhough it was made for the good purpose for the labor itself. This research focusing on the perception of hotel employees on the benefits of Tourism Competency Certification in hospitality. The purpose of this research is to identifying and analyzing employees perception on the benefits of Tourism Competency Certification.. Qualitative method chosen for this research with content analysis from Harold D. Lasswell. Interviewees consist of 21 employees on different positions and work areas. The result of this research found two characteristics of employees that says Tourism Competency Certification beneficial for their worklife and not beneficial based on three levels,  that is experience, scope and linearity.  Another the result of this research is the aspect of career path, employees performance, and the competition with the other labors then divided into two perception, that is hotel employees who certify Tourism Competency Certification is beneficial and not beneficial based on their perception.Keywords: Tourism Competency Certification, The Perception of Hotel Employees, The Benefits of Tourism Competency Certification.
ANALISIS MOTIVASI WISATAWAN DALAM BERBAGI PENGALAMAN WISATA MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Nurdianisa, Lucky; Kusumah, Ahmad Hudaiby Galih; Marhanah, Sri
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i1.13291

Abstract

Perkembangan teknologi dan media sosial telah memungkinkan para wisatawan untuk berbagi pengalaman wisata secara online. Berbagi pengalaman wisata adalah fenomena yang berkembang dalam pemasaran melalui media sosial. Mengingat sifat pengalaman wisata, berbagi informasi di media sosial diakui sebagai sumber informasi penting yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan wisata bagi calon wisatawan yang potensial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey dengan teknik analisis deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini sebanyak 125 orang responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis tabulasi silang dengan uji statistik chi-square dan data diolah menggunakan IBM SPSS Statistic versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan yang berbagi pengalaman wisata melalui media sosial Instagram adalah wisatawan usia dewasa muda (youth traveller) dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki. Dimensi self-centred motivation merupakan motivasi utama wisatawan dalam berbagi pengalaman wisata di media sosial Instagram dan memiliki frekuensi setuju tertinggi pada pernyataan “Saya ingin mendokumentasikan pengalaman wisata sebagai kenang-kenangan”.Kata kunci: motivasi berbagi, wisatawan, media sosial.
KAJIAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SINGKONG (Manihot esculenta) BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI PENERAPAN AGROWISATA DI KAMPUNG CIREUNDEU Dasipah, Euis; Iskandar, I.
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16435

Abstract

ABSTRAKKampung Adat Cireundeu merupakan salah satu wilayah industri Kota Cimahi yang masih mempertahankan kegiatan pertanian. Keunggulan daerah (comparative advantage) yang dimiliki meningkatkan potensi Kampung Adat Cireundeu mengembangkan agribisnis singkong melalui penerapan agroindustri dan agrowisata berbasis kearifan lokal. Jumlah pengunjung yang masih sedikit dan fluktuatif akan menentukan jumlah permintaan produk agroindustri singkong karena sebagian besar konsumen merupakan pengunjung Kampung Adat Cireundeu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya keterkaitan antara agroindustri singkong dan agrowisata di Kampung Adat Cireundeu, dan mengetahui strategi yang tepat untuk pengembangan agribisnis di Kampung Adat Cireundeu berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan melakukan analisis deskriptif kualitatif pada 37 responden dengan alat analisis yang terdiri dari persepsi pengunjung, WTP, IFE, EFE, dan SWOT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya keterkaitan antara agroindustri singkong dan agrowisata di Kampung Adat Cireundeu dengan posisi strategi pada kuadran 3 sehingga Kampung Adat Cireundeu perlu melakukan diversifikasi strategi. Strategi yang tepat untuk pengembangan agribisnis singkong di Kampung Adat Cireundeu berbasis kearifan lokal, yaitu 1) Memperkenalkan produk melalui media berupa brosur yang diberikan kepada konsumen yang pernah datang, 2) Mendirikan restoran yang bernuansa Kampung Adat Cireundeu, dan 3) Memperbanyak saluran pemasaran agar jaringan hubungan konsumen semakin luas. Kata kunci: Agroindustri, Agrowisata, Analisis Persepsi Pengunjung, WTP, dan SWOT.  STUDY OF LOCAL WISDOM-BASED CASSAVA  (Manihot esculenta) AGRIBUSINESS DEVELOPMENT THROUGH THE APLLICATION OF AGRO-TOURISM IN THE CIREUNDEU VILLAGE ABSTRACTKampung Adat Cireundeu is one of areas an industrial Cimahi City who maintain the agricultural sector. Primary area (comparative advantage) owned increase potential Kampung Adat Cireundeu agribusiness develop of cassava with the application of agroindustry and agrotourism based on local cultural. The number of visitors still a little and fluctuates will determine the number of requests products agroindustry because most consumers is visitors of Kampung Adat Cireundeu. The purpose of research is to know the linkages between agroindustry and agrowisata in Kampung Adat Cireundeu and know strategy proper to the development of agribusiness in Kampung Adat Cireundeu based on local cultural. Methods used is the case study by doing descriptive qualitative analysis in 37 respondents with a analysis of perception visitors, WTP, IFE, EFE, and SWOT. The result of the research indicated that the existence of the links between agroindustry and agrotourism in Kampung Adat Cireundeu with the position of strategy at the quadrant 3 that Kampung Adat Cireundeu need diversified strategy. The right strategy to the development agribusiness of cassava in Kampung Adat Cireundeu based on local wisdom, such as 1 ) Introducing products through the medium of in the form of a leaflet given to consumers that never came , 2 ) Created a restaurant Kampung Adat Cireundeu’s nuance, and 3 ) Make many marketing line so the consumer relations the larger. Keywords: Agroindustry, Agrotourism, Analysis Of Percepstion Visitors, WTP, and SWOT.
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN WISATA WATU GOYANG DI DESA CEMPLUK MANGUNAN UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN Yulianto, Yulianto
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 2
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i2.13878

Abstract

ABSTRAKPengembangan Desa Wisata di Daerah Kabupaten Bantul Yogyakarta cukup banyak dan merupakan daya tarik tersendiri. Kabupaten Bantul sedang mengembangkan Desa wisata yang cukup banyak terutama daerah bantul bagian selatan sehingga pengembangan desa wisata ini dikatogorikan menjadi 3 yakni : a). Wisata embrio : tempat wisata yang benar-benar baru dibuka masih alami belum ada penambahan sarana dan prasaana yang tepat atau baru dimulai pengembangannya. b) Katagori wisata yang berkembang, yang sudah ada pembenahan dari berbagai bidang baik sarana prasarana, pengembangan Sumber Daya Manusia namun belum menghasilkan yang maksimal. c). Wisata maju hanya tinggal mempertahankan dan berusaha selalu ada inovasi baru. Metodologi yang digunakan dari penelian ini adalah metode statistik kualitatif dengan analisis data mengunakan analisis SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats) sehingga hasilnya dapat dipahami dengan mudah. Hasil penelitian ini dapat  menjawab dan menyelesaikan permasalahan Desa Wisata Watu Goyang Cempluk Mangunan Bantul, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dengan keterbatasan dan keterssediaan kualitas pelayanan sarana prasarana, pemasaran.Kata Kunci : Sumber Daya Manusia, Desa wisata, Wisatawan  OPTIMIZATION OF WATU GOYANG TOURISM DEVELOPMENT IN CEMPLUK MANGUNAN VILLAGE TO IMPROVE VISITORS ABSTRACTTourism Village Development in the Bantul Regency of Yogyakarta is quite a lot and is a special attraction. Bantul Regency is developing a tourism village that is quite a lot, especially in the southern Bantul area so that the development of this tourism village is categorized into 3 namely: a). Embryo tourism: tourist attractions that are really just opened are still natural, there is no addition of the right facilities and services or the development has just begun. b) Developing tourism categories, which have already been improved from various fields, both infrastructure and human resources, but have not produced maximum results. c). Advanced tourism is only to maintain and try to always have new innovations. The methodology used from this study is qualitative statistical methods with data analysis using SWOT analysis (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats) so that the results can be understood easily. The results of this study can answer and solve the problem of Watu Goyang Cempluk Mangunan Bantul Tourism Village, so as to increase tourist visits with the limitations and availability of quality infrastructure services, marketing.Keywords: Human Resources, Tourism Vilage, Traveler
NILAI CITRA KOTA DARI SUDUT PANDANG WISATAWAN (Studi Tentang Citra Kota Bandung Dampaknya Terhadap Kunjungan Ulang) Syarifuddin, Didin
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 2
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i2.13761

Abstract

ABSTRAKBandung dikenal dengan sebutan Kota Kembang, Paris Van Java, dan Kota Konferensi Asia Afrika. Sebutan tersebut menggambarkan Bandung memiliki citra kota dengan kesan positif dari wisatawannya. Namun  citra tersebut relatif sudah mulai bergeser, sehingga dukungan terhadap citra kota dalam bentuk menurunnya rasa sejuk pada lingkungan alamnya, memudarnya warga Bandung yang “someah hade ka semah”, berdampak pada menurunnya tingkat keramahannya, tingkat kemacetan yang cukup tinggi dengan sarana dan prasarana transportasi yang belum memadai berdampak terhadap tingkat kunjungan ulang dan menjadikan Bandung berbeda dari sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan Citra Kota Bandung dalam dukungan cognitive, unique, dan affective image dampaknya terhadap kunjungan ulang wisatawan, menggunakan analisis jalur dengan ukuran sampel 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Citra Kota Bandung yang dibangun melalui tingkat variasi atraksi wisata, lingkungan sosial budaya dengan tradisi lokal yang diwujudkan dalam bentuk ramah terhadap tamunya gambaran memuliakan wisatawan, dukungan infrastruktur yang cukup memadai sebagai daya dukung kepariwisataan, aneka jenis hiburan tradisional dapat memberikan kesan positif bagi pengalaman wisatawan sehingga menjadi faktor penentu kunjungan ulang. Lingkungan alam kota Bandung masih cukup memberikan kesejukan dan atraksi budaya lokal yang bernilai Internasional memberikan kesan yang sangat baik sehingga membangkitkan kunjungan ulang. Terbangunnya kunjungan ulang sebagai dampak dari pengalaman wisatawan yang dirangkum dari pengetahuan selama melakukan kunjungan, menumbuhkan ketertarikan sehingga membangkitkan keinginan  wisatawan untuk melakukan kunjungan ulang.Kata kunci: Citra Kota, Cognitive Image, Unique Image, Affective Image, Repeat Visit.  ABSTRACTBandung is known as The Flower City, Paris Van Java, and the City of the Asian-African Conference. The title describes Bandung has a city image with a positive impression from its tourists. However, this image has begun to shift relatively, so that support for the image of the city in the form of a decreased sense of coolness in its natural environment, waning Bandung residents who "someah hade ka semah", have an impact on the decreasing level of hospitality, a high level of congestion with transportation facilities and infrastructure inadequate impact on the level of repeat visits and making Bandung is different from before. The purpose of this study is to explain the city image of Bandung in terms of cognitive, unique, and affective image of its impact on tourist visits, using path analysis with a sample size of 100 people. The results showed that City Image of Bandung, built through a variety of tourist attractions, a socio-cultural environment with local traditions embodied in a friendly form towards its guests, illustrated glorifying tourists, adequate infrastructure support as tourism support, various types of traditional entertainment can give a positive impression for tourists' experience so that it becomes a determining factor for repeat visits. The natural environment of Bandung is still sufficient to provide coolness and local cultural attractions of international value give a very good impression that evokes repeat visits. Rebuilding visits as a result of the experience of tourists summarized from the knowledge during the visit, fostering interest so as to arouse the desire of tourists to make a repeat visit.Keywords: City Image, Cognitive Image, Unique Image, Affective Image, Repeat Visit.

Page 2 of 12 | Total Record : 120