cover
Contact Name
Reiza Miftah Wirakusuma
Contact Email
jithor@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jithor@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
ISSN : 26543893     EISSN : 26544687     DOI : -
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality, and Recreation (Jurnal Pariwisata, Perhotelan dan Rekreasi Indonesia) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan dua keluaran (issues) dalam setahun pada bulan April dan Oktober. Redaksi juga turut mengundang para peneliti dan praktisi untuk dapat mengirimkan artikel berupa laporan hasil penelitian, pemikiran-pemikiran, maupun tulisan akademik, khususnya yang berkaitan dengan kepariwisataan, perhotelan dan rekreasi luar ruang. Perlu dipahami sebelumnya, artikel yang hendak dikirimkan merupakan artikel yang belum pernah dimuat atau dipublikasikan di jurnal berkala ilmiah lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
MEDIA PROMOSI PADA DINAS PARIWISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN Prastiyanti, Dinda Puspa; Yulianto, Yulianto
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 2 (2019): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i2.20993

Abstract

ABSTRAKDinas Pariwisata DIY merupakan unsur pelaksana daerah di bidang kepariwisataan yang memiliki tugas untuk melaksanakan urusan bidang pariwisata, kewenangan dekonsentrasi serta tugas pembantuan yang diberikan oleh pemerintah. Sehubungan dengan kegiatan kepariwisataan Dinas Pariwisata DIY berusaha untuk dapat selalu menyampaikan informasi atau mempromosikan berbagai macam kegiatan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinas Pariwisata DIY dalam promosi menghadapi kendala antara lain keterbatasan anggaran, infrastruktur yang belum optimal, kurangnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), kurangnya sinergitas atau kesamaan orientasi kepentingan dengan Dinas Pariwisata di kabupaten/kota, dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam kepariwisataan. Metode pengumpulan data dalam penelitian adalah metode observasi (pengamatan), wawancara, dokumentasi, partisipatif, dan studi pustaka dengan metode analisis berupa analisis deskriptif kualitatif. Dinas Pariwisata DIY menggunakan media promosi yaitu dengan advertising (periklanan) dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan media modern yaitu media sosial. Hasil analisis untuk mengatasi kendala promosi meliputi kerjasama dengan travel agent, memaksimalkan promosi di media sosial, melakukan kerjasama dengan instansi terkait, mengkomunikasikan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk mengirimkan peserta yang berbeda dalam pelatihan, mengadakan koordinasi dan menjalin hubungan yang harmonis dengan Dinas Pariwisata kabupaten/kota untuk menentukan prioritas pengembangan pariwisata, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kepariwisataan. Kata Kunci : Dinas Pariwisata DIY, Media Promosi, Wisatawan  ABSTRACTDIY Tourism Office is a regional implementing element in tourism sector. DIY Tourism Office has duties to perform tourism affairs, deconcentration authority and co-administration tasks provided by government. Concerning to tourism activities, DIY Tourism Office strives to convey information or promote various kinds of tourism activities in DIY aiming to increase tourist visits to DIY. DIY Tourism Office has some constraints in promoting such as budget constraints, nonoptimal infrastructure, lack of Human Resources quality, lack of synergy or similarity of interests orientation with Tourism Office in the district/city, and lack of public awareness in tourism. Data collection methods used in the Final Project are observation, interview, documentation, participatory, and literature study with qualitative descriptive analysis method. DIY Tourism Office uses promotional media such as print media advertising, electronic media and social media. The analysis results to overcome promotional constraints include collaborating with travel agents, maximizing promotions on social media, collaborating with relevant agencies, communicating to district/city governments to send different participants in training, coordinating and establishing harmonious relations with District/City Tourism Office to determine tourism development priorities, provide education to the public about tourism. Keywords: DIY Tourism Office , Promotional Media, Tourist
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN AIRPORT CITY MELALUI PENINGKATAN SDM PERHOTELAN DAN RESTORAN DI KABUPATEN KULON PROGO Atmoko, Temoteus Prasetyo Hadi; Santoso, Ihsan Budi
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 2 (2019): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i2.20979

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap masyarakat terhadap pengembangan kawasan Airport City, strategi pengembangan pariwisata dan untuk mengetahui strategi peningkatan SDM bidang perhotelan dan restoran.   Jenis data yang dikumpulkan adalah data kualitatif, dengan analisis SWOT. Berdasarkan wawancara dengan 40 responden yang terdiri dari 31 orang anggota PHRI dan 9 orang tokoh masyarakat, 30 orang menyatakan sangat setuju dengan dibangunnya bandara YIA di Kulon Progo, dan 10 orang menyatakan setuju. Pengembangan pariwisata kawasan Airport City dilakukan dengan membentuk BPC PHRI Cabang Kulon Progo sehingga berdampak pada pertumbuhan hotel dan restoran yang ada di Kulon Progo. Berdasarkan gambar matrik SWOT, hasil analisis terpetakan pada kuadran I kondisi yang kuat dan berpeluang, rekomendasi strategi yang diberikan adalah progresif, yaitu berfokus pada strategi SO, dengan meningkatkan sinergi antara PHRI dengan dinas terkait dalam pelatihan pengolahan makanan untuk chef dan barista, serta bimtek online single Submission (OSS).Kata Kunci: Airport City, Pengembangan, Peningkatan SDM DEVELOPMENT STRATEGY OF THE AIRPORT CITY AREA THROUGH HUMAN RESOURCE IMPROVEMENT OF HOSPITALITY AND RESTAURANT IN KULON PROGO DISTRICTABSTRACTThis study aims to know the attitude of the community towards the development of the Airport City area, tourism development strategies and to find out strategies for improving the Human Resource in the hotel and restaurant sector. The type of data collected is qualitative data, with SWOT analysis. Based on interviews with 40 respondents consisting of 31 members of PHRI and 9 community leaders, 30 respondents stated strongly agree with the construction of the YIA airport in Kulon Progo, and 10 respondents stated agreed. The Airport City tourism development was carried out by forming a BPC PHRI (A Branch Leadership Management?s The Association Of Hotels And Restaurants Indonesia) Kulon Progo Branch so that it affected to the growth of hotels and restaurants in Kulon Progo. Based on the SWOT matrix image, the results of the analysis are mapped to first quadrant, strong conditions and have a chance, the recommendations of the strategy given are progressive, namely focusing on the SO strategy. by increasing the synergy between PHRI and related agencies in food processing training for chefs and baristas, as well as technical guidance of online single Submission (OSS).Keywords: Airport City, Development, Human Resource Improvement
THE EFFECT OF ICT ON TOURIST EXPERIENCE IN DKI JAKARTA AS "SMART CITY" Cahyadi, Hery Sigit; Novriyanti, Anissa
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 3, No 1 (2020): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v3i1.24304

Abstract

ABSTRAKSebagai Ibu Kota, Jakarta adalah salah satu kota di Indonesia yang mengimplementasikan TIK dan mentransformasikannya menjadi kota yang cerdas. Beberapa kegiatan yang berkaitan dengan kebijakan publik telah menggunakan aplikasi TIK yang dikelola melalui pusat komando pemantauan dan evaluasi. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui apakah aplikasi TIK yang telah diterapkan mempengaruhi kegiatan bepergian di DKI Jakarta, terutama yang berkaitan dengan pengalaman wisata. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif dengan mengambil sampel wisatawan asing dan domestik dari 190 responden masing-masing. Penyebaran kuesioner dilakukan di beberapa tempat wisata utama di DKI Jakarta seperti Monas, Kota Tua, Taman Mini Indonesia Indah, Kebun Binatang Ragunan. Hasil penelitian menemukan bahwa TIK belum memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengalaman bepergian di DKI Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji TIK untuk pengalaman wisatawan yang bepergian dalam kaitannya dengan Jakarta sebagai kota pintar yang mendukung pengembangan wisata cerdas tujuan. Kata Kunci : Teknologi Informasi dan Komunikasi, Jakarta, Pengalaman Berwisata, Smart City   ABSTRACTAs the Capital City, Jakarta is one of the cities in Indonesia that implements ICT and transform into a smart city. Some activities related to public policies have used ICT applications that are managed through a monitoring and evaluation command center. This study tries to find out whether ICT applications that have been applied affect the activities of traveling in DKI Jakarta, especially related to the tourist experience. This study uses quantitative data analysis techniques by taking samples of foreign and domestic tourists of 190 respondents each. The distribution of questionnaires was carried out in several major tourist attractions in DKI Jakarta such as Monas, Old Town, Taman Mini Indonesia Indah, Ragunan Zoo. The results found that ICT has not had a significant influence on the experience of traveling in DKI Jakarta.The purpose of this study is to test ICT for the experience of traveling tourists in relation to Jakarta as a smart city that supports the development of smart tourist destinations. Keywords: DKI Jakarta , ICT, Smart City, Tourist Experience,
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP SOSIAL BUDAYA DI DESA SENDANGAGUNG, MINGGIR, SLEMAN Widyaningsih, Heni
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1 (2019): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16433

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata dan implikasinya terhadap sosial budaya di desa Sendangagung, Minggir, Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu proses pemberdayaan masyarakat di Desa Sendangagung meliputi 3 tahapan, yaitu tahap membentuk iklim masyarakat berkembang, tahap memperkuat potensi dan komunitas, serta tahap pendampingan kelompok. Pengembangan potensi Desa Sendangagung terdiri dari 3 hal yaitu pengembangan potensi sumber daya manusia, potensi budaya dan potensi alam. Implikasi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata budaya di Desa Sendangagung terhadap ketahanan sosial budaya wilayah berupa pelestarian terhadap budaya dan adat istiadat setempat, adanya perubahan mata pencaharian masyarakat, dengan adanya desa wisata maka pengelola harus menggali dan mempertahankan nilai-nilai adat serta budaya yang telah dimiliki, menimbulkan rasa bangga bagi penduduk desa untuk tetap tinggal di desanya, penguatan kehidupan beragama dan tetap terjaganya nilai-nilai kekeluargaan sosial masyarakat. Kata Kunci:, Desa Wisata,  Pemberdayaan Masyarakat, Sosial Budaya  EMPOWERMENT OF COMMUNITY IN DEVELOPMENT OF TOURISM VILLAGE AND ITS IMPLICATIONS ON SOCIAL CULTURE IN SENDANGAGUNG VILLAGE, MINGGIR, SLEMAN ABSTRACTThis study aims to determine community empowerment in the development of tourist villages and their implications for socio-culture in the village of Sendangagung, Minggir, Sleman. This study uses a qualitative approach with a type of descriptive study. The results of this study are the process of community empowerment in Sendangagung village which includes 3 stages, namely the stage of forming a developing community climate, the stage of strengthening potential and community, and the group mentoring stage. The potential development of the Sendangagung village consists of three things, namely the development of the potential of human resources, the potential of culture and natural potential. Implications of community empowerment through the development of cultural tourism villages in Sendangagung village towards the socio-cultural resilience of the region in the form of preservation of local culture and customs, changes in people's livelihoods, with the existence of tourism villages, managers must explore and maintain their customary and cultural values , creating a sense of pride for the villagers to remain in their villages, strengthen religious life and maintain the social values of the community. Keywords: Community Empowerment, Socio-Culture, Tourism Village
PENGEMBANGAN MODEL WISATA EDUKASI DI MUSEUM PENDIDIKAN NASIONAL Juwita, Tita; Novianti, Evi; Tahir, Rusdin; Nugraha, Awaludin
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 3, No 1 (2020): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v3i1.21488

Abstract

ABSTRAKMuseum Pendidikan Nasional merupakan museum yang mempunyai konsep modern dan kini telah banyak di kenal oleh para pengunjung khususnya di kalangan mahawasiswa dan peserta didik karena dari jumlah kunjungan yang datang mengunjungi Museum Pendidikan Nasional merupakan Mahasiswa dan Peserta Didik yang merupakan salah satu tuntutan dalam kurikulum. Dalam upaya pengembangan wisata edukasi di Museum Pendidikan Nasional masih terdapat beberapa kendala yaitu prosedur alur kepemanduan yang belum efektif karena sistem kepemanduan yang kurang sesuai dengan kebijakan pendidikan di museum, maka perlu adanya kebijakan-kebijakan pendidikan dan menerapkan sistem wisata edukasi dengan baik agar pelaksanaan program wisata edukasi di Museum Pendidikan Nasional berjalan dengan efektif agar dapat meningkatkan jumlah kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan wisata edukasi di Museum Pendidikan Nasional. Penelitian ini di lakukan untuk memberikan edukasi pada wisatawan khususnya pengunjung museum agar mengetahui seberapa besar penting nya wisata edukasi di Museum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Data yang diambil adalah data primer dan data skunder, dimana data primer diperoleh dari kuesioner dan wawancara kepada narasumber yang telah ditentukan yaitu wawancara dengan staf Museum Pendidikan Nasional mengenai prosedur wisata edukasi yang di terapkan oleh museum dan data skunder yang di peroleh dari Museum Pendidikan Nasional yaitu berupa jumlah kunjungan, sejarah museum, struktur organisasi dan visi-misi museum. Kata Kunci: Museum Pendidikan, Pengembangan, Wisata Edukasi EDUCATION TOURISM DEVELOPMENT MODELS IN THE NATIONAL EDUCATION MUSEUM ABSTRACTThe National Education Museum is a museum that has a modern concept and is now widely known by visitors, especially in students and students because of the number of visits that come. the implementation system is not in accordance with the educational policies in the museum, it is necessary to have educational policies and tourism education system needs to be done well in order to run an educational tourism program in the National Education Museum running effectively in order to increase the number of visits. This research aims to study the development of tourism education in the National Education Museum. This research was conducted to provide education to special tourists who visit museums to be able to know the importance of tourism education in the Museum. The research method used is a qualitative method. The data taken are primary data and secondary data, while primary data obtained from questionnaires and interviews with predetermined sources, namely interviews with staff of the National Education Museum regarding tourist education procedures applied by the museum and secondary data obtained from the National Education Museum consists of number of visits, museum history, organizational structure and vision and mission of the museum. Keywords: Development, Educational Museum, Educational Tourism
DESIGNING CORAL REEF TRANSPLANTATION PROGRAM WITH LOCAL COMMUNITY IN FORM OF MARINE ECOTOURISM TOUR PACKAGE Wirakusuma, Reiza Miftah; Sukirman, Oman; Waliyudin, Ridwan Taufik; Putra, Rifki Rahmanda
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 2 (2019): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i2.20999

Abstract

ABSTRAKSejak 1990 Pangandaran telah berkembang menjadi salah satu tujuan wisata utama di Jawa Barat yang memfokuskan pengembangannya pada wisata bahari. Perkembangan itu menarik banyak wisatawan dan berdampak pada kondisi ekosistem laut. Terumbu karang secara perlahan dirusak oleh kegiatan wisatawan, limbah plastik dan polusi, sehingga kejernihan air terdegradasi. Program ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kerusakan terumbu karang dan kesiapan masyarakat dalam membudidayakan terumbu karang, serta menyediakan pelatihan kepada masyarakat sehingga model transplantasi akan dihasilkan. Subjek dari pelatihan ini adalah komunitas nelayan di Kecamatan Pananjung. Pelatihan disampaikan dalam tahapan: 1) identifikasi kondisi terumbu karang di Perairan Cagar Alam; 2) analisis kesiapan dan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan budidaya terumbu karang, dan 3) pelatihan dalam budidaya terumbu karang bagi masyarakat. Sasaran dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan perairan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat melalui pelatihan dalam budidaya terumbu karang. Ketika transplantasi siap, masyarakat setempat akan dapat mengembangkan usaha pariwisata mandiri, berdasarkan konservasi dan meningkatkan ekonomi masyarakat, sehingga membantu pemerintah dalam mewujudkan wisata bahari yang berkelanjutan.Kata Kunci: Ekowisata, Transplantasi Terumbu Karang, Wisata Bahari. ABSTRACTSince 1990 Pangandaran has developed into one of the main tourism destination in West Java which focuses its development on Marine Ecotourism. The development drawn high number of tourists and impacted the condition of the marine ecosystems. The coral reefs were slowly being damaged by tourists activities, plastics waste and pollution, thus the clarity of the water was degraded.This Program was conducted to analyze the level of damage to coral reefs and community preparedness in cultivating coral reefs, as well as providing training to the community so that the model of transplantion would be generated. The subjects of this training were fishermen communities in Pananjung Subdistrict. The training was delivered in the stages of: 1) identification of the condition of coral reefs in the Nature Reserve Waters; 2) analysis of community readiness and ability in developing coral reef cultivation, and 3) training in coral reef cultivation for the community. The target of this activity is to improve the quality of the aquatic environment and increase the knowledge of local communities through training in coral reef cultivation. Whenever the transplantation is ready, the local community will be able to develop an independent tourism business, based on water conservation, and improve the economy of the community, thus helping the government in realizing a sustainable marine tourism.Keywords: Coral Reef Transplantation, Ecotourism, Marine tourism.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA DI DESA KERTAWANGI, CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT Edison, Emron; Kartika, Titing; Dewi, Nurul
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 2 (2019): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i2.20980

Abstract

ABSTRAK Pada dasarnya pengembangan pariwisata tidak terlepas dari peran masyarakat di sekitarnya. Dukungan dan peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk sebuah pengembangan suatu kawasan wisata dan daya tarik wisata. Penelitian ini dilakukan di kawasan wisata Desa Kertawangi, Cisarua Kabupaten bandung Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengembangan kawasan wisata di Desa Kertawangi dan persepsi masyarakat terhadap pengembangan suatu kawasan wisata. Berdasarkan hal tersebut,  kawasan wisata yang menawarkan daya tarik wisata tentu membutuhkan aspek-aspek dalam pengembangannya. Aspek-aspek tersebut adalah dengan pengembangan aktivitas dan daya tarik wistanya, trasportasi, akomodasi, elemen kelembagaan, insfrastuktur, dan pelayanan fasilitas wisata. Selain pengembangan, kemajuan dan kesejahteraan masyarakat menjadi penentu sebuah persepsi baik dari masyarakat. Peneliti menggunakan metode kombinasi melalui metode kualitatif sebagai metode primer dan metode kuantitatif sebagai metode sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kawasan wisata di Desa Kertawangi sudah berjalan dengan baik, hal tersebut dilihat dari berbagai aspek yang telah dikaji melalui observasi dan wawancara. Persepsi masyarakat mengenai kawasan wisata yang ada di sekitar daerah tempat tinggal mereka juga sudah baik, dilihat dari adanya peningkatan pendapatan masyarakat dan peluang usaha bagi masyarakat serta menambah lapangan pekerjaan namun belum signifikan. Kata Kunci   : Pengembangan, Kawasan Wisata, Persepsi Masyarakat  COMMUNITY PERCEPTION TOWARDS TOURISM DEVELOPMENT AREA IN KERTAWANGI VILLAGE, CISARUA. WEST BANDUNG DISTRICT ABSTRACTBasically tourism development is inseparable from the role of the local community. The community support and participation are needed for the development of a tourist area and tourist attraction. This research was conducted in the tourist area of Kertawangi Village, Cisarua, West Bandung Regency. The purpose of this study was to determine the development of tourist areas in Kertawangi Village and community perceptions of the development of a tourist area. That development, tourist areas that offer tourist attraction certainly need aspects in its development. These aspects are by developing activities and attractiveness of time, transportation, accommodation, institutional elements, infrastructure, and tourism facilities. In addition to development, progress and welfare of the community is a determinant of a good perception of the community. The researcher used a mix method through qualitative methods as primary methods and quantitative methods as secondary methods. The results of the study show that the development of tourist areas in Kertawangi Village has been going well, it is seen from various aspects that have been studied through observation and interviews. Community perceptions of tourist areas around their area of residence have also been good, seen from the increasing the community income and business opportunities for the community and increasing employment opportunities.       Keywords: Development, Tourism Area, Community Perception
PENGARUH KUALITAS NIGHTLIFE ATTRACTION TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN DI KAWASAN PRAWIROTAMAN Kholifah, Nur Asriatul; Setiawan, Bakti; Sunaryo, Bambang
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 3, No 1 (2020): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v3i1.23538

Abstract

ABSTRAKNightlife attraction merupakan komponen produk wisata yang penting tetapi kurang mendapat perhatian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana wisata malam memiliki pengaruh pada kepuasan wisatawan terhadap kawasan Prawirotaman. Penelitian ini merujuk pada teori kualitas produk wisata yang mencakup atraksi wisata, amenitas, dan aksesibilitas yang menggunakan metode kuantitatif didukung dengan data kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner pada wisatawan dan wawancara kepada pihak pengelola kemudian dianalisis dengan analisa Servqual, CSI, dan IPA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas nightlife di Kawasan Prawirotaman masih jauh di bawah tingkat harapan wisatawan. Hal ini mengindikasikan tingkat kepuasan wisnus maupun wisman terhadap kawasan wisata Prawirotaman masih rendah. Terdapat beberapa indikator yang mempengaruhi tingkat kepuasan wisnus dan wisman yang dapat menjadi perhatian bagi pengelola dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas nightlife attraction. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu rendahnya kualitas elemen produk 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) mempengaruhi kepuasan wisatawan secara keseluruhan. Kata Kunci : Nightlife Attraction, Kepuasan Wisatawan, Kawasan Wisata INFLUENCE OF QUALITY OF NIGHT ATTRACTION PRODUCTS TO TOURISTS SATISFACTION IN PRAWIROTAMANABSTRACT ABSTRACTNightlife attraction is an important component of tourism product but less attention. The purpose of this research is to know how the night attraction has an influence on tourists satisfaction in Prawirotaman. This study refers to quality of tourism product?s theory that include attractions, amenity, and accessibility that uses quantitative methods supported by qualitative data. The data were collected by questionnaire on the tourists and interview to the manager then analyzed by Servqual, CSI, and IPA analysis. These results indicate the quality of nightlife attraction in Prawirotaman area is still far below the tourist?s expectations. This indicates the level of satisfaction from domestic and international tourists towards Prawirotaman are still low or very dissatisfied. There are several indicators that affect the level of domestic and international tourists satisfaction can be a concern for managers and governments in improving quality of night attraction. The conclusion is the low quality of 3A product element (attraction, amenities, and accessibility) influence the whole tourist satisfaction. Keywords: Nightlife Attraction, Tourist Satisfaction, Tourism Area
RESPON PEMBACA TERHADAP APLIKASI TRAVELOKA: FENOMENA FITUR ‘TRAVELOKA XPERIENCE’ Rachmawati, Iin
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 3, No 1 (2020): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v3i1.22808

Abstract

ABSTRAK Akhir-akhir ini bisa dilihat bahwa ada banyak sekali cara-cara yang bisa dilakukan ketika seseorang hendak bepergian keliling dunia atau ketika hendak mencari hiburan.Internet menyediakan segala hal yang kita butuhkan hanya dengan beberapa kali klik. Kali ini akan dibahas mengenai fenomena baru yang biasa disebut ?Traveloka Xperience?. Dengan fitur ini, para pengguna bisa mencari apapun terkait media hiburan yang mereka inginkan dalam satu aplikasi. Penelitian ini akan mencoba untuk menganalisis tentang respon pembaca terhadap ?Traveloka Xperience? sebagai platform media hiburan khususnya bagi mereka yang tinggal di Surabaya. Teori respon pembaca oleh Jauss Iser digunakan dalam penelitian ini. Pendekatan fenomenologi akan digunakan untuk membantu menemukan pemahaman tentang respon pembaca terhadap fenomena budaya tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa respon pelanggan terhitung sangat baik dalam menginterpretasikan manfaat dari fitur Traveloka Xperience. Para pengguna tampak menemukan makna dan manfaat dari fitur ini berdasarkan pada pengalaman dan latar belakang mereka. Kata Kunci   : Media Hiburan, Respon Pembaca, Traveloka Xperience  ABSTRACTRecently, there are numerous different ways that can be done by people when it comes to travel around the world or even when they just want to entertain themselves. Internet has provided everything they need by just a few simple clicks. Today, there is a new feature called ?Traveloka Xperience? in which can be said to be the new phenomenon in searching for any entertainment media. This study will try to analyze about the reader response of ?Traveloka Xperience? as a media for entertaining people especially for those who live in Surabaya. The theory of reader response from Jauss Iser will be used to conduct this study. Phenomenological approach will be used as the research design in order to help to find an understanding on how the readers will respond to this cultural phenomenon. The result shows that the users? responds are quite good in interpreting the benefits of Traveloka Xperience feature. Those users can make the maximum benefits of finding the meaning of this feature based on their own experiences and backgrounds.
ANALISIS FAKTOR PENENTU KEPUASAN KERJA KARYAWAN HOTEL Wiastuti, Rachel Dyah; Chandra, Jenny
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 2 (2019): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i2.21000

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menentukan kepuasan kerja karyawan Restoran Cinnamon di Hotel Mandarin Oriental Jakarta. Data didapatkan melalui survei menggunakan kuesioner dengan pernyataan tertutup dalam pilihan jawaban skala Likert. Wawancara juga dilakukan kepada karyawan sebagai data primer. Sampel penelitian adalah 36 karyawan Restoran Cinnamon, baik karyawan pada bagian pelayanan maupun bagian produksi. Deskriptif statistik digunakan untuk mengetahui faktor penentu kepuasan kerja, yang menunjukkan bahwa lingkungan kantor yang nyaman dan evaluasi sebagai pengambilan keputusan menjadi dua faktor utamanya. Sedangkan analisis faktor konfirmatori digunakan untuk mengkonfirmasi faktor penentu kepuasan kerja yang kemudian dikelompokkan menjadi enam faktor yaitu kompensasi dan dukungan, lingkungan dan peluang karir, evaluasi dan tanggung jawab, otonom, komunikasi dan konten pekerjaan. Implikasi penelitian ini untuk memberikan saran bagi manajemen hotel dalam memahami karyawan agar tercipta komitmen organisasi yang tinggi dan mengarah pada tingkat turnover yang rendah. Kata Kunci : Faktor Kepuasan, Kepuasan, Kepuasan Kerja, Lingkungan Kerja FACTOR ANALYSIS OF EMPLOYEE JOB SATISFACTION AT HOTEL INDUSTRY ABSTRACTThe objective of this research is to identify the determinant factors of employee job satisfaction at Cinnamon Restaurant, Mandarin Oriental Hotel, Jakarta. Data was collected through survey using questionnaires with close-ended statement and Likert scale. Additional interview was conducted to support the data. Sample of this research is 36 employees of Cinnamon Restaurant, production and service department. Descriptive statistic was used to determine the job satisfaction factors. It shows that workplace environment and evaluation-based decision- making become the two major factors that determine the employee satisfaction. While, confirmatory factor analysis was used to confirm the existing factor of employee satisfaction. As a result, six factors were formed and named as benefit and support, environment and career opportunities, evaluation and responsibility, autonomous, communication, and job content. This research implication provide suggestion for the hotel management to better understanding their employee to enhance the organizational commitment that lead to low turnover rate. Keywords: Employee Satisfaction, Factor Analysis, Job Satisfaction, Working Environment

Page 5 of 12 | Total Record : 120