cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan
ISSN : 0854526x     EISSN : 25030272     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Eknomi Pembangunan merupakan salah satu jurnal Pusat Penelitian Ekonomi - LIPI dengan versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Jurnal ini membahas permasalahan di bidang ekonomi dan pembangunan dalam arti menyeluruh, tidak hanya terbatas pada ilmu ekonomi pembangunan. Namun meliputi juga ekonomi Islam, ekonomi lingkungan, ekonomi perusahaan, pembangunan daerah, kemiskinan, ketimpangan dan bidang yang terkait ilmu ekonomi dan pembangunan lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 27 No 1 (2019)" : 6 Documents clear
THE IMPACT OF THE INDONESIAN TAX ADMINISTRATION REFORM ON TAX COMPLIANCE AND TAX REVENUE Eka, I Wayan Agus
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 27 No 1 (2019)
Publisher : Economic Research Center, the Indonesian Institute of Sciences (P2E-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.087 KB) | DOI: 10.14203/JEP.27.1.2019.1-24

Abstract

This study investigated the impact of the Indonesian tax administration reform on tax compliance and tax revenue. I used merged provincial-level data obtained from two main sources: Directorate General of Taxes (DGT) and Indonesia Statistic, and I applied multiple regressions with a fixed-effect model. I find that individual taxpayer compliance was positively affected by the tax administration reform. Tax revenue, however, was negatively affected by the tax administration reform due to DGT?s productivity problem meaning that tax potency variables did not affect tax revenue after the tax administration reform was completed. The findings identify several areas for improvements and suggest several policy implications. First, improving administration in Small Taxpayer Office (STO) especially for individual taxpayers is needed. Second, tax revenue strategy focusing on individual taxpayers is needed to materialize improvement in individual taxpayer compliance into tax revenue. Third, problem in productivity suggests that DGT should improve its input side by improving law enforcement, widening delegated authority, and increasing budget allocation.  
MANAKAH INDIKATOR TERPENTING STABILITAS SISTEM KEUANGAN?: PERSPEKTIF MAKROPRUDENSIAL Rusydiana, Aam Slamet; Rani, Lina Nugraha; Hasib, Fatin Fadilah
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 27 No 1 (2019)
Publisher : Economic Research Center, the Indonesian Institute of Sciences (P2E-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.49 KB) | DOI: 10.14203/JEP.27.1.2019.25-42

Abstract

Secara umum ada dua indikator stabilitas sistem keuangan di Indonesia, yaitu mikroprudensial dan makroprudensial. Di antara indikator makroprudensial adalah pertumbuhan ekonomi, neraca pembayaran, tingkat inflasi, suku bunga dan nilai tukar, efek penularan krisis, dan banyak lainnya. Berbeda dari penelitian sebelumnya mengenai pengukuran stabilitas sistem keuangan, penelitian ini akan menggunakan perspektif praktisi keuangan dan perbankan mengenai indikator utama dalam mengukur stabilitas sistem keuangan dengan menggunakan Analytic Network Process (ANP) metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil wawancara dengan pakar/ praktisi perbankan, 3 (tiga) aspek terpenting adalah aspek Utang (0,225), Indikator Makro (0,222) dan aspek Neraca Pembayaran (0,217). Indikator penting stabilitas sistem keuangan dari aspek makroprudensial berikutnya terkait dengan Contagion Effect (0,178) dan Aspek Tenaga Kerja (0,159). Kebijakan makroprudensial yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia sebagai bank sentral yang memiliki otoritas penuh, memainkan peran penting dalam menjaga  Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) di Indonesia.
EFEK THRESHOLD INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL DI INDONESIA Kusumatrisna, Adam Luthfi; Sugema, Iman; Pasaribu, Syamsul Hidayat
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 27 No 1 (2019)
Publisher : Economic Research Center, the Indonesian Institute of Sciences (P2E-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.8 KB) | DOI: 10.14203/JEP.27.1.2019.43-52

Abstract

Penelitian terbaru menyatakan bahwa hubungan antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi tidaklah linier. Ketika inflasi melebihi ambang batas tertentu, akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan linear dan non-linear antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia menggunakan data panel provinsi. Hubungan linier diuji menggunakan panel fixed effect model sementara hubungan non-linear menggunakan panel threshold fixed effect model. Saat dilakukan uji secara linear, inflasi di Indonesia memiliki efek negatif pada pertumbuhan ekonomi begitu juga dengan  pertumbuhan rasio pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan penduduk. Sementara pertumbuhan investasi dan pertumbuhan keterbukaan ekonomi memiliki efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Ketika melakukan uji non-linear, inflasi di Indonesia berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi hanya ketika melebihi 9,57 dan 9,59 persen. Sementara itu saat inflasi melebihi 5,09 persen, pertumbuhan ekonomi di Indonesia melambat. Kebijakan pengendalian inflasi tetap harus dilakukan untuk mengurangi dampak buruk inflasi, karena inflasi yang tinggi  dan berfluktuasi tidak baik bagi perekonomian. Studi ini menyarankan pihak terkait seperti Bank Indonesia (BI) dan Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk berhati-hati saat inflasi mulai melebihi angka 5,09 persen dan waspada saat inflasi melebihi angka 9,57 persen dan 9,59 persen.  
SINERGI LEMBAGA TEKNOLOGI FINANSIAL DAN KOPERASI DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI FINANSIAL OLEH USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DI NTB Yuliana, Rr. Retno Rizki Dini
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 27 No 1 (2019)
Publisher : Economic Research Center, the Indonesian Institute of Sciences (P2E-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.113 KB) | DOI: 10.14203/JEP.27.1.2019.53-66

Abstract

Permasalahan keuangan, sumberdaya manusia, dan teknologi merupakan permasalahan klasik yang dihadapi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Perkembangan teknologi di bidang keuangan telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir ini dan berdampak perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi keuangan. Hal ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan keuangan yang dihadapi UMKM. Keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki pelaku UMKM ternyata disadari oleh lembaga Teknologi Finansial (Tekfin), sehingga lembaga Tekfin mencoba untuk bersinergi Koperasi untuk mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinergi yang dilakukan oleh lembaga Tekfin dengan Koperasi, serta dampaknya bagi pelaku UMKM, Koperasi, dan lembaga Tekfin, khususnya di NTB. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Dari hasil analisis diketahui bahwa terdapat dua Koperasi di NTB yang bersinergi dengan lembaga Tekfin yaitu Koperasi Mitra Dhuafa (Komida) dengan Tekfin Pembiayaan Mekar, dan Koperasi Tani (Koptan) Wira Singe dengan Tekfin Pembayaran Mandiri e-cash. Tekfin Mekar menyediakan aplikasi sebagai media bertemunya investor dan peminjam. Dimana Komida yang memfasilitasi anggotanya untuk memperoleh pinjaman yang didanai oleh Tekfin Mekar. Sedangkan Tekfin Mandiri e-cash merupakan Tekfin pembayaran yang serupa dengan rekening ponsel, dan Koptan Wira Singe membantu Bank Mandiri untuk mengedukasi dan memfasilitasi para anggotanya agar dapat mengakses Mandiri e-cash. Dari kerja sama yang dilakukan ini, baik lembaga Tekfin, Koperasi, maupun anggota memperoleh dampak positif berupa imbal hasil, bertambahnya jumlah nasabah, bantuan permodalan, peningkatan transaksi penjualan dan keuntungan, bertambahnya jumlah relasi usaha, serta memperoleh literasi keuangan.  
ANALISIS AKSESIBILITAS PERMODALAN USAHA MIKRO KECIL DI PROVINSI SUMATERA BARAT Diana, Rita
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 27 No 1 (2019)
Publisher : Economic Research Center, the Indonesian Institute of Sciences (P2E-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.444 KB) | DOI: 10.14203/JEP.27.1.2019.67-80

Abstract

Usaha Mikro Kecil (UMK) merupakan usaha kerakyatan yang mempunyai potensi untuk terus dikembangkan. Untuk mengembangkan usaha, UMK harus meningkatkan kapasitas produksinya yang tentunya memerlukan modal yang tidak sedikit. Minimnya permodalan dan rendahnya kemampuan serta pengetahuan pengelola UMK membuat UMK belum mampu mengimbangi perubahan selera konsumen dan berdaya saing global. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya akses UMK terhadap sumber daya modal di Provinsi Sumatera Barat menggunakan metode regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMK yang tergabung dalam wadah koperasi memiliki peluang tiga kali lebih besar untuk mendapatkan akses yang lebih besar ke permodalan dari lembaga keuangan ketimbang UMK lain yang tidak tergabung ke dalam wadah koperasi. UMK yang memiliki rencana pengembangan usaha berpeluang hampir dua kali lebih besar dari usaha lain yang tidak memiliki rencana pengembangan akan akses terhadap permodalan dari lembaga keuangan. Dari hasil estmasi terlihat bahwa UMK yang UMK yang pengelolanya laki-laki dan berpendidikan dibawah SLTA, lokasi di perdesaan, beroperasi lebih dari lima tahun dan berskala kecil memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh kredit.  
PENGARUH INTENSITAS KAPITAL TERHADAP TUNJANGAN KECELAKAAN KERJA PADA INDUSTRI MANUFAKTUR DI INDONESIA Prawira, Yuda
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 27 No 1 (2019)
Publisher : Economic Research Center, the Indonesian Institute of Sciences (P2E-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.65 KB) | DOI: 10.14203/JEP.27.1.2019.81-89

Abstract

Angka kecelakaan kerja di Indonesia sekitar 97 ribu kasus pada tahun 2010 meningkat sekitar 26% menjadi 123 ribu kasus pada tahun 2017. Peningkatan ini menjadi perhatian karena dapat meningkatkan pembayaran tunjangan kecelakaan kerja yang dikeluarkan oleh perusahaan sehingga berimplikasi kepada peningkatan pengeluaran perusahaan.  Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisis pengaruh intensitas kapital perusahaan terhadap tunjangan kecelakaan yang ada pada industri manufaktur di Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena perusahaan dengan intensitas kapital yang tinggi akan mengeluarkan tunjangan kecelakaan kerja yang lebih besar melalui jumlah kecelakaan kerja yang lebih banyak karena kontak manusia terhadap mesin lebih sering terjadi.  Dengan menggunakan jenis data panel dengan rentang tahun 2010-2015, penelitian ini membuktikan bahwa industri padat karya mengeluarkan tunjangan kecelakaan kerja lebih sedikit daripada industri non padat karya sebesar 44,7%.  Variabel upah pekerja dan upah lembur berpengaruh positif dan signifikan terhadap tunjangan kecelakaan kerja, yang bertolak belakang dengan jumlah tenaga kerja perusahaan, keikutsertaan perusahaan pada program perlindungan pekerja yang berpengaruh negatif dan signifikan.  Adapun variabel rasio pekerja produksi dan siklus ekonomi berpengaruh negatif dan tidak signifikan serta variabel rasio pekerja perempuan pun tidak berpengaruh signifikan terhadap tunjangan kecelakaan kerja dengan pengaruh yang negatif.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6