cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
Mekanisme Adaptasi Masyarakat Korban Tsunami di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Marlisa Rahmi; Indra B. Syamwil
Jurnal Permukiman Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2023.18.72-82

Abstract

Meskipun beberapa daerah di Indonesia telah dipetakan sebagai daerah rawan bencana dan bahkan ada yang sudah pernah mengalaminya, namun ternyata hal ini tidak menyurutkan keinginan masyarakat untuk tetap bermukim kembali di daerah bekas bencana tersebut. Salah satu contoh empiris yang masih bisa diamati sekarang ini adalah fenomena bermukim kembalinya masyarakat korban tsunami di Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi adaptasi yang dilakukan masyarakat sebagai suatu bentuk resiliensi untuk tetap bertahan bermukim kembali di kawasan rawan tsunami tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang ditulis secara statistik deskriptif dengan menampilkan tabel, grafik dan gambar. Data yang diperoleh berupa data teks dan data visual, dengan responden sejumlah 25 orang yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada suatu strategi adaptasi yang secara aktif dilakukan oleh masyarakat yang bermukim  kembali di daerah rawan tsunami ini sebagai suatu upaya untuk tetap bisa resilien, yaitu melalui mekanisme adaptation by adjusment dengan melakukan beberapa penyesuaian terhadap fisik hunian dan lingkungannya. Hasil dari kajian ini nantinya diharapkan dapat menjadi pengetahuan baru dalam pendidikan arsitektur serta menjadi masukan bagi pemerintah dalam mengaplikasikan upaya mitigasi bagi masyarakat di daerah rawan bencana.
Karakteristik Limbah Pengawet Boron dan CCB Dalam Proses Pengawetan Bambu Petung dan Gewang Serta Alternatif Pengelolaannya Made Widiadnyana Wardiha; I Ketut Yogi Pradnyana Dibya
Jurnal Permukiman Vol 12 No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2017.12.64-69

Abstract

Bambu laminasi dan gewang laminasi merupakan salah satu produk bahan bangunan pengganti kayu. Dalam pemanfaatannya sebagai pengganti kayu, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah ketahanan terhadap faktor luar. Upaya untuk meningkatkan ketahanan terhadap faktor luar adalah pengawetan. Bahan pengawet yang sering digunakan adalah boron dan CCB (copper, chrome, boron) dan diawetkan dengan metode perendaman dingin. Kendala yang dihadapi dalam proses pengawetan ini adalah adanya limbah bahan pengawet yang tersisa yang perlu dikelola. Namun, agar bisa diketahui alternatif pengelolaannya, perlu diketahui karakteristik limbahnya terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik limbah pengawet boron dan CCB dan menganalisa alternatif pengelolaannya. Pengumpulan data karakteristik limbah dilakukan dengan pengujian laboratorium. Data karakteristik direkapitulasi dan dibandingkan dengan baku mutu air limbah berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010. Analisis alternatif pengelolaannya dilakukan dengan kajian referensi hasil-hasil penelitian sebelumnya. Hasil yang diperoleh yaitu: 1) limbah pengawet boron dan CCB tidak memenuhi baku mutu air limbah, dan kandungan pencemar pada limbah CCB lebih tinggi daripada boron; 2) Pengolahan limbah pengawet boron dapat dilakukan dengan pengolahan alami. Sedangkan limbah pengawet CCB perlu dilakukan pengolahan secara fisika dan kimia. Kata Kunci: limbah pengawet, boron, CCB, baku mutu, pengelolaan
Pengembangan Proses pada Sistem Anaerobic Baffled Reactor untuk Memenuhi Bakumutu Air Limbah Domestik Elis Hastuti; Reni Nuraeni; Sri Darwati
Jurnal Permukiman Vol 12 No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2017.12.70-79

Abstract

The wastewater treatment  infrastructure had provided by the government mainly through  application of communal wastewater treatment plant (WWTP).  The  treatment process  of communal WWTP  applied  generally  anaerobic system, such as Anaerobic Baffled Reactor (ABR) technology, but most of  treated water  do not meet effluent standard. This paper aims to research the characteristics of the organic removal and treatment upgrading process in the communal ABR system, including process modification or combination with other system. Research carried out in several communal WWTP  has applied since the year 2012-2013 in Cimahi City, West Java. Method of evaluation was conducted in the WWTP management through observation of  serviced community, operation and maintenance,  water quality test both physically and chemicaly. Method of qualitative descriptive  for analysis factors affecting the process performance of ABR and  potential process upgrading of  ABR system according to characteristic of ABR system. The organic removal in ABR system  is influenced by the management, existence of pra treatment unit,  acclimatization process, water consumption and environment of serviced area. Upgrading process of ABR system  can be performed by modification of baffle design, start-up process, maintenance biomass,  hybrid system, recirculation systems and application of  further treatment. The   review these alternative of ABR upgrading process are important in the ABR planning standard  to achieve   treated water  meet effluent standard.
Dinamika Harga Lahan Di Sekitar Pengembangan Lahan Skala Besar Gedebage Kota Bandung Asyrafinafilah Hasanawi; Haryo Winarso
Jurnal Permukiman Vol 13 No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2018.13.41-52

Abstract

Proyek pengembangan lahan skala besar di Gedebage oleh Summarecon Gedebage yang semakin meningkat dan rencana Sub Wilayah Kota (SWK) Gedebage sebagai Pusat Pelayanan Kota (PPK) akan berpengaruh pada dinamika harga lahan secara signifikan. Investasi dalam pengembangan lahan akan terus meningkat dan akan mempengaruhi harga pasar lahan. Namun demikian, perkembangan harga lahan di kawasan sekitarnya tersebut belum diketahui secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika harga lahan di sekitar pengembangan lahan skala besar dengan menggunakan beberapa metode, yaitu gabungan kerangka sampel Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan metode geographical area untuk menentukan lokasi harga lahan, metode purposive sampling untuk menentukan broker lahan sebagai responden kunci. Dinamika harga lahan ditunjukkan dengan pertumbuhan median harga lahan dan peta isovalue menggunakan software Surfer DEM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat dinamika harga lahan di wilayah studi yang disebabkan oleh adanya pengembangan lahan skala besar Summarecon Gedebage Kota Bandung. Faktor-faktor eksternal dan internal serta peristiwa-peristiwa penting yang terjadi baik tingkat lokal, regional, dan nasional juga mempengaruhi harga lahan di wilayah tersebut. Pertumbuhan median harga lahan di sekitar pengembangan lahan skala besar Summarecon Gedebage Kota Bandung dan jalan utama meningkat lebih cepat daripada sekitarnya. Fenomena-fenomena ini juga mempengaruhi harga pasar lahan di wilayah studi. Oleh sebab itu, diperlukan peningkatan peran pemerintah untuk memonitoring perkembangan harga lahan yang terjadi secara pesat.
Peningkatan Mutu Agregat Ringan Buatan untuk Beton Ringan Struktural Andriati Amir Husin; Bambang Sugiharto
Jurnal Permukiman Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.1-4

Abstract

Kegagalan yang sering terjadi pada pembuatan beton ringan buatan untuk beton ringan struktural akhir-akhir ini disebabkan pemilihan bahan baku yang tidak memenuhi persyaratan. Masalah ini apabila tidak diatasi segera akan menghambat kelancaran penyediaan bahan bangunan terutama untuk perumahan dan bangunan bertingkat. Penelitian peningkatan mutu agregat ringan dimaksudkan untuk mengembangkan agregat ringan buatan dan bertujuan untuk mendapatkan inovasi teknologi dalam pembuatan agregat ringan untuk beton ringan struktural menggunakan bahan baku lempung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lempung dengan bahan tambahan batu obsidian dan pembakaran sampai kondisi sintering dapat menghasilkan agregat ringan yang memenuhi persyaratan untuk pembuatan beton ringan struktural. Untuk campuran menggunakan 30% batu obsidian dan temperatur pembakaran 1150oC. Nilai 10% kehalusan  diperoleh sebesar 9,27% dan hasil uji kuat tekan benda uji selinder beton umur 28 hari mencapai 26,03 MPa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan bahan lain  dan pengaturan temperatur pembakaran dapat meningkatkan mutu agregat ringan buatan. Disarankan bahwa dalam penggunaan bahan baku sebaiknya dilakukan analisis dahulu agar dapat  memenuhi persyaratan. 
Kajian Kinerja Kompor Aman Kebakaran dan Hemat Energi (Kompor Ahe) Achmad Hidajat Effendi
Jurnal Permukiman Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.15-29

Abstract

Kajian ini dimaksud untuk melakukan pengembangan kompor minyak bersumbu yang umum digunakan masyarakat melalui modifikasi bejana minyak dengan pendingin air untuk meminimasi kemungkinan kompor meledak yang bisa menimbulkan kebakaran, serta menciptakan prototipe kompor minyak bersumbu yang hemat energi. Hemat energi disini dilakukan dengan cara menghitung efisiensi kompor untuk mengetahui seberapa besar energi panas pembakaran minyak dapat dialihkan secara berguna kepada beban masak. Dengan demikian diusahakan sebanyak mungkin panas dialihkan hingga mencapai efisiensi maksimum. Kondisi ini dicapai apabila tingkat efisiensi lebih dari 50 %, dan energi yang terbuang tidak tertumpuk pada kompor. Kompor aman kebakaran dan hemat energi ini memiliki keunggulan, yakni hemat pemakaian minyak tanah dengan nilai efisiensi 65,35 %, aman terhadap bahaya kebakaran dengan temperatur minyak 34,88ºC dan temperatur permukaan bejana minyak 39,94ºC dapat memanfaatkan bahan limbah kaleng bekas, atau 100 % menggunakan bahan lokal. Disamping itu jenis kompor ini ternyata memenuhi persyaratan SNI 12-3745-1999 tentang kompor minyak tanah bersumbu.
Kajian Kualitas Kompos Sampah Organik Rumah Tangga Sri Darwati
Jurnal Permukiman Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.30-43

Abstract

Berdasarkan Peraturan Pemerintah no 16 tahun 2005, tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum menggariskan kebijakan dalam pengolahan sampah dengan metode  yang ramah lingkungan, terpadu, dengan mempertimbangkan karakteristik sampah, keselamatan kerja dan kondisi sosial masyarakat setempat. Komposisi sampah di perkotaan di Indonesia secara umum terdiri atas sampah  organik 70% dan an organik 30%. Pengomposan merupakan alternatif pengolahan sampah organik, yang mana dari 70% sampah organik, 40% nya dapat dikomposkan. Kompos mengandung makro dan mikro nutrein yang sangat bermanfaat sebagai pengkondisi tanah (soil conditioner) sehingga pengomposan sebagai solusi pengolahan sampah yang ramah lingkungan yang menghasilkan nilai tambah berupa kompos yang secara ekonomi menguntungkan. Metode pengumpulan data sekunder kualitas kompos dari berbagai hasil penelitian dan kompos yang dijual dipasaran. Metode analisis secara  deskriptif berdasarkan dengan pengelompokan kualitas kompos berdasarkan jenis sampah pasar dan rumah tangga; pengelompokan kualitas kompos berdasar sistem pengolahan dan analisis kualitas kompos dibandingkan dengan standard Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas kompos sampah organik masih belum memenuhi standar spesifikasi kualitas kompos. Beberapa parameter fisik, kandungan nutrien N dan P masih rendah serta ditemui kompos yang mengandung logam berat dan bakteri coli. Direkomendasikan kompos harus disertai dengan pemilahan yang baik untuk mencegah kontaminan yang berbahaya, pengontrolan kualitas selama proses dan penambahan nutrien untuk meningkatkan kandungan kualitasnya  agar memenuhi standar. 
Pengaruh Getaran Pemasangan Pondasi Tiang Pancang Terhadap Lingkungan Permukiman Mohamad Ridwan
Jurnal Permukiman Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.44-54

Abstract

Jenis pondasi tiang pancang sudah banyak digunakan untuk gedung bertingkat maupun jembatan karena mempunyai daya dukung yang sangat baik, tetapi proses yang dilakukan saat pemancangan akan menimbulkan getaran yang cukup besar dan akan mengganggu terhadap kenyamanan manusia maupun kerusakan bangunan. Untuk mengetahui dampak langsung dari getaran saat dilakukan proses pemancangan maka perlu diketahui intensitas getaran dan dibandingkan dengan standar yang berlaku. Pengukuran dilakukan pada jarak 25 – 200 m dari sumber getar dengan interval 25 m dengan menggunakan alat mikrotremometer yaitu sejenis seismograf dengan sensitivitas yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada beberapa lokasi diketahui bahwa secara empirik dampak getaran tiang pancang sampai jarak 200 m adalah kategori B dan C terhadap kenyamanan manusia dan kategori B terhadap kerusakan bangunan.
Homese Upaya Meningkatkan Hunian Tradisional Sehat Di Distrik Pasema Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Sri Astuti
Jurnal Permukiman Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.55-65

Abstract

Salah satu bentuk hunian tradisional Papua yang cukup dikenal adalah honei. Bentuk honei seolah mewakili bentuk rumah tradisional Papua, namun sebenarnya terdapat beragam bentuk hunian tradisional di Papua. Honei pada umumnya terdapat di daerah pegunungan maupun perbukitan yang berhawa dingin. Salah satu contoh yang akan dibahas adalah honei di distrik Pasema, kabupaten Yahukimo. Kondisi honei, sangat jauh dari persyaratan kesehatan, terutama karena kurangnya ventilasi dan asap yang ditimbulkan akibat penggunaan tungku untuk menghangatkan ruang. Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat maka salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membangun model honei sehat. Banyak upaya pembangunan model hunian honei sehat namun hingga saat ini belum dikembangkan oleh masyarakat karena model yang ditawarkan tidak menyelesaikan permasalahan budaya berhuni yang sebenarnya. Dengan melalui metoda CAP dapat diketahui keinginan, dan kemampuan masyarakat dalam membangun sekaligus memberikan peningkatan kemampuan untuk meningkatkan kualitas hunian agar lebih sehat. Melihat kondisi distrik Pasema, maka HOMESE (Honei Menuju Sehat) merupakan cara penanganan yang paling sesuai saat ini. Dasar pertimbangan yang digunakan adalah kemampuan teknis, ketersediaan bahan bangunan, kondisi geografis, iklim, cuaca, dan budaya masyarakat.
Peremajaan Permukiman Melalui Keswadayaan Masyarakat (Membangun dengan potensi masyarakat di Cigugur Tengah, Cimahi, Jawa Barat) Gundhi Marwati
Jurnal Permukiman Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.66-78

Abstract

Tumbuhnya permukiman kumuh di daerah perkotaan pada umumnya akibat dari kebutuhan perumahan yang belum terpenuhi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penerapan penataan kembali kawasan kumuh  di  Cigugur Tengah-Cimahi diharapkan sebagai model yang bisa diterapkan di berbagai daerah yang kondisinya sama. Cigugur Tengah adalah salah satu kawasan di kota Cimahi yang letaknya sangat strategis, terletak dekat perbatasan kota Bandung dan kota Cimahi. Karena kawasan tersebut berdampingan dengan kawasan industri, maka keberadaan kaum buruh yang jumlahnya cukup tinggi menyebabkan banyak yang menyewa atau mendirikan pondok-pondok secara ilegal. Tidak terkendalinya pembangunan perumahan Cigugur Tengah, menyebabkan kawasan tersebut mengalami penurunan kualitas lingkungan secara keseluruhan. Adanya program peremajan kawasan kumuh pemerintah kota Cimahi, akan memberi peluang untuk peremajaan permukiman kawasan Cigugur Tengah. Dalam konsep ini, selain menerapkan konsep membangun tidak menggusur, juga diterapkan konsep membangun keswadayaan masyarakat berkelanjutan.