cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
Komparasi Nilai Partial-OTTV pada EAST-WALL berbasis U-VALUE= 2,6 dengan U-VALUE= 1,6 Wied Wiwoho Winaktoe
Jurnal Permukiman Vol 4 No 2 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2009.4.121-127

Abstract

Secara teoritik, dinding-Timur (obyek simulasi) iklim tropika-lembab dipersyaratkan untuk memiliki nilai u-value = 2,0 yang sebenarnya sulit tercapai karena struktur dinding yang popular (plester-bata-plester) cenderung memiliki u-value = 2,6. Peningkatan kuantitas u-value tersebut terkait dengan penurunan kuantitas resistance value (R) melalui hubungan 1/R = u-value; hal ini berarti bahwa nilai-resistensi dinding akan (selalu) sulit menahan laju transfer-panas (OTTV-partial). Riset ini ditujukan untuk mendefinisikan dampak u-value > 2,0 (yakni 2,6) atau u-value < 2,0 (yakni 1,6) terhadap OTTV-partial, kasus dinding-Timur bangunan gedung. Prosedur riset mencakup sejumlah tahapan, yakni: (a) model dinding-Timur yang bernilai u-value >2 (yakni 2,6) dan WWR = 0,40 diformulasi lalu divisualisasikan menggunakan Ecotect v5.50; (b) model dinding-Timur yang bernilai u-value < 2 (yakni 1,6)  dan WWR = 0,40 diformulasi lalu divisualisasikan menggunakan Ecotect v5.50, (c) dinding-Timur dengan u-value=2,6 menjadi input dalam OTTV ver 1; kalkulasi partial OTTV menghasilkan nilai 21,28 W/m2, (d) dinding-Timur dengan u-value=1,6 menjadi input dalam OTTV ver 1; kalkulasi partial OTTV menghasilkan nilai 12,95 W/m2.  Konklusi: U-value < 2 menghasilkan partial OTTV lebih kecil ketimbang u-value > 2; oleh karena itu struktur ber-u-value < 2 menerima transfer-panas parsial jauh lebih kecil karena memiliki resistensi panas yang jauh lebih besar
Metode Analisa Data Variabel Sosial Bidang Permukiman Yulinda Rosa
Jurnal Permukiman Vol 4 No 2 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2009.4.128-139

Abstract

Pembangunan perumahan dan permukiman yang berkelanjutan adalah suatu konsep pembangunan dengan mempertimbangkan tiga pilar yaitu: ekonomi, sosial dan lingkungan. Analisa sosial merupakan hal yang penting dilakukan untuk mendapatkan pembangunan perumahan dan permukiman yang berkelanjutan. Terdapat dua metode analisa data secara statistik yaitu deskriptif dan induktif. Metode analisa deskriptif merupakan tahap awal untuk melakukan analisa induktif. Hasil analisa deskriptif memberikan gambaran untuk sejumlah objek yang diteliti, tidak dapat digeneralisasi untuk kelompok yang lebih besar. Data variabel sosial bidang permukiman merupakan data kualitatif. Untuk data variabel sosial bidang permukiman yang diukur melalui kuesioner tertutup terstruktur, analisa deskriptif dilakukan dengan terlebih dahulu membuat distribusi frekwensi. Beberapa metode yang biasa digunakan  dalam pembuatan distribusi frekwensi variabel sosial, diantaranya adalah dengan menggunakan nilai skor kumulatif dari seluruh item yang digunakan untuk mengukur variabel tersebut, dan metode strugle’s.    Ukuran letak dan ukuran penyebaran yang digunakan dalam analisa deskriptif data kualitatif variabel sosial bidang permukiman adalah rata-rata, modus, persentase, proporsi sebagai ukuran letak, sedangkan ukuran penyebaran diukur melalui nilai range (selisih nilai terbesar dan terkecil). Ukuran rata-rata dalam analisa data kualitatif variabel sosial bidang permukiman diwakili melalui ukuran modus. Metode analisa deskriptif  yang digunakan dalam pembahasan ini adalah melalui  pembuatan distribusi frekwensi dengan menggunakan nilai skor kumulatif seluruh item yang digunakan untuk mengukur variabel tersebut.
Keefektifan Pengolahan antara Abu Terbang dengan Karbon Aktif Terhadap Kebutuhan Oksigen Kimia (KOK), Warna dan Logam Berat Air Lindi Sampah Tibin Ruby Prayudi
Jurnal Permukiman Vol 4 No 2 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2009.4.139-147

Abstract

Penelitian pengolahan air lindi sampah dengan menggunakan abu terbang dan karbon aktif pada dosis tertentu dilatarbelakangi oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mott dan Weber (1992), Viraraghavan dan Alfaro (1994), Vijender Sahu , R. P. Dahiya, K. Gadgil .(2005), yang menghasilkan bahwa abu terbang dapat menurunkan kandungan KOK, warna dan logam berat air buangan rumah tangga. Penelitian eksperimental di laboratorium dilakukan dengan pengadukan abu terbang dan karbon aktif dengan air lindi sampah pada kecepatan 100 rpm selama satu jam, pada dosis 15, 25, 35, 50, 100 dan 150 mg/liter. Hasil pengadukan didiamkan selama 30 menit lalu diperiksa Kebutuhan Oksigen Kimia (KOK), Warna dan Logam Beratnya. Efektifitas abu terbang dan karbon aktif ditentukan pada perbandingan persentase perubahan parameter air baku dengan air hasil pengadukan air lindi sampah dengan abu terbang dan karbon aktif. Dari analisis data atau pembahasan ternyata dengan pemakaian abu terbang dapat menurunkan kandungan KOK sampai 100 %, dapat menurunkan kandungan  warna  sampai 99,72 %,  menambah kandungan  Fe sebesar 27,39%, menurunkan kandungan Zn sampai  91,57 %, dan menurunkan kandungan Cu sebesar 94,02 %, sedangkan dengan pemakaian karbon aktif penurunan KOK hanya 4,62 %, memperbesar kandungan warna, sebesar 14,47 %, menurunkan kandungan Fe sampai 27,65 %, menurunkan kandungan Zn  hanya 40,76 %, menurunkan kandungan Cu hanya 21,31%. Jadi pemakaian abu terbang akan lebih efektif dalam menurunkan KOK, warna, Zn,dan  Cu air lindi, sedangkan karbon aktif lebih efektif dalam menurunkan Fe air lindi. 
Kajian Penambahan Serat Sintetik Pada Campuran Beton Terhadap Sifat Mekanik Beton N.Retno Setiati
Jurnal Permukiman Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.1-16

Abstract

Teknologi pemanfaatan serat sintetik pada campuran beton mengalami perkembangan pesat. Beberapa penelitian terkait penambahan serat sintetik ke dalam campuran beton pada umumnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kinerja beton dalam hal kekuatan, kekakuan, dan daktilitas. Kajian ini berisi tentang efek penambahan serat sintetik dengan komposisi 0,4% dan 0,5% volume absolut campuran beton pada perilaku mekanik beton. Pengkajian didukung dengan hasil uji laboratorium dengan membuat beberapa benda uji pelat berukuran 1500 x 1500 mm dengan ketebalan 200 mm dan 250 mm. Berdasarkan hasil kajian disimpulkan bahwa sifat daktilitas beton dengan penambahan serat sintetik sangat tergantung pada jumlah komposisi serat yang dicampurkan ke dalam beton dan ketebalan pelat. Sifat mekanik yang dihasilkan dari pengujian laboratorium untuk pelat dengan ketebalan 200 mm berbeda dengan pelat yang memiliki tebal 250 mm. Pelat yang berserat dengan tebal 200 mm, nilai lendutannya lebih besar 17% dan memiliki energi absorpsi lebih besar 22% dibandingkan pelat tanpa serat sintetik. Besarnya peningkatan kapasitas lentur berkisar antara (20 – 30)% dari pelat yang tidak ditambah dengan serat sintetik. Akan tetapi pada pelat dengan ketebalan 250 mm tidak terjadi peningkatan kapasitas momen lentur jika campuran beton ditambah dengan 0,4% atau 0,5%, Penambahan serat sintetik pada pelat dengan tebal 250 mm dapat menurunkan nilai daktilitas sebesar (9 – 13)% dan menurunkan energi absorpsi sebesar (45 – 55)%.
Evaluasi Penetapan Tingkat Pencemaran Efluen Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP) Fitrijani Anggraini; Reni Nuraeni
Jurnal Permukiman Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.17-28

Abstract

Lumpur tinja mengandung banyak unsur yang berbahaya bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan permukiman. Di sisi lain, kinerja sistem Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) menghasilkan kualitas efluen lumpur tinja yang belum memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan. Kegiatan ini merupakan kajian terhadap operasional IPLT yang sudah dibangun di beberapa tempat, melalui monitoring dan evaluasi terhadap debit dan kualitas air instalasi tersebut. Kajian ini ditujukan untuk menilai dan menetapkan tingkat pencemaran kualitas efluen limbah tinja di 8 (delapan) IPLT kota studi terpilih. Contoh limbah diambil dari 3 unit IPLT yang berbeda yaitu kolam anaerobik, kolam fakultatif dan kolam maturasi. Penilaian dilakukan terhadap kualitas dan laju beban pencemaran dengan menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP) dan pengembangannya dengan membandingkan parameter beban pencemaran dengan standar efluen. Hasil kajian menyimpulkan bahwa (1) Sebagian besar (62,5%) efluen IPLT kota studi termasuk kategori cemar ringan, dan sisanya sebesar 37,5% termasuk kategori cemar sedang; (2) Adanya masalah dalam pengoperasian dan pemeliharaan IPLT kota studi; (3) Upaya mengurangi kapasitas IPLT yang tidak terpakai (idle capacity) harus didahului perbaikan kinerja IPLT karena apabila tidak dilakukan perbaikan, maka potensi pencemaran lingkungan semakin besar.
Kinerja Model Sistem Sambungan Rumah untuk Penyediaan Air Minum Perkotaan Nurhasanah Azhar; M. Tohir; R. Pamekas
Jurnal Permukiman Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.29-42

Abstract

Perkembangan Penyediaan Air Minum Nasional belum sesuai dengan target yang ditetapkan. Kemajuan penyediaan air minum perdesaan mengalami peningkatan, tetapi di perkotaan menurun. Kebocoran ditribusi air minum perkotaan menjadi faktor penyebab utama penurunan pelayanan air minum tersebut. Oleh karena itu, perbaikan sistem distribusi paling hilir semakin mendesak, salah satunya sistem Sambungan Rumah (SR) yang paling dominan penyebab kehilangan air atau kebocoran. Penelitian evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan metode survei, ditujukan untuk memetakan elemen pembentuk sistem SR dan menilai kinerja model sistem SR yang ada dilapangan. Sebanyak 9 (sembilan) model sistem SR diseleksi untuk dinilai kinerja dan bobot kinerjanya. Penilaian dilakukan dengan menggunakan pendekatan sistem indeks. Parameter-parameter teknis yang digunakan dalam penilaian adalah elemen pembentuk SR, variasi bahan, sistem taping, sistem katup, sistem meter air, dan sistem pipa tegak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja model sistem SR yang dikaji belum sesuai dengan standar pelayanan yang diharapkan. Standarisasi untuk melengkapi 2 (dua) standar sistem SR yang ada memerlukan upaya lanjutan yaitu penelitian percobaan dan pemetaan sistem SR yang lebih luas. Hasilnya digunakan acuan perencanaan dan program penurunan kehilangan air minum. 
Konsep Pola Permukiman Spasial di Kasepuhan Ciptagelar Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Permukiman Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.29-42

Abstract

Leluhur Ciptagelar yang dikenal sebagai komunitas Pancer Pangawinan adalah masyarakat adat berdasarkan pada budaya padi, yaitu masyarakat yang masih memiliki keyakinan, kepercayaan, dan religi pada padi. Mentalitas asli leluhur Ciptagelar adalah berbudaya padi huma dengan paparakoan sebagai atribut, karakternya, dan jejak spasial masyarakat peladang. Ngalalakon adalah satu bentuk sistem kepercayaan budaya padi yang wajib dijalankan. Ngalalakon merupakan aktivitas memindahkan permukiman ke titik nadir. Budaya bermukim dipengaruhi oleh ritual ngalalakon ini. Bagaimanakah konsep pola spasial permukiman dari leluhur Ciptagelar yang berbasis budaya padi dan selalu berpindah ? Tulisan ini bertujuan menggali konsep dasar yang melandasi pola spasial permukiman pada masyarakat budaya padi di Kasepuhan Ciptagelar. Melalui metode etnografi, unit-unit informasi dianalisis secara thick description dan domain analysis hingga membangkitkan konsep spasial sebagai salah satu tema kulturalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparakoan huma menjadi rujukan dasar atas konsep pola spasial permukiman di Kasepuhan Ciptagelar. Pola spasial permukiman Kasepuhan Ciptagelar tidak semata berorientasi pada pembangunan fisik saja, melainkan juga sebagai usaha membangun keyakinan untuk peningkatan dan penyempurnaan diri. Peran dan kehadiran Leuit Jimat menjelaskan bahwa permukiman Ciptagelar merupakan refleksi dan bentuk penyempurnaan atau akumulasi terkini dari pencapaian puncak-puncak kebudayaan padi dari generasi Ciptagelar sebelumnya.
Tektonika-Eklektik Sebagai Kajian Tampilan Estetika Simbiosis pada Rumah Kapiten Di Tujuh Ulu Palembang Meivirina Hanum; Chairul Murod
Jurnal Permukiman Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.57-58

Abstract

Rumah Kapitan tempat tinggal Kapten Cina, Kapiten Tjoa Ham Hin, merupakan perpaduan arsitektur kolonial, arsitektur tradisional Limas Palembang, dan Arsitektur Cina. Perpaduan tampilan arsitektur ini akan dibaca dengan teorinya Kisho Kurokawa ‘Aesthetic of Symbiosis’ yang merupakan filosofi cara baru dalam mengintrepretasikan kebudayaan masa kini—mengedepankan ide-ide yang dikembangkan dari filosofi dan kebudayaan tradisional Jepang dan berlanjut mempengaruhi dunia kontemporer dan multivalen. Metodologi Tektonika Eklektik dimaksudkan untuk menjaring perpaduan cara penyambungan dari dua bahan atau lebih yang menghasilkan ekspresi tampilan bentuk estetis simbiosis pada Rumah Kapitan, sebagaimana memahami kodrat dari bahan, maupun kreativitasnya juga keberaniannya untuk hasil berbeda, tetapi memiliki tujuan tampilan yang orisinil. Dan diharapkan dapat mempertajam ekspresi arsitektural yang dapat menampilkan prinsip Struktural-Teknikal, dan Struktural-Simbolis. Sementara Teori Aesthetic of Symbiosis, dapat diimplementasikan dalam eksplorasi tampilan arsitektur pada Rumah Kapitan yang merupakan perpaduan arsitektur timur dan barat. Hasil dari penelitian diharapkan dapat memberikan pengkayaan yang multivalen dalam proses berarsitektur di Indonesia; sementara Tektonika-Eklektik sebagai Kajian Tampilan Estetika Simbiosis diharapkan dapat memberikan keleluasaan arsitek muda ke depan dalam mengolah bentuk maupun ruang arsitektur Indonesia yang bersumber pada arsitektur tradisional dan arsitektur modern.
Kuat Tekan Dan Pelindian Logam Berat Paving Block dari Limbah Bahan Berbahaya Beracun Pengolahan Logam Terkait dengan Standar Nasional Indonesia Nurul Aini Sulityowati
Jurnal Permukiman Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2018.13.69-79

Abstract

Bentuk fisik limbah B3, yang menyerupai agregat dapat digunakan sebagai bahan pengganti agregat dalam pembuatan paving block. Eksperimen pembuatan mortar dengan 5 komposisi campuran dan 2 persentase limbah pengolahan logam. Pembuatan paving block menggunakan komposisi campuran dengan kuat tekan mortar yang tertinggi.  Kuat tekan mortar dan paving block diuji pada umur 28 hari. Pengujian Toxicity Characteristic Leaching Prosedure atau  TCLP dilakukan pada limbah B3 dan paving block.  Analisis kuat tekan dengan membandingkan standar SNI 03-0691-1996 dan analisis TCLP dengan PP no. 101 tahun 2014. Konsentrasi  zat pencemar logam berat yang terlindi dalam paving block limbah pengolahan logam dapat berkurang atau tetap sama dibandingkan dengan limbah pengolahan logam. Untuk keamanan lingkungan dan kesehatan manusia diperlukan usulan penambahan persyaratan konsentrasi zat pencemar yang terlindi dalam standar paving block atau membuat standar baru mengenai proses penggunaan limbah B3 untuk paving block.
Persepsi Pemukim terhadap Kualitas Lingkungan di Permukiman Kumuh Tepian Sungai Musi, Palembang Maya Fitri Oktarini; Tutur Lussetyowati; Primadella Primadella
Jurnal Permukiman Vol 17 No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2022.17.85-92

Abstract

Permukiman kumuh tepi sungai memiliki kualitas konstruksi bangunan dan lingkungan yang buruk akibat banjir pasang surut, sampah yang terbawa aliran sungai, dan bau genangan air limbah. Penghuni seharusnya tidak nyaman tinggal di lingkungan itu, tetapi penghuni memiliki persepsi yang berbeda tentang kenyamanan lingkungan. Memahami persepsi warga merupakan bagian penting dari pertimbangan perencanaan dan intervensi untuk meningkatkan kualitas permukiman kumuh. Penelitian ini mengkaji persepsi warga terhadap kenyamanan lingkungan di empat permukiman kumuh di bantaran Sungai Musi, Palembang. Keempat lokasi penelitian memiliki kepadatan yang berbeda. Di setiap lokasi penelitian mengambil data dari 75 responden secara acak. Pengumpulan data meliputi biodata penduduk, tingkat kenyamanan dan keinginan untuk pindah. Selain data tersebut, kuesioner juga menanyakan tentang kegiatan yang berkaitan dengan sungai dan pengelolaan sampah serta kelengkapan tangki air limbah kakus di dalam rumah. Data diolah dengan analisis distribusi dan analysis of variance (ANOVA) yang menunjukkan perbedaan persepsi yang signifikan antara keempat lokasi. Persepsi tidak banyak dipengaruhi oleh kepadatan dan kedekatan dari tepi air. Warga juga tidak direpotkan dengan banjir yang menggenangi pemukiman mereka melainkan oleh bau dan kotor. Oleh karena itu, pembangunan tanggul sungai untuk pengendalian banjir tidak boleh menjadi prioritas dalam meningkatkan kualitas permukiman bantaran sungai. Perbaikan harus ditujukan untuk mengatasi masalah bau dan sampah yang mengganggu kenyamanan penghuni.