cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 461 Documents
Faktor Dominan yang Mempengaruhi Preferensi Pemilihan Posisi Ruang Tidur Orang Tua dan Anak di Rumah Tinggal Asta Juliarman Hatta; Hanson Endra Kusuma; Dara Fitriani
Jurnal Permukiman Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.73-81

Abstract

Ruang tidur merupakan salah satu ruang penting dalam rumah tinggal yang digunakan penghuni rumah untuk beristirahat dan tidur. Selain faktor skala ruang, faktor penempatan posisi ruang tidur juga merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk perencanaan layout ruang tidur yang baik dalam rumah tinggal. Setiap penghuni rumah sebagai orang-tua ataupun sebagai anak memiliki preferensi ruang tidur dalam rumah tinggal yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor dominan yang mempengaruhi preferensi terhadap variasi posisi ruang tidur dalam rumah tinggal.  Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner online yang dibagikan secara non-random sampling. Temuan penelitian mengungkapkan 5 dimensi (variabel laten) yang mempengaruhi preferensi seseorang terhadap tiga posisi ruang tidur yaitu dimensi keamanan, kenyamanan dan privasi, interaksi, keinginan, dan tradisi. Dimensi keamanan dan tradisi merupakan dimensi yang yang mempengaruhi perbedaan preferensi tiga posisi ruang tidur secara signifikan.
Peraturan Zonasi Sebagai Perangkat Kolaboratif Mewujudkan Perumahan untuk Masyarakat Berpendapatan Rendah Di Kawasan Perkotaan Petrus Natalivan Indradjati
Jurnal Permukiman Vol 15 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2020.15.61-72

Abstract

Pelibatan swasta dalam penyediaan perumahan masyarakat berpendapatan rendah (MBR) sebatas pada peraturan tanpa menciptakan kesetaraan komunikasi antara pemerintah dengan swasta. Ruang komunikasi ini penting untuk menyelesaikan keberatan/kesulitan sektor swasta dalam mewujudkan perumahan MBR bersama pemerintah. Ekplorasi ruang komunikasi baik bentuk maupun jenisnya dalam teori perencanaan kolaboratif masih terbatas. Penelitian ini mengeksplorasi ruang komunikasi tersebut sebagai upaya kolaboratif perwujudan rencana tata ruang. Banyak peraturan untuk mendorong swasta berperan serta dalam memenuhi kebutuhan perumahan, dalam prakteknya menemui berbagai kendala. Sementara, rencana tata ruang sangat sedikit mengembangkan perangkat-perangkat kolaboratif dalam penyediaan fasilitas publik, termasuk perumahan MBR. Penelitian ini mengekplorasi perangkat-perangkat kolaboratif penyediaan perumahan MBR baik dari literatur dan preseden serta mengkaji perangkat rencana tata ruang di Kota Jakarta dan Bandung yang telah mengembangkan perangkat kolaboratif tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis isi, ditemukan bahwa terdapat perangkat kolaboratif zona bonus dan zona inklusif yang dikembangkan, namun masih membutuhkan mekanisme dan perangkat kelembagaan penunjang untuk implementasinya.
Studi Parametrik Pengaruh Konfigurasi Tulangan Longitudinal dan Transversal pada Efektifitas Pengekangan Kolom Persegi Beton Bertulang Menggunakan XTRACT Anang Kristianto; Yosafat Aji Pranata; Noek Sulandari
Jurnal Permukiman Vol 15 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2020.15.73-83

Abstract

Detailing tulangan pengekang kolom balok persegi pada struktur kolom beton bertulang yang dibangun di daerah rawan gempa memerlukan perhatian khusus mengingat banyaknya kegagalan struktur yang terjadi di lapangan akibat kurangnya pemahaman yang benar mengenai konsep desainnya maupun kesalahan implementasinya di lapangan. Building Code Requirements for Reinforced Concrete and Comentary (ACI 318-14) yang diikuti oleh SNI 2847-2019 melakukan perubahan signifikan pada perhitungan luas tulangan pengekang yang memasukkan unsur tulangan longitudinal khususnya pada kolom dengan beban aksial yang tinggi atau mutu beton diatas 70 MPa untuk sistem rangka pemikul momen khusus dalam rangka meningkatkan kemampuan daktilitasnya. Penelitian ini merupakan studi parametrik menggunakan data eksperimental yang tersedia. 22 kolom persegi beton bertulang dari mutu beton 29-88 MPa serta konfigurasi tulangan mulai dari konfigurasi tanpa pengikat silang (cross ties) hingga kolom dengan 3 kaki pengikat silang pada tiap sisinya. Data penelitian yang ada dievaluasi dan analisis untuk mendapatkan daktilitas lateral maupun kurvaturnya. Hasil dari studi ini menekankan perlunya penggunaan pengikat silang yang mengekang secara lateral tulangan longitudinal, penggunaan pengikat silang memberikan peningkatan daktilitas yang signifikan, standar luas tulangan pengekang terbaru memberikan tingkat daktilitas yang lebih baik dari sebelumnya.
Sistem Ventilasi Alami Satu Sisi pada Kamar Kos dengan Metode Computational Fluid Dynamics (CFD) Sahabuddin Latif
Jurnal Permukiman Vol 15 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2020.15.95-106

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting dan strategi perbaikan sistem ventilasi kamar kos yang mempunyai bukaan ventilasi hanya pada satu sisi dinding untuk mendapatkan distribusi aliran udara optimum dalam ruangan. Penelitian menggunakan metode survei dan eksperimen, analisis dengan metode simulasi komputer. Parameter input dalam simulasi diperoleh melalui pengukuran di lapangan berupa dimensi geometri kamar kos, letak dan luas bukaan ventilasi, serta parameter iklim mikro. Simulasi dilakukan pada kondisi eksisting dan strategi terhadap letak serta rasio bukaan. Perlakuan terhadap kecepatan angin untuk input adalah 0,25 m/det, 0,5 m/det, 0,75 m/det dan 1,00 m/det. Hasil riset menunjukkan bahwa sistem ventilasi eksisting kamar kos berkinerja buruk karena temperatur dalam ruangan dapat mencapai 7 °C diatas temperatur luar. Peningkatan rasio bukaan menjadi 20,26% dari luas lantai, dengan rincian 11,77% bukaan ventilasi atas, dan 8,45% bukaan ventilasi bawah, mengakibatkan distribusi aliran udara meningkat, ventilasi silang terjadi dengan inlet pada bukaan bawah dan outlet pada bukaan atas, efeknya temperatur ruangan dapat diturunkan terutama pada kecepatan angin inlet diatas 0,25 m/det.
Implementasi Pengarusutamaan Gender dalam Upaya Peningkatan Kualitas Hunian pada Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Di Kota Semarang Landung Esariti; Fitri Fauziah; Artiningsih Artiningsih
Jurnal Permukiman Vol 15 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2020.15.107-116

Abstract

Salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu mewujudkan kota-kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkeadilan. Sebagai upaya mencapai tujuan tersebut, maka tujuan  studi ini melihat sejauh mana implementasi strategi pengarusutamaan gender yang meliputi akses, manfaat, kontrol, dan partisipasi yang setara antara perempuan dan laki-laki dilakukan dalam kegiatan peningkatan kualitas hunian program BSPS.  Hal ini penting, mengingat kualitas rumah layak huni merupakan salah satu indikator dari pengurangan kemiskinan perkotaan.  Analisis menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik skoring dan pembobotan,  melalui penyebaran kuesioner pada 33 rumah tangga penerima bantuan di Kecamatan Semarang Utara, Semarang. Validasi terhadap upaya peningkatan kualitas hunian dilakukan melalui observasi terhadap kondisi fisik masing-masing ruma, sebelum dan sesudah menerima bantuan. Hasil studi menunjukkan dua aspek yang unggul secara nilai yaitu manfaat sebesar 74,74 dan kontrol sebesar 67,17. Walaupun demikian, aspek kontrol memiliki pengaruh yang kuat pada rumah tangga penerima bantuan yaitu meningkatnya kapasitas individu.  Hasil analisis  penerapan program BSPS merekomendasikan bahwa  strategi pengarusutamaan gender berhasil diterapkan pada beberapa aspek, khususnya peningkatan pada aspek akses dan partisipasi. Output studi juga menunjukkan adanya peran penting fasilitator lapangan untuk mempercepat proses peningkatan kapasitas individu.
Analisis Faktor Konfirmatori Konsep Water Sensitive City pada Kawasan Permukiman Di Kecamatan Banyumanik Petra Putra Kaloeti; Santy Paulla Dewi
Jurnal Permukiman Vol 15 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2020.15.84-94

Abstract

Salah satu alternatif pengelolaan air perkotaan adalah pendekatan Water Sensitive City (WSC). Faktor yang berpengaruh terhadap nilai WSC dianalisis berdasar data-data lapangan, yang dikumpulkan dari hasil mendistribusikan 100 kuesioner skala likert ke 11 Kelurahan, Kecamatan Banyumanik sebagai lokasi penelitian.  Data atau variable yang berpengaruh signifikan dianlisis dengan teknik Confirmatory Factor Analysis (CFA) menggunakan aplikasi Jamovi versi 1.2.2.2. Data dibagi ke dalam 5 faktor dominan dan 12 variabel, yaitu 4 variabel kualitas lingkungan, 5 variabel sosial, 6 variabel infrastruktur yang adaptif, 7 variabel pemerinthan ramah air, dan 5 variabel produktifitas dan efisiensi Sumber Daya Air (SDA). Hasil penelitian  dirumuskan dengan menafsirkan model akhir dengan uji realibilitas construct realibility (CR) dan average variance extracted (AVE) serta uji validitas konvergen dan diskriman ke-5 faktor dominan. Lokasi penelitian di kawasan permukiman Kecamatan Banyumanik. Kecamatan ini merupakan kawasan cepat tumbuh, pertumbuhan pendududk tinggi, laju perubahan fungsi lahan permukiman besar, berada di bagian hulu Kota Semarang dan hulu Sungai Krengseng, Penelitian menyimpulkan bahwa indikator yang paling berpengaruh terhadap implementasi WSC di lokasi penelitian adalah keberadaan sungai Krengseng, tingkat literasi air masyarakat, pelayanan air minum yang terintegrasi dan mutakhir, keuntungan sektor lain karena air, serta pemerintah setempat yang semakin peduli tentang masalah air.
Study on the Reliability of Materials and Structures of Simple Pre-cast Modular Houses (Case Study: RUCAST Technology) Muhammad Aprilia Devino; Muhammad Rusli; Ferri Eka Putra
Jurnal Permukiman Vol 21 No 1 (2026)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.v21i1.625

Abstract

RUCAST (PreCAST Concrete Main Frame) is a precast concrete housing system developed to provide more flexible and affordable landed houses. Unlike many existing precast technologies that have rigid panel sizes and limited floor-plan flexibility, RUCAST allows flexible beam-column positioning and flat wall columns, resulting in more efficient space usage and adaptable interior layouts. RUCAST is designed as a confined masonry structural system, where the walls carry structural loads while beams and columns function mainly as wall restraints. The system uses a concrete mix ratio of 1:2:3 (cement:fine aggregate:coarse aggregate) to ensure practical construction and consistent field quality. Beam and column dimensions are 100 × 100 mm², with mechanical connections using steel threads and plates, making the frame unsuitable as a moment-resisting system. The study evaluated material properties, structural components, structural behavior, and production costs. Tests included concrete compressive strength, reinforcing steel strength, mortar strength, masonry bond strength, flexural testing of structural components, and cyclic testing of wall systems. Results indicate that RUCAST can be applied in 37 of Indonesia’s 38 provincial capitals for hard, medium, and soft soil conditions, with adequate performance for areas having SDS ≤ 1.38g. RUCAST production costs are also approximately 25.28% lower than comparable precast housing technologies.
Effects of Livable Housing on Community Quality of Life: A Macro-Micro Study Widy Atmojokusumo; Christina Ruth Elisabeth
Jurnal Permukiman Vol 21 No 1 (2026)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.v21i1.633

Abstract

Starting from the issue that access to adequate housing had only reached 38.3% by the year 2019, as evaluated through four basic parameters in the Sustainable Development Goals (SDGs). This study investigates the extent to which the livable housing indicators in SDGs influence the overall quality of life. The quality of life is assessed at the macro level using the Human Development Index parameters and at the micro level through the outcomes of government assistance programs. The results of multiple linear regression indicate that most livable housing parameters exert a strong, significant influence on the community's quality of life at the macro level. Meanwhile, the micro-community’s perception in the research sample confirms Bappenas’s findings and the SDGs. Considering that all parameters of livable houses significantly influence quality of life at the macro level, the research sample unit at the micro level has provided adequate confidence in most aspects of livable housing. Through this study, the authors expect that the Government can maximize the program's effectiveness in expanding household access to adequate housing, thereby achieving the target of at least 74% accessibility by 2029.
Spatial Clustering of Housing Backlog and Socioeconomic Inequality: Evidence from the Special Region of Yogyakarta Fahril Fanani; A. Yunastiawan Eka Pramana; Ayu Candra Kurniati
Jurnal Permukiman Vol 21 No 1 (2026)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.v21i1.639

Abstract

Housing backlog remains a critical challenge in Indonesia, particularly for low-income communities. However, existing mitigation policies often rely on aggregate data, overlooking the spatial concentration of poverty and housing needs. This study investigates the spatial clustering of housing backlogs and its correlation with socioeconomic status in the Special Region of Yogyakarta. Utilizing a quantitative spatial approach, the study employs Global Moran’s I and Local Indicators of Spatial Association (LISA) to diagnose geographic disparities. The analysis reveals a significant positive spatial autocorrelation (Moran's I = 0.643), identifying distinct "hotspots" where high housing deficits significantly overlap with low socioeconomic clusters. Unlike conventional descriptive studies, these findings demonstrate that housing vulnerability is not randomly distributed but structurally trapped in specific zones. The study concludes that "one-size-fits-all" subsidies are insufficient and advocates for spatially targeted interventions to address these entrenched inequalities effectively.
The Potential of Greywater Utilization Through Circular Economy Approach in Urban Areas: A review Ario Wisnu Wicaksono
Jurnal Permukiman Vol 21 No 1 (2026)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.v21i1.655

Abstract

The development of urban areas in Indonesia continues to accelerate in line with increasing urbanization and rapid population growth. Greywater which is domestic wastewater from activities such as bathing and washing, accounts for 60–70% of total household wastewater and holds significant potential for reuse. This paper examines the optimization of greywater utilization through a circular economy approach that emphasizes recycle, reuse, and resource efficiency. The use of greywater not only helps reduce clean water consumption and the burden on wastewater treatment systems but also supports urban irrigation, sanitation, building cooling, and fire suppression. The implementation model includes the design of greywater collection systems, treatment technologies, and distribution networks. Environmental impacts include water conservation, pollution reduction, and energy savings, while economic benefits consist of lower operational costs, increased property value, and job creation. For city-scale implementation, regulations, financial incentives, spatial planning integration, public education, and cross-sector collaboration are essential. The optimization of greywater is considered a strategic step in supporting sustainable infrastructure development and in realizing resilient and competitive cities in the future.