cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 1 (2019)" : 16 Documents clear
HABITUASI INKLUSIFITAS ISLAM DI PONDOK PESANTREN MA’HADUTHOLABAH DAN DARUL KHAIR BABAKAN LEBAKSIU TEGAL Muhammad Misbah
Al-Qalam Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.942 KB) | DOI: 10.31969/alq.v25i1.701

Abstract

Pada tahun 2000-an muncul peristiwa-peristiwa kekerasan yang menjurus pada aksi radikalisme dan terorisme dengan motif yang sangat beragam. Kekerasan yang bermotif ideologi agama tertentu terfokus pada isu keterkaitan pesantren dengan gerakan terorisme. Sebab pasca tragedi Bom Bali 1, fakta menunjukkan bahwa hampir semua pelaku teror tersebut adalah orang-orang yang terkait dengan pesantren. Muncul stigma negative terhadap pesantren yang bertolak belakang dengan misi awal didirikannya. Penelitian ini mencoba mengurai habituasi Islam inklusif di PP. Ma’hadutholabah dan PP. Darul Khair Babakan Tegal. Dengan menggunakan metode unstructured deep interview, dokumentasi, serta pengamatan terlibat yang moderat, dan menggunakan teori analisa data pendidikan pesantren, teori Habitus, serta Islam inklusif diperoleh hasil bahwa pengasuh kedua pesantren tersebut memiliki pandangan bahwa Islam adalah agama yang membawa misi rahmatan lil ‘a>lami>n, memberikan kedamaian, keselamatan, keamanan bagi umat Islam dan lainnya. Islam agama yang terbuka untuk menerima perbedaan dan toleran terhadap praktik keagamaan yang berbeda dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Sumber rujukannya; al-Qur’an, Hadis, kitab al-akhla>q lil bani>n, al-Asybah wa al-Naz}a>ir, Ta’li>m al-Muta’allim, Ta>rikh al-Barzanji, danWas}aya. Proses habituasi inklusifitas Islam bagi para santri dilakukan dengan berbagai aktifitas dengan metode pembiasaan, praktik langsung, keteladanan, serta reward and punishmen.Kata Kunci: pondok pesantren; habituasi; inklusif; rahmatan lil ‘a>lami>n; toleran;
RITUAL BERANGKAT HAJI MASYARAKAT MUSLIM GORONTALO Muhammad Irfan Syuhudi
Al-Qalam Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.738 KB) | DOI: 10.31969/alq.v25i1.726

Abstract

Salah satu Rukun Islam adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, Mekkah. Meski begitu, ibadah haji merupakan kewajiban bagi orang-orang Islam yang dianggap mampu melaksanakannya. Dalam tradisi masyarakat Islam di Indonesia, sebagian besar masyarakat masih melaksanakan serangkaian ritual sebelum melaksanakan ibadah haji. Ritual haji tersebut bahkan dijadikan tradisi oleh calon jamaah haji beserta keluarga, seperti yang terlihat pada masyarakat Gorontalo berupa ritual “Baca Doa”, yang di dalamnya mencakup Salawati (Selawat Nabi Muhammad SAW), Barzanji, Tadarusan (mengaji Al-Quran), dan Zikir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ritual “Baca Doa” calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci, dan gelar haji dikaitkan dengan konteks sosial pada masyarakat di Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, yang menyajikan data-data secara deskriptif, sedangkan penentuan informan dilakukan secara sengaja (purposive). Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan penelusuran data sekunder terkait konteks tulisan. Hasil penelitian menunjukkan, ritual haji “Baca Doa” pada masyarakat Gorontalo terbagi ke dalam tiga tahap, yaitu sebelum berangkat haji, saat jamaah berada di Tanah Suci, dan penjemputan jamaah oleh keluarga. Ritual “Baca Doa” dimaksudkan untuk memperoleh kemudahan, keselamatan, kesehatan sejak calon jamaah haji meninggalkan rumah hingga pulang ke rumah, serta menjadi Haji Mabrur. Selain “Baca Doa”, ada juga ritual yang dinamakan “pembersihan diri”, yang dimaknai sebagai refleksi diri, bahwa orang yang merencanakan melaksanakan haji sebaiknya memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah, karena mereka akan menuju ke tempat yang disucikan Allah. Gelar haji bagi orang Gorontalo dapat juga menaikkan status sosial mereka di lingkungan sosialnya. Seorang haji memperoleh keistimewaan saat menghadiri upacara sosial dan upacara siklus hidup.
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) PADA KURIKULUM SMP ISLAM TERPADU AL FAHMI PALU Asnandar Abubakar
Al-Qalam Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.343 KB) | DOI: 10.31969/alq.v25i1.697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan pendidikan agama Islam pada kurikulum sekolah Islam terpadu. Lokus penelitian adalah SMP IT Al Fahmi Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif eksploratif.  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, telaah dokumen. Kurikulum pada SMP IT Al Fahmi Palu Kurikulum SMP IT Al Fahmi Palu, menyesuaikan dengan ciri khas sekolah Islam terpadu yaitu mengintegrasikan nilai-nilai atau ilmu Islam baik yang bersifat Qualiyah maupun Kauniyah dalam suatu kerangka atau bangunan kurikulum. Salah satu tujuannya adalah peserta didik memiliki kepribadian dan akhlak yang baik, memiliki akidah yang bersih, pikiran dan jasmani yang sehat, serta hidup disiplin dan tertib. Pelaksanaan pendidikan agama Islam (PAI) selain bersifat monolitik yang berdiri sendiri juga terintegrasi pada proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. Pengembangan PAI pada kurikulum SMP IT Al Fahmi dapat dilihat dari penambahan jam pelajaran pada mata pelajaran pendidikan agama Islam, Al Qur’an, dan bahasa Arab, integrasi nilai-nilai Islam pada mata pelajaran umum dan pelajaran ekstrakurikuler seperti memanah, renang, dan silat, dibuka kelas tahfidz bagi peserta didik yang memiliki bakat untuk meningkatkan hafalan Al Qur’an, adanya kegiatan Qur’an camp, serta sanksi hafalan beberapa ayat Al Qur’an bagi peserta didik yang melanggar tata tertib sekolah
MODEL PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM: TAWARAN KONSEPTUAL TCW DI ERA MILENIAL mukodi mukodi
Al-Qalam Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.477 KB) | DOI: 10.31969/alq.v25i1.685

Abstract

Abstrak--Artikel ini lahir dari refleksi eklektif atas persoalan korupsi yang tumbuh kembang dengan subur di Indonesia. Dalam kesejarahan Islam, korupsi telah ada dimasa kenabian, dan pelakunya dikutuk keras. Bahkan, secara metaforis Nabi Muhammad Saw pun mencontohkan Siti Fatimah, putri Nabi sendiri, jika kedapatan mencuri akan dipotong tangannya.  Hanya saja, pelaku dan perilaku koruptif tetap saja terjadi-- di masa Nabi, sahabat, Tabi’in-Tabi’in, Tabi’it-Thabi’it--hingga kini. Hasil kajian ini menjelaskan bahwa model pendidikan anti korupsi dalam perspektif Islam secara aplikatif dapat diterapkan, sebagai berikut: (1) pendidikan dan pemberantasan korupsi harus dilakukan simultan dan berkelanjutan melalui konsep tripusat pendidikan, yakni mulai dari pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat; (2) pendidikan anti korupsi secara aplikatif dapat didesain melalui komunitas Teenager Corruption Watch (TCW) dengan menggunakan metode role playing. Secara teknis, TCW dapat diretas di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat; (3) strategi dan implementasi pendidikan anti korupsi dapat dilakukan melalui model active learning sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif. Dengan demikian, generasi mellenial akan dapat terhindar dari virus korupsi yang telah mendarah daging, turun temurun dari generasi ke generasi di Indonesia.
LITERASI ULAMA DAN WACANA KEISLAMAN AWAL ABAD KE-20 DI SULAWESI SELATAN Abd Kadir Ahmad
Al-Qalam Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.382 KB) | DOI: 10.31969/alq.v25i1.702

Abstract

This paper aims to (1) explore the writings of ulama especially in the early 20th century in South Sulawesi, (2) identify the religious discourse that developed at the time, and (3) encourage the preservation of the spirit of literacy for present and future scholars. This writing is a literature study on the writing of Haji Ahmad Bone and Hajj Makka, published in 1938 and 1929. Analysis of the contents of the paper was carried out using the content analysis method. Analysis of the content of the paper is categorized into the major themes of Islamic teachings, namely akidah, sharia, and akhlak. Using these criteria, we will find out the early 20th century Islamic discourse trends. This paper finds scholars in South Sulawesi with a strong background in literacy tradition. The writings of Haji Ahmad Bone and Haji Makka show the end of that long history. Based on the three Islamic themes established, the theme of sharia dominates Islamic discourse in that era. This writing contributes to uncover legacy of scholars' writings up to the beginning of the 20th century. The task of the present and future scholars is to preserve the literacy tradition.
CURHAT DI BALIK LACI: EKSPRESI LITERASI SISWA DI MADRASAH ALIYAH PESRI KENDARI Abu Muslim
Al-Qalam Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.381 KB) | DOI: 10.31969/alq.v25i1.728

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pengembangan budaya literasi siswa melalui pengejawantahan petuah bijak yang diekspresikan dari berbagai media. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengungkap pemanfaatan petuah bijak dalam pengembangan budaya literasi siswa Madrasah Aliyah, dengan memilih secara purposif MA Pesantren Ummushabri Kota Kendari sebagai lokus pengamatan. data dikumpulkan dengan metode wawancara, dan observasi, serta melaksanakan FGD di Madrasah sasaran. Teori representasi dipilih sebagai pisau analisis untuk mengungkap makna dibalik karya siswa yang mengandung petuah-petuah bijaksana sebagai sarana motivasi diri, yang dituliskan pada media-media tertentu. Pengumpulan data dilakukan selama kurang lebih 18 hari (5 hari penjajakan + 13 hari pengumpulan data) di bulan Agustus 2016. Hasil kajian menemukan bahwa pengembangan budaya literasi siswa di MA PESRI dapat dilihat pada kreasi berbasis inisiatif yang dituliskan siswa pada berbagai media. Hasil kreasi tersebut mengandung keluh-kesah sebagai simbol beratnya beban yang harus diemban oleh siswa atas ketatnya aturan-aturan pesantren. Penelitian ini juga melihat transformasi pemaknaan dari siswa atas petuah bijak masa lalu, yang didesain ulang dengan tata bahasa yang dibuat sendiri sebagai simbol motivasi dan ekspresi bijaksana, yang bisa ditemui di balik laci, dan pintu-pintu lemari, serta tempat-tempat lainnya. Dalam aspek yang lebih luas, coretan-coretan itu menggambarkan semangat juang tinggi dari para anak-anak pesantren di kehidupan yang sangat dinamis dan penuh liku.

Page 2 of 2 | Total Record : 16