cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
PERSEPSI SUKU SASAK TERHADAP KIYAI (KASUS DESA TANJUNG KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT NUSA TENGGARA BARAT) Sirajuddin Ismail
Al-Qalam Vol 4, No 2 (1992)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.614 KB) | DOI: 10.31969/alq.v4i2.642

Abstract

Kiyai menurut batasan konseptual yangdiungkapkan dalam studi-studi khusus,antara lain adalah gclaryang diberikan padaseorang, yang mcmiliki atau menjadi pemimpinpesantren dan mcngajar kitab-kitabIslam klasik kepada para santrinya. Sclaingclar kiyai, ia juga sering discbut seorangalim (orang yang dalam pengetahuan Islamnya).Namun sckarang banyak ulamayang cukup berpengaruh di dalam masyarakatjuga mendapat gclar Kiyai walaupunmcrckatidak mcmimpinpesantren. Dcngankaitan yang sangat kuat dcngan tradisi pesantren,gelar kiyai biasanya dipakai untukmcnunjukan para ulama dari kelompokIslam tradisional. (Dhofir, 1982: 55)
SEGREGASIKEHIDUPAN PEMUKIMAN KOTA PALOPO DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESERASIAN SOSIAL Pat Badrun
Al-Qalam Vol 12, No 2 (2006)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.373 KB) | DOI: 10.31969/alq.v12i2.560

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metodekualitatif. Data dikumpulkan melalui pengamatan (observasi) danwawancara, data kemudian dianalisis dengan pendekatan SWOT. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi bentukdan jenis pola segregasi pemukiman kota, untuk mengetahui dampak daripola pemukiman segregatif terhadap keserasian social dan kehidupanberagama penduduk setempat, dan untuk mengetahui pola-pola adaptasiatau upaya penanganan yang dilakukan, baik dalam usaha meredampotensi konflik akibat pemukiman segregatif maupun untuk menemukansolusi terhadap konflik sosial yang telah terjadi. Lokasi penelitian ini adalahkota Palopo.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dinamika kota Palopo beberapadasawarsa terakhir memunculkan segregasi pemukiman yang cenderungberpola: (1) pola segregasi etnis; (2) pola segregasi okupasi; (3) polasegregasi status sosial, dan (4) pola segregasi agama. Keempat polasegregasi pemukiman yang diidentifikasi tersebut memberikan dampak bagikehidupan penduduk kota, baik dampak lingkungan berupa rendahnya rasatanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan maupun dampak sosialberupa berupa kesenjangan, keresahan, dan kerawanan sosial
WAJAH ISLAM DI BANDAR JALUR SUTERA (Kajian Sejarah Sosial Pada Kesultanan Tidore-Maluku Utara) Muhammad Rais
Al-Qalam Vol 16, No 2 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.181 KB) | DOI: 10.31969/alq.v16i2.485

Abstract

Riset ini menggunakan teknik penjaringan data sejarah secara konvensional dan kajian pustaka sebagai data primer(utama) menganalisis sumber-sumber tertulis, seperti kronik-kronik dan manuskrip-manuskrip klasik, buku-buku sejarah,artikel sejarah, artefak, dan dokumen sejarah sementara sumber data sekunder yang terdiri dari dua cara, yaitu wawancaramendalam (indepth interview) dengan informan utama dan observasi.Dalam konteks lslamisasi di Kesultanan Tidore, ditemukan beberapa leoriyang mengkonstruk data-data terkait, diantaranya: TeoriArab-meminjam istilah Ahmad Mansur (12 Rabiul Awal 502 Hatau 12 April 1108 M) dibawa oleh empat orangsyekh, Syekh Mansurdi Pulau Ternate, Pulau Halmahera dan sekitarnya, Syekh Yakub dengan wilayah syiar Pulau Tidore, Pulau Makian dan sekitarnya,Syekh Amin dan Syekh Umar melakukan syiar Islam di Pulau Halmahera. Kedua, Teori Persia sesuai keterangan Muhammad JafarShadiq bahwa Islam telah eksis di Maluku pada abad ke-13: Kedga, Teori Jawa, Jusuf Abdurrahman mengemukakan bukti sejarah,bahwa pada abad ke-14, tepatnya tahun 1465 M, dibawa muballigh bernama Datuk Maulana Husein sudah datang di Ternate danmengajarkan al-quran, Keempat, Teori Gujarat, teori ini digagas oleh Snaouck Hurgronje. Kelima, Teori Cina, berdasarkan hasilinterview dengan Adnan Amal, yang menganggap bahwa Jafar Shadiq yang dimaksudkan banyak kalangan di Maluku Utarasebagai orangArab keturunan Rasulullah SAW. lslamisasi di Kepulauan Tidore dengan tipologi islamisasipola kombinasi antaraintegratif dan dialog seperti belaku di Sulawesi dan Indonesia Bagian Timur, Kedatangan dan penerimaan Islam berimplikasipada perbahan-perubahan pada semua lini kehidupan sosial.
ORIENTASI KEAGAMAAN MASYARAKAT STUDY KASUS KOMUNITAS KRISTEN ROTE DAN SABU KOTA ADMINISTRASI KUPANG Abdul Shodiq Kawu
Al-Qalam Vol 8, No 2 (1996)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.437 KB) | DOI: 10.31969/alq.v8i2.610

Abstract

Pembangunan bidang agama, sebagaimanadirumuskan dalam GBHN diarahkankepada penataan kehidupanberagama dan kepercayaan terhadapTuhan Yang Maha Esa yang tercermindalam kehidupan sehari-hari dengansemakin meningkatnya keimanan, pengamalanagama, dan makin meningkatnyakerukunan kehidupan umat beragama,baik antar umat beragama maupun internumat beragama. Hal ini dapat diartikanbahwa pembangunan bidang agama masihbertumpu pada upaya penciptaan tigakondisi ideal, yaitu : kadar keimanan danketakwaan yang tinggi; wawasan keberagamaanyang luas, matang dan berkembang;dan kerukunan keberagamaan yangmantap dan dinamis menyukseskankeberagamaan yang mantap dan dinamisuntuk menyukseskan pembangunannasional.
PANDANGAN KE AGAMAAN GERE JA ELIM TEBERNAKEL Abdul Kadir R
Al-Qalam Vol 14, No 1 (2008)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.645 KB) | DOI: 10.31969/alq.v14i1.516

Abstract

This study was conducted at Ambon. This aims to describe the religiousperspective of Elim Tebernakel Church. Data was collected using interviewand observation. Then, data was analyzed using qualitative description.This study indicates that (1) Elim Tebernakel rejects the liberal interpretationto the Holy Bible. Holy Bible is always true in everlasting time; (2)respects to faith differention between different religion; (3) denies integrationbetween local culture and religion; (4) rejects religion-state
KOMPETENSI SUPERVISI, KEPRIBADIAN, DAN SOSIAL KEPALA MADRASAH DI PROVINSI PAPUA BARAT Abd. Rahman Arsyad
Al-Qalam Vol 18, No 1 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.474 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i1.249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kompetensi kepala madrasah di Provinsi Papua Barat, denganmelihat aspek supervisi, kepribadian, dan sosial pada Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyahbaik negeri maupun swasta di Kota/Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatifdalam analisis data selain angket/quesioner dengan pendekatan survei, berupaya untuk mengetahuikompetensi kepala madrasah terhadap kepemimpinannya.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam analisis data selain angket/quesioner akan dianalisissecara deskriptif kualitatif untuk mengetahui kecendrungan guru terhadap kompetensi kepala madrasahterpilih. Hasil analisis disajikan lewat data, tabel dan grafik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwatingkat kompetensi kepala madrasah MI, MPs, MA negeri/swasta. Secara keseluruhan kompetensi kepalamadrasah terkategori Sedang dengan nilai rerata 62,33. Menurut penilaian guru terhadap kompetensikepala madrasah MI, MPs, MA negeri/swasta. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah terkategori Tinggi dengan skor rerata 3, L
REPRODUKSI PAHAM KEAGAMAAN DAN RESPON TERHADAP TUDUHAN RADIKALISME (Studi Kasus Pesantren Ngruki Pasca Bom Bali 2002) Muhamad Murtadlo
Al-Qalam Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7430.981 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i1.385

Abstract

Abstrak Pesantren Ngruki Sukoharjo sering disebut-sebut sebagai inspirasi Islam radikal di Indonesia. Penelitian ini ingin mengkaji reproduksi paham keagamaan dan respon atas tuduhan radikalisme yang dialamatkan pada pesantren Ngruki, pasca peristiwa Bom Bali 2002. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pandangan Islam radikal tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial dan historis dari lembaga pesantren ini. Saat ini pesantren Ngruki telah mengalami beberapa perubahan dalam orientasi pendidikan yang dihasilkan dari beberapa sebab, yang tidak disebabkan semata-mata karena dampak bom Bali.Kata-kata Kunci: Pesantren Ngruki, Salafi, Radikalisme Abstract Pesantren Ngruki Sukoharjo often cited as an inspiration for radical Islam in Indonesia. This research wanted to examines the reproduction of religious understanding and the response to allegations of radicalism addressed at Pesantren Ngruki after the Bali bombings of 2002. This study includes qualitative research with case study approach. This study concludes that a radical view of Islam can not be separated from social and historical context which surrounding of this Islamic boarding institutions. Currently Pesantren Ngruki pesantren has undergone some changes in the orientation of education resulting from multiple causes, which are not limited caused by Bali bombings.Keywords: Pesantren Ngruki, Salafi, radicalism
PELAYANAN KEMENTERIAN AGAMA TERHADAP PENGANUT AGAMA HINDU DI KABUPATEN LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN Muhammad Dachlan
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.92 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.176

Abstract

Tulisan ini mengulas mengenai pelayanan Kementerian Agama terhadap umat Hindu di KabupatenLuwu Utara, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yangmempengaruhi Kemenag Kabupaten Luwu Utara terkait pelayanan umat Hindu serta tanggapan umatHindu terhadap pelayanan yang diberikan oleh Kemenag. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif.Teknik pengumpulan dengan observasi dan wawancara sedangkan analisisnya menggunakan analisisdeskriptif. Penelitian menemukan, Kemenag Kabupaten Luwu Utara melayani umat Hindu melaluimekanisme prosedural pada unit-unit kerja, khususnya Bimas Hindu. Salah satu program andalannyaadalah UDG (Upsawa Darma Gita), yaitu lomba kidung-kidung kerohaniaan mulai tingkat desa hingganasional. Dalam hal pelayanan, umat Hindu terkadang mengeluhkan lambatnya waktu pelayanan, tidakjelasnya prosedur, dan biaya pelayanan. Meski begitu, pelayanan yang diberikan Kemenag KabupatenLuwu Utara telah sesuai mekanisme dan prosedural pelayanan keagamaan melalui Bimas Hindu.
PERI BAH AN INTERAKSI SOSIAL SUKU BAJO DENG AN MASYARAKAT SEKITARNYA DI KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA Changes of Social Interaction in Bajo tribe with Surrounding Communities in Muna regency, Southeast Sulawesi Pandais Hak
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v17i2.120

Abstract

Suku Bajo, selama ini diassosiasikan dengan manusia laut, karena komunitas ini menempati berbagai kawasan pesisirpada belahan nusantara. Tak ada satupun peneliti yang telah berhasil melakukan penelusuran asal usul komunitas ini.Susahnya menyimpulkan asal-usul mereka karena berbagai peneliti yang melakukan penelitian pada komunitas ini masing-masing berbeda pandangan. Terlepas dari kontroversi tersebut, tidak ada yang membantah bahwa komunitas suku Bajotelah mendiami sebagian besar kawasan pesisir di belahan bumi nusantara telah berjalan cukup lama yakni pada erakerajaan awal di nusantara. Komunitas yang menggantungkan hidupnya dilaut, selama ini menurut Zacot menggolongkanmereka dalam kategori masyarakatyang tertutup, inferior danpola interaksiyang disassosiatifkhususnya dalam berhubungandengan masyarakat daratan. Pada sisi budaya mereka termasuk komunitas yang masih tergolong savety dari arusglobalisasi dan modernsisasi karena cenderung menutup diri dari arus perubahan dan kemajuan tekonologi. Akan tetapithesis tersebut telah terbantahkan oleh hasil penelitian ini. Meskipun sifatnya particular, dalam artian hanya menyotorotbeberapa komunitas suku Bajo yang ada di Kabupaten Muna, tentunya tidak dilakukan suatu generalisasi pada seluruhkomunitas suku Bajo, akan tetapi paling tidak hasil penelitian ini memberikan konstribusi baru tentang gambaran terkinibeberapa komunitas suku Bajo di nusantara. Bahwa apa yang di asumsikan sebelumnya tentang suku Bajo kini telahbanyak mengalamiperubahan, khususnya dari aspekpola interkasi sosial mereka dengan masyarakat sekitarnya. Perubahanini berdampakpada perubahan pola hidup dan tingkat akomodasi terhadap modernisasi dan tekonologi. Perubahan inijuga tentunya disatu sisi membawa nilaipositif namunpada sisi lain juga dapat membawa dampak negative, yang kedepanpatut menjadiperhatian oleh suku Bajo sendiri.
KOMPETENSI PENGAWAS MADRASAH DAN PAI DI KABUPATEN BONE, SULAWESI SELATAN Muh. Ali Saputra
Al-Qalam Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.345 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i2.80

Abstract

AbstrakPengawas pendidikan merupakan salah satu faktor kunci yang membantu lembaga pendidikan mencapaitujuannya. Di Indonesia, keberadaan dan fungsinya dikukuhkan oleh perandang-undangan yang jugamenunjukkan tugas dan tanggung jawabnya. Menurut Undang-Undang, pengawas pendidikan harusmemiliki enam kompetensi: supervisi akademik, supervisi manajerial, kepribadian, sosial, evaluasi, danpenelitian dan pengembangan (litbang). Meski telah ada sejumlah penelitian tentang pengawas tersebut,perlu penelitian lebih lanjut untuk menilai kinerja dan kapasilas mereka untuk menjalankan tugas.Penelitian ini merupakan kajian deskriptif untuk menilai tingkat dan implementasi kompetensi pengawasmadrasah dan bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatandengan pendekatan survei. Data dihimpun lewat kuesioner lalu dianalisis dengan perangkat statistikadeskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas pengawas tersebut memiliki tingkat kompetensikepribadian, sosial, supervisi akademik, dan supervisi manajerial lebih tinggi daripada tingkat kompetensievaluasi dan kelitbangan mereka, dan bahwa tingkat kompetensi kelitbangan mereka paling rendahdiantara semua aspek.