Al-Qalam
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Articles
662 Documents
PEMETAAN KAPASITAS PESANTREN DI KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
ros diana
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.903 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v22i1.295
Penelitian ini berupaya untuk memetakan persebaran pesantren, kapasitas yang dimiliki pesantren serta pengembangan pemberdayaan yang diprogramkan pesantren di Kabupaten Maros. Penelitian merupakan penelitian pemetaan untuk melihat kondisi real pesantren dengan mendeskripsikan, menggambar peta dari kapasitas pesantren di Kabupaten Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 pesantren di Kabupaten Maros yang tersebar di sebelas kecamatan. Kapasaitas pesantren diukur berdasarkan lima komponen pesantren seperti ketersediaan kiai, asrama, masjid, dan pembelajaran kitab serta pemberdayaan. Kelima komponen tersebut belum sepenuhnya dimiliki oleh sebagian pesantren, namun eksistensi dari pesantren tersebut tetap menampakkan diri dalam hal turut serta mencerdaskan santri dengan ciri yang melekat pada masing-masing pesantren. Program pemberdayaan santri yang ditetapkan oleh pesantren terlihat dari keberlanjutan sebagian tidak berjalan dan pengelolaannya belum begitu terfokus terutama dalam melibatkan santri dalam pengelolaannya. Kata Kunci: kapasitas, pesantren, santri, pemberdayaan
PETUAH BIJAK ORANG MAKASSAR: NILAI-NILAI KEAGAMAAN PADA KELONG MAKASSAR
Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (76.525 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v18i2.71
AbstrakKelong Makassar adalah salah satu genre Sastera Makassar yang cukup tua dan terwariskan secaraturun temurun dari generasi ke generasi. Semulapewarisannya secara lisan, kemudian tulisan di sampinglisan, dan terakhir lebih banyak secara tulisa, Kelong sebagai sarana informasi berbagai aspekmengandung berbagai hal, termasukpetuah-petuah bijak. Setelah Islam diterima secara integrative danbudya masyarakat, nilai-nilai Islam menjadi bahagian dari kandungan kelong. Nilai-nilai Islam yangbanyak diketemukan dalam kelong Makassar adalah akidah, iabadah (salat), dan akhlak.
FIGUR TOKOH DARI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I UJUNGPANDANG
aziz albone
Al-Qalam Vol 6, No 2 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (56.873 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v6i2.624
Dari banyak kasus pelanggaran normaatau hukum yang dilakukan seseorangpada dasarnya terjadi pada saat dirinyatidak mampu menahan dirinya yang beradadi luar kontrol. Pada saat itulah terjadipelanggaran, kemudian masyarakat menganggapdirinya sesat, keluar dari normayang dianut masyarakat, artinya dirinyadianggap telah menyimpang dari tataaturan masyarakatnya. Pada hal yangmenjadi dirinya menyimpang dari tataaturan / norma tersebut pada dasarnyalingkungan masyarakatnya. Apalagimenurut Alqur'an manusia diciptakan AllahSWT mempunyai dua kecenderunganyaitu kepada kejahatan (fasiq) dan kepadakebaikan (taqwa). (Alqur'an 19 : 8 ).Kedua kecenderungan itu akan berkembangsesuai kesempatan yang diberikanlingkungan sosialnya. Bila kesempatanyang diberikan lingkungan lebih besarkepada kejahatan maka potensi jahat akanberkembang. Sebaliknya bila kesempatanyang diberikan lingkungan lebih besarkepada yang baik maka potensi kebaikanakan lebih berkembang.
Strategi Penyelengaraan Pendidikan Agama Islam di SMAN 2 Balikpapan KAltim
Farida Hanun
Al-Qalam Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (104.941 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v24i1.453
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan, strategi, dukungan dan kendala dalam penyelenggaraan PAI di SMAM 2 Balikpapan dengan menggunakan metode kualitatip. Hasil penelitian menunjukkan: (a) Strategi penyelenggaraan PAI di SMAN 2 dilakukan melalui pengembangan program inovasi pembelajaran PAI dan Pengembangan Budaya Keagamaan (Religious Culture), (b) Penyelenggraan PAI didukung oleh leadership kepala sekolah, kompetensi guru, kelengkapan fasilitas pembelajaran, jaringan alumni sedangkan kendalanya tidak semua guru PAI memiliki skill tertentu untuk membina ekstrakurikuler, belum ada perpustakaan PAI, dan kurang maksimalnya anggaran untuk penyelenggraan PAI, dan (c) Kementerian Agama perlu melakukan pembinaan guru PAI dalam upaya peningkatan kompetensi dan melengkapi sarana pembelajaran PAI berbasis multimedia
EKSPRESI LITERASI PETUAH BIJAK DAERAH SISWA MAN 1 BONE DAN MAS AL-JUNAEDIYAH BIRU BONE
Muhammad Subair
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.279 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v23i2.403
Nyanyian “ala massea-sea” mengandung petuah bijak yang mengajak untuk “sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tiada guna”. Lagu ini juga meninggalkan jejak tentang kisah seorang yang putus asa dalam belajar, ketika melihat tetesan air dalam guwa yang dapat menembus batu, membuatnya tersadar betapa keuletan dapat menembus benda sekeras apapun. Sehingga ia pun kembali belajar dengan tekun hingga sukses menjadi orang terpelajar. Melalui petuah bijak pula, siswa pada MAN 1 Bone dan MAS PMJ Bone dapat kembali mengingat Kajao Laliddong sebagai seorang cerdik pandai yang kritis tetapi juga sopan. Pada makalah ini juga tersaji petuah bijak yang dapat digunakan untuk pengembangan budaya literasi, sebagaimana terhimpun dari hasil FGD, wawancara, observasi dan studi literatur yang dilakukan di MAN 1 Bone dan MAS PMJ Bone. Sebuah hasil penelitian kualitatif yang diuraikan secara deskriptif naratif, yang dilakukan atas dasar fakta memudarnya pesona budaya literasi siswa yang ditandai dengan perbendaharaan petuah bijak yang diketahui oleh siswa, dibandingkan dengan banyaknya petuah bijak yang sarat dengan pesan moral dari warisan leluhur sebagaimana terdapat dalam kitab silasa’ dan kumpulan ungkapan I Lagaligo.
AGAMA DAN KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT PENGRAJIN PERAHU DI TANAH LEMO KABUPATEN BULUKUMBA
Ahmad, Abdul Kadir
Al-Qalam Vol 2, No 2 (1990)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (56.875 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v2i2.674
Tanah Lemo adalah suatu kelurahan dalamwilayah Kecamatan Bontobahari KabupatenBulukumba terletak di bagian paling selatanjazirah Sulawesi Selatan. Berjarak 24 Km darikota Bulukumba dan 176 Km dari UjungPandang, daerah ini termasuk kawasan pantaidengan elevasi 10 m di atas permukaan lautdan kemiringan rata-rata 2-15 %. Hujan turunrata-rata 2500 mm per tahun.Luas wilayah Kelurahan Tanah Lemo47.75 Km2, terdiri atas enam lingkungan, yaitulingkungan Tanah Beru, Pasaraya, Batummesu,Benjala, Sapalohe dan Lemo-lemo. Jumlahpenduduknyaa 11.385 jiwa, dengan komposisi5475 laki-laki dan 5910 perempuan.l) Selaindari Tanah Lemo penduduk berasal dari berbagaidaerah, seperti Selayar, Jeneponto, Gowa,Sinjai, Bone dan Bantaeng
BERS AMA DAL AM PERBEDA AN (Studi Kasus Pasca Konflik di Kabupaten Alor Provinsi NusaTenggaraTimur)
Badruzzaman Badruzzaman
Al-Qalam Vol 11, No 2 (2005)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (87.806 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v11i2.592
Kondisi kerukunan umat beragama pasca konflik perlu digaliuntuk dijadikan bahan rujukan dalam menetapkan kebijakanpembangunan agama, khususnya pola pembinaan kerukunan hidupumat beragama. Aspek yang digali adalah gambaran konflik yangpernah terjadi, kondisi kerukunan hidup umat beragama pasca konflikdan faktor utama yang menyebabkan kondisi kerukunan hidup umatberagama pasca konflik.Konflik yang pernah terjadi di Kabupaten Aim memangtampaknyadipicuoleh oknum tertentu yang berbeda agama. namunrealitas konflik yang munculkemudian bukan k< mllik horizi mtal, akantetapi berupa tuntutan masyarakat terhadap Pemerintah KabupatenAlor agar oknum yang melakukan tersebut ditindak segera secarahukum dan dinonaktifkan dari jabatannya. Konflik horizontal tidakterwujud karena didukung oleh struktur sosial budaya masyarakatseperti pranata budaya lokal yang didukung oleh kckerabatan yangkuat (amalgamation), kebiasaan masyarakat hidup dalam pluralitas,dan upaya-upaya pemerintah. Karena itu kondisi kerukunan hidupumat beragama di Kabupaten Alor tampak kondusif. Keadaaan inidapat dilihat pada aktifitas keagamaan masyarakat yang dirasakanaman dan nyaman, kerjasama antara penganut agama di berbagaikegiatan pendidikan, sosial, dan budaya bahkan pada kegiatankegiatankeagamaan.
STYLISTIKA RELASI GENDER BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA IAIN AMBON
Arman Arfa
Al-Qalam Vol 16, No 1 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (72.838 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v16i1.497
This research focuses on the pattern of gender relation in Student Executive Organization of IAIN Ambon. The problem addressed by thisresearch was: what is student perception on gender relation and what the pattern ofgender relation in Student Executive Organization ofIAIN Ambon.The objective of this research is to find out student perception on gender and gender relation in Student Executive Organization ofIAINAmbon. Research promotes the understanding of students on gender and the role of woman in public domain.Research is qualitative. Data collected through in depth interview to the member of Student Executive Organization of IAIN Ambon,observing their activity andfinding out information in current documents.Result shows that samples have some general perception about gender relation; for them, gender means biological difference and equalrights, men can do what women do, and women can do what men do. Three patterns ofgender relation were found in Student ExecutiveOrganization of IAIN Ambon: woman cannot become a leader, man is much appropriate to be a leader and man and woman have thesame opportunity to be the leader, particularly for Student Executive Organization ofIAIN Ambon
KAPASITAS KOPERTAIS WILAYAH XIII DALAM MENINGKATKAN MUTU PTAIS DI PROVINSI JAMBI
Juju Saepudin
Al-Qalam Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.95 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v21i2.231
Penelitian “Kapasitas Kopertais Wilayah XIII Dalam Meningkatkan Mutu PTAIS di Provinsi Jambi”didasari oleh pemikiran bahwa Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais)merupakan institusi yang memiliki andil yang banyak dalam rangka meningkatkan mutu pendidikandi lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS), karena pengawasan, pengendaliandan pembinaan PTAIS sesungguhnya merupakan tugas eksistensi lembaga ini. Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode gabungan(mixed methods). Hasil analisis terhadap data kualitatif yang terkumpul melalui wawancara dan studidokumentasi serta data kuantitatif melalui penyebaran kuesioner menyimpulkan bahwa KopertaisWilayah XIII belum berdiri sendiri sebagai satuan kerja karena menginduk ke IAIN Sulthan ThahaSaifuddin Jambi, sehingga berdampak pada terhambatnya program kerja Kopertais yang berefekterhadap mutu PTAIS. Dengan demikian, perlu segera dilakukan restrukturisasi kelembagaan Kopertais,dengan memberikan kepastian kewenangan, penganggaran dan eselonering pengelola Kopertais.
PROBLEMATIKA PERCERAIAN MASYARAKAT KABUPATEN BONE DALAM TINJAUAN EKONOMI SYARIAH
Sitti Nikmah Marzuki
Al-Qalam Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (97.756 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v22i2.320
Perkawinan adalah ikatan yang suci antara laki-laki dan perempuan dalam suatu rumah tangga. Melalui perkawinan dua insan yang berbeda disatukan, dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun harmonisasi keluarga terganggu oleh berbagai masalah rumah tangga yang kemudian berujung pada perceraian. Dalam penelitian ini akan di kaji mengenai faktor penyebab dari tingginya angka perceraiaan yang terjadi di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan dan dampak setelah perceraian dan pengaruh problema ekonomi terhadap tingkat perceraian Kabupaten Bone mengenai masalah peceraian dan Solusi menekan peningkatan jumlah perceraian di Kabupaten bone dalam persfektif ekonomi syariah. Metode kualitatif di terapkan dalam penelitian ini dengan menggunakan beberara instrument yakni observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian terjadi karena beberapa factor di antaranya factor moral dan factor meninggalkan. Dan dampak yang terjadi adalah dampak psikologi, ekonomi, sosial.