cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Floribunda
ISSN : 01254706     EISSN : 24606944     DOI : -
Floribunda is published both in Bahasa Indonesia and English, covers wide range of plant diversity, taxonomy and systematics of Malesian flora particulary distributed in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 225 Documents
ADIANTUM LATIFOLIUM LAM. (PTERIDACEAE); A NEWLY NATURALIZED FERN IN JAVA, INDONESIA Muhamad Muhaimin
Floribunda Vol. 5 No. 6 (2017)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.854 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v5i6.2017.177

Abstract

Muhamad Muhaimin. 2017. Adiantum latifolium Lam. (Pteridaceae); Catatan Naturalisasi Jenis Paku Eksotik di Jawa, Indonesia. Floribunda 5(6): 220–225.— Marga Adiantum di Jawa terdiri dari 19 jenis. Setelah itu, terdapat satu jenis yang  keberadaannya masih diragukan di Jawa, yaitu jenis eksotik Adiantum latifolium Lam. Berdasarkan pengamatan lapangan yang dilakukan selama tiga tahun di Bogor, Depok, dan Jakarta, jenis tersebut akhirnya dapat dipastikan tumbuh secara meliar di Jawa. Bahkan, jenis tersebut dapat dikategorikan ke dalam jenis yang sudah ternaturalisasi di Jawa. Hasil dari pengamatan tersebut akan dipresentasikan dan didiskusikan dalam tulisan ini.Kata kunci: Adiantum latifolium Lam., Jawa, naturalisasi.Muhamad Muhaimin. 2017. Adiantum latifolium  Lam. (Pteridaceae); A Newly Naturalized Fern in Java, Indonesia. Floribunda 5(6): 220 –225.  —The genus Adiantum in Java consists of 19 species. Following this publication, the existence of one species in Java is considered to be doubtful, which is Adiantum latifolium Lam. Based on field observations conducted for over three years in Bogor, Depok and Jakarta, the species can eventually be confirmed to grow escaping cultivated population in Java. Therefore, these species can be categorized into naturalized species in Java. The results of these observations will be presented and discussed in this paper.Keywords: Adiantum latifolium Lam., Java, naturalized.
Dua Setengah Abad Perkembangan Konsep jenis: Perjalanan Panjang yang Sarat Perdebatan Amin Retnoningsih
Floribunda Vol. 2 No. 1-8 (2002)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2283.298 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v2i1-8.2002.46

Abstract

Two and half centuries of the species concepts development: a long time with fully discussion.
Catatan Keberadaan Costus afer Ker Gawl. (Costaceae) di Pulau Jawa. Arifin Surya Dwipa Irsyam; Rina Ratnasih Irwanto; Muhammad Rifqi Hariri
Floribunda Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2572.168 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i2.2019.252

Abstract

Arifin Surya Dwipa Irsyam, Rina Ratnasih Irwanto & Muhammad Rifqi Hariri. 2019. Catatan Keberadaan Costus  afer Ker Gawl. (Costaceae) di Pulau Jawa. Floribunda 6(2): 64–71. —  Suatu jenis Costus introduksi dari Afrika, yaitu Costus afer Ker Gawl., telah ditemukan tumbuh ternaturalisasi di Maribaya (Lembang), Dago Atas (Bandung), dan Kampus IPB Dramaga, Bogor. Keberadaan populasi liar C. afer di Pulau Jawa belum pernah dilaporkan sebelumnya. Jenis tersebut juga belum terdaftar dalam Flora of Java. Secara morfologi, C. afer sering salah teridentifikasi sebagai C. lucanusianus J. Braun & K. Schum. Informasi mengenai populasi liar dan ciri morfologi C. afer dilaporkan dalam catatan ini. 
Cover Floribunda 6(2) Cover Floribunda
Floribunda Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.693 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i2.2019.288

Abstract

Cover of Floribunda
Jenis-jenis Bambu (Bambusoideae) di Pulau Bengkalis, Provinsi Riau, Indonesia. Indra Rijaya; Fitmawati .
Floribunda Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.061 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i2.2019.229

Abstract

Indra Rijaya & Fitmawati. 2019. Jenis-jenis Bambu (Bambusoideae) di Pulau Bengkalis, Provinsi Riau, Indonesia. Floribunda 6(2): 41–52. —  Pulau Bengkalis merupakan salah satu pulau di sisi timur Sumatra yang didominasi lahan gambut dengan tumbuhan bambu yang dipercaya memiliki peran ekologis, hidrologis dan ekonomis. Informasi mengenai jenis-jenis bambu yang ada di Pulau Bengkalis sangatlah sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan inventarisasi dan identifikasi jenis-jenis bambu berdasarkan karakter morfologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey eksploratif. Berdasarkan penelitian ini diperoleh empat marga asli bambu yakni Bambusa, Dendrocalamus, Gigantochloa, Schizostacyum dan satu marga introduksi (Thyrsostachys) Sembilan jenis yaitu (B. glaucophylla, B. heterostachya, B. multiplex, B. vulgaris, D. asper, G. hasskarliana, S. brachycladum, S. latifolium dan T. siamensis, dan satu varietas yaitu B. vulgaris var. striata dikemukakan. 
Mitra Bestari 6(2) Mitra Bestari
Floribunda Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.776 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i2.2019.289

Abstract

Mitra Bestari
Jenis-jenis Anggrek (Orchidaceae) di Hutan Rawa Gambut Kabupaten Belitung. Selviana .; Eddy Nurtjahya; Diah Sulistiarini
Floribunda Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1723.864 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i2.2019.214

Abstract

Selviana, Eddy Nurtjahya & Diah Sulistiarini. 2019. Jenis-jenis Anggrek (Orchidaceae) di Hutan Rawa Gambut Kabupaten Belitung. Floribunda 6(2): 72–80. —  Anggrek salah satu tumbuhan yang memiliki nilai komersial tinggi. Data keanekaragaman anggrek di Pulau Belitung, khususnya di hutan rawa gambut Kabupaten Belitung belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis anggrek alam yang ada di hutan rawa gambut Kabupaten Belitung. Penelitian dilakukan di hutan rawa gambut, Kabupaten Belitung dengan 3 lokasi. Identifikasi dilakukan di Herbarium Bangka Belitungense dan Herbarium Bogoriense (BO), Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Cibinong. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 9 jenis anggrek dari 6 marga, terdiri dari 6 jenis anggrek epifit, 3 jenis anggrek terestrial. Jenis yang paling banyak dijumpai di daerah tersebut adalah dari marga Bulbophyllum Thou., Dendrobium Sw. dan Plocoglottis Blume, serta terdapat satu anggrek rekaman baru yaitu jenis Thecopus secunda. 
The Pollen Morphology of Dragon’s Blood Rattans (Daemonorops spp.) from Sumatra. Revis Asra; Upik Yelianti; Joko Ridho Witono
Floribunda Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.855 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i2.2019.262

Abstract

Revis Asra, UpikYelianti & Joko Ridho Witono. 2019. The Pollen Morphology of Dragon’s Blood Rattans(Daemonorops spp.) from Sumatra. Floribunda 6(2): 35–40. —  Dragon’s blood rattans (Daemonorops spp.) or locally known as jernang, is one of the well anticipated and economically valuable non timber forest products from Sumatra. The species group produces a red resin on the fruit scale and is one of the main resources of some medicines and colouring. The characteristic of pollen morphology was one of important role in determining the pollination system of dioecious species such as dragon’s blood rattans. The purpose of this study was to examine the pollen characteristic and its relation to the pollination system of four species of dragon’s blood rattans from Sumatra, i.e. Daemonorops aff. propinqua Becc., D. propinqua Becc., D. draconcella Becc. and D. didymophylla Becc. Pollen of dragon’s blood rattans were collected from the secondary forest of Jambi and Bukit Duabelas National Park, then stored in FAA solution, followed by observation using SEM (Scanning Electron Microscope). The pollen of Daemonorops aff. propinqua and D. propinqua have aperture and irregular ex-ornamentation type, while D. draconcella is monocolpus and D. didymophylla is tricolpus. The pollen of Daemonorops aff. propinqua and D. propinqua show uneven exines while the others Daemonorops have even exines. Characters of smooth pollen grainsin D. draconcella and D. didymophylla are indicated that those species associated with wind pollination, whereas sculptured pollen grains in Daemonorops aff. propinqua and D. propinqua are associated with insect pollination. 
Newly Recorded Lepista sordida (Schumach.) Singer (Agaricales Tricholomataceae) for Indonesia Atik Retnowati
Floribunda Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.854 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i3.2019.296

Abstract

Lepista sordida (Schumach.) Singer is firstly reported from Indonesia. Description and illustration of the species are presented.
Nilai Taksonomi Ciri Morfologi Daun Tumbuhan Berdaun Saputangan dalam Caesalpiniaceae Etha Marista; Alex Hartana
Floribunda Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7236.738 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i3.2019.249

Abstract

Spesimen daun muda tumbuhan umumnya jarang ditemukan pada koleksi herbarium sehingga tidak pernah diteliti nilai taksonominya sebagai pengenal keanekaragaman jenis. Caesalpiniaceae merupakan suku tumbuhan yang beberapa marganya memiliki karakteristik pemoposan daun (leaf flushing) yang dikenal dengan sebutan“daun saputangan”. Untuk itu, enam belas jenis dari suku Caesalpiniaceae berdaun saputangan diamati spesimen hidupnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enambelas jenis yang tergolong dalam lima marga Caesalpiniaceae berdaun saputangan dapat dibedakan berdasarkan ciri morfologi pemoposan daunnya seperti: keberadaan perula, bentuk kuncup daun dorman, dan kuncup daun tumbuh, warna daun saat pemoposan, tipe indumentum kuncup daun tumbuh, variasi bentuk daun selama proses pemoposan, jumlah dan ukuran daun. Kunci identifikasi lima marga beserta jenis-jenisnya disediakan berdasarkan ciri pemoposan daun tersebut.