Articles
225 Documents
KEANEKARAGAMAN SPESIES LUMUT HATI EPIFIT DAN REKAMAN BARU UNTUK JAWA
Afiatry Putrika;
Shela Kartika Wijaya;
Astari Dwiranti;
Mega Atria
Floribunda Vol. 6 No. 4 (2020)
Publisher : PTTI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1622.535 KB)
|
DOI: 10.32556/floribunda.v6i4.2020.277
Afiatry Putrika, Shela Kartika Wijaya, Astari Dwiranti, Mega Atria. 2020. Epiphytic Liverworts Diversity and New Record for Java. Floribunda 6(4): 133–140. — Indonesia University (IU) has an open green space area, that consists of urban forest and the garden inside campus. The existence of these areas makes that location has various species of plants, especially tree species which become substrate for leafy liverworts. The objective of this study is to identify the leafy liverworts species diversity in the Campus of IU Depok. This research was conducted in the IU urban forest and campus main road by broad survey method. Those leafy liverworts sample was collected at 4 different direction of 0–2 m high of tree trunk. The liverworts samples were observed using a light microscope in the laboratory. There are 10 species of liverworts were recorded from Indonesia University which belong to 2 families and 6 genera. Two of them are new record for Java. Afiatry Putrika, Shela Kartika Wijaya, Astari Dwiranti, Mega Atria. 2020. Keanekaragaman Spesies Lumut Hati Epifit dan Rekaman Baru untuk Jawa. Floribunda 6(4): 133–140. — Universitas Indonesia (UI) me-miliki kawasan ruang terbuka hijau yang terdiri atas hutan kota dan taman sekitar kampus. Keberadaan ruang terbuka tersebut membuat UI memiliki beragam jenis flora, termasuk pohon yang dapat menjadi substrat tumbuhnya lumut hati berdaun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman spesies lumut hati epifit yang ada di Kampus UI Depok. Penelitian dilakukan di Hutan Kota dan jalan utama kampus UI Depok. Pengambilan sampel lumut hati di Hutan Kota dan jalan utama kampus dilakukan dengan metode jelajah bebas. Sampel lumut pada pohon inang dikoleksi dari 4 arah mata angin pada ketinggian 0–2 meter dari permukaan tanah. Sampel lumut diamati di laboratorium menggunakan mikroskop cahaya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies lumut hati epifit di kampus UI yang berasal dari 2 famili dan 6 genus. Dua spesies merupakan catatan baru untuk Jawa.
PHYLLANTHUS MYRTIFOLIUS (MOON EX WIGHT) MULL.ARG. AND PHYLLANTHUS TENELLUS ROXB. (PHYLLANTHACEAE) IN JAVA
Muhammad Rifqi Hariri;
Arifin Surya Dwipa Irsyam;
Afri Irawan;
Zakaria Al Anshori;
Arieh Mountara;
Rina Ratnasih Irwanto
Floribunda Vol. 6 No. 5 (2020)
Publisher : PTTI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32556/floribunda.v6i5.2020.308
Phyllanthus myrtifolius (Moon ex Wight) Müll.Arg. and Phyllanthus tenellus Roxb. (Phyllanthaceae) in Java. Floribunda 6(5): 188–194. — Phyllanthus L. is the largest genus in the Phyllanthaceae and consists of 1302 species that are widely distributed in tropical and subtropical regions. There were 20 discovered species of Phyllanthus recorded in the Flora of Java. However, additional species of Phyllanthus in Java can still be discovered in the future. Therefore, this research was aimed to report any additional information on Phyllanthus of Java. Field exploration was conducted in Bandung, Bogor, Jakarta, Sumedang, and Situbondo. Field observation resulted in the findings of two Phyllanthus additional species within the Flora of Java, namely P. myrtifolius (Moon ex Wight) Müll.Arg. and P. tenellus Roxb. P. myrtifolius was widely cultivated as an exotic ornamental plant, while P. tenellus is a newly recorded alien species to Java. The discovery of these species would increase the number of Phyllanthus species in Java.
KEANEKARAGAMAN MORFOLOGI CEMPEDAK [ARTOCARPUS INTEGER (THUNB.) MERR.] DI KABUPATEN BANGKA TENGAH DAN SELATAN
Relin Lestari;
Anggraeni Anggraeni;
Edi Romdhoni
Floribunda Vol. 6 No. 5 (2020)
Publisher : PTTI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32556/floribunda.v6i5.2020.311
Keanekaragaman Morfologi Cempedak [Artocarpus integer (Thunb.) Merr.] di Kabupaten Bangka Tengah dan Selatan. Floribunda 6(5): 175–182. — Cempedak merupakan tanaman lokal yang diketahui memiliki variasi morfologi, namun informasi tentang keanekaragaman cempedaknya terbatas, khususnya di Pulau Bangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman cempedak berdasarkan karakter morfologi dari Kabupaten Bangka Tengah dan Selatan. Pengambilan data keanekaragaman cempedak menggunakan metode purposive sampling. Pengamatan dilakukan berdasarkan parameter karakter vegetatif dan generatif. Identifikasi dilakukan di Herbarium Bangka Belitungense dan Herbarium Bogoriense LIPI-Cibinong. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 7 kultivar cempedak: nangka, tikus, kuning, hutan, bare, kapas dan ular. Bangka Selatan memiliki variasi morfologi cempedak yang lebih beragam dibandingkan Bangka Tengah. Variasi morfologi tertinggi terdapat pada karakter pola percabangan dan bentuk daun. Kulit pohon dominan bertekstur sedang. Bentuk daun dominan menjorong dengan ujung daun meruncing. Variasi bentuk buah mulai dari melonjong, menjantung, menjorong hingga tidak beraturan. Warna kulit buah didominasi warna hijau kekuningan, dengan rata-rata kulit buah berduri. Warna daging buah dominan kuning dengan bentuk biji lonjong.
PHENETIC ANALYSIS AND DISTRIBUTION OF CLAOXYLON IN THE LESSER SUNDA ISLANDS
Adhy Widya Setiawan;
Tatik Chikmawati
Floribunda Vol. 6 No. 5 (2020)
Publisher : PTTI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32556/floribunda.v6i5.2020.313
Phenetic Analysis and Distribution of Claoxylon in the Lesser Sunda Islands. Floribunda 6(5): 167–174. — The genus Claoxylon A.Juss. in the Lesser Sunda Islands (LSI) was reviewed. Eleven species were recognized in Lesser Sunda Islands. Records of C. capillipes and C. fulvescens were extended to the Bali Island. Based on distribution of Claoxylon in LSI, Bali has the highest number of species (7 species), while Wetar shows the least number of species (only 1 species). A phenetic analysis was using Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System (NTSYS-pc) version 2.11a and distribution mapping using Quantum GIS version 2.4. Based on 14 morphological characters grouped Claoxylon species in LSI into three groups. All Claoxylon in LSI belong to section Indica and Affinia.
MELOTHRIA (CUCURBITACEAE): A NEW GENUS RECORD OF NATURALIZED CUCUMBER IN SUMATRA
Wendy Achmmad Mustaqim;
Hirmas Fuady Putra
Floribunda Vol. 6 No. 5 (2020)
Publisher : PTTI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32556/floribunda.v6i5.2020.318
Melothria (Cucurbitaceae): A New Genus Record of Naturalized Cucumber in Sumatra. Floribunda 6(5): 183–187. — The first record of a naturalized cucumber genus Melothria (Cucurbitaceae) is presented for Sumatra, represented by one cosmopolitan species Melothria pendula. The species has been found during an exploration in the northern part of the island. A morphological description, distribution map, brief discussions, and photographs are given.
ALSTONIA MACROPHYLLA (APOCYNACEAE): A NEW RECORD OF NATURALIZED SPECIES IN JAVA, INDONESIA
Surianto Effendi;
Wendy Achmmad Mustaqim
Floribunda Vol. 6 No. 6 (2021): Floribunda April 2021
Publisher : PTTI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32556/floribunda.v6i6.2021.321
Surianto Effendi & Wendy A. Mustaqim. 2021. Alstonia macrophylla (Apocynaceae): A New Record of Naturalized Species in Java, Indonesia. Floribunda 6(6): 207–212. — Alstonia macrophylla (Apocynaceae), a Malesian widespread species tree, here for the first time is formally reported to be naturally found in Java. The report is based on plants growing in the Ciampea limestone hills, Ciampea sub-district, west of Bogor, West Java. Description, ecology, illustration and a brief discussion regarding the occurrence state of this species as naturalized species in Java are presented. A key to Alstonia species in Java is also given.
KEANEKARAGAMAN DAN KEKERABATAN GENETIK ARTOCARPUS BERDASARKAN PENANDA DNA KLOROPLAS matK & rbcL: KAJIAN IN SILICO
Dindin Hidayatul Mursyidin;
Muhammad Irfan Makruf
Floribunda Vol. 6 No. 5 (2020)
Publisher : PTTI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32556/floribunda.v6i5.2020.322
Keanekaragaman dan Kekerabatan Genetik Artocarpus Berdasarkan Penanda DNA Kloroplas matK & rbcL: Kajian in Silico. Floribunda 6(5): 195–206. — Artocarpus merupakan genus dari famili Moraceae yang memiliki keanekaragaman spesies tinggi. Namun akibat degradasi dan konversi habitat secara berlebihan, keberadaannya mulai terancam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan kekerabatan genetik Artocarpus secara in silico menggunakan penanda DNA kloroplas (matK dan rbcL). Sebanyak 2 set sekuen matK dan rbcL dari 48 spesies Artocarpus telah dianalisis menggunakan beberapa software, yaitu BLAST, Clustal Omega dan MEGA-X, serta direkonstruksi secara filogenetik menggunakan metode Maximum Likelihood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Artocarpus menunjukkan keanekaragaman genetik relatif tinggi pada tingkat nukleotida, terutama berdasarkan sekuen rbcL (0.56). Sementara itu, hasil analisis kekerabatan genetik menggunakan metode Maximum Likelihood, diperoleh gambaran bahwa Artocarpus secara umum terpisah menjadi dua (2) grup atau clade utama, baik berdasarkan sekuen matK, rbcL dan gabungan keduanya. Informasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pemuliaan dan pelestarian Artocarpus, terutama di Indonesia.
CATATAN PADA RUMPUT KEBAR (OXALIDACEAE)
Yasper Michael Mambrasar;
Taufik Mahendra;
Megawati Megawati;
Deby Arifiani
Floribunda Vol. 6 No. 6 (2021): Floribunda April 2021
Publisher : PTTI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32556/floribunda.v6i6.2021.335
Yasper Michael Mambrasar, Taufik Mahendra, Megawati & Deby Arifiani. 2021. Catatan pada Rumput Kebar (Oxalidaceae). Floribunda 6(6): 220–224. — Rumput Kebar merupakan tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai obat dan penyubur kandungan. Sampai saat ini masih dijumpai penggunaan nama ilmiah untuk rumput kebar dengan menggunakan nama yang tidak valid. Di samping itu penggunaan nama lokal rumput Kebar juga mengarahkan pada dugaan bahwa jenis yang dimaksud masih berkerabat dengan rumput-rumputan (Poaceae). Hasil pengamatan spesimen herbarium dan studi literatur mendapatkan bahwa nama ilmiah rumput kebar adalah Biophytum umbraculum Welw dan B. petersianum Klotzsh merupakan sinonim. Daerah penyebaran rumput Kebar juga dibahas dalam artikel ini.
MITOTIC AND KARYOTYPE OF INDIGOFERA SUFFRUTICOSA MILL. IN CENTRAL JAVA
Wahyu Kusumawardani;
Muzzazinah Muzzazinah;
Murni Ramli
Floribunda Vol. 6 No. 6 (2021): Floribunda April 2021
Publisher : PTTI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32556/floribunda.v6i6.2021.349
Wahyu Kusumawardani, Muzzazinah & Murni Ramli. 2021. Mitotic and Karyotype of Indigofera suffruticosa Mill. in Central Java. Floribunda 6(6): 213–219 . — Indigofera suffruticosa has been widely used by Indonesians, but its cytological information is still limited. This study was aimed to observe the mitotic phases and chromosome structures of I. suffruticosa. The analysis was performed on I. suffruticosa sampled from Magelang, Central Java. Mitotic phases and chromosomes’ structures were observed using root tips prepared with the squash method. The chromosome morphological structure was analyzed with karyotype maps using Image Raster, Corel Draw, and Microsoft Excel. The observation showed that I. suffruticosa were at various mitosis phases starting from prophase, pro-metaphase, metaphase, anaphase, and telophase. The chromosome in the pro-metaphase was analyzed for its karyotype morphology. The species has some diploid chromosomes (2n = 16). I. suffruticosa’s chromosomes have an average chromosome’ length of 2.08 µm with submetacentric and metacentric types. Data about the chromosome structure of I. suffruticosa from Indonesia could complement the novelty of the taxonomic classification information obtained by previous researchers.
VARIASI CIRI MIKROMORFOLOGI BIJI BEGONIA (BEGONIACEAE) DI SUMATRA
Deden Girmansyah;
Rugayah Rugayah;
Sulistijorini Sulistijorini;
Tatik Chikmawati
Floribunda Vol. 6 No. 6 (2021): Floribunda April 2021
Publisher : PTTI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32556/floribunda.v6i6.2021.351
Deden Girmansyah, Rugayah, Sulistijorini & Tatik Chikmawati. 2021. Variasi Ciri Mikromorfologi Biji Begonia (Begoniaceae) di Sumatra. Floribunda 6(6): 225–235. — Biji merupakan salah satu ciri penting dalam mempertelakan jenis Begonia. Karakter biji digunakan dalam deskripsi jenis Begonia adalah bentuk dan panjang biji, panjang collar cell (sel kerah), dan rasio collar cell dengan panjang biji. Untuk melengkapi karakter yang digunakan dalam deskripsi ini maka dilakukan pengamatan menggunakan SEM dengan alat table top SEM Hitachi TM3030. Hasil pengamatan dari 16 jenis dari empat seksi Begonia yang diamati menunjukan adanya perbedaan di antara empat seksi yang tumbuh di Sumatra. Perbedaan antara seksi terdapat pada bentuk antiklinal, area antar antiklinal dan pola kutikula. Ciri baru ini dapat digunakan sebagai data tambahan dalam melengkapi deskripsi Begonia.