cover
Contact Name
Syafira Dwi Cahyani
Contact Email
adminjifi@univpancasila.ac.id
Phone
+6287780957284
Journal Mail Official
syafira.ffup@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Editorial Office: Lenteng Agung St, Srengseng Sawah District, Jagakarsa Regency, Jakarta Selatan, Special Region of Jakarta 12640, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 16931831     EISSN : 26146495     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia (JIFI) mainly focuses on a current topic in Pharmaceutical Sciences are also considered for publication by the Journal. Discussions on a topic in Pharmaceutical Sciences, Clinical Sciences, and Social Behaviour Administration. Detailed scopes of articles accepted for submission to JIFI are: 1. Pharmaceutical Biology 2. Pharmaceutical Chemistry. 3. Pharmaceutical Technology. 4. Biomedical and Clinical Pharmacy. 5. Social Pharmacy and Administration.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2016): JIFI" : 20 Documents clear
Pengaruh Plasticizer Gliserol dan Sorbitol terhadap Karakteristik Film Penutup Luka Kitosan-Tripolifosfat yang Mengandung Asiatikosida YUNI ANGGRAENI; FARIDA SULISTIAWATI; DWI NUR ASTRIA
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.419 KB)

Abstract

Plasticizer seringkali ditambahkan ke dalam formula suatu film untuk memperbaiki sifat mekaniknya. Film penutup luka kitosan-tripolifosfat yang mengandung asiatikosida telah dibuat dengan menggunakan gliserol dan sorbitol sebagai plasticizer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh komposisi dan konsentrasi plasticizer gliserol dan sorbitol terhadap karakteristik film yang dihasilkan. Film dibuat sebanyak lima belas formula dengan variasi komposisi dan konsentrasi plasticizer. Plasticizer terdiri dari gliserol dan sorbitol dengan rasio 100:0 (formula A); 75:25 (formula B); 50:50 (formula C); 25:75 (formula D); dan 0:100 (formula E). Konsentrasi plasticizer yang digunakan adalah 40%, 60% dan 80% v/b dari berat kitosan. Film yang dihasilkan dievaluasi meliputi stabilitas fisik, ketebalan, laju transmisi uap air, penyerapan lembab, kapasitas retensi air, uji pelipatan, kekuatan tarik dan perpanjangan putus. Hasilnya menunjukkan bahwa komposisi dan konsentrasi plasticizer gliserol dan sorbitol berpengaruh secara bermakna terhadap ketebalan, kekuatan tarik dan perpanjangan putus film yang dibuat (p<0,05) dan pengaruhnya tidak bermakna terhadap laju transmisi uap air dan kapasitas retensi air (p>0,05). Berdasarkan karakteristik film di atas, formula C dengan konsentrasi plasticizer 60% dan 80% dapat dilanjutkan untuk membuat film penutup luka kitosan-tripolifosfat yang mengandung asiatikosida.
Pemodelan Farmakokinetika Tablet Floating Aspirin pada Kelinci dengan PKSolver AGUS SISWANTO; ACHMAD FUDHOLI; AKHMAD KHARIS NUGROHO; SUDIBYO MARTONO
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.613 KB)

Abstract

Aspirin selain sebagai analgetik juga efektif digunakan sebagai antiplatelet untuk profilaksis stroke. Aspirin diabsorpsi secara cepat di saluran pencernaan bagian atas terutama di bagian pertama usus halus. Formulasi dalam bentuk tablet floating diharapkan mampu memperbaiki profil farmakokinetika aspirin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model farmakokinetika tablet floating aspirin pada kelinci dengan PKSolver. Penentuan model dengan PKSolver berdasarkan parameter: 1) visual goodness of fit (GOF) dan 2) parameter statistik yang meliputi Akaike’s information criteron (AIC) dan Schwarz criterion (SC). Berdasarkan kedua parameter tersebut menunjukkan bahwa model multiple site absorption (MAS) merupakan model terbaik untuk menjelaskan farmakokinetika tablet floating aspirin. Pelepasan dan absorpsi aspirin dari tablet floating terjadi melalui 2 tahap sehingga menghasilkan profil farmakokinetika dengan puncak ganda akibat absorpsi yang terjadi secara paralel di dalam lambung.
Aktivitas Antibakteri Isolat bakteri X2 yang Berasosiasi Spons Xestospongia testudinaria dari Pantai Pasir Putih Situbondo terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa YATNITA PARAMA CITA; OCKY KARNA RADJASA; PRATIWI SUDHARMONO
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.826 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas antibakteri dari isolat bakteri X2 yang berasosiasi dengan spons Xestospongia testudinaria dari Pantai Pasir Putih Situbondo. Isolasi bakteri dilakukan dengan metoda pour plate kemudian koloni bakteri yang diperoleh dimurnikan dengan metode streak plate. Isolat bakteri X2 dihasilkan 12 isolat bakteri yang akan diuji aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Klebsiella pneumonia, Pseudomonas aeruginosa dan Salmonella typhii menggunakan metode overlay. Hasil uji mendapatkan isolat X2-10 yang aktif terhadap P. aeruginosa ATCC27853 dan MDR dengan menggunakan metode difusi agar. Karakterisasi isolat X2-10 dilakukan dengan uji pewarnaan Gram, uji biokimia dan identifikasi dengan 16s-rRNA. Hasil penelitian menunjukkan isolat bakteri X2-10 yang berasosiasi dengan spons X. testudinaria memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri P. aeruginosae ATCC27853 dan MDR dan hasil karakterisasi dari isolat bakteri X2-10 merupakan B. licheniformis.
Formulasi Sediaan Tablet Ekstrak Sambung Nyawa (Gynurae procumbens (Lour).Merr) sebagai Kandidat Antidiabetes WIWI WINARTI
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.897 KB)

Abstract

Ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) telah terbukti secara in vitro berkhasiat sebagai antidiabetes karena mampu menghambat enzim α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% daun sambung nyawa menjadi sediaan tablet yang memenuhi parameter mutu fisik dan uji in vivo. Ekstrak kental daun sambung nyawa diformulasikan menjadi 3 formula dengan variasi pengisi: kalsium fosfat dibasa (formula I), laktosa (formula II) dan mikrokristalin selulosa (formula III) dengan metode granulasi basah. Selanjutnya, dilakukan uji penghambatan α-glukosidase, formula yg mempunyai aktivitas teraktif dilakukan uji aktivitas secara in vitro dan in vivo. Hasil evaluasi mutu fisik dari ketiga formula tablet yaitu organoleptik: warna hijau, rasa pahit dan berbau khas; keseragaman bobot: 510,26; 506,61 dan 508,08 mg; kekerasan tablet: 6,2; 5,6 dan 5,2%; friabilitas: 0,14; 0,13 dan 0,15%; waktu hancur: 6 menit 50 detik, 7 menit 49 detik dan 7 menit 39 detik dan hasil uji aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase: 76,35; 67,13 dan 78,14%. Pada pengujian ini digunakan akarbose sebagai kontrol positif dengan penghambatan sebesar 88,49%. Dapat disimpulkan bahwa ketiga formula memenuhi syarat mutu fisik tablet dan mampu menghambat enzim α-glukosidase. Formula III merupakan sediaan teraktif. Hasil uji in vivo pada hari ke-14 dengan dosis penggunaan 3x2 tablet per hari dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah.
Uji Iritasi Sediaan Gel Penyembuh Luka Ekstrak Etanol Daun Binahong Menggunakan Slug Irritation Test SRI HARTATI YULIANI; YUMI RAHMADANI; ENADE PERDANA ISTYASTONO
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2884.528 KB)

Abstract

Penyembuhan luka adalah proses dinamik yang rumit dan belum sepenuhnya dimengerti. Proses penyembuhan luka terdiri dari 3 fase yaitu fase inflamasi, fase pembentukan jaringan dan fase remodeling. Lama fase inflamasi memegang peranan penting pada proses penyembuhan luka. Fase inflamasi yang panjang akan menyebabkan penundaan proses penyembuhan luka. Iritan dapat memperpanjang waktu pelepasan interleukin-1 and TNF-α. Hal tersebut akan menyebabkan matriks ekstraseluler yaitu suatu material penting dalam pembentukan jaringan baru terdegradasi. Sediaan penyembuh luka tidak boleh mengandung iritan, sehingga semua sediaan penyembuh luka harus diuji potensi iritasinya. Potensi iritasi gel penyembuh luka ekstrak etanol daun binahong telah diuji menggunakan slug irritation test. Validasi terhadap metode ini telah dilakukan dengan hasil sensitivitas dan spesifisitas masing-masing 100% pada nilai batas produksi mukus 8,79%. Metode ini valid untuk menentukan potensi iritasi terhadap suatu produk. Produksi mukus sediaan gel penyembuh luka ekstrak etanol daun binahong adalah 4,55% sehingga dapat disimpulkan sediaan tersebut tidak menimbulkan iritasi pada kulit.
Uji Penetrasi In-Vitro Sediaan Gel yang Mengandung Transfersom “Rutin” Serta Uji Aktivitas Anti Artritis Reumatoid DEVI RATNASARI; EFFIONORA ANWAR; FADLINA CHANY
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2429.89 KB)

Abstract

Abstrak: Rutin merupakan senyawa flavonoid yang banyak terdapat pada buah semangka dan kulit dari tanaman jenis jeruk. Rutin memiliki beberapa aktivitas farmakologi, salah satunya sebagai anti artritis reumatoid. Rutin menunjukan absorbsi yang rendah bila diberikan secara peroral karena permeasi yang rendah serta dapat mengalami degradasi di dalam saluran cerna sehingga sebagai alternatif rutin diberikan dalam bentuk transdermal. Transdermal merupakan rute pemberian obat yang mendukung transport obat dari permukaan kulit sampai ke sirkulasi sitemik. Rute pemberian ini dapat mencegah degradasi rutin dalam saluran cerna.Transfersom merupakan salah satu sistem pembawa untuk transdermal yang mampu meningkatkan efektivitas penghantaran obat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji penetrasi in-vitro dan aktivitas anti artritis reumatoid dari gel yang mengandung transfersom rutin dan gel rutin non transfersom. Uji penetrasi in-vitro menujukan penetrasi rutin dari sediaan gel transfersom sebesar 14,33% sedangkan untuk gel non transfersom sebesar 9,51%. Aktivitas anti atritis reumatoid diamati selama 28 hari dengan menghitung persen penghambatan udem pada kaki tikus. Hasil menunjukan bahwa persen penghambatan volume udem dari gel transfersom sebesar 57,82% sedangkan gel non transfersom sebesar 45,63%.
Isolasi dan Identifikasi Zat Antibakteri dan Antikuorum Sensing dalam Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) LISA SOEGIANTO; TRIANA HERTIANI; SUWIJIYO PRAMONO
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2897.56 KB)

Abstract

Pada penelitian ini, kelopak rosela dikeringkan kemudian dimaserasi dengan etanol 70% - HCl (99:1) kemudian difraksinasi berturut-turut menggunakan n-heksana, etil asetat, n-butanol dan air. Semua fraksi diuji aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan E.coli dengan menggunakan metode difusi, aktivitas antibiofilm dan aktivitas antikuorum sensing terhadap Pseudomonas aeruginosa. Fraksi etil asetat adalah fraksi yang paling aktif terhadap S. aureus menghasilkan daerah hambatan pertumbuhan pada konsentrasi 10% dan 20% sebesar 15,89 ± 0,37 mm dan 15,93 ± 0,72 mm, sedangkan terhadap E. coli sebesar 17,25 ± 0,86 mm dan 17,35 ± 0,48 mm pada konsentrasi 10% dan 20%. Pada uji aktivitas antibiofilm didapat % penghambatan pada S. aureus sebesar 62,05% ± 17,83 dan pada E.coli sebesar 11,11% ± 23,13, uji aktivitas antikuorum sensing memberikan daerah hambatan sebesar 19,23 ± 1,52 mm dan 20,89 ± 2,35 mm pada konsentrasi 10% dan 20%. Fraksi etil asetat dilakukan isolasi terhadap satu senyawa aktif dengan menggunakan metode VLC dan KLT preparatif kemudian diidentifikasi strukturnya dengan menggunakan spektrofotometer 1H-NMR, 13C-NMR, COSY-NMR, HMBC dan LCMS. Berdasarkan data yang diperoleh diperkirakan terdapat sebuah senyawa turunan benzofuran
Prediksi Sifat Farmakokinetik, Toksisitas dan Aktivitas Sitotoksik Turunan N-Benzoil-N’-(4-fluorofenil)tiourea sebagai Calon Obat Antikanker melalui Pemodelan Molekul SUKO HARDJONO
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2033.055 KB)

Abstract

Merancang obat baru dapat dilakukan melalui modifikasi struktur yaitu dengan mengubah gugus tersubstitusi yang menyebabkan perubahan sifat fisikokimia, farmakokinetik, toksisitas dan aktivitas masing-masing senyawa. Perubahan tersebut dapat diprediksi melalui uji in silico. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi sifat fisikokimia, proses farmakokinetik (ADME), toksisitas dan aktivitas sitotoksik dari 23 senyawa turunan N-benzoil-N’-(4-fluorofenil)tiourea sebagai calon obat anti kanker. Uji in silico dilakukan dengan cara doking senyawa yang akan diprediksi aktivitasnya dengan enzim target SIRT1 kode pdb. 4I5I. Hasil doking berupa energi ikatan yang digambarkan dengan nilai Rerank Score (RS), dengan menggunakan program Molegro Virtual Docker. Senyawa dengan nilai RS kecil diprediksi mempunyai aktivitas yang besar. Hasil uji in silico menggunakan program pkCSM dan Protox online tool dapat disimpulkan bahwa sebagian besar turunan N-benzoil-N’-(4-fluorofenil)tiourea mempunyai sifat farmakokinetik yang baik, menimbulkan toksisitas yang relatif rendah dan mempunyai aktivitas sitotoksik yang lebih besar dari ligan pembanding 4I5_601, dan senyawa N-(4-fenilazobenzoil)-N’-(4-fluorofenil)tiourea merupakan senyawa yang diprediksi mempunyai aktivitas sitotoksik paling besar.
Kecukupan Penggunaan Garam Beryodium di Provinsi Kalimantan Tengah Berdasarkan Hasil Tes Cepat NYOMAN FITRI; SUNARNO SUNARNO
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.747 KB)

Abstract

Kekurangan yodium merupakan penyebab keterbelakangan mental pada anak-anak tertinggi di dunia. Pengadaan dan penggunaan garam beryodium merupakan strategi yang aman, cost-effective dan berkelanjutan untuk memastikan asupan yodium yang memadai untuk semua masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penggunaan garam beryodium oleh rumah tangga di Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis data sekunder yang didapat dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase rumah tangga yang mengkonsumsi garam beryodium di Provinsi Kalimantan Tengah adalah 90,5%, jauh lebih tinggi dari persentase konsumsi nasional yang hanya 77,1%, tetapi dengan penyebaran yang tidak merata antar kabupaten/kota serta antara pedesaan dan perkotaan. Kecukupan konsumsi garam beryodium dalam rumah tangga berhubungan dengan tingkat pendidikan kepala keluarga dan tingkat sosial ekonomi keluarga.
Formulasi Serum sebagai Penyembuh Luka Bakar Berbahan Baku Utama Serbuk Konsentrat Ikan Gabus (Channa striatus) SITI MARDIYANTI; EFFIONORA ANWAR; FADLINA CHANY SAPUTRI
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4401.095 KB)

Abstract

Ikan gabus (Channa striatus) diketahui dapat menyembuhkan luka karena mengandung kadar tinggi protein, asam amino esensial dan asam lemak yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat serum sebagai penyembuh luka bakar yang mengandung serbuk konsentrat ikan gabus (Channa striatus) yang telah dibuat gelasi ionik dengan kitosan dan natrium tripolifosfat sebagai zat aktif. Serbuk konsentrat ikan gabus dengan kosentrasi 7,5% (formula 1), 10% (formula 2) dan 12,5% (formula 3). Selanjutnya dibuat menjadi serum dengan menggunakan kolagen dan gelatin sebagai bahan pengental. Sediaan serum yang dihasilkan dikarakterisasi in vitro dan dievaluasi secara in vivo penyembuhan luka bakar derajat dua (deep partial thickness) pada kelinci. Suspensi dan serum yang dihasilkan dikarakterisasi secara fisik maupun kimia. Hasil pengukuran suspensi formula 1, 2 dan 3 adalah sebagai berikut: ukuran partikel berturut–turut 42,67-204,23 nm, 70,81-257,11 nm, 128,86-323,68 nm; nilai potensial zeta (+)16,9 mV, (+)18,3 mV, (+)8,4 mV; ketiga formula memiliki partikel berbentuk sferis. Dari hasil uji in vivo dan analisa histologi sediaan serum serbuk konsentrat ikan gabus-kitosan tripolifosfat dapat digunakan sebagai penyembuh luka bakar derajat dua dalam.

Page 1 of 2 | Total Record : 20