cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23014493     EISSN : 25024493     DOI : -
Core Subject : Education,
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia publishes articles of original researchs and conceptual studies about Indonesian language, literature, learning and teaching. This journal is published by Study Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Postgraduate Universitas Negeri Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA INDONESIA YANG BERMUATAN NILAI KEWIRAUSAHAAN
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v2i1.1315

Abstract

One of language skills students need to master and improve is reading skill. The reading skill is respective skill functioning to enrich the knowledge. A good reading resource for the students is the reading resource that contains educative values. One of educative values students need to have is entrepreneurship. Teaching material for reading skill in the form of enrichment book is integrated with entrepreneurship values. The research and development method employed in this research is referred to Borg and Gall theory. The research results suggested the tendency of needs from either teacher or students. Those ideas were managed as the development principals of the reading skill enrichment book containing entrepreneurship values. Afterwards, those principals were managed as the basis of the arrangement of the reading skill enrichment book. The result of expert assessment towards the enrichment book indicated that it is good and suitable to use as teaching material. Seeing the expert assessment and effectiveness test, the reading skill enrichment book containing the entrepreneurship values that was arranged is good and suitable to use as the learning media in improving reading skill  as well as entrepreneurship values
KESALAHAN DI BIDANG KOHESI DAN KOHERENSI SERTA PENYEBABNYA PADA KARANGAN BAHASA JAWA SISWA SMP KELAS VIII DI KOTA PEMALANG
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v2i1.1316

Abstract

The problem in this study are (1) the nature and type of errors in the essay cohesion and coherence of Java language, (2) for the purpose of cohesion and coherence errors decrypt forms, types and causes of errors cohesion and coherence in Javanese essay eighth grade students in the Pemalang, and thus the structural-functional approach. The result is that there is coherence and cohesion errors,  in Javanese student essay includes grammatical and lexical errors cohesion and coherence error. Cohesion grammatical errors include errors conjunctions and substitutions. Errors include the use of lexical cohesion is repetition and the use of pronouns. Errors include the terms of argumentative coherence, the cause of action, cause and effect, the parable. Error between paragraph coherence that is the relationship that is not coherent meaning between paragraph. Factors that led to the error of interference Indonesian and  Krama Javanese
PERBANDINGAN KOHESI DAN KOHERENSI DALAM KARANGAN DESKRIPTIF SISWA KELAS X SMK JURUSAN TEKNIK OTOMOTIF KENDARAAN RINGAN (TOKR) DAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL) BERDASAR PADA KEMAMPUAN BERPIKIR ANALISIS SINTESIS DI BIDANG PROGRAM KEAHLIAN
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v2i1.1317

Abstract

Penelitian siswa SMK Jurusan TKR dan RPL yang mempunyai kebiasaan menguraikan dan merakit kembali komponen-komponen tertentu dalam kerja praktiknya dapat memiliki cara berpikir analisis sintesis. Siswa baik dari Jurusan TKR maupun Jurusan RPL mempunyai kemampuan berpikir analisis sintesis. Kebiasaan tersebut diduga bisa mempengaruhi keterampilan menulis deskriptif.Kebenarannya perlu diteliti.Penelitian dilakukan dengan memperbandingkan kohesi dan koherensi dalam karangan deskriptif siswa kelas X SMK Jurusan TKR dan RPL.Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah kohesi dan koherensi karangan siswa dengan metode normatif.Hasil analisis menunjukkan bahwa karangan deskriptif jurusan TKR kurang baik dibandingkan Jurusan RPL. Persentase kesalahan kohesi dan koherensi 36,774% dari Jurusan TKR, sedangkan Jurusan RPL 23,870% .Saran yang dapat dikemukakan yaitu diperlukan perbaikan pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya menulis karangan.Pembelajaran menulis didasarkan pada teori wacana
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL PADA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI YANG BERMUATAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v2i1.1318

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain research and development. Dalam penelitian ini dilaksanakan kegiatan (1) tahap analisis, (2) tahap pengumpulan data, (3) penyusunan produk model inkuiri sosial, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji formatif, (7) penyempurnaan produk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, angket, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini meliputi (1) identifikasi kebutuhan pengembangan model inkuiri sosial pada pembelajaran keterampilan menulis puisi yang bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter pada peserta didik kelas VIII SMP, (2)  prinsip-prinsip pengembangan model inkuiri sosial pada pembelajaran keterampilan menulis puisi yang bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter pada peserta didik kelas VIII SMP (3) draf model inkuiri sosial, (4) deskripsi model inkuiri sosial pada pembelajaran keterampilan menulis puisi yang bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter pada peserta didik kelas VIII  SMP. Berdasarkan hasil penelitian, guru dapat menggunakan model inkuiri sosial pada pembelajaran menulis puisi bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter sebagai alternatif penerapan model pembelajaran diantara sejumlah model yang telah ada dan biasa digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM TEKNIK `TANDUR` DAN TEKNIK `AMBAK` PADA PESERTA DIDIK SMP (RSBI DAN NON-RSBI
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v2i1.1319

Abstract

Adanya sikap ketidaktertarikan peserta didik dan keidaktepatan guru memilih model pembelajaran untuk pembelajaran menulis puisi maka perlu dilakukan penelitian model pembelajaran yang efektif untuk pembelajaran menulis puisi. Dalam penelitian ini digunakan metode kuasi eksperimen. Pengumpulan data melalui teknik tes dan nontes. Teknik nontes berupa pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Anova dua jalur dengan software Excel dan SPSS. Uji prasyarat analisis menunjukkan bahwa uji normalitas data hasil pretes maupun postes menunjukkan  data berdistribusi normal. Demikian juga dengan uji homogenitas diperoleh varian datanya homogen. Karena uji prasyarat telah terpenuhi maka dapat dilakukan uji statistik parametrik yaitu Anova dua jalan dengan nilai sig < 0,05. Hasil penelitian ini terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan pada pembelajaran menulis puisi, baik dengan teknik `TANDUR` dan teknik `Ambak` pada kelas RSBI dan non-RSBI
KEMAMPUAN SISWA SMP DALAM MENGAPLIKASIKAN NILAI-NILAI LUHUR YANG DIPEROLEH DARI CERITA TOKOH WAYANG SUMANTRI DAN KUMBAKARNA DALAM BERMAIN PERAN
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v2i1.1320

Abstract

Penelitian ini tentang kemampuan mengaplikasikan nilai-nilai luhur cerita tokoh wayang Sumantri dan Kumbakarna. Peneliti memilih tokoh wayang Sumantri dan Kumbakarna karena sifat keprajuritannya yang total mengabdikan hidup dan perjuangannya di garisnya masing-masing. Masalah yang diteliti adalah sebagai berikut, (1) nilai-nilai luhur apakah yang terdapat pada naskah cerita tokoh wayang Sumantri dan Kumbakarna, (2) bagaimana kemampuan siswa dalam mengaplikasikan nilai-nilai luhur dalam bermain peran, dan (3) mana yang lebih berhasil dalam bermain peran, Sumantri atau Kumbakarna. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah (1) naskah cerita tokoh wayang Sumantri dan Kumbakartna, (2) siswa dalam bermain peran. Wujud data (1) nilai-nilai luhur, dan (2) kemampuan siswa dalam bermain peran. Pengumpulan data (1) nilai-nilai luhur, dan (2) kemampuan siswa mengaplikasikan nilai-nilai luhur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa;(1) kemampuan siswa menemukan nilai-nilai luhur dalam bacaan dengan baik, (2) kelompok Sumantri lebih berhasil, karena bahasanya relatif lugas, pendek-pendek, dan di lingkungan keluarga.  Wayang yang merupakan cerita Jawa yang di dalamnya mengandung nilai-nilai luhur perlu diajarkan kepada siswa di sekolah.
PERBANDINGAN PEMBELAJARANMEMBACA PERMULAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SAS DANMETODE KATA LEMBAGA BERDASARKAN PERBEDAAN GAYA BELAJAR PADA PESERTA DIDIK TAMAN KANAK-KANAK
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v3i2.6617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan (1) perbedaan kemampuan membaca permulaan antara peserta didik taman kanak-kanak bergaya belajar auditori dan visual yang dibimbing dengan metode SAS, (2) perbedaan kemampuan membaca permulaan antara peserta didik taman kanak-kanak bergaya belajar auditori dan visual yang dibimbing dengan metode  kata lembaga, (3) interaksi antara penggunaan metode SAS dan metode kata lembaga untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik taman kanak-kanak bergaya belajar auditori dan visual. Metode penelitian ini exsperimental design. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen tes kemampuan membaca permulaan, modality assessment test, wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data penelitian digunakan one sample kolmogorov-smirnov test pada program SPSS 16, uji homogenitas levene test, dan uji hipotesis dengan analisis varian 2x2. Simpulan hasil penelitian ini yaitu (1) terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan antara peserta didik TK Islam Pangeran Diponegoro yang memiliki gaya belajar auditori dan visual yang dibimbing dengan metode SAS, (2) terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan antara peserta didik TK Islam Pangeran Diponegoro yang memiliki gaya belajar auditori dan visual yang dibimbing dengan metode kata lembaga dan (3) terdapat interaksi antara penggunaan metode pembelajaran (SAS dan kata lembaga) dengan gaya belajar (auditori dan visual)  pada kemampuan membaca permulaan peserta didik taman kanak-kanak.This study aimed to describe (1) the difference between the beginning reading skills of students kindergarten auditory and visual learning style that is guided by the SAS method; (2) the difference between the beginning reading skills of students kindergarten style learning auditory and visual guided the “kata lembaga”method;and (3) the interaction between the use of SAS methods and methods of ‘kata lembaga”to improve literacy learners beginning kindergarten auditory and visual learning style. This study used an experimental method. Research data collection techniques using test instruments for beginning reading skills, modality assessment tests, and documentation. To analyze the research data used normality test one sample kolmogorof - Smirnov test, Levene's test of homogeneity, and test hypotheses with two way univariate analysis. The results showed that (1) there is difference between the ability to read the beginning who have auditory and visual learning styles are guided by the SAS method; (2) there is difference between the ability to read the beginning of learners who having auditory and visual learning styles are guided by “kata lembaga”method, and (3) there is an interaction between the use of SAS and Whole Word methods and  the learners learning styles on reading ability.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENYIMAK BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MODEL BELAJAR MANDIRI UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v3i2.6619

Abstract

Bahan ajar menyimak merupakan unsur yang paling penting dalam keberhasilan pembelajaran. Ketepatan guru dalam menyusun bahan ajar berpengaruh pada keberhasilan pembelajaran menyimak. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kebutuhan bahan ajar menyimak berbasis multimedia interaktif model belajar mandiri, merumuskan prinsip-prinsip pengembangannya, membuat desain bahan ajar menyimak, serta merumuskan keefektifan bahan ajar tersebut untuk meningkatkan kemampuan menyimak peserta didik SMP melalui uji terbatas. Pengembangan model ini menggunakan pendekatan Research and Development dari Borg dan Gall. Langkah-langkah yang ditempuh mulai dari analisis teoretis dan praktis, analisis kebutuhan guru dan siswa, pengembangan desain, validasi desain, revisi desain, dan uji terbatas desain. Hasil penelitian ini mencakupi hal-hal sebagai berikut: (1) perlu dikembangkan bahan ajar menyimak yang mudah digunakan untuk belajar mandiri, (2) merumuskan prinsip-prisip pengembangan bahan ajar menyimak berbasis multimedia interaktif model belajar mandiri, (3) desain bahan ajar menyimak, (4) bahan ajar ini efektif untuk pembelajaran menyimak dan belajar mandiri. Teaching materials that listening is an influential element in the success of learning. The accuracy of teachers in preparing teaching material effect on the success of learning to listen. This study aims to formulate teaching materials need to listen to learn a model-based interactive multimedia self-learning. formulate principles lying pengembangannnya, making listening prototype teaching materials and formulate the effectiveness of the instructional materials based on limited testing. Development of this model using the approach of Research and Development of Borg and Gall. The steps taken ranging from theoretical and practical analysis. the analysis of the needs of teachers and students. prototype development. prototype validation. the revised prototype, and test a prototype limited. The results of this study (1) needs to be developed that is easy to listen to instructional materials used for self-learning. (2) formulate principles lying listening development of teaching materials based interactive multimedia self-learning models, (3) listening prototype teaching materials, (4) these materials listen to the effective learning and independent learning.
PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF PARAGRAF DENGAN MODEL PENGEMBANGAN KONSEP MELALUI AKTIVITAS BAHASA (PKMAB) DAN MODEL PENDAHULUAN, PENGANALISISAN, PENGULANGAN (P3) PADA SISWA SMP DILIHAT DARI KARAKTERSOSIAL DAN MANDIRI
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v3i2.6620

Abstract

Permasalahan penelitian adalah seberapa besar peningkatan keterampilan membaca intensif paragraf peserta didik yang berkarakter Sosialdan Mandiriyang diperlakukan dengan model pembelajaran PKMABdanP3di SMP. Tujuan penelitian ini untuk menentukan besaran hasil peningkatan keterampilan membaca intensif paragraf pada peserta didik yang berkarakter Sosialdan Mandiriyang diperlakukan dengan model pembelajaran PKMABdanP3di SMP.Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan populasi keterampilan membaca intensif paragrafpeserta didik SMP di wilayah Tegal dan Brebes.Sampel penelitianadalah keterampilan membaca intensif paragrafpeserta didik Kelas VII SMP Warureja dan Brebes. Pengumpulan data kuantitatif dilaksanakan melalui tes keterampilan membaca intensif paragraf, dianalisismenggunakanbefore-after dant-Tes Dua Sampel Independen. Pengumpulan data kualitatif menggunakan panduan observasi, dokumentasi, dan angketskala sikap untuk mengungkap karakter peserta didik.Hasil penelitian membuktikan bahwa model PKMAB lebih efektif meningkatkan kemampuan membaca intensif paragraf pada peserta didik, terutama yang berkarakter Sosial. Sedangkan model P3 lebih efektif meningkatkan kemampuan membaca intensif paragraf pada peserta didik, terutama yang berkarakter Mandiri. The problem in this research is the comparison of intensive paragraph reading skill in the socializer children and in the children whose characters are director who are treated using PKMAB and P3 in Junior High School.The method used in this study was an experiment with quantitative and qualitative analysis techniques.The study sample is the intensive paragraph penganalisisaning skill on the students of grade VII of SMPN 1 Warureja and SMPN 5 Brebes. Quantitative data collection was carried out through intensive paragraph penganalisisaning test and analyzed by using before-after and t-Test for Two Independent Samples to know the level of intensive paragraph penganalisisaning skill on the learner. Qualitative data collection was done using observation guide, documentation, and the attitude scale questionnaire to reveal the character of the students.Result of the study have shown that PKMAB learning model is more effective to increase students’ paragraph intensive penganalisisaning skills especially for those who have socializer characters. Meanwhile P3 learning model is more effective to increase students’ paragraph intensive penganalisisaning skills especially for those who have director character.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI MELALUI KARYAWISATA PADA PESERTA DIDIK SMP KELAS VI
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v3i2.6621

Abstract

Masalah penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah kebutuhan pengembangan model inkuiri sosial dari guru dan peserta didik pada pembelajaran menulis puisi pada peserta didik kelas VII SMP; (2) Bagaimanakah prinsip-prinsip pengembangan model inkuiri sosial bagi peningkatan kemampuan pembelajaran menulis puisi pada peserta didik kelas VII SMP; (3) Bagaimanakah desain pengembangan model inkuiri sosial bagi peningkatan keterampilan menulis puisi pada peserta didik kelas VII SMP; dan (4) Bagaimanakah keefektifan model pembelajaran inkuiri sosial dalam pembelajaran menulis puisi pada peserta didik kelas VII SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R and D) dengan sepuluh langkah pelaksanaan mengacu pada teori Borg dan Gall (2002:571) yang dimodifikasi menjadi tujuh langkah, disesuaikan dengan kebutuhan. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan model pembelajaran inkuiri sosial efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam menulis puisi. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan  (1) guru menggunakan model pembelajaran ini untuk meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan hasil belajar dalam kehidupan peserta didik; (2) dilakukan  penelitian lanjutan terhadap model pembelajaran ini untuk mengetahui keefektifan model The problem of this study are (1) how the needs of the social development model inquiry models of teachers and learners in the teaching of writing poetry in junior high school students of class VII, (2) how the principles of social inquiry model development for improving the learning ability of students to write a poem on SMP class, (3) how the prototype development of a model for the improvement of social inquiry skills to write poetry in junior high school students of class VII, and (4) how the effectiveness of social inquiry learning model in learning to write poetry in junior high school students of class VII. This research was developed in seven stages. Those are from needs analysis to model revision. The data collecting instruments were questionnaire, assessment instruments for teacher and knowledgeable others, and test assessment. The analysis used was qualitative descriptive analysis. Based on the findings of this research, the development of social inquiry learning model is effective in improving student learning outcomes. It is suggested (1) teachers use this learning model to enhance the activity, creativity, and learning in the lives of learners, (2) conducted further research on the learning model to determine the effectiveness of the model.

Filter by Year

2012 2023