cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN
ISSN : 18299903     EISSN : 25416944     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENELITIAN is a peer-reviewed journal published by LP2M IAIN Pekalongan with print-ISSN: 1829-9903 and online-ISSN: 2541-6944 Jurnal Penelitian is a religious studies journal containing research results from various aspects of discipline, religion, social, education, law, economy, politics, environment, language, art and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1: Mei 2012" : 18 Documents clear
ETIKA BISNIS AL-GHAZALI DAN ADAM SMITH DALAM PERSPEKTIF ILMU BISNIS DAN EKONOMI AM. M. Hafidz MS.; Sam’ani Sya’roni; Marlina *
Jurnal Penelitian Vol 9 No 1: Mei 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v9i1.128

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi: (1) pembangunan etika bisnis yang telah dirumuskan oleh al-Ghazali dan Adam Smith, (2) persamaan dan perbedaan antara dua etika bisnis pria, dan (3) relevansi bisnis mereka etika bisnis modern dunia dan ekonomi. Bisnis etika dibangun oleh al-Ghazali dan Smith di dataran praksis tidak jauh berbeda. Etika bisnis konstruksi dibangun oleh al-Ghazali didasarkan pada prinsip-prinsip seperti orientasi itikad baik tentang dunia dan akhirat, kejujuran, kepentingan pribadi dan social keseimbangan, dan perilaku / perbuatan yang tepat. Di sisi lain, etika bisnis konstruksi dibangun oleh Smith, berdasarkan keadilan, altruisme, keadilan dan liberal (kebebasan ekonomi). Baik etika bisnis yang diperkenalkan oleh kedua sangat relevan untuk menjadi digunakan sebagai bahan pokok acuan dalam etika bisnis modern.
TRANSFORMASI MASYARAKAT PETANI MRANGGEN MENUJU MASYARAKAT INDUSTRI Kuat Ismanto; Misbahul Huda; Chusna Maulida
Jurnal Penelitian Vol 9 No 1: Mei 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v9i1.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) bagaimana pertanian masyarakat menghadapi industrialisasi yang terjadi di Mranggen, (2) bagaimana perubahan nilai-nilai sosial-religius petani, (3) apakah agama masih dianggap sebagai publik hidup dan kehidupan pribadi dalam masyarakat. Hasil adalah bahwa: pertama, industrialisasi di Mranggen dimulai sejak tahun 1995 dengan pembentukan berbagai industri. Untuk petani, industrialisasi adalah berkat karena tanahnya lebih mahal dan dia bisa pergi haji dengan menjual tanahnya. Untuk pengangguran dan perempuan, itu adalah untuk mendapatkan pekerjaan. Untuk masyarakat secara seorang pedagang baru, itu adalah kesempatan untuk menjajakan barang dagangan. untuk lokal pemerintah, itu adalah sebagai kesuksesan pembangunan ekonomi dan pendapatan daerah. Kedua, transformasi masyarakat menjadi masyarakat industri membawa perubahan di Mranggen: in infrastruktur, pembangunan perumahan, serta modernisasi pertanian, sehingga mempersempit bidang pekerja pertanian. Ketiga, nilai pertumbuhan baru di masyarakat industri, agama masih memiliki tempat suci di depan umum hidup dan kehidupan pribadi
HAJI DAN KEGAIRAHAN EKONOMI:Menguak Makna Ibadah Haji Bagi Pedagang Muslim di Yogyakarta M. Sulthoni; Muhlisin Muhlisin; Mutho'in Mutho'in
Jurnal Penelitian Vol 9 No 1: Mei 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v9i1.130

Abstract

Haj is an exclusive and unique worship. It is exclusive because not all Muslims do not have to that. This ritual is only done by those who have the physical ability, psychological, and financial requirements to run it. Hajj ritual is unique because it often goes beyond the normative boundaries. The phenomenon of pilgrimage draper in Beringharjo market that is the subject of this study clearly demonstrate this. The traders set aside a portion of the liver berrela trading profits earned every day, collecting little by little in a long time, and after a relatively large collected was not used to expand the business as usual by merchants, but "spent" to perform Hajj. This study found the base rationalization traders in the market Beringharjo which can be traced from three aspects, namely the meaning of the Hajj, the use of pilgrims symbols, and the use of these symbols in their trading activities. First, the meaning of Hajj has at least four different meanings, namely: (a) normative meaning; (b) the pilgrimage is a guarantee for answered prayer; (c) the Hajj is a symbol of high social and cultural status; (d) the symbol of Hajj is a trust assurance to buyers. Second, the creation of the symbolic aspects of the pilgrims in Beringharjo market traders motivated by three things, namely cultural, social, and economic background. Third, widening, shifting and expanding the meaning of Hajj which is influenced by religious backgrounds, worldviews as Javanese, and its position as a trader.
TRUST BUILDING DAN FILOSOFI KERJA PENGUSAHA BATIK ETNIS JAWA, ARAB DAN CINA DI KOTA PEKALONGAN Susminingsih *
Jurnal Penelitian Vol 9 No 1: Mei 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v9i1.131

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada: (1) pembentukan kepercayaan bangunan yang berhubungan dengan filosofi kerja Jawa,Arab dan Cina pengusaha batik di Pekalongan, dan (2) faktor yang mempengaruhi membangun kepercayaan antara etnis. Beberapa teori seperti teori pertukaran sosial, teori modal sosial kewirausahaan dan teori tentang etos kerja yang digunakan untuk menilai kedua masalah. Hasilnya bahwa Jawa, Arab dan Pengusaha batik Cina memiliki aspek yang berbeda yang mendorong kerjasama antara mereka. Motif utama adalah untuk keuntungan dan memperluas bisnis. Ini berarti bahwa pertimbangan mereka bekerja sama adalah motif ekonomi lebih banyak dan transaksional. Sementara itu, membangun kepercayaan dipengaruhi oleh baik eksternal dan internal faktor.
MANUSIA DALAM PERSPEKTIF SØREN KIERKEGAARD DAN MUHAMMAD IQBAL Tri Astutik Haryati
Jurnal Penelitian Vol 9 No 1: Mei 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v9i1.132

Abstract

Soren Kierkegaard dan Muhammad Iqbal adalah filsuf yang menempatkan manusia sebagai titik awal untuk mencari kebenaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pertemuan dan perpisahan titik antara keduanya. Penelitian ini mengungkapkan bahwa keberadaan manusia yang dijelaskan oleh mereka memiliki titik pertemuan: itu adalah bahwa dua pandangan teologis-filsafat. Yang unik dari Pandangan Kierkegaard berkonsentrasi pada analisis eksistensi, estetika, etika dan langkah agama. Hanya mereka yang berani melakukan keputusan bisa ada karena keputusan sendiri akan mendorong dia untuk nya tujuan hidup. Pandangan ini sama dengan pandangan Muhammad Iqbal yang Muslim memiliki tanggung jawab untuk dirinya sendiri menderita. Mereka adalah satu-satunya orang yang bisa mengubah sejarah menjadi apa yang mereka inginkan. Iqbal melihat dunia sebagai produk usaha manusia itu. Urutan Keberadaan mereka untuk bertahan sebagai subjek, orang - sebagai wakil dari Allah (insan kamil)
POLA PEMALSUAN SANAD DALAM PERIWAYATAN HADIS: Pandangan MuhaÆ’u ddi.un dan Orientalis Arif Chasanul Muna
Jurnal Penelitian Vol 9 No 1: Mei 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v9i1.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tiga masalah: [1] bagaimana orientalis memikirkan pola pemalsuan sanad hadits di transmisi, [2] Bagaimana muhaddiśūn memikirkan pola pemalsuan sanad dalam transmisi hadits, dan [3] Apa persamaan dan perbedaan antara pandangan para orientalis dan muhaddiśūn pada pola pemalsuan sanad. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum pandangan muhaddiśūn dan orientalis pada pemalsuan sanad adalah perbedaan yang sangat mendasar. Meskipun pola pemalsuan sanad yang diidentifikasi oleh muhaddiśūn dan orientalis serupa, tetapi pandangan mereka sangat berbeda. Hal ini karena pendekatan orientalis adalah skeptis yang tidak tidak mengakui keberadaan matan asli bersumber dari Nabi saw. sehingga memberikan pengaruh besar pada metode yang berbeda yang digunakan oleh para orientalis dan muhaddiśūn untuk menganalisis hadits terutama aspek sanad.
PERUBAHAN MAKNA NOMINA BAHASA ARAB DALAM AL-QUR’AN: Analisis Sosiosemantik Muhandis Azzuhri
Jurnal Penelitian Vol 9 No 1: Mei 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v9i1.134

Abstract

Penelitian ini membahas perubahan berarti dari Arab Kata dalam Quran: bentuknya, proses dan implikasi sosial. Teori Sociosemantic, yang merupakan perpaduan antara sosiologi dan semantik, yang digunakan dalam penelitian ini. Membandingkan asli membentuk dengan bentuk penyerapan digunakan ketika menganalisis bentuk penyerapan. Studi ini menemukan bahwa perubahan makna karena beberapa faktor: (a). Bahasa seperti fonetiknya, aspek morfologi dan sintaksis, (b). Sejarah (c). Sosiokultural (d). Psikologis (e). Ilmu pengetahuan dan teknologi (f). Asing bahasa. Berarti ini perubahan berdampak positif pada pola pikir dan pemahaman bahwa masyarakat memiliki sementara mempelajari Qur'an. Ini memberikan masyarakat sebuah studi komprehensif dan integratif sehingga bahwa satu kata akan multi tafsir.
KEMAMPUAN SISWA MAN 2 PEKALONGAN DALAM MENULIS TEKS DESKRIPTIF DAN RECOUNT BAHASA INGGRIS Dewi Puspitasari; Riskiana *; Abdul Aziz
Jurnal Penelitian Vol 9 No 1: Mei 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v9i1.135

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik deskriptif teks dan recount teks yang ditulis oleh para siswa adalah dan bagaimana tujuan komunikatif dalam teks deskriptif muncul. Hasil menunjukkan bahwa siswa MAN 2 Pekalongan, secara umum, mampu menulis recount dan teks deskriptif, meskipun ada banyak kesalahan tata bahasa (kesalahan tata bahasa) atau kata-order (membuat kata) dibuat dalam tulisan-tulisan mereka. Itu juga menemukan bahwa pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris berdasarkan 2006 Kurikulum yang digunakan GBA (Genre Based Approach) telah kelemahan, seperti masalah kekurangan tenses belajar dan bagaimana menyusun kalimat dalam bahasa Inggris.

Page 2 of 2 | Total Record : 18