cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
ISM (Intisari Sains Medis) : Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25033638     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Intisari Sains Medis is published by Medical Scientific Community, Indonesia. Intisari Sains Medis is an international, multidisciplinary, peer-reviewed, open access journal accepts papers for publication in all aspects of Science Digest, Medical Research Development, Research Medical Field and Theory. We also publish cases from third world country, that is considered very rare and special cases.
Arjuna Subject : -
Articles 1,063 Documents
Gambaran Tingkat Pengetahuan pada Wanita Usia Subur dalam Pemakaian Kontrasepsi Pasca Persalinan di Desa Gelgel, Klungkung Sanjivan Gunasekaran; Putu Aryani
Intisari Sains Medis Vol. 8 No. 2 (2017): (Available online: 1 August 2017)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.43 KB) | DOI: 10.15562/ism.v8i2.123

Abstract

Tujuan dari keluarga berencana adalah untuk mencegah ledakan penduduk, menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan kematian bayi, meningkatkan status gizi ibu dan anak serta meningkatkan perkembangan otak anak manakala kontrasepsi pasca persalinan merupakan pemasangan kontrasepsi dalam jangka waktu 42 hari setelah melahirkan untuk mencegah kehamilan dengan jarak dekat yang terlalu dekat, sehingga bayi yang baru lahir mendapatkan cukup nutrisi,perhatian dan kasih saying dalam perkembangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pada wanita usia subur dalam pemakaian kontrasepsi pasca persalinan di Desa Gelgel wilayah kerja Puskesmas Klungkung I. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif, dengan metode cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling.  Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif kuantitatif kemudian disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan masih kurangnya tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) di desa Gelgel,Klungkung terhadap penggunaan kontrasepsi pasca persalinan (54,3%). Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi penyuluhan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan terhadap penggunaan kontrasepsi pasca persalinan untuk mendapat perilaku yang baik. 
Hubungan antara kualitas tidur dan perubahan berat badan pada mahasiswa perempuan program studi kedokteran umum tahun pertama di universitas udayana 2014 Nur Syahirah Tasya; Ketut Tirtayasa
Intisari Sains Medis Vol. 8 No. 2 (2017): (Available online: 1 August 2017)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.47 KB) | DOI: 10.15562/ism.v8i2.124

Abstract

Peningkatan berat badan berkaitan dengan ketidakseimbangan kondisi emosional dan fisiologi seseorang. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya ketidakseimbangan ini salah satunya adalah kualitas tidur yang buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara perubahan kualitas tidur dan perubahan berat badan pada Mahasiswa Perempuan Program Studi Kedokteran Umum Tahun Pertama di Universitas Udayana. Penelitian ini adalah suatu kohort analitik dengan besar sampel 33 orang, menggunakan teknik simple random sampling. Subyek penelitian adalah Mahasiswa Perempuan Prodi Kedokteran Umum Tahun Pertama di Universitas Udayana. Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) digunakan untuk penilaian subjektif kualitas tidur. Berat badan diukur dengan timbangan ‘KRIS’ dengan akurasi 0,1 kg dan perubahan berat badan dihitung dengan mengukur berat badan subjek di awal dan akhir periode enam bulan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Untuk kualitas tidur, perbedaan skor minimum dan maksimum adalah -4,00 dan 11,00. Sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh adalah 2,57 ± 4,40. Perubahan berat badan minimum dan maksimum adalah -2,10 dan 7,00 kg. Sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh untuk variabel ini adalah 2,33 ± 2,44. Hanya terdapat hubungan yang lemah antara kualitas hidup berdasarkan PSQI dan perubahan berat badan (r = 0,130) namun tidak signifikan (p= 0,472).  Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dan perubahan berat badan pada populasi yang diwakili oleh sampel.
Prevalensi musculoskeletal disorders (MSDs) pada pengemudi angkutan umum di terminal mengwi, kabupaten Badung-Bali Vimalavarati Sekaaram; Luh Seri Ani
Intisari Sains Medis Vol. 8 No. 2 (2017): (Available online: 1 August 2017)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.783 KB) | DOI: 10.15562/ism.v8i2.125

Abstract

Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan permasalahan kesehatan global karena prevalensinya yang tinggi pada pekerja. Kesehatan dan keselamatan pekerja seharusnya diutamakan namun pada kenyataannya kejadian MSDs tetap tinggi. Pengemudi angkutan umum sangat berisiko mengalami gangguan kesehatan terutama MSDs. Faktor- faktor risiko MSDs pada pengemudi angkutan umum meliputi usia tua, durasi kerja melebihi normal, masa kerja lama, dan kebiasaan merokok. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi MSDs pada pengemudi angkutan umum di Terminal Mengwi Kabupaten Badung. Dengan demikian, diharapkan mampu mencegah terjadinya MSDs sehingga meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja pengemudi angkutan umum. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif cross sectional yang dilaksanakan dari bulan April hingga Mei 2016, dengan sampel berjumlah 30 orang yang merupakan pengemudi angkutan umum di Terminal Mengwi, Kabupaten Badung, menggunakan teknik accidental sampling. Data diperoleh dari wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) Hasil penelitian menunjukan prevalensi MSDs pada pengemudi angkutan umum di Terminal Mengwi yaitu 76,7%, dengan distribusi keluhan terbanyak pada bagian pinggang sebesar 73,91%. Kelompok usia ≥47 tahun mengalami MSDs sebesar 80%, durasi kerja ≥12 jam/hari lebih banyak mengalami MSDs yaitu 91,7%, masa kerja ≥18 tahun mengalami MSDs sebesar 80%, dan kebiasaan merokok >20 rokok/hari mengalami keluhan MSDs sebesar 100% Dapat disimpulkan bahwa prevalensi MSDs pada pengemudi angkutan umum di Terminal Mengwi cukup tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko seperti usia, durasi kerja, masa kerja, dan kebiasaan merokok. Peneliti merekomendasikan kepada pemegang kebijakan angkutan umum dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kepada seluruh pengemudi angkutan umum mengenai aspek ergonomi dalam mengemudi untuk mencegah MSDs.
Gambaran umum tingkat kepuasan masyarakat terhadap upaya pelayanan kesehatan di wilayah kerja upt kesmas Gianyar II Vinothini Krishnan; Made Dharmadi
Intisari Sains Medis Vol. 8 No. 2 (2017): (Available online: 1 August 2017)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.204 KB) | DOI: 10.15562/ism.v8i2.126

Abstract

Latar Belakang:. Kualitas pelayanan kesehatan akan berdampak pada kepuasan pasien. Namun berdasarkan data jumlah kunjungan pasien di UPT Kesmas Gianyar II menunjukkan terdapat penurunan jumlah pada tahun 2012 dan 2013 yakni dari 27.505 menjadi 25.572 sehingga hal tersebut menjadi indikator untuk dilakukan ulang penilaian kepuasan terhadap kinerja Puskesmas Gianyar II. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional) untuk mengetahui gambaran umum kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh UPT Kesmas Gianyar II.Penelitian ini dilakukan di kawasan wilayah kerja UPT Kesmas Gianyar II pada bulan agustus 2015. Populasi penelitian ini adalah semua masyarakat yang pernah mendapatkan pelayanan kesehatan serta bertempat tinggal di wilayah kerja UPT Kesmas II Gianyar. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode consequtive sampling dengan jumlah sampel 100 orang.  Instrumen pengumpulan data adalah kuisioner dimana berisikan pernyataan seputar 5 dimensi kualitas pelayanan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya pada penelitian sebelumnya. Teknik analisis data dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Karakteristik responden pada penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin paling banyak adalah perempuan sebesar 57%. Kelompok usia 26-45 tahun paling banyak yakni sebesar 48%. Berdasarkan kelompok pendidikan terakhir maupun tertinggi diketahui bahwa pendidikan SMA/Sederajat menempati jumlah terbanyak yakni 50%. Jenis pekerjaan bervariasi namun paling banyak pada kelompok yang tidak berkerja  sebesar 26%. Tingkat pendapatan masyarakat paling tinggi berada pada kelompok pendapatan di bawah Rp 1.543.000,00. Berdasarkan persentase diperoleh 67% masyarakat memberikan penilaian sangat memuaskan.Berdasarkan dimensi kualitas pelayanan jika diurutkan penilaian tertinggi ke terendah diantaranya: dimensi Tangibles (88,6), Reliability (86,88), Empathy (86,64),Responsiveness (86,16), dan Assurance (85,96). Simpulan: Sebagian besar masyarakat yang pernah memperoleh pelayanan kesehatan di UPT Kesmas Gianyar II mengatakan pelayanan kesehatan yang diberikan telah sangat memuaskan
Gambaran karakteristik penderita hipertensi dan tingkat kepatuhan minum obat di wilayah kerja puskesmas Kintamani I Azri Hazwan; Gde Ngurah Indraguna Pinatih
Intisari Sains Medis Vol. 8 No. 2 (2017): (Available online: 1 August 2017)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.965 KB) | DOI: 10.15562/ism.v8i2.127

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering ditemukan di Indonesia. Seseorang itu dikatakan menderita hipertensi apabila tekanan darah sistolik >140 mmHg dan tekanan diastolik >90 mmHg. Pada penderita hipertensi harus menjalani terapi dengan minum obat untuk mengontrol tekanan darah agar tidak tercetus komplikasi dari penyakit hipertensi. Dari data yang terdapat di Puskesmas Kintamani I masih terdapat banyak warga di wilayah Kintamani yang menderita hipertensi. Kepatuhan dalam menjalani pengobatan hipertensi sangat penting agar gejala hipertensi dapat dikontrol. Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien minum obat seperti tingkat pengetahuan, pendidikan, dan demografi. Tujuan penelitian ini dilaksanakan agar dapat melihat gambaran kepatuhan minum obat hipertensi pada penderita hipertensi di wilayah Kintamani I.Penelitian ini adalah deskriptif cross-sectional. Responden yang menjadi subjek penelitian ini merupakan penduduk yang menderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kintamani I. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 22 - 29 Mei 2015. Teknik sampling yang digunakan merupakan teknik simple random sampling dengan jumlah sample sebanyak 50 orang.Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan sebanyak 30% pasien mempunyai kepatuhan tinggi terhadap minum obat hipertensi sedangkan sisanya sebesar 70% pasien mempunyai kepatuhan rendah. Untuk mendukung angka keberhasilan pengobatan hipertensi dapat dilakukan dengan adanya penyuluhan penyakit hipertensi sehingga kepatuhan minum obat penderita hipertensi dapat meningkat.
Gambaran tingkat kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet besi di wilayah kerja puskesmas Sidemen tahun 2015 Sinthu Sivanganam; Wayan Westa
Intisari Sains Medis Vol. 8 No. 2 (2017): (Available online: 1 August 2017)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.5 KB) | DOI: 10.15562/ism.v8i2.128

Abstract

In Indonesia, prevention of anemia in pregnant women by providing as many as 90 tablets Fe supplements during pregnancy. However many pregnant women do not comply with this recommendation because of various reasons so anemia prevalence is still high. One of the factors that influence is the role of health care. This is important both as a source of information reliable as well as providers of medical services for prevention anemia in pregnant women. Detailed information about health services so. Pregnant women do not understand the dangers and the importance of giving iron tablets most of them assume that consuming Fe tablets can cause side effects so people tend to reject. This study was a Descriptive cross sectional to identify the level of compliance of pregnant women taking iron tablets knowing picture and information from health professionals about anemia and provision of iron tablets in the village of Sidemen. The results obtained from 50 respondents surveyed as many as 18 people (36%) out of 50 pregnant women in Sidemen village, Karangasem categorized obedient in consuming iron tablets, while as many as 32 people (64%) categorized as non-compliant
Karakteristik profil jerawat berdasarkan indeks glikemik makanan pada mahasiswa semester III fakultas kedokteran Universitas Udayana tahun 2014 Mohana Naravenah; Nyoman Suryawati
Intisari Sains Medis Vol. 8 No. 2 (2017): (Available online: 1 August 2017)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.928 KB) | DOI: 10.15562/ism.v8i2.129

Abstract

Jerawat adalah kondisi kulit yang paling umum ditemukan di antara remaja, yang mempengaruhi sekitar 85% dari remaja membawa banyak faktor pemicu. Penelitian ini mengeksplorasi tentang indeks glikemik makanan di kalangan mahasiswa yang menderita jerawat yang dapat menjadi salah satu faktor pemicu jerawat. Desain studi yang dipilih untuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan 210 siswa sebagai responden dari Semester 3 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kuesioner diberikan untuk menjawab semua responden. Untuk menentukan indeks glikemik makanan dari masing-masing responden, daftar makanan dimasukkan dalam kuesioner dengan ukuran porsi dan frekuensi asupan makanan. Di antara semua 210 responden hanya 77 responden menderita jerawat dan mayoritas dari mereka adalah 49 perempuan. Usia puncak responden yang menderita jerawat adalah responden yang berusia 18 sampai 20 tahun. Dari segi faktor indeks glikemik makanan,  34 responden yang menderita jerawat memiliki indeks glikemik makanan yang tinggi diikuti oleh 32 responden dikategorikan sebagai memiliki medium indeks glikemik makanan dan 11 responden memiliki indeks glikemik makanan yang rendah. Demikian, dapat disimpulkan bahwa indeks makanan glikemik tinggi dianggap sebagai salah satu faktor pemicu untuk menyebabkan jerawat antara remaja.
Gambaran perilaku pemakaian kontrasepsi pasca persalinan pada wanita usia subur di desa gelgel, Klungkung-Bali Sharon Jesicca; Putu Aryani
Intisari Sains Medis Vol. 8 No. 2 (2017): (Available online: 1 August 2017)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.368 KB) | DOI: 10.15562/ism.v8i2.130

Abstract

Kontrasepsi pasca persalinan merupakan pemasangan kontrasepsi dalam jangka waktu 42 hari setelah melahirkan untuk mencegah kehamilan dengan jarak dekat. Usia subur seorang wanita biasanya antara 15-49 tahun, untuk mengatur jumlah kelahiran atau menjarangkan kelahiran, wanita/pasangan ini lebih diprioritas untuk menggunakan alat/cara KB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku pemakaian kontrasepsi pasca persalinan pada wanita usia subur di Desa Gelgel wilayah kerja Puskesmas Klungkung I. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif, dengan metode cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling sebanyak 46 orang sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar sudah pernah menggunakan kontrasepsi yaitu 32 orang (69,6%), wanita usia subur yang memiliki sikap baik banyak yang memilih untuk menggunakan kontrasepsi pasca persalinan (32.1%). 
Tingkat depresi dalam kalangan mahasiswa kedokteran semester VII Universitas Udayana dan keterlibatan mereka dalam kegiatan fisik Surain Raaj Thanga Thurai; Wayan Westa
Intisari Sains Medis Vol. 8 No. 2 (2017): (Available online: 1 August 2017)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.223 KB) | DOI: 10.15562/ism.v8i2.131

Abstract

Depresi adalah perasaan tidak mampu, sedih yang menyebabkan kualitas hidup yang buruk. Seseorang tidak dapat memberikan upaya maksimal mereka jika menghadapi depresi. Keterlibatan dalam aktivitas fisik telah terbukti secara drastis mengurangi depresi .Hal ini menjadikan penting untuk membuktikan bahwa siswa yang terlibat dalam aktivitas fisik benar-benar dapat meningkatkan suasana hati mereka sehingga mereka tidak mengalami depresi. Ini secara otomatis akan meningkatkan kualitas hidup mereka dan akan lebih mampu dalam mencapai tujuan mereka. Penelitian deskriptif observasional ini dilakukan untuk mempelajari hubungan antara tingkat depresi dan keterlibatan mereka dalam aktivitas fisik. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai responden menggunakan Pasien Health Questioner (PHQ9) untuk menilai depresi dan Internasional Physical Activity Questionnaire (IPAQ) untuk menilai aktivitas fisik. Dari 132 responden, mereka yang tidak depresi 102 siswa , depresi ringan adalah 19 siswa dan depresi sedang adalah 11 siswa . Hal ini dapat dilihat bahwa mereka yang secara aktif terlibat dalam aktivitas fisik yang berarti dalam kategori sedang dan tinggi, tidak memiliki depresi .Sebagai kesimpulan, siswa harus menjaga diri sibuk dengan aktivitas fisik untuk memastikan mereka tidak memiliki depresi yang kemudian dapat mengganggu kinerja mereka . Siswa harus membagi dan mengatur waktu mereka dengan menyelipkan aktivitas olahraga untuk mencegah depresi.
Kualitas tidur pada geriatri di panti jompo tresna wana seraya, Denpasar-Bali Vilasinee Ari Hara Kumar; Nyoman Ratep
Intisari Sains Medis Vol. 8 No. 2 (2017): (Available online: 1 August 2017)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.756 KB) | DOI: 10.15562/ism.v8i2.132

Abstract

Tidur adalah masalah kesehatan yang paling umum ditemukan pada geriatri, yang mempengaruhi sekitar 85% dari geriatri. Rancangan penelitian yang dipilih untuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan 30 sampel dari geriatri yang tinggal di Panti Jompo Tresna Wana Seraya sebagai responden. Kuesioner diberikan untuk dijawab oleh semua 30 responden. Kuesioner yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Dari keseluruhan 30 responden hanya 19 responden (63.3%) yang memiliki kualitas tidur buruk dan mayoritas dari mereka adalah perempuan. Penyebab utama untuk kualitas tidur yang buruk adalah karena kurangnya jam tidur dan seringnya pergi ke kamar mandi di antara waktu tidur mereka. Faktor-faktor kontributor lainnya juga diambil dari kuesioner seperti riwayat keluarga, stres, kecemasan dan kegelisahan, status kesehatan dan penggunaan obat-obatan untuk tidur.  Penyebab umum sebagian besar kualitas tidur yang buruk adalah durasi tidur, latensi tidur dan efisiensi tidur. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mayoritas geriatri memiliki kualitas tidur yang buruk, dan faktor-faktor yang berkontribusi hanya meningkatkan risiko kualitas tidur yang buruk pada geriatri saat ini. Hasil penelitian ini dapat diterapkan sebagai studi analisis untuk penelitian lebih lanjut dalam kualitas tidur dan pola tidur pada geriatri.

Page 13 of 107 | Total Record : 1063