cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Journal of Mathematics Education Research
ISSN : 22526455     EISSN : 25024507     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2016): December 2016" : 20 Documents clear
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS MELALUI STATION LEARNING BERPENDEKATAN METAPHORICAL THINKING Abdurrohman, Abdurrohman; Djuniadi, Djuniadi
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.396 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis (KBKM) merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran station learning berpendekatan metaphorical thinking, salah satu model pembelajaran yang dapat diterapakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.Tujuan penelitian ini yaitu: (1) menguji keefektifan pembelajaran station learning berpendekatan metaphorical thinking terhadap kemampuan berpikir kritis matematis, (2) menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method dengan explanatory sequential design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran station learning berpendekatan metaphorical thinking efektif melalui uji ketuntasan diperoleh , uji beda rata-rata diperoleh , dan uji selisih beda rata-rata diperoleh  dengan  = 5%. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis matematis tinggi pada tahap interpretasi, analisis, evaluasi, dan memecahkan masalah dilakukan dengan jelas dan lengkap, serta lebih detail. Sedangkan siswa dengan kemampuan berpikir kritis matematis rendah pada tahap interpretasi, analisis, evaluasi, dan memecahkan masalah dilakukan dengan kurang jelas dan tidak detail.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS PADA PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERPENDEKATAN SCIENTIFIC Fitriyantoro, Agung; Prasetyo, A. P. Budi
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.247 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara peserta didik pada pembelajaran matematika model Creative Problem Solving (CPS) berpendekatan Scientific dibandingkan pembelajaran konvensional, pengaruh kerja keras terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis, dan karakteristik kemampuan berpikir kreatif. Penelitian menggunakan metode explanatory sequential design, yaitu menggunakan model Quasi Experiment pada tahap kuantitatif dan model Miles dan Huberman untuk analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif matema-tis kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol dengan rata-rata sebesar 79,05 dan 68,17. Kemampuan berpikir kreatif peserta didik 36,5% dipengaruhi oleh karakter kerja keras. Setelah diteliti, kemampuan berpikir kreatif matematis kelompok atas dan kelompok tengah lebih menonjol pada aspek keluwesan, sedangkan kelompok bawah menonjol pada aspek kelancaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan Scientific melalui model CPS telah mencapai KKM; (2) kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol; (3) karakter kerja keras berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis; (4) kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik menonjol pada aspek tertentu.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT PADA PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING Rosita, Dian; Rochmad, Rochmad
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.241 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dan kesalahan siswa ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) dalam menyelesaikan pemecahan masalah sesuai Newman Procedure, serta untuk menguji keefektifan pembelajaran CPS. Penelitian ini dilakukan dengan metode kombinasi tipe concurrent embedded. Teknik pengambilan sampel penelitian kuantitatif yaitu cluster random sampling. Sampel penelitian ini terdiri atas satu kelas eksperimen dengan pembelajaran CPS dan satu kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Teknik pemilihan subjek penelitian kualitatif adalah purposive sampling dimana subjek dipilih berdasarkan AQ siswa. Analisis kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan dalam penelitian ini memberikan hasil: (1) proses pembelajaran CPS termasuk dalam kriteria baik; (2) pembelajaran CPS terbukti efektif; (3) kesalahan siswa ditinjau dari AQ sesuai Newman Procedure yaitu siswa kategori quitter, camper, dan climber sebagian melakukan kesalahan pada tahapan transformation, process skill, dan encoding. Siswa quitter lebih mudah menyerah dalam menyelesaikan masalah dibandingkan siswa camper dan climber sehingga berdampak pada kemampuan dan hasil kesalahan yang diperoleh akan berbeda.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK SISWA KELAS VIII BERDASARKAN MULTIPLE INTELLIGENCE PADA SETTING PBL Wijaya, Kurnia Hendra; Sudarmin, Sudarmin
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.971 KB)

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika penting dalam pembelajaran matematika yang belum dikembangkan secara optimal pada siswa. Kemampuan pemecahan masalah matematik siswa dipengaruhi oleh kecerdasan siswa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa berdasarkan multiple intelligence pada setting pembelajaran PBL. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas VIIIA SMP N 2 Karangawen dan SMP Al- Islah Tanggungharjo. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen tes dan wawancara. Analisis data meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa berdasarkan multiple intelligence pada setting pembelajaran PBL. Diperoleh hasil penelitian (1) kualitas pembelajaran model PBL meningkatkan kemampuan pemecahan masalah efektif ditunjukkan dengan (a) tahap persiapan silabus, RPP, suplemen bahan ajar, lembar kerja kelompok dan lembar tugas siswa dalam kategori baik (b) tahap proses yaitu strategi pengorganisasian pembelajaran, strategi penyampaian pembelajaran, strategi pengelolaan pembelajaran, implementasi dalam kategori baik, dan (c) tahap penilaian kualitas pembelajaran dalam kategori baik. (2) kemampuan pemecahan masalah siswa terdeskripsi (a) siswa yang memiliki kecerdasan logis matematik, visual spasial, intrapersonal, dan naturalis mampu menyelesaikan masalah sesuai rencana, siswa mengerjakan langkah mengecek kembali hasil pemecahan masalah tapi belum selesai, (b) siswa yang memiliki kecerdasan kinestetik, musik dan interpersonal mampu merencanakan penyelesaian masalah, siswa mengerjakan langkah menyelesaikan masalah tetapi masih salah.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS BERDASARKAN KECEMASAN MATEMATIKA PADA PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERTEKNIK SCAMPER Apriliani, Laely Rohmatin; Suyitno, Hardi
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.674 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif menjadi tuntutan dalam Pendidikan Matematika untuk memunculkan penyelesaian baru. Kecemasan matematika mendominasi perasaan emosional siswa remaja dalam hubungannya dengan matematika di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menguji dan menganalisis kualitas pembelajaran CPS berteknik SCAMPER dan 2) menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis berdasarkan kecemasan matematika siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method dengan desain concurrent embedded. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran CPS berteknik SCAMPER termasuk kategori baik. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa siswa dengan kecemasan rendah sangat kreatif atau cukup kreatif. Siswa tersebut dapat menyajikan lebih dari tiga ide jawaban yang beragam, memberikan lebih dari satu cara penyelesaian, dan menuliskan penyelesaian dengan caranya sendiri dengan cukup unik. Siswa dengan kecemasan sedang sangat kreatif atau kreatif. Siswa tersebut dapat menyajikan lebih dari dua ide jawaban yang beragam, memberikan lebih dari satu cara penyelesaian, dan menuliskan penyelesaian dengan caranya sendiri dengan cukup unik. Siswa dengan kecemasan berat cukup kreatif atau sangat kreatif. Siswa tersebut dapat menyajikan lebih dari dua ide jawaban yang beragam, memberikan lebih dari satu cara penyelesaian, dan menuliskan penyelesaian dengan caranya sendiri dengan cukup unik. Siswa dengan kecemasan tingkat panik tidak kreatif. Siswa tersebut tidak dapat menyajikan lebih dari dua ide jawaban yang beragam, hanya memberikan jawaban dan penyelesaian melalui satu cara pada umumnya.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN METAKOGNISI BERDASARKAN ORIENTASI TUJUAN PADA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Maretasani, Laurensia Dhika; Dwijanto, Dwijanto
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.328 KB)

Abstract

Pemecahan masalah dan metakognisi merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran berbasis masalah, salah satu model pembelajaran yang dapat diterapakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan metakognisi siswa dimana usaha siswa bergantung pada orientasi tujuannya.Tujuan penelitian ini yaitu: (1) menguji dan menganalisis keefektifan pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah dan metakognisi siswa (2) menganalisis kemampuan pemecahan masalah bedasarkan orientasi tujuan, dan (3) menganalisis metakognisi siswa berdasarkan orientasi tujuan siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method dengan concurrent embedded design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah dan metakognisi siswa. Siswa dengan orientasi tujuan penguasaan (mastery goal) dapat mencapai semua indikator pemecahan masalah dengan sedikit kesalahan dan dapat melaksanakan tahapan pemecahan masalah Polya. Siswa dengan orientasi tujuan performa (performance goal) tidak dapat mencapai beberapa indikator pemecahan masalah dan mengalami kesulitan untuk merencanakan, melaksanakan pemecahan masalah dan proses pemeriksaan kembali sering tidak dilakukan. Siswa dengan orientasi tujuan penguasaan memiliki pengetahuan kognisi dan regulasi kognisi yang baik sedangkan siswa dengan orientasi tujuan performa kurang dalam pengetahuan kognisinya dan regulasi kognisinya juga kurang baik.
ANALISIS SELF-REGULATION DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GOAL ORIENTATION PADA 7E-LEARNING CYCLE Noor, Naili Luma’ati; Mulyono, Mulyono
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.849 KB)

Abstract

Pemecahan masalah penting dalam matematika dan membutuhkan self-regulation. Goal orientation mempengaruhi self-regulation dan kemampuan pemecahan masalah. Mengatasi permasalahan tersebut diterapkan 7E-learning cycle untuk mengoptimalkan cara belajar. Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan 7E-learning cycle serta mendeskripsikan self-regulation dan pemecahan masalah matematika berdasarkan goal orientation sebelum dan setalah implementasi 7E-learning cycle. Desain penelitian ini adalah mix method. Subjek penelitian peserta didik kelas XI MA Nurul Ulum Jekulo Kudus yang dikelompokan berdasarkan goal orientation yaitu mastery goal dan performance goal. Variabel bebas penelitian ini adalah model pembelajaran, sedangkan variabel terikat adalah kemampuan pemecahan masalah dan self-regulation. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah melalui 7E-learning cycle mencapai ketuntasan secara individual dan klasikal,  self-regulation dan kemampuan pemecahan masalah pada 7E-learning cycle lebih baik daripada pembelajaran model ekspositori, serta regulation dan kemampuan pemecahan masalah setelah implementasi 7E-learning cycle lebih baik sebelum implementasi 7E-learning cycle. Berdasarkan analisis kualitatif, self-regulation setalah implementasi 7E-learning cycle kelompok mastery goal lebih baik dibandingkan kelompok performance goal. Setelah pembelajaran dengan 7E-learning cycle peserta didik kelompok mastery goal dapat memahami masalah dengan tepat dan merencanakan strategi pemecahan masalah lebih sistematis.
KETERAMPILAN PENALARAN INDUKTIF DEDUKTIF DAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA PADA PEMBELAJARAN CTL BERBASIS HANDS ON ACTIVITY Manurung, Otto; Kartono, Kartono
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.271 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya dan masih belum optimalnya keterampilan penalaran induktif deduktif dan kemampuan representasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis kemampuan representasi matematis pada pembelajaran CTL berbasis hands on activity, pembelajaran CTL berbasis LKS, pembelajaran hands on activity dapat mencapai ketuntasan rata-rata kelas dan klasikal 75%. (2) Menganalisis kemampuan representasi matematis siswa pada pembelajaran CTL berbasis hands on activity lebih baik daripada pembelajaran CTL berbasis LKS, hands on activity, dan konvensional berbasis LKS. (3) Menganalisis pengaruh keterampilan penalaran induktif deduktif terhadap kemampuan representasi matematis siwa pada pembelajaran CTL berbasis hands on activity. (4) Mendeskripsikan keterampilan penalaran induktif deduktif siswa pada pembelajaran CTL berbasis hands on activity. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode mix method desain concurrent embedded. Tehnik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan uji proporsi, uji banding, dan uji regresi, serta menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan analisa data diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Ketuntasan klasikal pada pembelajaran CTL berbasis hands on activity sebesar 88,89%, ketuntasan klasikal pada pembelajaran CTL berbasis LKS sebesar 88,89%, dan ketuntasan klasikal pada pembelajaran hands on activity 86,11%. (2) Rata-rata kemampuan representasi matematis pada pembelajaran CTL berbasis hands on activity lebih tinggi daripada pembelajaran konvensional berbasis LKS. (3) Keterampilan penalaran induktif deduktif berpengaruh positif terhadap kemampuan represebtasi matematis siswa sebesar 45,3%. (4) Siswa yang berkemampuan tinggi telah mencapai tingkat keterampilan penalaran induktif deduktif siswa kategori sangat terampil, siswa yang berkemampuan sedang telah mencapai tingkat keterampilan penalaran induktif deduktif siswa kategori terampil, dan siswa yang berkemampuan rendah telah mencapai tingkat keterampilan penalaran induktif deduktif siswa kategori cukup terampil.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK SISWA KELAS VII BERDASARKAN GAYA BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PBL Setiyono Riau, Budi Eko; Junaedi, Iwan
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.519 KB)

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakam sebagian kemampuan dalam matematika yang belum dikembangkan secara optimal pada siswa. Kemampuan pemecahan masalah matematik siswa dapat ditinjau dari berbagai dimensi, salah satunya adalah gaya belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas pembelajaran model PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas VIIB SMP N 2 Karangawen yang terdiri 29 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen tes dan wawancara. Analisis data meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran matematika model PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah dalam kategori baik. Siswa dengan gaya belajar divergen hanya mampu menyelesaikan pada langkah merencanakan pemecahan masalah dan gagal dalam memecahkan masalah, siswa dengan gaya belajar konvergen mampu menyelesaikan pemecahan masalah pada langkah mengecek kembali, siswa dengan gaya belajar asimilasi mampu pada langkah mengecek kembali tetapi tidak sempurna, dan siswa dengan gaya belajar akomodasi mampu pada langkah melaksanakan pemecahan masalah tetapi tidak melakukan pengecekan kembali. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa setiap gaya belajar yang berbeda memiliki kemampuan pemecahan masalah yang berbeda-beda.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI SELF-EFFICACY SISWA DALAM MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT Ulya, Rif’ah; Hidayah, Isti
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.778 KB)

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan tujuan utama dalam pembelajaran matematika. Terdapat faktor-faktor yang mendukung keberhasilan siswa dalam memecahkan masalah, diantaranya adalah self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model pembelajaran MMP terhadap kemampuan pemecahan masalah dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari self-efficacy siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method dengan desain concurrent embedded. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran MMP efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah, (2) a) siswa dengan self-efficacy tinggi mampu memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, serta memeriksa kembali dengan benar dan lengkap, b) siswa dengan self-efficacy sedang mampu memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah dengan benar dan lengkap, dalam memeriksa kembali tidak mampu menggunakan cara lain, dan c) siswa dengan self-efficacy rendah mampu memahami masalah dan merencanakan pemecahan masalah dengan benar namun kurang lengkap, kurang mampu dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah, serta dalam memeriksa kembali tidak mampu menggunakan cara lain.

Page 1 of 2 | Total Record : 20