cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Primary Education
ISSN : 22526404     EISSN : 25024515     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Primary Education publishes research articles results and conceptual studies in field of elementary mathematics education, science, Indonesian languange and social studies for primary education level. Journal of Primary Education publishes research studies employing a variety of qualitative and/or quantitative methods and approaches in the field of primary education.
Arjuna Subject : -
Articles 750 Documents
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF KATA BERGAMBAR UNTUK PENGENALAN KEMAMPUAN LITERASI DINI AUD
Journal of Primary Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v5i2.12902

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan rancangan model pembelajaran induktif kata bergambar untuk pengenalan kemampuan literasi dini AUD; mengetahui kevalidtan model pembelajaran induktif kata bergambar untuk pengenalan kemampuan lietrasi dini AUD; mengetahui keefektifan model pembelajaran induktif kata bergambar untuk pengenalan kemampuan literasi dini AUD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan desain indpendent samples test kelas kontrol dan kelas eksperimen. Model pembelajaran induktif kata bergambar memiliki tiga tahapan; tahapan persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Model pembelajaran induktif kata bergambar valid digunakan untuk mengenalkan kemampuan literasi dini AUD; model pembelajaran induktif kata bergambar berpengaruh/efektif untuk mengenalkan kemampuan literasi dini AUD. Disarankan bagi guru, kepala sekolah dan orang tua agar dalam menerapkan model pembelajaran induktif kata bergambar, harus mengikuti tahapan-tahapan model pembelajaran (tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi), membiasakan anak untuk mengenalkan kemampuan literasi sejak dini, memberikan latihan yang berulang-ulang agar perkembangan literasi dini AUD berkembangan dengan baik.
MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA SD
Journal of Primary Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v5i2.12903

Abstract

Banyak upaya guru untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa belum optimal. Selain itu terdapat permasalahan di Sekolah Dasar tentang sikap dan tingkah laku siswa yang sulit dikondisikan pada saat pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan Model Pembelajaran Quantum Bervisi Komunikasi Positif dibandingkan model konvensional terhadap motivasi dan hasil belajar IPA di Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif. Desain yang digunakan adalah mengukur variabel-variabel yang ada dalam penelitian (variabel X dengan variabel Y1 dan Y2) untuk kemudian dicari hubungan antar variabel tersebut kemudian dideskripsikan apa-apa yang terjadi sebagaimana mestinya pada saat penelitian dilakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Penerapan Model Pembelajaran Quantum Bervisi Komunikasi Positif dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA di Sekolah Dasar. Dalam pelaksanaan pengembangan komunikasi positif, guru harus banyak memberikan petunjuk-petunjuk terhadap kesulitan-kesulitan yang dialami siswa, banyak memberi tahu bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengerjakan dan selalu mengoreksi pekerjaan siswa secara konstruktif.
KEEFEKTIFAN PERMAINAN MANDI BOLA KATA DAN KARTU KATA UNTUK MENGENALKAN KONSEP MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN
Journal of Primary Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v5i2.12904

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu 1) menentukan hasil pencapaian perkembangan belajar anak dalam konsep membaca dan menulis permulaan menggunakan alat permainan manbota; 2) menentukan hasil pencapaian perkembangan anak dalam konsep membaca dan menulis permulaan menggunakan alat permainan kartu kata; 3) menentukan perbedaan hasil belajar konsep membaca dan menulis permulaan menggunakan alat permainan manbota dan kartu kata. Desain penelitian menggunakan eksperimen nonequevalen control group design. Hasil uji t kelompok eksperimen menggunakan alat permainan mandi bola kata diperoleh bahwa nilai rata-rata pretes yang semula 17,26 berubah menjadi 30,33. Perkembangan hasil belajar mengenal konsep membaca dan menulis permulaan pada kriteria berkembang sesuai harapan. Hasil uji t kelompok kontrol menggunakan alat permainan kartu kata diperoleh bahwa nilai rata-rata pretes yang semula 19,66 berubah menjadi 22,73 mencapai kriteria mulai berkembang. Simpulan penelitian ini adalah: 1) hasil pencapaian perkembangan anak dalam konsep membaca dan menulis permulaan menggunakan alat permainan mandi bola kata mengalami kenaikan 13.07 point; 2) hasil pencapaian perkembangan anak dalam konsep membaca dan menulis permulaan menggunakan alat permainan kartu mengalami kenaikan 3,07 point; 3) Keefektifan penggunaan alat permainan mandi bola kata untuk mengenalkan konsep membaca dan menulis permulaan ditunjukkan perkembangannya sudah mencapai tahap sesuai dengan harapan. Sedangkan penggunaan alat permainan kartu perkembangan kemampuan mengenal membaca dan menulis permulaan masih pada tahap mulai berkembang. Saran, guru menerapkan alat permainan mandi bola kata untuk membelajarkan konsep membaca dan menulis permulaan pada anak usia 4-5 tahun.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN LITERASI SAINS TEMA ENERGI
Journal of Primary Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v5i2.12905

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen asesmen untuk mengukur kemampuan literasi sains siswa. Penelitian pengembangan ini menggunakan desain 3D (Define, Design dan Develop). Langkah yang dikembangkan meliputi perancangan, validasi ahli, ujicoba terbatas dan ujicoba luas. Instrumen yang dikembangkan adalah instrumen pilihan ganda dan disertai alasan (two tier assessment). Hasil validitas instrumen asesmen pilihan ganda adalah valid, nilai reliabilitas saat uji coba terbatas adalah 0,865 dan saat uji coba luas adalah 0,887. Nilai tersebut menunjukkan instrumen adalah reliabel. Profil kemampuan literasi sains siswa berada pada kategori rendah. Kemampuan literasi sains siswa tertinggi pada aspek a body of knowledge dan terendah pada aspek interaksi sains, teknologi, dan masyarakat.
MODEL TREFFINGER DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS V
Journal of Primary Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v5i2.12906

Abstract

Tujuan dari penelitian ini (1) memperoleh gambaran kualitas pembelajaran menggunakan model Treffinger dengan Pendekatan Scientific terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V dalam pemecahan masalah matematis, (2) Memperoleh konstruksi kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V dalam pemecahan masalah matematis pada pembelajaran model Treffinger dengan pendekatan Scientific. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Analisis tes kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah matematika mengacu pada tiga komponen berpikir kreatif yaitu kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran dengan menggunakan model Treffinger dengan pendekatan Scientific berkualitas baik; (2) Pola kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah pada TKBK 4 dari subjek yang ditentukan ditemukan bahwa Subjek 1 dan Subjek 2 mempunyai indikator berpikir kreatif yang sama, yaitu kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan, tetapi Subjek 1 lebih menonjol dari Subjek 2 dari segi Kefasihan; TKBK 3 dari subjek yang ditentukan ditemukan bahwa Subjek 3 dan Subjek 4 mempunyai indikator berpikir kreatif yang sama, yaitu kefasihan dan fleksibilitas, tetapi Subjek 3 lebih menonjol dari Subjek 4 dari segi Fleksibilitas; TKBK 2 dari subjek yang ditentukan ditemukan bahwa Subjek 5 dan Subjek 6 mempunyai indikator berpikir kreatif yang berbeda, Subjek 5 memenuhi aspek komponen fleksibilitas dan Subjek 6 memenuhi aspek Kebaruan; TKBK 1 dari subjek yang ditentukan ditemukan bahwa Subjek 7 dan Subjek 8 mempunyai indikator berpikir kreatif yang sama, yaitu hanya memenuhi aspek kefasihan. Kefasihan pada Subjek 7 dan Subjek 8 memiliki kemampuan yang sama. TKBK 0 dari subjek yang ditentukan ditemukan bahwa Subjek 9 dan Subjek 10 tidak memenuhi semua aspek kefasihan, kebaruan dan fleksibilitas.
Keefektifan Media Model Wayang dan Kartu Hijaiyah untuk Mengenalkan Huruf dan Membaca Hijaiyah pada Anak Usia Dini
Journal of Primary Education Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v6i1.14506

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan hasil pencapaian perkembangan belajar dalam mengenalkan huruf dan membaca menggunakan model wayang hijaiyah. Menentukan hasil pencapaian perkembangan anak dalam mengenalkan huruf dan membaca hijaiyah menggunakan kartu hijaiyah. Menentukan perbedaan hasil belajar mengenal huruf dan membaca hijaiyah menggunakan wayang dan kartu hijaiyah. Hasil uji t kelompok eksperimen diketahui nilai rata-rata pretest mengenal huruf kelompok eksperimen mengalami peningkatan. Nilai rata-rata pretes membaca hijaiyah kelompok eksperimen mengalami peningkatan. Hasil uji t kelompok kontrol mengenal huruf kelompok kontrol mengalami peningkatan. Hasil membaca hijaiyah diperoleh bahwa nilai rata-rata pretes kelompok kontrol mengalami peningkatan sebesar. Terdapat perbedaan antara pretes dan postes, namun perbedaan tersebut ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata kelompok anak kontrol lebih kecil dari peningkatan kelompok eksperimen. Simpulan yang dapat diambil berdasarkan pada hasil dan pembahasan dinyatakan bahwa: (1) hasil pembelajaran anak dalam mengenal huruf hijaiyah lebih tinggi menggunakan model wayang hijaiyah di bandingkan kartu, (2) hasil pembelajaran anak dalam membaca lebih tinggi menggunakan model wayang di bandingkan dengan kartu, (3) ada perbedaan pembelajaran dalam mengenal huruf menggunakan model wayang dan kartu, (4) tidak ada perbedaan pembelajaran dalam membaca hijaiyah antara model wayang hijaiyah dan kartu hijaiyah.The purposes of this study are to determine the achievement of learning progress in introducing the letter and reading it by using hijaiyah puppet; determine the outcome of a child's development achievement in introducing the letter and reading hijaiyah by using hijaiyah card, determine differences in learning outcomes recognize letters and read hijaiyah using puppets and hijaiyah card. t-Test result of experimental group is known by the original pretest average value by 8.60 and turned into 11.63, so the experimental group increased by 3.03. t-Test of the control group found that the average value of the original pretest by 8.97 turned into 12.97, so the control group increased by 4.00. There are differences between pretest and posttest, but the difference is shown by the increase in the average value of the control group of children which is smaller than the increase in the experimental group. The conclusions that can be drawn based on the results and discussion revealed that (1) the results of the experimental class study increased with the improvement from the pretest to the posttest, (2) the results of the control group study increased, with the increase from the pretest to the posttest, (3) between the experimental group and the control group is Ho rejected because it has value t count and t table, (4) this shows that there are differences average of post-test results between the experimental group and the control group.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Bervisi SETS dengan Metode Outdoor Learning untuk Menanamkan Nilai Karakter Bangsa
Journal of Primary Education Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v6i1.14508

Abstract

Pembelajaran IPA sebagai subsistem pendidikan nasional memberi kontribusi penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Karakter sebagai hasil dari pendidikan membawa arti penting dalam kehidupan yang sesungguhnya di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik perangkat pembelajaran, keefektifan perangkat pembelajaran, dan kepraktisan perangkat pembelajaran IPA bervisi SETS dengan metode outdoor learning. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Pengembangan perangkat pembelajaran dengan mengembangkan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, bahan ajar, LKS, LKPD dan alat evaluasi, divalidasikan untuk selanjutnya direvisi dan diimplemantasikan. Uji coba, dilakukan untuk mengamati aktivitas belajar, penanaman karakter, dan pengerjaan soal tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase siswa yang tuntas dengan KKM ≥ 75 mencapai 94%. Hasil uji N-gain = 0,41 (kategori sedang). Skor aktivitas peserta didik kategori sangat tinggi. Skor karakter peduli lingkungan 3,14, kerjasama 3,08 dan disiplin 3,16 kategori Mulai Berkembang (MB). Skor akhir aktivitas guru sebesar 4,1 kategori tinggi. Skor respons guru 3,27 sangat tinggi. Skor respons peserta didik adalah 16 kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA bervisi SETS metode Outdoor Learning efektif untuk diterapkan di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA bervisi SETS metode Outdoor Learning terbukti efektif mampu memperbaiki kualitas pembelajaran.Learning science as a subsystem of national education contributing hearts important character formation Learners. Character as the findings from Education carries important meaning in the hearts of life society. Singer study aims to analyze the characteristics of the review devices learning, learning tool effectiveness, practicality and vision science learning tool SETS with outdoor learning method. The singer is a research development research. Development learning tool with develop syllabi, lesson plans, teaching materials, worksheets, activity sheets learners and evaluation tools, validated for review then revised and implemented. The trial, conducted observation activities learning, planting character, and solving test. The results showed thst students fg The complete minimum completeness criteria ≥ 75 reached 94%. The test results of N-gain = 0.41 (medium category). scores activities students very high category. Character score 3.14 environmental care, cooperation and discipline 3,16 3,08 start emerging category. Final score activities teacher of 4.1 high category. Score 3.27 very high teacher's response. Learners feedback score is 16 very high category. Based on the findings of research can be concluded that the science envisions SETS Learning tool effective learning methods open for review applied in primary school. Research results show that the method envisions SETS learning science learning open effective proven ability to improve learning quality.
Karakter Tanggung Jawab dan Keterampilan Komunikasi Matematis pada Pembelajaran Berpendekatan PMRI Berbantuan Scaffolding Materi Pecahan
Journal of Primary Education Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v6i1.14509

Abstract

Hasil dari tes NAEP secara konsisten telah menunjukkan bahwa peserta didik memiliki pemahaman yang sangat lemah terhadap konsep pecahan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya keterampilan komunikasi matematis peserta didik dan kurangnya tanggung jawab peserta didik untuk belajar. Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan PMRI berbantuan scaffolding. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakter tanggung jawab dan keterampilan komunikasi matematis peserta didik serta menguji keefektifan penerapan pembelajaran dengan pendekatan PMRI berbantuan scaffolding pada materi pecahan dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (mixed methods) model concurrent embedded dengan metode kualitatif sebagai metode primer. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sehingga terpilih lima peserta didik yang menempati ranking pertama, kuartil satu, kuartil dua, kuartil tiga, dan ranking terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan setelah dilakukan pemberian dorongan (scaffolding) selama pembelajaran PMRI berlangung, karakter tanggung jawab dan keterampilan komunikasi matematis kelima subjek penelitian mengalami peningkatan. Dengan meningkatnya tanggung jawab peserta didik untuk belajar dan kemampuan mereka dalam mengkomunikasikan ide matematika maka kemampuan komunikasi matematis peserta didik juga meningkat. The results of NAEP tests have consistently shown that learners have a very weak understanding of the fractions concept. One reason is the lack of mathematical communication skills of the students and the lack of responsibility of learners to learn. There fore we need an approach of learning that appropriate to solve these problems. One of the approach of learning by using scaffolding assisted PMRI approach. The purpose of this study is to describe the character of the responsibilities and mathematical communication skills of learners and to check the effectiveness of the application of learning to approach the scaffolding material PMRI aided fractions to improve communication skills in mathematic. This research is mixed methods concurrent embedded models with qualitative methods as the primary method. Subject of the research is selected by purposive technique that was selected five students who ranked first, quartile one, quartiles two, three quartiles, and the final ranking. The results showed that overall after giving encouragement (scaffolding) during PMRI learning in progress, the character of the responsibilities and skills of mathematical communication of fifth research subjects have increased. By increasing of responsibilities of the learners to learn and their ability to communicate the mathematical ideas so the mathematical communication ability of the students also increased.
PBL dengan APM untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Sikap Percaya Diri
Journal of Primary Education Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v6i1.14510

Abstract

Hasil observasi awal kelas 3 SDN Nguter II, Sukoharjo ditemukan permasalahan rendahnya kemampuan pemecahan masalah dan instrumen penilaian sikap percaya diri tidak ada. Tujuan penelitian yaitu mendesain perangkat pembelajaran matematika menggunakan model PBL dengan APM yang terdiri dari silabus, RPP, LKS, bahan ajar, dan soal TKPM yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model Borg and Gall yang secara garis besar meliputi: studi pendahuluan, perencanaan desain, dan pengembangan. Penelitian ini menghasilkan buku pedoman guru untuk pembelajaran matematika. Validasi perangkat pembelajaran menyatakan bahwa perangkat pembelajaran valid. Kepraktisan perangkat pembelajaran diperoleh dari pencapaian kemampuan guru melaksanakan pembelajaran, respon guru terhadap perangkat, dan respon siswa terhadap pembelajaran tergolong kategori sangat baik. Keefektifan pembelajaran ditunjukkan dengan ketuntasan belajar siswa mencapai 90% dan uji beda rata-rata menunjukkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen meningkat sebesar 0,36 dengan kriteria sedang. Pencapian indikator sikap percaya diri siswa kelas eksperimen meningkat berdasarkan hasil pengamatan mencapai kriteria sedang. Simpulan penelitian yaitu perangkat PBL dengan APM valid, praktis, dan efektif. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu perlu adanya penelitian lebih lanjut sebagai pengembangan dari penelitian ini pada materi pokok yang lain.The results of preliminary observations in grade 3 SDN II Nguter, Sukoharjo problems found that poor problem-solving skills and assessment self confidece doesn’t exist. The purpose of this research was designing mathematical learning tool using PBL model with APM that consists of syllabus, lesson plans, worksheets, materials, and problem-solving skills test which valid, practice, and effective. This research and development refer to the Borg and Gall models which include: preliminary study. planning, and development. This research resulted in the teacher manual for learning mathematics.Validation of the learning device states that valid. Practicality learning tool obtained from the achievement of the ability of teachers in implementing the learning, teacher’s response to the tools, and student’s response to learning category is very good. The effectiveness of learning shown by students learning completeness reached 90% and independent sample t-test show students problem-solving abilities experimental class is better than control class. Problem-solving ability of student’s experimental class increased by 0.36 with the criteria of moderate. Self confident indicator experimental class students increased by observation achieving middle criteria. The conclusions of research that the PBL with APM valid, practical, and effective. Suggestions for further research is need for further research as the development of research on another the subject matter.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau dari Keterampilan Proses Sains dan Motivasi Belajar melalui Model PBL
Journal of Primary Education Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v6i1.14511

Abstract

Kemampuan berpikir kritis belum pernah diukur dan difasilitasi pada proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis, (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis ditinjau dari keterampilan proses sains, dan (3) mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar. Jenis penelitian yaitu penelitian mixed methods, dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Sampel penelitian ini yaitu peserta didik kelas V SD 1 Dersalam dan SD 1 Panjang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui model PBL dengan outdoor learning. Keterampilan proses sains memiliki hubungan kuat dengan berpikir kritis. Peserta didik dengan keterampilan proses sains tinggi memiliki kemampuan berpikir kritis yang tinggi. Peserta didik dengan keterampilan proses sains sedang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi atau sedang. Peserta didik dengan keterampilan proses sains rendah memiliki kemampuan berpikir kritis sedang atau rendah. Motivasi belajar memiliki hubungan sangat kuat dengan berpikir kritis. Peserta didik dengan motivasi belajar tinggi memiliki kemampuan berpikir kritis yang tinggi. Peserta didik dengan motivasi belajar sedang, memiliki kemampuan berpikir kritis sedang. Peserta didik dengan motivasi belajar rendah, memiliki kemampuan berpikir kritis rendah.Critical thinking skills have never been measured and facilitated the learning process. The purpose of this study are: (1) to analyze the increase in critical thinking skills, (2) describe an increase in critical thinking skills in terms of science process skills, and (3) describe an increase in critical thinking skills in terms of motivation. This type of research is research mixed methods, with sequential explanatory strategy. Samples of this research that student class V SD 1 Dersalam and SD 1 Panjang. The data collection is done with test method, observation, interviews and documentation. The results showed that an increase in critical thinking skills through the model PBL with outdoor learning. Science process skills have strong relationships with critical thinking. Students with high science process skills have high critical thinking skills. Students with moderate science process skills have high or moderate critical thinking skills. Students with low science process have moderate or low critical thinking skills. Motivation have a very strong relationship with critical thinking skills. Students with high motivation have high critical thinking skills. Students with moderate motivation, have moderate critical thinking skills. Students with low motivation have low critical thinking skills.