cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Primary Education
ISSN : 22526404     EISSN : 25024515     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Primary Education publishes research articles results and conceptual studies in field of elementary mathematics education, science, Indonesian languange and social studies for primary education level. Journal of Primary Education publishes research studies employing a variety of qualitative and/or quantitative methods and approaches in the field of primary education.
Arjuna Subject : -
Articles 750 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS LINGKUNGAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KARAKTER PADA SISWA KELAS V SD
Journal of Primary Education Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v4i2.10973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan terhadap pemahaman konsep, 2) mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan terhadap karakter, 3) mengetahui pengaruh karakter terhadap pemahaman konsep. Desain penelitian menggunakan True experimental design dengan bentuk design Pretest-posttest control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD se-Kecamatan Sragen Kota Kabupaten Sragen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan terhadap pemahaman konsep sebesar 64%, 2) terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan terhadap karakter sebesar 82%, 3) terdapat pengaruh karakter terhadap pemahaman konsep sebesar 81%. Berdasarkan pada hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa 1) terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan terhadap pemahaman konsep, 2) terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan terhadap karakter, 3) terdapat pengaruh karakter terhadap pemahaman konsep. This study aims to: 1) the effect of guided inquiry learning model based on the understanding of the concept environment, 2) the effect of guided inquiry learning model based on the character of the environment, 3) the effect of guided inquiry learning model based on the character of the environment and understanding the concept. True experimental research design using to form design pretest-posttest control group. Population of this research is all elementary school fifth grade students throughout the District City Sragen. The results showed that, 1) there is the influence of guided inquiry learning model based on the understanding of the concept of the environment by 64%, 2) there is the influence of guided inquiry learning model based on the character of the neighborhood by 82%, 3) there is the influence of characters to the understanding of the concept of 81%. Based on the research results, it can be concluded that 1) there is the influence of guided inquiry learning model based on the understanding of the concept of environment, 2) there is the influence of guided inquiry learning model based on the character of the environment, 3) there is the influence of characters on the understanding of the concept. 
PENGARUH MEDIA COMPUTER BASED INSTRUCTION (CBI) BERORIENTASI POE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN MEMPREDIKSI IPA SISWA KELAS IV
Journal of Primary Education Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v4i2.10974

Abstract

Sumber belajar yang ada di sekolah belum memuat kegiatan yang dapat melatih kemampuan memprediksi siswa. Media pembelajaran belum digunakan secara maksimal. Pengembangan media pembelajaran berorientasi POE (predict, observe, explain) yang dapat meningkatkan motivasi dan keterampilan memprediksi siswa serta mengetahui hambatan yang dialami siswa dalam memprediksi. Metode penelitian menggunakan mix method. Hasil validasi media diperoleh skor rata-rata 3,35 dengan kriteria valid. Karakteristik media dikembangkan dengan strategi belajar POE, diawali dengan jenis soal memprediksi untuk melatih keterampilan memprediksi siswa, observasi untuk melihat kebenaran prediksi siswa kemudian menjelaskan materi pelajaran yang memperlihatkan keterkaitan antara tema dengan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Semuanya terangkum dalam tampilan yang menarik. Hasil uji peningkatan keterampilan memprediksi secara keseluruhan sebesar 0,60 dengan kategori sedang. Hasil uji peningkatan  motivasi belajar siswa sebesar 0,54 dengan kategori sedang. Hambatan siswa dalam memprediksi yaitu: 1) siswa tidak bisa menjelaskan fenomena yang belum pernah dilihat atau dialami sebelumnya; 2) siswa tidak bisa menjelaskan hubungan sebab akibat; 3) siswa kesulitan dalam menginterpretasikan data; dan 3) siswa tidak bisa menganalisis data. Learning Resources that are in school does not contain the activity that can train predict ability students. Learning Media is be exploited yet. Development-oriented learning media POE (predict, observe, explain) that can promote motivation and skills predicts that students and knows constraints students in predicting. Research method using mixed method. Result of the validation media, the score price 3,35 with the criteria were valid. The characteristics media developed with learning strategy POE, started with the kinds of questions predicted to train skills predicted students, observation to see the truth prediction students then explains the subjects which shows link between a theme with its application in daily life. All was summed up in attractive views. Test result improving the skills predicted as a whole was 0,60 with the category. Test result as students learning motivation of 0,54 with the category. Obstacles students in predicting: 1) students could not explain the phenomenon that has never been seen or experienced before; 2) the students could not explain cause-and-effect relationship; 3) students difficulties in interpret data; and 3) students could not be analyzed the data.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERMAIN PERAN UNTUK PENINGKATKAN RASA CINTA TANAH AIR SISWA KELAS V PADA MATERI PROKLAMASI KEMERDEKAAN
Journal of Primary Education Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v4i2.10977

Abstract

Penelitian berfokus pada pengembangan model pembelajaran berbasis masalah-bermain peran untuk meningkatkan rasa cinta tanah air siswa. Tujuan  penelitian ini untuk mendapatkan model pembelajaran yang valid, efektif dan praktis. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Sistem pendukung model pembelajaran yang dikembangkan antara lain silabus pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Bahan Ajar dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa (LKS), serta instrumen pembelajaran yang terdiri dari Lembar observasi, lembar angket pengukuran rasa cinta tanah air, dan lembar soal. Penelitian dilakukan pada siswa kelas V SDN Muktiharjo Lor Genuk kota Semarang. Model pembelajaran yang dikembangkan tergolong valid. Respon positif siswa terhadap pembelajaran 80% dan guru memberi komentar yang baik, sehingga model pembelajaran yang dikembangkan praktis digunakan. Rasa cinta tanah air siswa pada kelas eksperimen berada pada kategori sangat tinggi, sedangkan pada kelas pembanding hanya mencapai kategori tinggi. Hasil belajar meningkat dengan kualitas peningkatan tinggi pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas pembanding meningkat dengan kualitas peningkatan pada kategori sedang. The research focuses on the development of problembased learning-role playing model to enhance the students' patriotism. The purpose of this study was to obtain a valid learning model, effective and practical. The method is research and development. Support system of learning model developed include syllabus (planning for learning), Learning Implementation Plan (RPP), equipped with Instructional Materials Student Worksheet (LKS), as well as learning an instrument consisting of a sheet of observation, measurement questionnaire sheet of the students' patriotism, and the booklet. The study was conducted in fifth grade in SDN Muktiharjo Lor Genuk Semarang. Learning model developed relatively valid. The positive response of 80% of students towards learning and teachers gave good comments, so that the learning model developed practical use. The students' patriotism in the experimental class are at very high category, while in the comparative class (controll class) only reached the high category. Learning outcomes increased with the increase of high quality in the experimental class while in comparison class (control class) increases with the quality improvement in the medium category. 
PENGEMBANGAN MODEL OUTDOOR LEARNING BERBANTUAN MODEL GROUP INVESTIGATION UNTUK PENGEMBANGKAN SIKAP ILMIAH
Journal of Primary Education Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v4i2.10979

Abstract

Hasil field study di SDN 2 Dukuh Tengah menunjukkan hasil bahwa pembelajaran IPA, didominasi pada aspek kognitif dan kurang mampu mengembangkan sikap ilmiah. Karakteristik model OLGI (outdoor learning berbantuan model group investigation) belum  terlihat dengan  baik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan, mengukur keefektifan dan untuk mengetahui peningkatan sikap ilmiah siswa dengan pengembangan model OLGI. Penelitian ini terdiri atas lima tahap 1) investigasi awal, 2) desain, 3) realisasi atau konstruksi, 4) tes, evaluasi, dan revisi, dan 5) implementasi.  Subjek penelitian adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Kersana sebagai kelas uji coba skala terbatas sejumlah 21 siswa, siswa VA SDN 2 Dukuh Tengah sejumlah 28 siswa sebagai kelas kontrol, dan siswa kelas VB SDN 2 Dukuh Tengah sejumlah 28 siswa sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, angket sikap ilmiah, dan lembar validasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis instrumen, dan uji banding dua sampel.  Hasil penelitian menunjukan bahwa model OLGI dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa secara signifikan, dengan skor 0,55 dengan kriteria sedang pada rentang 0,30 ≤ (<g>) ≤ 0,70. Berdasarkan analisis Uji T hasil belajar siswa di kelas eksperimen dengan rata-rata 85,32 lebih tinggi dari pada kelas kontrol dengan rata-rata 76,96. Based on the field study in SDN 2 Dukuh Tengah teaching was still dominated cognitive aspects, poor from to develop a scientific attitude.  The characteristic of OLGI models have not been seen with either. The purpose of this study was to describe, measure, effectiveness and to determine of study who receive the OLGI models to develop a scientific attitude. This research consist of five phases 1) investigation, 2) design, 3) the realization or construction, 4) evaluation and revision, 5) the implementation. Subject this research  is grade V student of SDN 2 Kerasana  for tritial limited as much as 21 students, class VA  SDN 2 Dukuh Tengah as control classes, and class VB SDN 2 Dukuh Tengah as experiment classes. Technical data collection using interview sheets, scale observation attitude, pool, and sheets validation. Data analysis used descriptive analysis, analysis instrument of test, and the appeal two samples. The result showed that OLGI models can improve students’ scientific attitude significantly, with a score of 0.55 with the criteria being in the range of 0.30 ≤ (<g>) ≤ 0.70. Based on the T-test analysis of the student in class to the experiment class 85.32 higher than the average 76.96 in control class.
Profile of Science Literacy Skill Domain Knowledge of SMPN 2 Bua Ponrang
Journal of Primary Education Vol 7 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v7i1.12870

Abstract

The assumptions of the intelligent category of students in society are still based on the assessment of knowledge despite authentic assessment. This study aims to describe the science literacy ability of grade VII students of SMPN 2 Bua Ponrang in the knowledge domain consisting of procedural knowledge, epistemic knowledge, and content knowledge. The research method used descriptive quantitative. The sample is determined by using simple random sampling with the number of sample counted 31person. The results showed procedural knowledge of 37, 34%, epistemic knowledge of 34,91% and content knowledge of 27,94%. Maximum score obtained is 55, an average value of 39.77 and a minimum score of 20. It can be concluded improve the ability of science literacy, especially in the domain of knowledge. This research is hoped to give thought contribution in solving science literacy problem so that it can inspire to design activities and factors that can improve science literacy ability.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SAINS DENGAN MEDIA FOTONOVELA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SD/MI
Journal of Primary Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v5i1.12886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran sains dengan media fotonovela untuk meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep peserta didik. Subjek penelitian berjumlah 24 peserta didik.Metode penelitian menggunakan Mixed Methods desain sequential explanatory. Tahap pertama metode kuantitatif,One-group Pretest-posttest design untuk memperoleh data keefektifan media fotonovela, motivasi belajar, dan pemahaman konsep. Tahap kedua metode kualitatif untuk memperdalam data kuantitatif. Data motivasi belajar dan pemahaman konsep dikumpulkan dengan kuesioner dan pretest-posttest. Uji validitas kuesioner dan tes dianalisis menggunakan validitas isi yang dikonsultasikan dengan ahli. Uji reliabilitas kuesioner dan tes dilakukan dengan menggunakan Alpha Cronbach dan KR-20. Uji hipotesis menggunakan one sample t-test dan uji gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatanmotivasi belajar dan pemahaman konsep peserta didik. Hasil uji hipotesis keefektifan media fotonovela diperoleh = 0.9105. Hasil uji gain motivasi belajar diperoleh = 0.05. Hasil uji gain pemahaman konsep diperoleh = 0.3. Hasil ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran sains dengan media fotonovela efektif dapat meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep peserta didik.
PENGARUH KEMAMPUAN KOGNITIF, KREATIVITAS, DAN MEMECAHKAN MASALAH TERHADAP SIKAP ILMIAH SISWA SD
Journal of Primary Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v5i1.12887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan kognitif, kreativitas, dan memecahkan masalah terhadap sikap ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode kausal dan teknik analisis jalur. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) kemampuan kognitif berpengaruh secara langsung sebesar 10,43% terhadap kemampuan kreativitas, 4,49% terhadap kemampuan memecahkan masalah, dan 1,96% terhadap sikap ilmiah; 2) kemampuan kreativitas berpengaruh langsung sebesar 6% terhadap kemampuan memecahkan masalah dan 5,06% terhadap sikap ilmiah; 3) kemampuan kognitif berpengaruh secara tak langsung sebesar 12,4% terhadap kemampuan memecahkan masalah melalui kemampuan kreativitas, serta berpengaruh tak langsung sebesar 9,23% terhadap sikap ilmiah melalui kemampuan kreativitas. Kemampuan memecahkan masalah tidak berpengaruh terhadap sikap ilmiah siswa dikarenakan siswa SD belum mencapai tahap memecahkan masalah yang sesungguhnya. Mereka masih harus dibantu guru sehingga pencapaian kemampuan memecahkan masalahnya dapat optimal. Kemampuan kognitif sangat penting bagi kemampuan lainnya. Kemampuan kognitif yang diperkuat dengan kreativitas dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan sikap ilmiah. Tercapainya sikap ilmiah menunjukkan salah satu indikator keefektifan pembelajaran sains.
PENGARUH IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP DISIPLIN TERHADAP PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA SD
Journal of Primary Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v5i1.12888

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikanimplementasi pendekatan saintifik, keterampilan berpikir kritis dan sikap disiplin terhadap penyelesaian masalah matematika di SD. Hasil penelitianada pengaruh positif dan signifikan: 1) implementasi pendekatan saintifik terhadap penyelesaian masalah matematika sebesar 51,1%, 2) sikap disiplin terhadap penyelesaian masalah matematika sebesar 25,8 %, 3) implementasi pendekatan saintifik terhadap keterampilan berpikir kritis sebesar 47,4%, 4) sikap disiplin terhadap keterampilan berpikir kritis sebesar 19,1%, 5) keterampilan berpikir kritis terhadap penyelesaian masalah matematika sebesar 60,7%, 6) implementasi pendekatan saintifik terhadap penyelesaian masalah matematika dimediasi keterampilan berpikir kritis sebesar 71,8%, dan 7) sikap disiplin terhadappenyelesaian masalah matematika dimediasi keterampilan berpikir kritis sebesar 63,6%.Disarankan agar menerapkan pendekatan saintifik dan sikap disiplin dengan konsep berpikir kritis pada kurikulum pendidikan dewasa ini agar siswa dapat memperoleh kemampuan penyelesaian masalah matematika yang baik sehingga dapat digunakan pada kehidupan sehari-hari mereka.
PEMBELAJARAN MERINGKAS ISI BUKUDENGAN MODELCIRC DAN LATIHAN PENELITIANBERDASAR KREATIVITAS VERBAL PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
Journal of Primary Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v5i1.12889

Abstract

Guna membuktikan keefektifan model Cooperative Integrated Reading and Composition(CIRC)dan Latihan Penelitian pada pembelajaran meringkas isi buku terhadap peserta didik yang berkreativitas Verbal berbeda serta menjelaskan adanya interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Disain penelitian termasuk jenis quasi experiment dengan desain pemasangan subjek melalui tes awal-tes akhir pada kelas eksperimen. Sampel penelitian ini adalah kemampuan meringkas isi buku peserta didik kelas VB SD Negeri Pakis 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas VA SD Negeri Bawang1 sebagai kelas eksperimen 2. Pengumpulan data menggunakan teknik tes hasil belajar, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah ANOVA (Analysis of Variance) 2x2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran meringkas isi buku (1) model CIRC efektif bagi peserta didik berkreativitas verbal rendah dan tinggi, dengan nilai 72,38 dan 87,42; (2) model Latihan Penelitian lebih efektif digunakan bagi peserta didik yang berkreativitas verbal tinggi, dengan nilai 79,24; (3) nilai rata-rata peserta didik pada pembelajaran dengan model CIRC lebih tinggi daripada Latihan Penelitian, yaitu 79,00>74,79. Kesimpulannya, dalam pembelajaran meringkas isi buku, CIRC lebih efektif daripada Latihan Penelitian dalam interaksinya dengan perbedaan kreativitas verbal peserta didik.
VALIDITAS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA BERVISI SETS
Journal of Primary Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v5i1.12890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar cetak IPA bervisi SETS yang memenuhi kriteria valid. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini Research and Development (R&D) dari empat tahap yang disederhanakan menjadi tiga tahap, yaitu; (1) pendefinisian (define), (2) perancangan (design), dan (3) pengembangan (development). Subyek penelitian ini siswa kelas IV SDN Kalibanteng Kidul 03. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes, observasi, angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan bahan ajar cetak valid. Skor validasi dalam kategori sangat baik. Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian pengembangan bahan ajar cetak IPA SD bervisi SETS, disarankan; bahan ajar cetak IPA bervisi SETS dalam kompetensi sumber daya alam telah dikembangkan dengan hasil valid, maka perlu dilakukan uji coba dalam skala lebih luas dan guru dapat menggunakan bahan ajar cetak IPA bervisi SETS sebagai suplemen untuk proses pembelajaran.