cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 35, No 2 (2015)" : 16 Documents clear
PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM (STUDI KASUS PELAYANAN KLINIK VCT RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL PASIEN HIV/AIDS) Aristiana, Noor Fuat; Bukhori, Baidi; Hasanah, Hasyim
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1609

Abstract

This research is quantitative research to describe mental hygiene problems and to analyze islamic guidance and counseling to increase the healthiness of patient with HIV in VCT Clinic, Sultan Agung Hospital Semarang. The source of data in this research is counselor and patient with HIV. The method of collecting data use interview, observation, and documentation. The method analyze is interacive analyze model. The outcame from the research shows that, fisrt patient with HIV/AIDS have a mental hygiene problems. Second, islamic guidance and counseling services for them consist of pre test counseling, pasca test counseling, and sustainable counseling. Third, islamic guidance and counseling services to increase mental hygiene patient with HIV/AIDS focused on sefl-acceptance. To increase mental hygiene patient with HIV/AIDS required sustainable accompaniment about development and empowerment of the patient potential and family with HIV/AIDS***Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan problem kesehatan mental dan menganalisis pelayanan bimbingan dan konseling Islam dalam meningkatkan kesehatan mental pasien HIV/AIDS di Klinik VCT Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Sumber data adalah konselor dan pasien HIV/AIDS. Metode pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, pertama pasien HIV/AIDS memiliki problem kesehatan mental. Kedua, pelayanan bimbingan dan konseling Islam bagi penderita HIV/AIDS terdiri dari konseling pra tes, konseling pasca tes, dan konseling berkelanjutan. Ketiga, pelayanan bimbingan dan konseling Islam dalam meningkatkan kesehatan mental pasien HIV/AIDS ditekankan pada penerimaan diri.Untuk meningkatkan kesehatan mental pada diri pasien diperlukan pendampingan lanjutan tentang pengembangan dan pemberdayaan potensi korban dan keluarga dengan HIV/AIDS 
STRATEGI DAKWAH MASYARAKAT PERKOTAAN: Studi pada MTA di Kota Semarang Susanto, Dedy
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1605

Abstract

This research is about da’wa of Majils Tafsir Alquran (MTA) in Semarang. MTA is Da’wa which did by a group of moslem to persuade other moslems to return to Alquran with understanding, appreciate, and practicing the value from Alquran in their dailly activities. The main problems in this reseacrh consist of: 1. How the dynamic da’wa of MTA in Semarang,2) how the pattern strategy of da’wa MTA in Semarang. This research is descriptive qualitative reserach. The methods of collecting data use three methods, there are observation, documentation, and interview. The conclusion from this research show that da’wa MTA was very dynamis. MTA was start their da’wa in Semarang since 1986 and was develop in Kendal, Pemalang, Kudus, and Jepara. The pattern of da’wa strategy MTA in Semarang there are islamic approach, social approach, and kindship.***Penelitian ini mengkaji tentang dakwah Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) di Kota Semarang. Dakwah MTA adalah dakwah yang dilakukan oleh sekelompok muslim dengan tujuan untuk mengajak umat Islam kembali kepada al-Qur’an dengan penekanan pada pemahaman, penghayatan dan pengamalan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Pokok masalah yang dikaji dalam penelitian ini terdiri dari; 1) Bagaimana dinamika dakwah MTA di Kota Semarang, 3) Bagaimana pola strategi dakwah MTA Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskripstif. Proses pencariaan data melalui tiga cara yaitu observasi, dokumentasi dan awawancara. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa dinamika dakwah MTA merupakan pasang surut suatu kegiatan dakwah yang dilakukan oleh pelaksana dakwah secara kelompok melalui institusi. Dakwah yang dilakukan MTA Kota Semarang dimulai sejak 1986, dan berkembang di wilayah Kendal, Pemalang, Kudus, dan Jepara. Pola strategi dakwah yang dilakukan MTA di Kota Semarang antara lain pendekatan kajian keislaman, pendekatan sosial, dan pendekatan hubungan keluarga.. 
PRIORITAS BERDAKWAH PADA MASA PENJAJAHAN BELANDA DI INDONESIA Wafiyah, Wafiyah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1610

Abstract

This paper explains religion views to colonization, Dutch colonization in Indonesian, the da’wah priorities during Dutch colonization era, the Dutch responses toward Indonesian resistance, and the Indonesian responses toward Dutch colonization in Indonesia. Dutch colonists, trade monopoly, voyage and politics power that happened in Indonesia have really contradicted against Indonesian tradition. Although they often lost during the wars, but the agitation of Islam did not reduce their spirit to fight the Dutch. From this phenomenon, Dutch colonists, then, tried to eliminate Islamic influences from Indonesian people through:The negative effects of Dutch colonization, then, encouraged the emergence of Muslim Organizations and nationalistic movements concerning on the aspects of da’wah, education, economic social and politics.***Tulisan ini menggambarkan tentang pandangan  agama terhadap penjajahan Belanda di Indonesia, prioritas dakwah pada masa penjajahan Belanda, respon penjajah Belanda terhadap perlawanan bangsa Indonesia untuk menghilangkan pengaruh Islam di Indonesia dan respon balik masyarakat Indonesia terhadap penjajahan Belanda. Penjajah Belanda, monopoli perdagangan, pelayaran dan kekuasaan politik. Hal ini sangat bertentangan dengan tradisi di Indonesia. Karenanya menyulut reaksi sengit bangsa Indonesia untuk memerangi mereka. Walau selalu kalah namun agitasi Islam tidak menyurutkan semangat bangsa Indonesia untuk tetap memerangi Belanda, karena itulah penjajah Belanda berusaha menghilangkan pengaruh Islam bagi bangsa Indonesia. Kondisi negatif bangsa Indonesia akibat terjajah oleh Belanda, dipengaruhi juga oleh gerakan pembaharuan di luar negeri, juga ajaran Islam yang memerintahkan umatnya untuk menggunakan akal dalam merealisasikan ajaran  Islam agar tujuan rahmatan lil alamin bisa tercapai, mendorong para da’i untuk mengambil langkah-langkah pembaharuan, melalui organisasi Islam yang bergerak dalam bidang : dakwah, pendidikan, sosial ekonomi dam politik. 
STRATEGI DAKWAH MUI (MAJELIS ULAMA INDONESIA) JAWA TENGAH MELALUI SERTIFIKASI HALAL Wahyuningrum, Asri; Anasom, H.; Kusmanto, Thohir Yuli
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1618

Abstract

Halal product is part of responsibility muslims consumer by industrial. Halal product assurance based on majesty, who society have the right informations, clearly, and completely. This research aim is determine the certification of halal as a da’wa strategies of MUI Central Java and also supporting and inhibiting factors there. This Research used qualitative research using management of da’wa approach. The data were collected through techniques: interview, observation, and documentation. The data analysis are data: reduction, verification, and conclusion. The result of this research: there are two da’wa strategies used LPPOM MUI which on program Gerakan Masyarakat Sadar Halal "GEMAR HALAL", that became a certificationstrategy and the socialization and promotion strategies. The supporting factors are the availability of facilities and infrastructure, the cooperation of internal and external institution, the participation of community on the program, and members who competence and experience on their fields. Whereas inhibiting factors are some members who have double positions on one institution, lack of funds, and member’s lack of discipline on their work.***Memproduksi produk halal adalah bagian dari tanggungjawab perusahaan kepada konsumen muslim. Pada dasarnya keberadaan jaminan produk halal berangkat dari pertimbangan konsep luhur, bahwa masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar, jelas dan lengkap baik secara kuantitas maupun kualitas dari produk yang mereka konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sertifikasi halal sebagai strategi dakwah MUI Jawa Tengah serta faktor pendukung dan penghambatnya. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan manajemen dakwah. Teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: ada dua strategi dakwah yang digunakan LPPOM MUI yang terdapat dalam program Gerakan Masyarakat Sadar Halal “Gemar HALAL”, yaitu strategi pensertifikasian dan strategi sosialisasi dan promosi. 
BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI “NYUMPET” DI DESA SEKURO KECAMATAN MLONGGO KABUPATEN JEPARA Widiana, Nurhuda
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1611

Abstract

Acculturation is a concept to describe the long process of confergence of two or more values which are owned by individual, group and society. The emergence of regention to new value system, must be understood as a part of love the society against old values (local). This is a process of learning to understand the new values is coming. In theses condition, isn’t appropriate to use claims of winning or losing, between Islam vis a vis the local culture. The view of Islam in society, will be strongly colored by its culture. So that, Islam will be have variant which suitable various with the heteroginas culture that exists in the society. This condition is being constantly will be occurring of up – down, whether Islam will be more colouring culture or otherwise the culture will be colouring of Islam. The tradition of “Nyumpet” in Sekuro village, into one small of example to explain the process of acculturation is running. In this where the preacher must be more prudently in the dealing with religious practice which banded in a local culture that still rooted in the society.***Akulturasi merupakan konsep untuk menggambarkan proses panjang bertemunya dua atau lebih tata nilai yang dimiliki individu, kelompok dan masyaraka. Munculnya penolakan terhadap tata nilai baru, harus dipahami sebagai bagian kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai lama (lokal). Hal ini merupakan proses belajar untuk memahami nilai-nilai baru yang datang. Pada kondisi seperti ini, tidak tepat digunakan klaim menang atau kalah, antara Islam vis a vis budaya lokal. Tampilan Islam di suatu masyarakat, akan sangat diwarnai oleh budaya yang dimilikinya. Sehingga Islam akan memiliki varian yang bermavam-macam sesuai dengan heteroginas budaya yang eksis di masyarakat. Kondisi ini secara terus-menerus akan mengalami pasang-surut, apakah Islam akan lebih mewarnai budaya atau sebaliknya budaya akan mewarnai Islam. Tradisi “Nyumpe”t di desa Sekuro, menjadi salah satu contoh kecil untuk menjelaskan proses akulturasi yang berjalan.Disinilah para da’I harus lebih bijaksana dalam menyikapi praktik keagamaan yang terbalut dalam budaya lokal yang masih mengakar di masyarakat.
STRATEGI DAN MANAJEMEN DAKWAH LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA (LDII) KECAMATAN TUGU KOTA SEMARANG Ulfah, Novi Maria
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1617

Abstract

The purpose of this study was to determine the strategy and the management of the Indonesia Institute of Islamic Dawah (LDII) in District Tugu Semarang. In this study, the writer used an interview method toward the LDII Chairman of the district. Indeed, she also used the literature method by using the books, the documents, the articles and the reports to complete this study. The findings showed that as an organization, LDII uses good strategy and management in conducting Islamic da’wah. The strategies include some aspects of religion, sport, and cadre to the LDII congregations. Its activities are usually conducted daily, weekly, and annually. This study, then, gives some recommendation to conduct a sustainable research on the strategy and management of LDII in District Tugu Semarang. In addition, it is proven that LDII can socialize with other Muslims in carrying out religious practices, so people do not need to consider this group as an Islamic Jamaah because in some cases, most people still think about it.***Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi serta manajemen yang digunakan Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Kecamatan Tugu Kota Semarang. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan Ketua LDII Kecamatan Tugu. Selain menggunakan metode wawancara, juga menggunakan metode kepustakaan. Penulis menggunakan buku, dokumen, artikel serta laporan untuk melengkapi penelitian ini. Temuan dari penelitian ini antara lain: 1) Sebagai sebuah organisasi, LDII menggunakan strategi dan manajemen yang baik dalam melakukan dakwah Islam. 2) Strategi dakwah yang digunakan oleh LDII mencakup strategi di bidang keagamaan, di bidang olahraga, serta pengkaderan bagi jamaahnya. Kegiatan di dalam LDII bersifat harian, mingguan sampai tahunan. Rekomendasi dalam penelitian ini antara lain:1) Adanya penelitian yang berkelanjutan terhadap strategi dan manajemen LDII di Kecamatan Tugu. 2) Dalam menjalankan ritual keagamaan, LDII bisa membaur dengan umat Islam lainnya, sehingga masyarakat tidak menganggap LDII sebagai Islam Jamaah. Sebagian masyarakat masih menganggap bahwa LDII adalah Islam Jamaah.
RETHINKING USWAH HASANAH: Etika Dakwah dalam Bingkai Hiperrealitas Rachmawati, Farida
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1612

Abstract

This paper aimed to discusses the activity of preaching (dakwah) as being part of the imaging world. The phenomenon is about dai as the advertisement representative from moslem fashion in media. The existence of media behind preaching makes it as a part of media industry. Therefore, consumerism appears as the excesses of capitalism intangible in a spectacle which no longer serves as a guide. This paper employs hyperreality theory of Jean Baudrillard to examine media constructions of reality beyond media. Media act as the bridge of communication in viewing the reality to bring the popular culture, consumerism, and consider it as significant image. We also compare the movement of preaching in media from uswah hasanah concept. However, the activity of preaching in the advancement of technology always faced with challenges, so its movement would be changing and should be adjusted without separated from the Islamic dakwah ethics. Therefore, dai as an actor in preaching does not be predominance by advertisement. Beside that, the important thing, that be supposed to give attention from dai and mad’u, is Islamic substantial not Islamic symbol.***Tulisan ini membahas tentang aktivitas dakwah yang menjadi bagian dari dunia pencitraan. Yakni tentang keberadaan dai sebagai agen atau bintang iklan sebuah busana muslim. Dengan adanya media yang berada di balik layar dakwah menjadikan dakwah bagian dari industri media. Sehingga tampak konsumerisme sebagai ekses kapitalisme yang berwujud pada tontonan yang tak lagi menjadi tuntunan. Teori hyperrealitas Jean Baudrillard digunakan untuk membaca konstruksi media terhadap realitas di luar media. Media mempunyai peran sebagai jembatan komunikasi dalam melihat realitas, sehingga mampu memunculkan budaya populer, sikap konsumerisme, dan menganggap penting citra. Di sini juga digunakan konsep uswah hasanah sebagai salah satu cara pandang terhadap fenomena dai media. Sebab bagaimanapun, aktivitas dakwah pada perkembangan teknologi sekarang ini selalu dihadapkan dengan berbagai perubahan, namun perubahan tersebut harus tetap disesuaikan dengan etika dakwah. Oleh karena itu, dai sebagai ujung tombak aktifitas dakwah jangan sampai didominasi oleh iklan. Selain itu juga diperlukan kesadaran baik dari dai ataupun mad’u agar tidak hanya mementingkan simbol Islam seperti formalisasi jilbab, tetapi juga memperhatikan substansi dari ajaran Islam. 
EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI DAN KOMPUTERISASI HAJI TERPADU (SISKOHAT) DALAM PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI Munawaroh, Zahrotun; Mudhofi, M; Susanto, Dedy
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1608

Abstract

Penelitian ini mengkaji; 1) Bagaimana Efektivitas dalam penyelenggaraan ibadah haji di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, 2) Apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat penerapan SISKOHAT. SISKOHAT terintegrasi dengan 17 BPS BPIH dan Kantor Kementerian Agama di seluruh Indonesia dengan Host pusat di Kementerian Agama Pusat. Pelayanan SISKOHAT mencakup pendaftaran dan penyimpanan database jamaah dan petugas haji, pemrosesan dokumen paspor dan pemvisaan, penerbitan Dokumen Administrasi Perjalanan Ibadah Haji (DAPIH), pembayaran BPIH oleh BPS BPIH secara online, pelaksanaan sistem akuntansi BPIH, penyususnan pramanifest kloter, monitoring penerbangan, pemantauan kesehatan haji, serta pemantauan operasional haji di Tanah Air dan di Arab Saudi.
PRIORITAS BERDAKWAH PADA MASA PENJAJAHAN BELANDA DI INDONESIA Wafiyah Wafiyah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1610

Abstract

This paper explains religion views to colonization, Dutch colonization in Indonesian, the da’wah priorities during Dutch colonization era, the Dutch responses toward Indonesian resistance, and the Indonesian responses toward Dutch colonization in Indonesia. Dutch colonists, trade monopoly, voyage and politics power that happened in Indonesia have really contradicted against Indonesian tradition. Although they often lost during the wars, but the agitation of Islam did not reduce their spirit to fight the Dutch. From this phenomenon, Dutch colonists, then, tried to eliminate Islamic influences from Indonesian people through:The negative effects of Dutch colonization, then, encouraged the emergence of Muslim Organizations and nationalistic movements concerning on the aspects of da’wah, education, economic social and politics.***Tulisan ini menggambarkan tentang pandangan  agama terhadap penjajahan Belanda di Indonesia, prioritas dakwah pada masa penjajahan Belanda, respon penjajah Belanda terhadap perlawanan bangsa Indonesia untuk menghilangkan pengaruh Islam di Indonesia dan respon balik masyarakat Indonesia terhadap penjajahan Belanda. Penjajah Belanda, monopoli perdagangan, pelayaran dan kekuasaan politik. Hal ini sangat bertentangan dengan tradisi di Indonesia. Karenanya menyulut reaksi sengit bangsa Indonesia untuk memerangi mereka. Walau selalu kalah namun agitasi Islam tidak menyurutkan semangat bangsa Indonesia untuk tetap memerangi Belanda, karena itulah penjajah Belanda berusaha menghilangkan pengaruh Islam bagi bangsa Indonesia. Kondisi negatif bangsa Indonesia akibat terjajah oleh Belanda, dipengaruhi juga oleh gerakan pembaharuan di luar negeri, juga ajaran Islam yang memerintahkan umatnya untuk menggunakan akal dalam merealisasikan ajaran  Islam agar tujuan rahmatan lil alamin bisa tercapai, mendorong para da’i untuk mengambil langkah-langkah pembaharuan, melalui organisasi Islam yang bergerak dalam bidang : dakwah, pendidikan, sosial ekonomi dam politik. 
STRATEGI DAKWAH MUI (MAJELIS ULAMA INDONESIA) JAWA TENGAH MELALUI SERTIFIKASI HALAL Asri Wahyuningrum; H. Anasom; Thohir Yuli Kusmanto
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1618

Abstract

Halal product is part of responsibility muslims consumer by industrial. Halal product assurance based on majesty, who society have the right informations, clearly, and completely. This research aim is determine the certification of halal as a da’wa strategies of MUI Central Java and also supporting and inhibiting factors there. This Research used qualitative research using management of da’wa approach. The data were collected through techniques: interview, observation, and documentation. The data analysis are data: reduction, verification, and conclusion. The result of this research: there are two da’wa strategies used LPPOM MUI which on program Gerakan Masyarakat Sadar Halal "GEMAR HALAL", that became a certificationstrategy and the socialization and promotion strategies. The supporting factors are the availability of facilities and infrastructure, the cooperation of internal and external institution, the participation of community on the program, and members who competence and experience on their fields. Whereas inhibiting factors are some members who have double positions on one institution, lack of funds, and member’s lack of discipline on their work.***Memproduksi produk halal adalah bagian dari tanggungjawab perusahaan kepada konsumen muslim. Pada dasarnya keberadaan jaminan produk halal berangkat dari pertimbangan konsep luhur, bahwa masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar, jelas dan lengkap baik secara kuantitas maupun kualitas dari produk yang mereka konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sertifikasi halal sebagai strategi dakwah MUI Jawa Tengah serta faktor pendukung dan penghambatnya. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan manajemen dakwah. Teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: ada dua strategi dakwah yang digunakan LPPOM MUI yang terdapat dalam program Gerakan Masyarakat Sadar Halal “Gemar HALAL”, yaitu strategi pensertifikasian dan strategi sosialisasi dan promosi. 

Page 1 of 2 | Total Record : 16