JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia)
JESI: Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia adalah jurnal ekonomi yang memberikan kajian ekonomi syariah, lembaga keuangan syariah, dan bisnis syariah. Jurnal JESI berupaya untuk menyajikan hasil karya ilmiah, dalam bentuk tulisan yang mengulas pokok permasalahan perekonomian yang berlandaskan syariah islam.
Articles
200 Documents
KONSEP SISTEM PENGELOLAN ZAKAT DI INDONESIA PENGENTAS KEMISKINAN PENDEKATAN SEJARAH
Muhammad Ngasifudin
JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Alma Ata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.198 KB)
|
DOI: 10.21927/jesi.2015.5(2).219-231
Abstract Zakat is the primary means of communication between man and another man in bermasyarat sake compose a harmonious and humane life . The role of Zakat , both property and tithes would be more visible subtle and implemented together with other instrumental value that is usury. Obligation of alms giving fi rm and absolute top of every Muslim, premises object property that is property and income that have fulfi lled the obligation of zakat and charity penunian -value embodied wisdom and universal values that benefi t the community life and poverty pengentas Keywords: Zakat, Equity, Poverty
Potensi Dana Zakat di Era Berbasis Syari’ah: (dari Konsumtif-Karitatif ke Produktif-Inovatif Berdayaguna Perspektif Hukum Islam)
Mu'inan Mu'inan
JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.472 KB)
|
DOI: 10.21927/jesi.2016.6(1).%p
Problem pengangguran dan minimnya lapangan kerja membuat jutaan manusia baik yang berlefel pendidikan tinggi terlebih lagi bagi mereka yang tidak mengenyam bangku sekolah, telah membuat pusing tujuh keliling sehingga beban masyarakat semakin bertambah. Bagaimana tidak, laju pertumbuhan minat TKI/TKW untuk mengadu nasib di negeri seberang menjadi pilihan bagi mereka yang sulit mendapatkan kerja dan penghasilan yang layak di negeri sendiri. Meski dari segi income Negara mendapatkan besarnya devisa yang dihasilkan, namun persoalan ini membuat pemerintah utamanya di lingkungan kementerian tenaga kerja dan transmigrasi juga harus berfikir ulang, mengingat banyaknya kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap tenaga kerja Indonesia yang terjadi hingga hari ini.Dari pada hidup dalam keterpurukan yang berkepanjangan tanpa solusi alternatif, dengan menyia-nyiakan SDM yang ada, maka tidak ada salahnya melalui tulisan ini, Penulis mencoba memberikan dan memunculkan ide kreatif sebagai solusi konkrit mengatasi problem yang sedang kita hadapi bersama. Penulis mengajak kepada pembaca untuk berfikir ulang tentang cara dan distribusi pengelolaan dana zakat yang selama ini monoton hanya berkisar pada bentuk konsumtif-karitatif, tidak menimbulkan dampak sosial yang bersifat “peringanan beban sesaat” (temporari relief); serta diberikan pada mereka yang berhak menerimanya hanya sebagai hadiah setahun sekali khusunya jika Ramadan tiba. Dengan kata lain, dana zakat yang terkumpul dari muzakki tidak diberikan dalam bentuk modal kerja atau didayagunakan secara produktif dan inovatif.Ibaratnya kepada fakir miskin tersebut tidak diberikan ikan secara langsung, melainkan diberi pancing atau umpan/kail. Bagian zakat yang mereka peroleh tidak diberikan dalam wujud uang atau harta—jika tidak terpaksa sekali—akan tetapi dalam wujud modal kerja dengan cara melihat kemampuan, keahlian, bakat dan potensi dirinya yang bisa dikembangkan kearah peningkatan kualitas hidupnya. Sehingga harapannya pengangguran semakin berkurang dengan adanya lapangan kerja baru.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Akuntabilitas &Transparansi Informasi Keuangan Daerah Melalui Website
Indra Agung Wilopo
JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Alma Ata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.238 KB)
|
DOI: 10.21927/jesi.2017.7(1).61-78
Abstracts : This research aims to find new evidence, the factors that affect the accountability and transparency of financial information via the website area. With the rules and regulations related to the disclosure of public information, as the practice of good governance, all government units are obliged to submit financial information to the public in a transparent manner. One media delivery of such information is through the website. Based on a review of literature and previous research, we use the seven factors suspected to affect the accountabilitty and transparency of financial information via the website area, the factors are the ratio of PAD, the size of the local government, the complexity of the administration, the ratio of debt financing, shopping areas, the level of welfare and quality of financial reporting area. In this study, researchers used the several districts government and cities in Indonesia, and run two test models are logistic regression and multiple linear regression. The results showed that the only factor which the level of welfare significant positive effect on the transparency of financial information via the website regions, whereas other factors had no significant effect. This indicates that the public welfare, which implies the use of Internet media to access the area of financial information. These results imply that the presentation of financial information based pressure area information needs of the community have access to the internet, that people who are already good level of welfare.
Pendayagunaan Zakat Mal dalam Mengentaskan Kemiskinan (Study kasus Mustahiq kelurahan Batua kecamatan Manggala kota Makassar)
Syarifudin Syarifudin
JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Alma Ata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.565 KB)
|
DOI: 10.21927/jesi.2018.8(1).14-22
This study aims to determine the use of zakat mal (productive and commercial) influence on poverty alleviation in Kelurahan Batua, Manggala District, Makassar City.The research method used is descriptive quantitative research methods with econometric and Syar'i approaches. The sample used in this study were 100 respondents and this data was analyzed using chi-square test analysis and crostab analysis. The results of the chi-square test results show that 0,000 is greater than the significance level of α = 0.05, this shows that there is an effect of productive and com- mercial zakat utilization on poverty alleviation. The value of P (Risk) is 13.167%, this means that mustahiq which utilizes its zakat on target is likely to increase its welfare by 13.167%. Suggestions for BAZNAS of South Sulawesi Province should focus the program on one area that is favored to alleviate poverty through the empowerment of the community's economy so that the visible results of the utilization of zakat funds are visible.Keywords: Utilization, Zakat Mal, Proverty
BLUE OCEAN STRATEGY EVALUATION IN GREEN PROPERTY IMPLEMENTATION OF PT. HARMONI PROPERTI INDONESIA
Viviet Yuniastuti
JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Alma Ata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.16 KB)
|
DOI: 10.21927/jesi.2015.5(2).125-135
Abstrak Kesadaran masyarakat meningkat dalam pentingnya menjaga planet yang sehat, yang didukung oleh kampanye bumi hijau tanpa henti dari lembaga pemerintah dan non-pemerintah dari dalam dan luar negeri, telah dikirim ke sebuah konsep baru dalam industri properti yang disebut properti hijau. Green property adalah properti yang mempromosikan konsep keberlanjutan dan ramah lingkungan dengan alam sekitarnya, di mana ia akan semakin menjadi kebutuhan bagi pengembangan proyek properti saat ini dan masa depan. Green property tidak hanya pada penanaman hijau, namun juga tentang menjaga efi siensi energi, penanganan limbah, meminimalkan emisi, serta melestarikan eksploitasi sumber daya alam. Fokus pertama dari penelitian ini adalah untuk mencoba membuktikan apakah strategi bisnis yang diterapkan oleh PT. HPI adalah sesuai dengan standar yang benar dari strategi samudra biru, yang didasarkan pada strategi biru laut dibangun Kim & Mauborgne dalam kitab Blue Ocean Strategy (2005). Mengacu pada metode penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Paramita Ratri (2012), yaitu dengan memanfaatkan 25 poin sebagai indikator dan instrumen dari variabel A (yang merupakan karakteristik dari strategi samudra biru) untuk variabel B (yang merupakan karakteristik dari PT. Strategi HPI) . Evaluasi efektifi tas dilakukan dengan mengacu pada tiga perusahaan target inti yang telah menjadi PT. HPI adalah Targetkan Penjualan (TP), Proyek Target Profi t (TPP), dan Proyek Berikutnya Target (TPB) dengan pelaksanaan strategi bisnis. 3 (tiga) PT. Target HPI Standar yaitu: Proyek Target Profi t (TPP), Target Penjualan (TP), dan Proyek Berikutnya Target (TPB) Kata Kunci: Blue Ocean, Strategi Evaluasi
MEKANISME KLIRING PADA PERBANKAN KONVENSIONAL PERSPEKTIF ISLAM
Abdul Salam
JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Alma Ata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.611 KB)
|
DOI: 10.21927/jesi.2012.2(2).187-212
Abstract Clearing is derived from English "to clear" meaning settlement, while the meaning of the clearing is good electronic financial data between banks or between the client resolved calculation results in a certain time. In the implementation of this clearing, clearing services client in this exploit is represented by the bank. Thus, in Islam the activity is often called as wakalah. The aim of this study is to find out how the mechanism clearing system running on Conventional Banks, and how Islamic outlook about the system, including categories of interest or not. In this research, the writer uses descriptive analysis method and more closer to study literature (library research) plus a little interview with employees of the Bank. The results of study that emphasize the study of this literature is the case of the grant of the bank overdraft services require customers to refund loan of approximately 5% above the highest rate in the bank in a month. In the same cases, Bank gives sanction to the customer to check for empty and termination of client giral blacklisted by a bank. This could be allowed under Islam law, due to before dropping the sanctions, warning that the banks were giving our customers don’t draw a blank check anymore. Keywords: Clearing Mechanism, wakalah, overdraft, Conventional Banks, Islamic perspective
Analisis Pengaruh Pendidikan Dan Faktor Sosial Terhadap Pengetahuan Masyarakat Tentang Bank Syariah ( Studi Kasus Di Dusun Pandean Pundung Wukirsari Imogiri Bantul ) Angga Dwi Saputra dan Abdul Ghani
Abdul Ghani;
Angga Dwi Saputra
JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (346.953 KB)
|
DOI: 10.21927/jesi.2016.6(1).%p
Analisis Pengaruh Pendidikan dan Faktor Sosial Terhadap Pengetahuan Masyarakat Tentang Bank Syariah (Studi Kasus Di Dusun Pundung Wukirsari Imogiri Bantul) Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Agama Universitas Alma Ata Yogyakarta, 2016Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih banyaknya warga atau masyarakat di Indonesia khususnya di Dusun Pandean Pundung yang kurang minim pengetahuan tentang perbankan syariah. Salah satu penyebab kurangnya pengetahuan masyarakat disebabkan oleh tingkat pendidikan dan faktor sosial yang masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendidikan dan faktor sosial terhadap pengetahuan masyarakat tentang bank syariah.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga Pundung yang berdomisili atau bertempat tinggal di Pundung sejumlah 390 orang, hal ini berarti jumlah sampel yang diambil peneliti dalam penelitian ini sebanyak 10% yaitu 39 orang yang telah memenuhi kriteria pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Random Sampling untuk pengambilan datanya.Setelah dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 20 for windows, hasil penelitian ini adalah bahwa semua variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan masyarakat (Y). Dari hasil uji t hanya pendidikan (X1) yang berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan masyarakat (Y), sedangkan variabel independen faktor sosial (X2) bernilai positif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan masyarakat (Y). Dari hasil uji F diperoleh kesimpulan bahwa variabel pendidikan (X1) dan faktor sosial (X2) secara serentak berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan masyarakat (Y), yang ditunjukkan oleh nilai signifikasi F sebesar 0,016 pada α sebesar 0,05.
Peningkatan Kompetensi Frontliners dalam Memberikan Layanan Prima: Studi Kasus pada BPRS MCI Yogyakarta
Nur Ellyanawati
JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Alma Ata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (152.271 KB)
|
DOI: 10.21927/jesi.2018.8(1).1-13
Perkembangan industri perbankan syariah yang menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun ke tahun tentu menyebabkan makin meningkatnya persaingan antar bank syariah. Agar dapat bertahan, dibutuhkan strategi yang salah satunya adalah meningkatkan kualitas layanan Sumber Daya Insani (SDI) yang dimiliki. Berbagai upaya dapat dilakukan mulai dari penerimaan pegawai, pelatihan, penempatan, motivasi, dan evaluasi. Sebagai salah satu BPRS yang ada di Wilayah Yogyakarta, SDI BPRS MCI haruslah memiliki keunggulan dalam memberikan layanan dibandingkan dengan BPR maupun bank lainnya baik bank syariah maupun konvensional. Manajemen BPRS MCI menyadari betul bahwa tanpa adanya layanan prima yang diberikan kepada nasabah akan menyulitkan perusahaan untuk mendapatkan loyalitas nasabah dan target bisnis yang ditetapkan oleh manajemen akan sulit tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pemberian layanan kepada nasabah di BPRS MCI dan untuk mengetahui bagaimana strategi manajemen BPRS MCI dalam meningkatkan kompetensi fronlinernya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi, pengamatan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan layanan yang diberikan oleh BPRS Mitra Cahaya Indonesia sudah cukup baik namun masih memerlukan perbaikan di beberapa item. Untuk meningkatkan kompetensi fronliner agar dapat memberikan layanan yang prima (excellence) kepada nasabah, manajemen memberikan pelatihan yang relevan, pelaksanaan role play rutin, sharing session layanan bagi fronliners dan menyediakan SOP layanan agar terdapat panduan pedoman dalam memberikan layanan prima kepada nasabah. Kata kunci = Bank Syariah, Frontliners, Kualitas Layanan, Layanan Prima, Standar Operational Prosedur (SOP)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBIAYAAN BERMASALAH (Studi Kasus di BMT Artha Barokah Yogyakarta 2013)
Widya Astuti;
Teguh Suripto
JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Alma Ata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.74 KB)
|
DOI: 10.21927/jesi.2015.5(1).49-62
Abstract Widya Astutik. 2010. “Factors Affecting Financing Problem In Barokah BMT Artha Yogyakarta in 2013”. Essay. Yogyakarta: School of Theology Alma Ata. KJKS BMT is an institution that serves as an intermediary (Intermediary Institution) fi nancial, KJKS BMT third parties to channel the funds to the community. Among them is the fi nancing of profi t and loss sharing. The background of this study is that the factor of the customer, the bank and is a factor taken into consideration by the Bank to analyze the occurrence of fi nancing problems at BMT Artha Barokah. This study was conducted to determine whether the factor of the customer, the Bank, and infl uence the occurrence of fi nancing problems. This research is a fi eld research (fi eld reserch) with the data collection methods of documentation, because the data used in this research is secondary data obtained from customer data instantly fi lled. The analysis tool used is multiple linear regression testing using aberration test classical linear regression and statistical tests. The results of t test analysis showed that each of the independent variables signifi cantly affect the fi nancing problems in BMT Artha Barokah Yogyakarta. In the F test showed that the independent variables and external customers signifi cant effect, while the factors did not signifi cantly affect bank fi nancing problems. The determinansi coeffi cient (R ²) of 0.56, which means fi nancing bermasalahpada BMT Artha Barokah able to be explained by the independent variable of 56.1% and the remaining 43.9% is infl uenced by other variables outside this research model. Keywords: Affe cting fi nancing problem
BUNGA BANK DALAM PERSPEKTIF ISLAM (STUDI PENDAPAT NAHDLATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH)
Abdul Salam
JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Alma Ata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (315.589 KB)
|
DOI: 10.21927/jesi.2013.3(1).77-108
Abstract One of the problems is crowded and is still being debated in the Islamic economy is a matter of usury which is forbidden in the Koran . This debate mainly focused on what is really meant by riba in the Qur'an and how the economy of the Muslims who are held in the middle of the current capitalist economy and modern banking practices that require interest in economic activity .In existential presence of banking institutions can not be separated from economic problems of Muslims as a whole . Muslims who live in the modern system of value-free economy can not escape the " dependency " with banking institutions . consciously or unconsciously banking institutions have been brought up to the Muslims to accept the reality of banking today . It is then disturb the attention of many Muslim community organizations in Indonesia to revisit karaktreristik prohibited usury , presumably withdraw in this case the researchers raised two Islamic society organizations that have a large period of the Nahdhotul Ulama ( NU ) and Muhammadiyah . Where the existence of this organization opposing the giving fatwa against religious issues in society . The subject of this paper is to examine how the public views the two organizations on bank interest .From in-depth discussion can be concluded that : For NU that bank interest law it is forbidden either privately owned banks and state-owned banks . Furthermore , NU revealed that the interest taken by depositors in the bank is forbidden usury . As for Muhammadiyah presumably still skeptical about the presence or absence of ' usury illat on state-owned banks , as seen with the determination , that the law is a state -owned bank interest musytabihat . Reason said musytabihat , is because there are two tendencies are lawful or unlawful , as well as in a bank that does not distinguish between people who borrow money to borrow for consumption and produced . Then this should be avoided , except in an emergency ( forced ) . Muhammadiyah 's decision seems consistent with the notion that interest rates may have an emergency , such as Mustafa az - Zarqani opinion , saying that the bank is a reality that can not be avoided . Therefore Muslims should bermu'amalah with the bank for emergency consideration. Furthermore , Muhammadiyah states , that usury is forbidden by religion is flowering trait that is always accompanied by substance abuse and oppression chance . Being in force today did not cause a sense of oppression or disappointment by anyone interested Keywords: Bank, Interest, Riba, Nahdhotul Ulama, Muhammadiyah