cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
literasi.almaata@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 25024116     EISSN : 25031864     DOI : 10.21927/literasi
Core Subject : Education,
Focus and scope; Educational curriculum studies Subject matter studies Instructional media and educational aid Instructional methods and strategies Techer competence Psyco-socioanthropology studies Educational system managemant Educational character, gender and evalution
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Peran Surau dalam Dinamika Islamisasi dan Pusat Pendidikan pada Masa Awal Kesultanan Pontianak Faisol, Faisol; Kholiq, Abdul; Hermansyah, Hermansyah
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 16, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2025.16(3).440-454

Abstract

Kontribusi awal Kesultanan Pontianak dalam membentuk sistem pendidikan Islam di wilayah Kalimantan Barat. Fokus pembahasan diarahkan pada peran strategis Sultan Syarif Abdurrahman Al-Qadri dalam merancang model pendidikan Islam yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal dan praktik keagamaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan pendekatan historis yang mencakup tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan penulisan historiografi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sejak masa pendiriannya, Kesultanan Pontianak tidak hanya berperan sebagai pusat kekuasaan politik, melainkan juga sebagai penggerak utama dalam dakwah dan pengembangan pendidikan Islam. Pendidikan berlangsung secara nonformal melalui lembaga tradisional seperti surau dan masjid yang menjadi pusat utama pembelajaran agama. Materi yang diajarkan mencakup fikih, tauhid, tasawuf, dan Al-Qur’an, yang disampaikan melalui metode talaqqi dan ceramah. Para ulama yang mengajar umumnya merupakan lulusan Makkah dan Madinah, yang memiliki pengaruh keilmuan dan sosial yang kuat dalam masyarakat. Sistem pendidikan yang diterapkan bersifat fleksibel, berbasis komunitas, dan mengedepankan pendekatan personal antara guru dan murid. Model pendidikan ini mencerminkan suatu bentuk integrasi antara nilai spiritual, pengetahuan keislaman, dan realitas sosial lokal. Dengan demikian, kontribusi Kesultanan Pontianak dalam pendidikan Islam tidak hanya bersifat historis, tetapi juga memberikan landasan konseptual bagi sistem pendidikan Islam yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan pada era kontemporer. Peneliti berharap hasil temuan ini dapat memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan wacana pendidikan Islam di masa kini dan mendatang.
Hakikat Pembelajaran Matematika dan Integrasinya dengan Nilai Islam di Madrasah Ibtidaiyah (Studi Kasus di MI Darul Falah Kabupaten Kediri) Nasir, Muhammad; Barizi, Ahmad; Kawakib, Akhmad Nurul; Bukhori, Imam; Awalyah, Chusnul Chotimah
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 16, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2025.16(3).329-341

Abstract

Matematika merupakan ilmu yang diajarkan sejak ditingkat sekolah dasar. Matematika tidak bisa dilepaskan dengan nilai-nilai ilmu keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hakikat pembelajaran matematika, pembelajaran matematika di madrasah ibtidaiyah, dan bentuk integrasi matematika dengan nilai islam di madrasah ibtidaiyah. Sangat penting bagi umat islam untuk mengetahui tentang hubungan pembelajaran matematika dengan nilai keislaman sejak ditingkat pendidikan dasar. Dengan begitu, umat islam juga dapat lebih memahami bahwa ilmu matematika yang sebelumnya dianggap hanya sebagai ilmu umum, ternyata juga memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek pada penelitian ini yaitu guru matematika di MI Darul Falah Kabupaten Kediri. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu pada hakikatnya pembelajaran matematika di tingkat dasar memuat empat hal yaitu 1) Menelusuri pola dan hubungan, 2) Kreatifitas yang membutuhkan (imajinasi, intuisi, dan penemuan), 3) Kegiatan pemecahan masalah dan 4) Sebagai alat komunikasi. Matematika sebagai ilmu deduktif dan abstrak, banyak menggunakan simbol sebagai bahasa, menyebabkan siswa sekolah dasar dengan rentang usia 7 sampai 12 tahun yang masih dalam tahap perkembangan operasional konkret mengalami kesulitan karena belum bisa untuk berpikir secara abstrak atau formal. Dengan demikian Pada Proses mengajarkan matematika, pendidik diharapkan memiliki kemampuan dalam menghubungkan matematika dengan dunia anak yang masih belum bisa berpikir secara deduktif supaya bisa memahami matematika, salah satu caranya melalui benda konkret atau alat praga. Penerapan matematika di madrasah ibtidaiyah mengacu pada KMA No. 450 tahun 2024 tentang implementasi kurikulum merdeka di madrasah..Kata Kunci: Hakikat, Pembelajaran Matematika, Integrasi, Nilai Islam