cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol
ISSN : 25021982     EISSN : 25409123     DOI : -
Jurnal TELKA merupakan jurnal yang sepenuhnya diperiksa oleh Redaksi Ahli yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Redaksi menerima artikel ilmiah berupa hasil penelitian, gagasan, dan konsepsi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini terbit 2 kali secara online dan cetak (terbatas) dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal meliputi bidang ilmu Teknik Elektro, maupun studi-studi interdisipliner yang terkait. Bidang-bidang tersebut meliputi, antara lain: Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi, Kontrol, dan Sistem Tenaga.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2016): TELKA" : 8 Documents clear
Ultra Wide Band (UWB) 3.4 - 4.8 Ghz Bandpass Filter Menggunakan Saluran Transmisi CRLH Satu Sel Andika Atmaja
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 2, No 1 (2016): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v2n1.18-26

Abstract

Penelitian studi tentang Metamaterials (MTMs) dalam beberapa tahun terakhir telah meningkat sangat pesat. Metamaterials yang di sebut juga artificial material atau  Left Handed (LH) material adalah material yang tidak ada dialam dimana strukturnya direkayasa oleh manusia yang memiliki dua atau lebih properties yang khusus, misalkan pada Double Negative (DNG) material yang memiliki μ negative dan  ε negative. Beberapa pendekatan dalam mendesign metamaterial yaitu pendekatan resonant dan pendekatan Transmission line. Model transmision line yang pertama adalah Right Handed Transmission lines (RH TL) yang dimodelkan dalam sebuah unit sel sebagai rangkaian dan shunt kapasitor shunt(CR), yang kedua adalah Left Handed Transmission Line (LH TL) dimodelkan dalam sebuah unit sel sebagai rangkaian kapasitor seri(CL) dan induktansi shunt(LL). gabungan dari dua buah model transmission line ini disebut Composite Right-left Handed Transmission Line(CRLH TL)  dan ini menjadi dasar dalam mendesign metamaterial. CRLH transmission line dimodelkan dalam sebuah unit sel sebagai rangkaian kapasitor seri(CL), induktansi seri(LR) dan induktansi shunt (LL) serta induktansi shunt(LL). CRLH TL memiliki negatif, nol dankonstanta propagasi positif sesuai dengan karakteristik dari permitivitas efektif dan permeabilitas[1]. Hasil pengukuran bandpass filter menggunakan saluran transmisi CRLH satu sel menunjukkan frekuensi cutoff pada -10dB terletak pada frekuensi 3.016 GHz pada highpass filter dan 5.359GHz pada lowpass filternya. Sedangkan frekuensi 3.4 GHz terletak pada -4.8415 dB sedangkan frekuensi 4.8 Ghz terletak pada -4.753 dB. Hasil dari perancangan menunjukkan bahwa saluran transmisi CRLH satu sel dapat memenuhi spesifikasi yang diminta.
Desain Antena Hexagonal Patch Array untuk Peningkatan Gain dan Bandwidth pada Frekuensi 2,4 GHz Herma Nugroho R A K
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 2, No 1 (2016): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v2n1.44-52

Abstract

Pada penelitian ini telah didesain antena hexagonal single patch dan hexagonal patch array yang dapat digunakan sebagai perangkat antena untuk menangkap gelombang radio (RF) pada frekuensi 2,4 GHz pada Wireless Local Area Network (WLAN). Desain antena dilakukan menggunakan software CST 2015 (Student Version) Microwave studio. Parameter pengujian antena hexagonal patch array meliputi return loss, gain, dan bandwidth. Metode yang digunakan adalah pemodelan transmission line dan corporate feed line untuk pengaturan perubahan jarak antar patch antena. Perubahan variabel juga diteliti pengaruhnya terhadap parameter antena khususnya gain antena. Nilai parameter antena hasil simulasi antena hexagonal patch array menunjukkan nilai return loss adalah -20, 081 dB, gain sebesar 3,51 dB, bandwidth adalah 0,05 GHz. Sedangkan nilai parameter antena hasil simulasi antena hexagonal patch array menunjukkan nilai return loss adalah -33, 94 dB, gain sebesar 5,55 dB, bandwidth adalah 0,08 GHz.
Perancangan dan Simulasi Prototype Saklar Pengatur Lampu Ruangan Berbasis Visual Basic 6.0 (Otomatis dan Manual) Lia Kamelia; Edi Mulyana; Ibanez Valentino
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 2, No 1 (2016): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v2n1.1-9

Abstract

Penelitian studi tentang Metamaterials (MTMs) dalam beberapa tahun terakhir telah meningkat sangat pesat. Metamaterials yang di sebut juga artificial material atau  Left Handed (LH) material adalah material yang tidak ada dialam dimana strukturnya direkayasa oleh manusia yang memiliki dua atau lebih properties yang khusus, misalkan pada Double Negative (DNG) material yang memiliki μ negative dan  ε negative. Beberapa pendekatan dalam mendesign metamaterial yaitu pendekatan resonant dan pendekatan Transmission line. Model transmision line yang pertama adalah Right Handed Transmission lines (RH TL) yang dimodelkan dalam sebuah unit sel sebagai rangkaian dan shunt kapasitor shunt(CR), yang kedua adalah Left Handed Transmission Line (LH TL) dimodelkan dalam sebuah unit sel sebagai rangkaian kapasitor seri(CL) dan induktansi shunt(LL). gabungan dari dua buah model transmission line ini disebut Composite Right-left Handed Transmission Line(CRLH TL)  dan ini menjadi dasar dalam mendesign metamaterial. CRLH transmission line dimodelkan dalam sebuah unit sel sebagai rangkaian kapasitor seri(CL), induktansi seri(LR) dan induktansi shunt (LL) serta induktansi shunt(LL). CRLH TL memiliki negatif, nol dankonstanta propagasi positif sesuai dengan karakteristik dari permitivitas efektif dan permeabilitas[1]. Hasil pengukuran bandpass filter menggunakan saluran transmisi CRLH satu sel menunjukkan frekuensi cutoff pada -10dB terletak pada frekuensi 3.016 GHz pada highpass filter dan 5.359GHz pada lowpass filternya. Sedangkan frekuensi 3.4 GHz terletak pada -4.8415 dB sedangkan frekuensi 4.8 Ghz terletak pada -4.753 dB. Hasil dari perancangan menunjukkan bahwa saluran transmisi CRLH satu sel dapat memenuhi spesifikasi yang diminta. 
Rancang Bangun Prototipe Sistem Peringatan Jarak Aman pada Kendaraan Roda Empat Berbasis Mikrokontroler ATMEGA32 Rina Mardiati; Ferlin Ashadi; Gausan Farid Sugihara
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 2, No 1 (2016): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v2n1.53-61

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan menyebabkan jalan raya menjadi semakin padat dan menimbulkan tingginya resiko kecelakaan lalulintas, ini merujuk pada data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) daerah Jawa Barat. Peningkatan angka kecelakaan yang cukup tinggi ini disebabkan oleh faktor-faktor kesalahan atau kelalaian pengemudi (human error), sistem pada kendaraan dan faktor jalan. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah solusi yang dapat membantu mengurangi angka kecelakaan pada pengguna kendaraan khususnya kendaraan roda empat. Dengan menggunakan sensor ultrasonik berbasis mikrokontroler ATMEGA32 diharapkan menjadi sebuah sistem yang dapat membantu mengurangi angka kecelakaan khususnya pada kendaraan roda empat. Pada penelitian ini digunakan metode Action Research yaitu dengan melalui beberapa tahapan seperti data dan pengumpulan data, analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian alat. Sistem ini memiliki cara kerja dengan memberikan suatu peringatan berupa bunyi dan tampilan ukuran jarak yang ditujukan untuk pengemudi kendaraan roda empat. Keluaran sistem dibuat melalui program yang disesuaikan dengan kebutuhan jarak aman seperti pada LCD mulai dari jarak 300 cm hingga 200 cm menampilkan “HATI-HATI”, dan 200 cm hingga 0 cm menampilkan “BERBAHAYA”. Pada buzzer mulai dari jarak 300 hingga 200 cm berbunyi satu kali dengan tempo yang lambat secara berulang, 200 hingga 150 cm berbunyi dua kali dengan tempo lambat secara berulang, 150 hingga 100 cm berbunyi dua kali dengan tempo sedang secara berulang, 100 hingga 50 cm berbunyi dua kali dengan cepat secara berulang, 50 hingga 10 cm berbunyi dua kali dengan tempo lebih cepat secara berulang, 10 hingga 0 cm berbunyi panjang satu kali secara berulang. Pada saat pengujian alat telah dilakukan pada kendaraan dapat disimpulkan bahwa alat bekerja sesuai dengan program yang dibuat dan alat dapat bekerja secara optimal ketika kendaraan roda empat berjalan pada laju kecepatan maksimum 50 km/jam.  
Sistem Computer Vision Berbasis Metode Position Averaging Point untuk Pemilah Ikan Lele Aditya Kurniawan; Kholilatul Wardani
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 2, No 1 (2016): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v2n1.10-17

Abstract

Pada penelitian ini dibuat aplikasi machine vision yang menggunakan algoritma averaging point untuk mengatasi kesalahan pengukuran panjang ikan lele secara visual dikarenakan posisi tubuh (lengkungan) objek ukur yang bervariasi.algoritma ini bekerja dengan cara menentukan titik tengah, batas kiri dan kanan objek, serta menarik sebuah garis lurus yang melewati titik tengah untuk mengukur panjang objek.  Rata rata akurasi pengukuran dengan menggunakan algoritma ini adalah 96.5 %. Simpangan / error terbesar adalah 2.5 mm pada lengkungan dengan penyusutan dari ujung ke ujung sebesar 30%. Berdasarkan perhitungan Pearson Correlation, disimpulkan bahwa lengkungan memiliki hubungan sebab akibat yang kecil terhadap error dalam pengukuran panjang ikan dengan konstanta pearson sebesar 0.26.
Pemantauan Kondisi Kepadatan Jalan Kelurahan Sawojajar dengan menggunakan Image Processing Berbasis Visual Basic 6.0 Kholilatul Wardani; Aditya Kurniawan
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 2, No 1 (2016): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v2n1.62-29

Abstract

Pada penelitian ini dibuat suatu implementasi sistem transportasi cerdas dalam manajemen trafik di perempatan jalan menggunakan compiler visual basic 6.0. Sistem ini menjadikan kamera sebagai alat pemantau yang dipasang sebagai sensor kepadatan jalan. Hasil yang ditangkap oleh kamera akan diproses menggunakan algoritma image processing, untuk dapat menghitung jumlah mobil yang terekam. Dari jumlah mobil yang didapatkan dapat mennjukkan status kepadatan jalan. Akurasi dari analisa pendeteksian jumlah kendaraan pada kondisi jalan sepi/lengang 100%, kondisi jalan ramai tapi tidak padat dengan akurasi sebesar 97,06% dan  kondisi jalan padat dengan akurasi sebesar 92,06%.  
Simulasi Perencanaan Site Outdoor Coverage System Jaringan Radio LTE di Kota Bandung Menggunakan Spectrum Frekuensi 700 MHz, 2,1 GHz dan 2,3 GHz Nanang Ismail; Innel Lindra; Agung Prihantono
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 2, No 1 (2016): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v2n1.27-35

Abstract

Long Term Evolution (LTE) dirancang untuk memberi solusi terhadap peningkatan kebutuhan layanan komunikasi yang semakin cepat. Akan tetapi ketersediaan alokasi frekuensi untuk LTE telah penuh, sehingga harus dilakukan pengaturan ulang frekuensi agar teknologi LTE ini bisa digunakan. Ada beberapa opsi mengenai frekuensi yang akan digunakan, yaitu Televisi analog (700 Mhz), GSM (1800 Mhz), 3G (2100 Mhz) dan WiMax (2300 Mhz). Pada makalah ini dibuat suatu simulasi perencanaan site outdoor coverage system jaringan radio LTE menggunakan spectrum frekuensi 700, 2100, 2300 MHz dengan target area kota Bandung dengan luas wilayah 167,7 Km2, terdiri dari 30 kecamatan dan 155 kelurahan agar dapat melayani pelanggan hingga tahun 2014 atau 2018 mendatang. Tahap pertama penelitian ini merupakan pengumpulan data jumlah penduduk dan peta digital kota Bandung untuk diolah hingga diperoleh estimasi jumlah penduduk kota Bandung tahun 2014 dan 2018 serta pembagian tipe area untuk setiap kelurahan. Tahap kedua merupakan analisis nominal RF Planning yang terdiri dari analisis berdasarkan keperluan trafik dan keperluan analisis. Analisis keperluan cakupan dilakukan berdasarkan perhitungan anggaran daya (link budget) serta perhitungan jari-jari sel menggunakan model propagasi outdoor Okumura-Hatta, Walfish-Ikegami dan Standford University Interim. Analisis keperluan trafik didasarkan pada perhitungan kebutuhan trafik dan kapasitas site. Kedua hasil analisis tersebut kemudian dibandingkan dan hasil nominal RF planning yang terbanyak dipilih sebagai dasar perhitungan selanjutnya hingga diperoleh suatu rekomendasi perancangan jaringan radio LTE di kota Bandung. Tahap  ketiga merupakan analisis peletakan site. Dari hasil perencanaan site outdoor coverage system jaringan radio LTE menggunakan frekuensi 2,1 GHz, 2,3 GHZ dan 700 MHz di kota Bandung diperoleh frekuensi yang paling cocok untuk teknologi LTE yaitu frekuensi 700 MHz menggunakan bandwidth 20 MHz, dengan jumlah site 27 buah untuk mencover area kota Bandung.
Perancangan Jaringan Voice Over IP (VoIP) Berbasis Raspberry Pi Untuk Sistem Komunikasi Area Remote Hernan Malik Abdullah
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 2, No 1 (2016): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v2n1.36-43

Abstract

Telekomunikasi saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar manusia. Infrastruktur telekomunikasi dibangun di seluruh negeri untuk melayani kebutuhan tersebut. Namun area layanan yang ada masih belum bisa menjangkau seluruh wilayah terutama daerah-daerah terpencil (remote). Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem komunikasi berbasis VoIP yang bisa dimanfaatkan untuk komunikasi antar warga terutama di area yang minim infrastruktur telekomunikasi. Server VoIP dibuat menggunakan Raspberry Pi. Sedangkan fungsi router dan pemancar menggunakan Mikrotik  Routerbord 433 dengan antena eksternal. Sedangkan perangkat yang digunakan oleh pengguna (client) bisa berupa handphone android, laptop maupun personal komputer. Hasil pengujian menunjukkan bahwah panggilan dan percakapan bisa dilayani oleh server Voip. Analisa QOS dengan metode MOS menunjukkan bahwa server VoIP hanya bisa melayani 10 percakapan pada saat bersamaan. Adapun jarak jangkau layanan untuk daerah LOS bisa mencapaijarak 500 meter.

Page 1 of 1 | Total Record : 8