cover
Contact Name
Efta Triastuti
Contact Email
efta.triastuti@ub.ac.id
Phone
+62341-569117
Journal Mail Official
pji@ub.ac.id
Editorial Address
Pharmaceutical Journal of Indonesia Department of Pharmacy, Faculty of Medicine, Brawijaya University Jalan Veteran (Kampus Sumbersari) Malang 65145 Tel. (0341) 569117ext 156, 173 ; Fax. (0341) 564755 Website : http://www.pji.ub.ac.id Email :pji@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pharmaceutical Journal of Indonesia
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2461114X     EISSN : 2461114X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.pji
Core Subject : Health, Science,
Pharmaceutical Journal of Indonesia (PJI) is an online journal which is published twice a year by Department of Pharmacy, Faculty of Medicine, Brawijaya University. The articles published in PJI cover the themes of Clinical and Community Pharmacy, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Technology, and Natural Product Pharmacy/Chemistry.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2019)" : 9 Documents clear
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Buah Blewah (Cucumis melo L. var. cantalupensis) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli Sudik, Wirda Anggraini
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blewah (Cucumis melo var. cantalupensis) tumbuhan penghasil buah yang diketahui memiliki kandungan senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diameter zona hambat ekstrak etanol 96% buah blewah dan mengetahui aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode ekstraksi menggunakan Ultrasonic Assisted Extraction (UAE). Selanjutnya dilakukan uji kualitatif golongan senyawa yaitu uji reaksi warna dan TLC Visualizer. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi kertas cakram. Analisis data statistika yang digunakan yaitu uji Kruskal-Wallis. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini mengandung golongan senyawa alkaloid, steroid dan terpenoid. Hasil rata-rata diameter zona hambat ekstrak etanol 96% buah blewah terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 100 ppm sebesar 0,91 mm; 200 ppm sebesar 1,01 mm; 300 ppm sebesar 1,19 mm; dan 400 ppm sebesar 1,44 mm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% buah blewah memiliki aktivitas antibakteri namun belum mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli secara maksimal.Kata Kunci: Antibakteri, Cucumis melo L. var. cantalupensis, Escherichia coli, TLC Visualizer, UAE.
Efektivitas Home Pharmacy Care dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Kepatuhan Terhadap Pengobatan Pasien Hipertensi (Studi dilakukan selama 3 bulan di Apotek Kota Malang) Illahi, Ratna Kurnia; Hariadini, Ayuk Lawuningtyas; Pramestutie, Hananditia Rachma; Diana, Hilliyah
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan hipertensi dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Karena hal tersebut, seringkali pasien hipertensi memiliki masalah ketidakpatuhan dalam pengobatannya sehingga menyebabkan pasien sulit mengontrol tekanan darahnya. Pengetahuan pasien akan hipertensi juga dapat mempengaruhi tekanan darah. Peningkatan pengetahuan pasien akan mengarah pada kemajuan berfikir tentang perilaku kesehatan yang lebih baik sehingga berpengaruh terhadap terkontrolnya tekanan darah. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien yaitu home pharmacy care. Pemberian konseling dalam home pharmacy care menyebabkan pasien lebih paham mengenai penyakit hipertensi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui efektivitas home pharmacy care dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan terhadap pengobatan pasien hipertensi di Apotek Kota Malang hingga akhir bulan ke-3. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan jenis penelitian menggunakan pre test-post test design. Sampel penelitian adalah pasien hipertensi di Apotek kota Malang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol merupakan pasien hipertensi yang mendapatkan konseling oleh apoteker di Apotek dan kelompok eksperimen merupakan pasien hipertensi yang mendapatkan home pharmacy care. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan menggunakan modifikasi Hypertension Knowledge-Level Scale dan kuesioner kepatuhan menggunakan Morisky Medication Adherence Scale yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, checklist konseling apoteker sebagai panduan bagi apoteker dalam pelayanan konseling, leaflet untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi pasien, dan pill box digunakan untuk membantu pasien dalam mengatur pengobatannya. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikasi >0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan maupun kepatuhan pasien hipertensi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol hingga bulan ke-3.
Literatur Review Trastuzumab Induced Cardiotoxicity (TIC) In Patient With Breast Cancer : Pharmacology Aspect, Mechanism of Cardiotoxicity, Risk Factor and Treatment Strategies Jaya, Nur
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Breast cancer (BCA) is the most common cancer in women. Since the last 2 decades, early diagnosis and specific molecular targeted neoadjuvant and adjuvant therapy had been reducing breast cancer mortalities. Unfortunately, the improvement of the survival rate is followed by the emergence of cardiotoxicity effect from cancer therapy that had seen in several cases. This showed that trastuzumab treatment significantly affects the functional and structural characteristics of the heart. The mechanism of trastuzumab-related cardiotoxicity is not fully understood. This review will summarize the pharmacology and mechanism of trastuzumab-induced cardiotoxicity, investigate its risk factors, and consider the appropriate management for the patients.Discussion: Trastuzumab is a monoclonal antibody, that acts as human epidermal growth factor tyrosine kinase HER2 (Erb B2) antagonist, frequently given for breast cancer patients. Trastuzumab is not only expressed through the excessive HER2 in positive breast cancer but can also disrupt the cardiomyocytes growth and selectively inhibit the structure and function of the heart causing dilated cardiomyopathy. Some studies recommended angiotensin-converting enzyme inhibitor (ACEI), enalapril, to prevent the late cardiotoxicity and angiotensin receptors blocker (ARB) and also beta-blocker (BB), candesartan and bisoprolol, to significantly reduce LV dysfunction event, as the management of trastuzumab-induced cardiotoxicity.Conclusion: Delaying trastuzumab administration after previous anthracycline treatment can prevent or reduce the risk/synergy effect of cardiotoxicity. The temporal withdrawal and reinitiation after LV systolic function stabilization, both spontaneously or using heart failure therapy, partially succeed in preventing cardiotoxicity. And, monitoring the troponin release was found as the first and the most sensitive test to detect cardiotoxicity early signs, with a proven impact on cardiac prognosis, particularly for trastuzumab (after the previous anthracycline).Keywords: Trastuzumab-Induced Cardiotoxicity; Pharmacology Aspect, Mechanism of Cardiotoxicity, Risk Factor and Treatment Strategies.
Literatur Review Idarucizumab Pharmacology as Dabigatran Antidotes : Mechanism of action, pharmacokinetics, efficacy and safety Tanti, Yunita Dwi
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A B S T R A C TBackground: Atrial Fibrillation (AF) is a common abnormal heart rhythm , responsible for high rate of cardiovascular and cerebrovascular morbidity and mortality. The prevalence of AF in the general population is about 3%. Stroke patients with AF have a high mortality rate up to 50% in one year, compared to stroke patients without AF which is 27%. Dabigatran etexilate is an oral thrombin inhibitor that had been approved for stroke prevention in nonvalvular atrial fibrillation patients and also has a role in venous thromboembolism (VTE) prevention and treatment. Since dabigatran usage result in hemorrhage and might lead to immediate intervention or surgery, a specific reversal agent (antidote) is highly needed during this emergency situation. A specific reversal agent for dabigatran is Idarucizumab.Discussion:Idarucizumab has a high affinity to both free and thrombin-bound dabigatran, and also its metabolite, acylglucoronide. Idarucizumab can neutralize the anticoagulant effect from dabigatran by binding them to form a stoichiometric complex with 1:1 molar ratio. Idarucizumab and dabigatran interaction have a very fast on-rate and a slow off-rate resulting in a stable Idarucizumab-dabigatran complex which elicits its effect in a few minutes.Conclusion: Idarucizumab can reverse the effects of dabigatran anticoagulants in a few minutes by forming a stable complex. Some study concerning Idarucizumab efficacy and safety on healthy patients and patients with renal disorder, showed that Idarucizumab can be well tolerated. There was no severe adverse event, dose-dependent event, drop-out due to an adverse event, and no relevant clinical findings were reported for vital sign, physical examination, electrocardiogram, cardiac telemetry, or laboratory parameters.Keywords:Idarucizumab, Dabigatran, stroke, Nonvalvular Atrial Fibrillation
ALIROCUMAB : MECHANISM OF ACTION, PHARMACOKINETICS, SAFETY, AND CLINICAL OUTCOMES Medina, Farah; -, Sumarno
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hyperlipidemia is an established risk factor for developing cardiovascular disease (CVD). The latest guideline on lipid management emphasize treatment with 3-hydroxy-3-methylglutaryl coenzyme A reductase inhibitors (statins) at doses proven to reduce CVD events.  However, some of statin-treated patients have persistently elevated cardiovascular risk due to inadequate lowering of low density lipoprotein cholesterol (LDL-C) levels. In addition, adverse effects of statins may limit their tolerability and therefore the ability to attain effective doses in some patients. A new class of drugs that inhibit proprotein convertase subtilisin-kexin type 9 (PCSK9) has been developed to treat hyperlipidemia.  PCSK9 inhibitors are monoclonal antibodies for proprotein convertase-subtilicin/kexin type 9 which significantly reduces the concentration of LDL-C in vivo by inhibiting the degradation of LDL receptors in hepatocytes. The introduction of the PCSK9 inhibitor was heralded a new era of intensive LDL-C reductions with LDL-C concentrations lowered below the rate that once thought possible with conventional treatments such as statins. On July 24, 2015, the United States Food and Drug Administration (FDA) approved Alirocumab, the first converged proprotein of the Subtilisin Kexin 9 (PCSK9) inhibitor. This review discusses the mechanisms of action, pharmacokinetics, safety and clinical outcomes of the Alirocumab.
Kajian Pustaka Efek Samping Aspirin : Aspirin-Exacerbated Respiratory Disease (AERD) Rahmadanita, Fathia Faza; Sumarno, Sumarno
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspirin merupakan salah satu obat yang paling banyak digunakan didunia. Selain mempunyai harga yang relatif murah, aspirin mempunyai banyak kegunaan. Aspirin termasuk dalam golongan obat antiinflamasi non steroid yang memiliki efek analgesik, antipiretik dan antiinflamasi. Selain itu aspirin juga digunakan sebagai antiplatelet pada kasus kardiovaskular dan stroke. Penggunaan obat menimbulkan efek samping pada beberapa orang. Aspirin memiliki beberapa efek samping salah satunya yaitu gangguan pada saluran pernafasan. Aspirin-Exacerbated Respiratory Disease (AERD) merupakan reaksi yang diakibatkan oleh aspirin yang melibatkan mukosa saluran pernafasan atas dan bawah dengan prevalensi 7-20% pada pasien asma. AERD dikarakterisasi oleh istilah yang dikenal dengan samter’s triad. Diagnosa AERD utamanya penggalian riwayat penyaki, diagnostik dengan biomarker, dan sensitisasi aspirin. Mekanisme AERD belum sepenuhnya diketahui namun terdapat beberapa studi yang menjelaskan patofisiologi AERD. Patofisiologi AERD berhubungan dengan mekanisme kerja dari aspirin. Pemahaman patofisiologi memberikan gambaran terkait manajemen terapinya. Manajemen terapi AERD dapat berupa terapi farmakologi maupun desensitisasi oleh aspirin. Manajemen terapi yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Pada kajian pustaka ini akan didiskusikan mekanisme efek samping AERD, manajemen terapi, dan potensial target terapi AERD.
Validasi Metode KLT-Densitometri untuk Analisis Kuersetin dalam Ekstrak dan Produk Jamu yang Mengandung Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Ihsan, Bachtiar Rifai Pratita
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat tradisional yang digunakan di Indonesia semakin meningkat. Obat tradisional digunakan untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit maupun mengobati penyakit. Parameter mutu untuk menjamin keamanan dan khasiat yang optimum dikaitkan dengan senyawa bioaktif yang terkandung dalam obat tradisional. Metode KLT-Densitometri yang sederhana, spesifik dan tingkat ketelitian yang tinggi telah dikembangkan dan dilakukan untuk analisis kadar kuersetin dalam ekstrak dan produk jamu kapsul daun jambu biji (Psidium guajava L.). Daun jambu biji diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Analisis kadar kuersetin dilakukan secara KLT-Densitometri menggunakan plat silika gel 60 F254 sebagai fase diam dan campuran pelarut kloroform: etil asetat: asam format (5:4:1) sebagai fase gerak terpilih dengan panjang gelombang (λ) 366nm. Larutan standar kuersetin pada rentang 0,300-0,600 µg memberikan hubungan yang linier terhadap luas area densitogram dengan persamaan regresi Y = 14.576,27X - 2.918,78 dan r= 0,9998 serta Vxo = 0,43%. Batas deteksi kuersetin adalah 1,954 µg/ml dan batas kuantitasi kuersetin adalah 6,513 µg/ml. Persen recoveri didapatkan antara 98,789% - 99,287% dengan persen deviasi standar relatif 0,177% - 0,315%. Kandungan senyawa kuersetin dalam ekstrak dan produk jamu kapsul daun jambu biji yaitu 1,456% dan 0,0378%. Kata kunci: jambu biji, Psidium guajava L., kuersetin, KLT-Densitometri, validasi metode
Effectiveness of Triamcinolone and Lidocaine in Patient with Piriformis Syndrome – A Case Series Setianti, Ariani Rahayu; Hidayati, Hanik Badriyah
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Piriformis syndrome (PS) has been documented as a contributory cause for sciatica, buttock, and low back pain. The worldwide incidence of PS would be about 2,4 million per year. The management of piriformis syndrome includes injection of the piriformis muscle with local anesthetic and steroid, however, the study for the effectiveness of the combination is lacking especially in Indonesian population. This case illustrates the effectiveness reduction of triamcinolone in combination with lidocaine measured by Visual Analogue Scale (VAS) in patient suffered from PS. 
Penetapan Kadar Kurkuminoid dalam Ekstrak Campuran Curcuma domestika Val dan Curcuma xanthorrizha Roxb. Sebagai Bahan Baku Jamu Saintifik Secara KLT - Densitometri risthanti, reine risa; sumiyani, ririn; wulansari, devyani diah; anawati, tita juli
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi alternatif menggunakan bahan alam semakin diminati oleh masyarakat belakangan ini. Salah satu terapi alternative yang digemari adalah jamu. Penggunaan jamu sebagai terapi alternative perlu dibuktikan secara ilmiah melalui proses saintifikasi jamu. Jamu saintifik merupakan terobosan yang diharapkan dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan sebagai terapi alternatif. Kontrol kualitas pada jamu perlu dilakukan untuk menjamin efektivitas dan keamanannya. Pada penelitian ini akan dilakukan kontrol kualitas pada bahan baku formula jamu antihiperurisemia yaitu ekstrak campuran kunyit (Curcuma domestica Val.) dan temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.). Tujuan penelitian ini untuk mentapkan kadar kurkuminoid dalam ekstrak campuran kunyit dan temulawak sebagai bahan baku jamu saintifik antihiperurisemia secara KLTdensitometri. Ekstrak campuran kunyit dan temulawak diperoleh melalui proses ekstraksi dengan metode Ultrasonic-assisted extraction (UAE) dengan pelarut etanol p.a. Fase diam yang digunakan adalah silika gel 60 F254 nm dan fase gerak yang digunakan adalah kloroform-metanol (9:1). Berdasarkan hasil validasi metode, kurkumin dapat terpisah dengan baik dari kurkuminoid dengan nilai Rs = 2 dan koefisien korelasi kurva baku pada rentang kadar 10-800 ppm adalah r = 0,9803. Metode ini juga menghasilkan presisi dan akurasi yang baik yaitu RSD = 4,55% untuk presisi dan 89,00% - 97,35% untuk akurasi, sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh AOAC. Sensitivitas yang dihasilkan adalah 4,31 ppm untuk LOD dan 14,37 ppm untuk LOQ. Hasil penetapan kadar kurkuminoid diperoleh kadar kurkuminoid rata-rata pada sampel 1a, 1b, dan 1c berturut-turut adalah 9,83%, 9,92% dan 10,72%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9