Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penetapan Kadar Kurkuminoid dalam Ekstrak Campuran Curcuma domestika Val dan Curcuma xanthorrizha Roxb. Sebagai Bahan Baku Jamu Saintifik Secara KLT - Densitometri risthanti, reine risa; sumiyani, ririn; wulansari, devyani diah; anawati, tita juli
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi alternatif menggunakan bahan alam semakin diminati oleh masyarakat belakangan ini. Salah satu terapi alternative yang digemari adalah jamu. Penggunaan jamu sebagai terapi alternative perlu dibuktikan secara ilmiah melalui proses saintifikasi jamu. Jamu saintifik merupakan terobosan yang diharapkan dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan sebagai terapi alternatif. Kontrol kualitas pada jamu perlu dilakukan untuk menjamin efektivitas dan keamanannya. Pada penelitian ini akan dilakukan kontrol kualitas pada bahan baku formula jamu antihiperurisemia yaitu ekstrak campuran kunyit (Curcuma domestica Val.) dan temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.). Tujuan penelitian ini untuk mentapkan kadar kurkuminoid dalam ekstrak campuran kunyit dan temulawak sebagai bahan baku jamu saintifik antihiperurisemia secara KLTdensitometri. Ekstrak campuran kunyit dan temulawak diperoleh melalui proses ekstraksi dengan metode Ultrasonic-assisted extraction (UAE) dengan pelarut etanol p.a. Fase diam yang digunakan adalah silika gel 60 F254 nm dan fase gerak yang digunakan adalah kloroform-metanol (9:1). Berdasarkan hasil validasi metode, kurkumin dapat terpisah dengan baik dari kurkuminoid dengan nilai Rs = 2 dan koefisien korelasi kurva baku pada rentang kadar 10-800 ppm adalah r = 0,9803. Metode ini juga menghasilkan presisi dan akurasi yang baik yaitu RSD = 4,55% untuk presisi dan 89,00% - 97,35% untuk akurasi, sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh AOAC. Sensitivitas yang dihasilkan adalah 4,31 ppm untuk LOD dan 14,37 ppm untuk LOQ. Hasil penetapan kadar kurkuminoid diperoleh kadar kurkuminoid rata-rata pada sampel 1a, 1b, dan 1c berturut-turut adalah 9,83%, 9,92% dan 10,72%.
Penetapan Kadar Kurkuminoid dalam Ekstrak Campuran Curcuma domestika Val dan Curcuma xanthorrizha Roxb. Sebagai Bahan Baku Jamu Saintifik Secara KLT - Densitometri risthanti, reine risa; sumiyani, ririn; wulansari, devyani diah; anawati, tita juli
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi alternatif menggunakan bahan alam semakin diminati oleh masyarakat belakangan ini. Salah satu terapi alternative yang digemari adalah jamu. Penggunaan jamu sebagai terapi alternative perlu dibuktikan secara ilmiah melalui proses saintifikasi jamu. Jamu saintifik merupakan terobosan yang diharapkan dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan sebagai terapi alternatif. Kontrol kualitas pada jamu perlu dilakukan untuk menjamin efektivitas dan keamanannya. Pada penelitian ini akan dilakukan kontrol kualitas pada bahan baku formula jamu antihiperurisemia yaitu ekstrak campuran kunyit (Curcuma domestica Val.) dan temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.). Tujuan penelitian ini untuk mentapkan kadar kurkuminoid dalam ekstrak campuran kunyit dan temulawak sebagai bahan baku jamu saintifik antihiperurisemia secara KLTdensitometri. Ekstrak campuran kunyit dan temulawak diperoleh melalui proses ekstraksi dengan metode Ultrasonic-assisted extraction (UAE) dengan pelarut etanol p.a. Fase diam yang digunakan adalah silika gel 60 F254 nm dan fase gerak yang digunakan adalah kloroform-metanol (9:1). Berdasarkan hasil validasi metode, kurkumin dapat terpisah dengan baik dari kurkuminoid dengan nilai Rs = 2 dan koefisien korelasi kurva baku pada rentang kadar 10-800 ppm adalah r = 0,9803. Metode ini juga menghasilkan presisi dan akurasi yang baik yaitu RSD = 4,55% untuk presisi dan 89,00% - 97,35% untuk akurasi, sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh AOAC. Sensitivitas yang dihasilkan adalah 4,31 ppm untuk LOD dan 14,37 ppm untuk LOQ. Hasil penetapan kadar kurkuminoid diperoleh kadar kurkuminoid rata-rata pada sampel 1a, 1b, dan 1c berturut-turut adalah 9,83%, 9,92% dan 10,72%.
Peningkatan Nilai Ekonomis Madu melalui Pelatihan Pembuatan Fermented Garlic Honey di Panti Asuhan Al-Madina Surabaya Wulansari, Devyani Diah; Savitri, Emma; Kirtishanti, Aguslina; Wulandari, Devyana Dyah; Susilo, Raden Jokokuncoroningrat; Wuryaningsih, Lucia Endang
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7405

Abstract

Berwirausaha merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membangkitkan kembali perekonomian Indonesia paska pandemi Covid 19. Untuk dapat mengembangkan usahanya sendiri masyarakat harus dapat melakukan kretifitas yang dapat membuat sesuatu yang baru, berbeda dan dapat mengembangkannya. Grha Aitam merupakan panti asuhan berbasis entrepreneur sebagai konsep pemberdayaan anak yatim dan para dhuafa, berbekal dukungan dari stake holder, khususnya donatur. Salah satu bentuk wirausaha yang ditekuni saat ini berupa pengemasan madu. Hasil dari penggalian informasi dengan mitra, konsumen baru yang ditawarkan madu rata-rata kurang tertarik dengan rasa dan bau madu, serta kurangnya wawasan terkait manfaat madu untuk kesehatan. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, solusi yang ditawarkan oleh tim Pengusul kepada Mitra adalah membuat sebuah inovasi produk madu berupa Fermented Garlic Honey (FGH) yang menawarkan rasa dan bau lebih menarik serta unik, serta klaim manfaat kesehatan yang baik, dengan menggunakan aplikasi teknologi fermentasi sehingga dapat dihasilkan produk berkualitas. Program ini diawali dengan evaluasi proses pengemasan madu dengan meninjau kembali layout sarana yang digunakan, kemudian diberikan pengetahuan terkait proses pembuatan serta manfaat medis FGH. Hal ini didukung dengan pengadaan alat fermentasi hingga pada pengemasan serta pengujian laboratorium untuk menganalisis kualitas FGH yang dihasilkan. Melalui serangkaian pelatihan yang difasilitasi oleh Tim, mitra dapat menghasilkan produk FGH yang aman, berkualitas dan berdaya jual tinggi.
Penggunaan Obat Herbal untuk Meningkatkan Libido Mencit Jantan (Mus musculus): Tribulus terrestris dan Panax ginseng Kirtishanti, Aguslina; Wulansari, Devyani Diah; Kesuma, Dini; Dwi Putri, I Gusti Ayu Laksmi; Rahmadinar, Amirah Nabila
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 21 No 2 (2023): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v21i2.1485

Abstract

Tribulus terrestris and Panax ginseng are two therapeutic plants that might increase libido. The aim of the study was to see the effects of herbal medicine containing Tribulus terrestris and Panax ginseng on increasing male mice libido. This study used mice divided into two sets of 7 and 14 days. Each group was divided into four parts: control (solvent), comparator (Vitan), and test 1 (herbal medicine). Parameters measured were mice sexual behaviour (introduction, climbing, coitus), sperm concentration, sperm motility, and testicular weight. Except for coitus behaviour, there were no significant changes between groups in the 7 days of treatment. There were significant differences in introduction and climbing behaviour between the control group and test 2 after 14 days of treatment, but not in other parameters. There were no significant variations in any parameters of the mice’s libido between 7 and 14 days of treatment with 1x dose of herbal medicine; however, with 2x doses, only introduction behaviour showed a significant difference. Based on the research results, it can be concluded that administering two doses of herbal medicine can increase the frequency of treatment for 14 days.
Tindakan Preventif Penyakit Degeneratif dengan Pemeriksaan Kesehatan di Desa Banjaran Gresik Wulandari, Devyana Dyah; Ragil Santoso, Andreas Putro; Pratiwi, Viera Nu'riza; Wulansari, Devyani Diah; Aishella, Maulida; Ma'at, Suprapto
Indonesian Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.7.2.204-211

Abstract

Gaya hidup, pola makan, stres, dan aktivitas fisik seperti olahraga sangat berdampak pada masalah kesehatan Indonesia saat ini. Prevalensi penyakit degeneratif meningkat sebagai akibat dari perubahan gaya hidup. Penyakit degeneratif meliputi hipertensi, diabetes melitus, stroke, dan gagal ginjal kronis semakin banyak dijumpai di Indonesia setiap tahunnya. Program pengabdian ini dilakukan bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai tindakan preventif penyakit degeneratif bagi masyarakat Desa Banjaran, Gresik. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan antara lain pemeriksaan tekanan darah, kadar glukosa darah, kadar kolesterol total, dan kadar asam urat. Pemeriksaan kesehatan dilakukan di Balai Desa Banjaran, Gresik dan diikuti sebanyak 23 responden. Pemeriksaan dilakukan menggunakan tensimeter untuk mengukur tekanan darah, sedangkan untuk kadar glukosa darah, kadar kolesterol total, dan kadar asam urat dilakukan menggunakan alat Point of Care Test (POCT) merk Accucheck. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah, 44% responden memiliki tekanan darah normal, 17% pre-hipertensi, dan 39% hipertensi. Hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu diketahui 4% responden dengan kadar glukosa darah tinggi, sedangkan 96% responden memiliki kadar glukosa darah normal. Data hasil pemeriksaan kesehatan kadar kolesterol total sebanyak 48% responden memiliki kadar kolesterol total normal sedangkan 52% responden memiliki kadar kolesterol total tinggi. Hasil pemeriksaan kadar asam urat diketahui sebesar 74% responden memiliki kadar asam urat normal dan 26% responden memiliki kadar asam urat tinggi. Hasil pemeriksaan digunakan sebagai bahan konsultasi sebagai bentuk edukasi pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan. Dari hasil edukasi diketahui tingkat pemahaman masyarakat meningkat sebesar 52,17%. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Desa Banjaran, Gresik. Lifestyle, diet, stress, and physical activity such as exercise have a significant impact on Indonesia's current health problems. The prevalence of degenerative diseases is increasing as a result of lifestyle changes, especially in big cities. Degenerative diseases including hypertension, diabetes mellitus, stroke, and chronic kidney failure are increasingly found in Indonesia every year. This community service program aims to conduct health checks as a preventive measure for degenerative diseases for the people of Banjaran Village, Gresik. The health checks carried out include blood pressure, blood glucose levels, total cholesterol levels, and uric acid levels. Health checks are carried out using a tensiometer to measure blood pressure, while for blood glucose levels, total cholesterol levels, and uric acid levels, they are carried out using the Accucheck brand Point of Care Test (POCT) tool. The results of the examination are used as consultation material as a form of education on the importance of conducting health checks. From the results of the education, it is known that the level of public understanding has increased by 52.17%. This proves that this community service activity has a positive impact on the health of the people of Banjaran Village, Gresik.
THE EFFECT OF BEETROOT (Beta vulgaris L.) JUICE ON CHOLINESTERASE ACTIVITY IN FARMERS EXPOSED TO ORGANOPHOSPHATE PESTICIDES Wulandari, Devyana Dyah; Santoso, Andreas Putro Ragil; Wulansari, Devyani Diah
JURNAL INDONESIA DARI ILMU LABORATORIUM MEDIS DAN TEKNOLOGI Vol 1 No 2 (2019): Laboratory Analysis Applied to Medical Properties
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ijmlst.v1i2.1215

Abstract

A decrease in cholinesterase (chE) enzyme activity is an indicator of pesticide poisoning, especially organophosphate pesticides. The chE activity reduction will result in an increase in the amount of acetylcholine and will bound to muscarinic and nicotinic receptors in the central and peripheral nervous system which can lead to the onset of Alzheimer's disease. However, antioxidant products can slow the progression of Alzheimer's disease by protecting neurons from oxidative stress. Red Beetroot (Beta vulgaris L.) contains betalains and phenolic compounds which act as an antioxidants that are capable of preventing such illness. This study aims to prove the concept that antioxidant compounds in red beetroot juice can increase the chE activity in subjects exposed to organophosphate pesticides. This research is an observational study with an experimental approach. This research used 25 farmers who were exposed to organophosphate pesticides as respondents. They were given 500 ml of beetroot juice twice a day for 2 consecutive months. Cholinesterase levels were measured before and after consuming red beet juice. Measurement of cholinesterase levels was carried out using a kinetic photometric test. This method was developed based on recommendations from the German Society of Clinical Chemistry (DGKC). The results showed that the average of chE (U/L) Level Before Treatment was 8.102 and 8.380 after treatment with a p value 0,62. It can be concluded that there was an increase in the level of cholinesterase but it was not statistically significant. This may be caused by a different response to activity of cholinesterase after consuming beetroot juice in each subjects, age difference, smoking habits, and personal protective equipment.