cover
Contact Name
Efta Triastuti
Contact Email
efta.triastuti@ub.ac.id
Phone
+62341-569117
Journal Mail Official
pji@ub.ac.id
Editorial Address
Pharmaceutical Journal of Indonesia Department of Pharmacy, Faculty of Medicine, Brawijaya University Jalan Veteran (Kampus Sumbersari) Malang 65145 Tel. (0341) 569117ext 156, 173 ; Fax. (0341) 564755 Website : http://www.pji.ub.ac.id Email :pji@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pharmaceutical Journal of Indonesia
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2461114X     EISSN : 2461114X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.pji
Core Subject : Health, Science,
Pharmaceutical Journal of Indonesia (PJI) is an online journal which is published twice a year by Department of Pharmacy, Faculty of Medicine, Brawijaya University. The articles published in PJI cover the themes of Clinical and Community Pharmacy, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Technology, and Natural Product Pharmacy/Chemistry.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2020)" : 9 Documents clear
Analisis Cost of Illness Pada Pasien Hipertensi Peserta BPJS Rawat Jalan di Puskesmas Banyuanyar Etika, Trias
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.006.01.7

Abstract

Hypertension is a chronic disease that requires regular therapy to control blood pressure. The cost of treating hypertension can be measured using a Cost of Illness analysis. The Purpose of this study to find out the total cost of treating hypertensive patients participating in BPJS with Captopril therapy for one year for outpatient treatment at the Banyuanyar Public Health Center in Sampang Regency. Method this study used a non-random sampling technique with a purposive sampling method. This research conducted at Banyuanyar Health Center with total sample 40 people. The instrument used a structured interview which was previously tested for validity. Data were analyzed using Microsoft Excel. Result and Conclusions this study is the cost of illness for hypertensive patients for one year is Rp. 36,140 to Rp. 2,528.000. The total range of direct medical costs is Rp. 36,140 to Rp. 368.000 per patient, the range of direct non-medical costs is Rp. 0 to Rp. 360,000 per patient, and the range of indirect costs is Rp. 0 to Rp. 1,800,000 per patient. The large cost value range and small cost value are influenced by the frequency of patient visits.  Small costs are cheaper but with the frequency of patient visits and disorderly patient compliance so that the therapeutic effects achieved are less good, while large costs are more expensive but with the frequency of patient visits and orderly patient compliance so that the therapeutic effects achieved are good and maximal.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PASCABEDAH APENDISITIS AKUT DI RSUD KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2018 (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Kabupaten Pasuruan) Wirda, Wirda Anggraini; Wiraningtias, Novia Beta; Inayatilah, Fidia Rizkiah; Indrawijaya, Yen Yen Ari
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.006.01.3

Abstract

Apendisitis akut adalah infeksi yang terjadi di apendiks vermiformis sehingga perlu segera dilakukan apendektomi. Apendektomi termasuk operasi kategori bersih kontaminasi yang memungkinkan terjadinya Infeksi Luka Operasi (ILO). Penggunaan antibiotik pada pasien pascabedah diharapkan untuk mencegah terjadinya infeksi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil penggunaan antibiotik dan mengetahui kuantitas serta kualitas penggunaan antibiotik. Penelitian ini menggunakan studi cross sectional yang dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien pascabedah apendisitis akut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pasuruan periode Januari-Desember 2018. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa profil penggunaan antibiotik terapeutik tertinggi untuk monoterapi adalah Sefuroksim (25,81%) dan untuk terapi kombinasi adalah Fosfomisin + Metronidazol (8,06%) dan Seftriakson + Metronidazol (8,06%). Kuantitas penggunaan antibiotik menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/ Defined Daily Dose (ATC/DDD) diperoleh nilai DDD total 52,01 DDD/100 patient-days dengan antibiotik tertinggi Metronidazol rute parenteral 14,00 DDD/100 patient-days. Antibiotik yang masuk dalam segmen Drug Utilization (DU) 90% adalah (Metronidazol, Seftriakson, Fosfomisin, Sefuroksim, Gentamisin) dengan rute parenteral. Kualitas penggunaan antibiotik berdasarkan pedoman Infectious Disease Society of America (IDSA) tepat indikasi (11,86%), tepat dosis (52,54%), tepat interval (22,03%), tepat lama pemberian (28,81%) dan tepat rute (96,61%).
Penggunaan NSAID dan Potensi Interaksi Obatnya Pada Pasien Penyakit Muskuloskeletal Di Bandar Lampung Isnenia, Isnenia
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.006.01.8

Abstract

Penyakit musculoskeletal ditandai salah satunya dengan rasa nyeri yang bersifat kronis. Terapi utama dalam mengatasi nyeri adalah penggunaan non steroid antiinflamatory drugs (NSAIDs) baik sebagai monoterapi atau kombinasi dengan obat dari golongan yang sama atau penghilang nyeri dari golongan lainnya, seperti kortikosteroid, analgesiok opioid, dan adjuvant. Selain terapi obat yang bersifat simtomatis, diberikan juga obat yang bersifat kausatif. Pemakaian lebih dari satu obat berpotensi menimbulkan interaksi yang dapat mempengaruhi outcome pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik sosiodemografi dan klinis pasien, serta mencari hubungan potensi interaksi obat dengan variable tersebut.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan design cross sectional. Data diambil dari 100 rekam medik pasien pada sebuah rumah sakit tipe C di Bandar Lampung yang terdiagnosa lima besar penyakit muskuloskeletal, yaitu gonarthrosis, radiculopathy, arthritis unspesifik, lower back pain (nyeri punggung bawah), dan myalgia. Data dianalisis secara deskriptif untuk jenis kelamin, usia, jumlah obat, jenis obat, dan potensi interaksi obat. Analisis korelasi bivariate dengan Chi-Square  antara variabel potensi interaksi obat dengan variabel jenis kelamin, usia, jenis diagnosa, jenis NSAID.Hasil penelitian  menunjukkan bahwa pasien musculoskeletal berjenis kelamin laki-laki sebesar 44%, perempuan 56%. Pasien musculoskeletal terbanyak pada usia 18-65 tahun (78%). Pasien yang memperoleh obat < 5 sejumlah 68% dan ≥ 5 sebesar 32%. 54% pasien menggunakan NSAID diklofenak, dan hanya 5% pasien menggunakan kombinasi dua obat NSAID (diklofenak-ibuprofen). 22% pasien berpotensi mengalami interaksi obat. Tidak ada hubungan bermakna (p > 0,05) antara potensi interaksi obat dengan usia, jenis kelamin, jenis NSAID, dan jenis diagnosa.
Pengaruh Pemberian Edukasi Terhadap Pasien Rawat Jalan Tentang Penggunaan Antibiotik di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang Anggraini, Wirda
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.006.01.9

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang berfungsi membunuh dan/atau menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik termasuk golongan obat keras yang banyak digunakan dalam tata laksana terapi farmakologi. Pengetahuan antibiotik harus digunakan secara rasional dan membutuhkan pengetahuan bagi pasien. Rendahnya tingkat pengetahuan mengenai penggunaan antibiotik dapat menyebabkan penggunaan antibiotik yang tidak tepat, sehingga beresiko menimbulkan efek samping antibiotik. Pemberian edukasi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik secara rasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang penggunaan antibiotik terhadap pasien rawat jalan di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimental menggunakan metode deskriptif analitik serta pengambilan data secara prospektif terhadap 62 responden. Rancangan penelitian dilakukan dengan metode one group pre-test post-test serta pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Hasil pada penelitian didapatkan, saat Pre-test 44 (27 responden) berpegetahuan rendah, 35% (22 responden) berpengetahuan sedang dan 21% (13 responden) berpengetahuan tinggi. Pada Post-test 3% (2 responden) kategori rendah, 15% (9 responden) kategori sedang dan 82% (51 responden) kategori tinggi. Hasil yang diperoleh diuji menggunakan uji T-test yang menunjukkan perbedaan skor antara sebelum dan setelah diberikan edukasi dengan nilai signifikansi 0,00 (p value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini ialah terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan pasien rawat jalan di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Petugas Pengelola Obat dengan Tingkat Ketersediaan Obat Di Puskesmas Kota Malang Alfian, Machrozi
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.006.01.5

Abstract

Pengelolaan obat merupakan kegiatan mengelola sediaan farmasi untuk menjamin keamanan produk, dan terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia. Indikator yang dapat digunakan salah satunya adalah tingkat ketersediaan obat. Tingkat ketersediaan obat merupakan nilai persentase jumlah obat yang diperlukan di puskesmas harus sesuai dengan keperluan masyarakat sehingga jumlah obat di gudang puskesmas minimal harus sama dengan jumlah stok selama waktu tunggu kedatangan obat. Petugas pengelola obat harus memiliki pengetahuan tentang pengelolaan obat di puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan petugas pengelola obat dengan tingkat ketersediaan obat di beberapa Puskesmas Kota Malang. Penelitian yang dilakukan merupakan observasional analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel responden adalah dengan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan petugas pengelola obat dan lembar pengumpul data tingkat ketersediaan yang dilihat dari data LPLPO. Hasil rata-rata persentase pengetahuan 10 petugas adalah 84,32%, yang termasuk dalam kategori baik. Hasil rata-rata persentase tingkat ketersediaan obat adalah 64,19%. Kategorisasi persentase tingkat ketersediaan obat terdiri dari sebanyak 10% dengan kategori baik, 70% dengan kategori cukup, dan 20% dengan kategori kurang. Hasil uji statistik korelasi dengan Uji Rank Spearman menunjukkan nilai Spearman Correlation adalah -0.034 (p=0.870), menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan petugas pengelola obat dengan tingkat ketersediaan obat di puskesmas Kota Malang.
Pengaruh Pemberian Informasi Obat Antihipertensi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Peserta Prolanis di Puskesmas Gedangan Kabupaten Malang Pamungkas, Septian Secsiandre Ade
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.006.01.10

Abstract

Penyakit kardiovaskuler khususnya hipertensi memerlukan penanganan yang tepat karena dapat menimbulkan komplikasi seperti stroke, gagal jantung dan penyakit ginjal.Pemberian informasi obat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan pengetahuan pasien dalam memahami penyakit yang dideritanya sehingga dapat berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien.Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui pengaruh pemberian informasi obat terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi peserta prolanis di Puskesmas Gedangan Kabupaten Malang.Metode penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain one grup pre-test post-test.Pemilihan responden dilakukan menggunakan metode purposive sampling.Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi yang terdaftar dalam program pengelolaan penyakit kronis di Puskesmas Gedangan, dan didapatkan sejumlah 68 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner pengetahuan Hypertension Knowledge-Level Scale (HK-LS) yang terdiri dari 22 pertanyaan, serta kuesioner Kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS–8) yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian ini sudah memenuhi laik etik dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dengan nomor 80/EC/KEPK-S1-FARM/04/2020.Data yang didapatkan dianalisis statistik menggunakan uji t berpasangan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Nilai uji t berpasangan menunjukkan tingkat pengetahuan meningkat secara signifikan (p= 0,000) kepatuhan meningkat dengan signifikan (p = 0,000) setelah pemberian informasi obat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan sebelum dan setelah dilakukan pemberian informasi obat di Puskesmas Gedangan Kabupaten Malang.
Preliminary Studies on the Content of Phytochemical Compounds On Skin of Salak Fruit (Salacca zalacca) Setyawaty, Rety
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.006.01.1

Abstract

Salak fruit plants (Salacca zalacca) are native to Indonesia. Some Indonesian people use this Salak fruit plant as traditional medicine. This plant belongs to the Palmae family. The purpose of this study is to determine the content of phytochemical compounds in the skin of Salak fruits (Salacca zalacca).               The method to get thick extract used extraction-maceration method with 96% ethanol solvent and analyzed by a series of phytochemical tests and using a thin layer chromatography method. In the drying process used 1 kg of fresh skin Salak fruit (Salacca zalacca) and produces 625 g of dried. We are called simplisia. The extraction-maceration process uses 100 grams of simplisia. The simplisia is soaked using 96% ethanol for 3 days and filtrated until thick extract is obtained. The thick extract obtained was 10.69 g with a yield of 10.69%. The thick extract is analyzed alkaloids, steroids, triterpenoids, saponins, tannins and flavonoids by using chemical reaction and thin layer of chromatography. The mobile phase used is toluene: ethyl acetate in a ratio of 9.3: 0.7. The stationary phase used silica gel GF 254.     Based on the phytochemical analysis, the skin of Salak fruits (Salacca zalacca) contains alkaloids, triterpenoids, saponins, tannins, and flavonoids. In addition, based on analysis using Thin Layer of Chromatography produced Rf 0.1875 and is thought to contain terpene alcohol.  Therefore, it can be concluded that the skin of Salak fruits (Salacca zalacca) contains alkaloids, triterpenoids, saponins, tannins, and flavonoids. While observations using Thin Layer Chromatography with mobile phase toluent : ethyl acetate (9.3: 0.7) under UV light of 254 nm and 366 nm is obtained Rf 0.1875 and suspected as terpene alcohol.
Efek Antidiare Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Pada Mencit Putih Jantan Fauzi, Rizal; Fatmawati, Annisa; Emelda, Emelda
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.006.01.6

Abstract

Diare merupakan peningkatan frekuensi dan penurunan konsistensi feses bila dibandingkan dengan kondisi usus individu normal. Tingginya angka kejadian diare akut dan kronis mendorong para peneliti untuk terus berusaha dalam menemukan obat  sebagai antidiare baru, terutama yang berasal dari tanaman. Daun kelor (Moringa oleifera Lam) mengandung tanin yang merupakan senyawa polifenol dan berperan dalam proses antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun kelor sebagai antidiare dengan melihat motilitas usus. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antidiare dilakukan dengan metode transit intestinal dengan melihat perbandingan usus yang dilalui marker dengan panjang usus secara keseluruhan. Dari penelitian ini diketahui bahwa  nilai rata-rata rasio kelompok perlakuan lebih kecil dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (0,708).  Nilai rata-rata rasio  kelompok yang hewan mencit yang diberikan ekstrak etanol daun kelor (EEDK) dengan dosis 9,1 mg/20 g berat badan mencit adalah 0,664; kelompok dengan dosis EEDK 18,2 mg/20 g  berat badan mencit  sebesar 0,434 dan kelompok dengan dosis EEDK 36,4 mg/20 g  berat badan mencit  sebesar 0,389.  Dari nilai tersebut diketahui  ekstrak etanol daun kelor mempunyai efek antidiare melalui penghambatan motilitas usus. Efek ekstrak etanol daun kelor dalam menghambat motilitas usus paling baik pada pemberian dengan dosis 36,4 mg/20 g BB dengan nilai rata-rata rasio sebesar 0,389
Hubungan Faktor Sosiodemografi Dengan Tingkat Pengetahuan Akseptor Terhadap Kontrasepsi Suntik Yang Mengandung Medroksiprogesteron Asetat Dan Estradiol Cypionate Di Puskesmas Kota Malang. Rohmah, Nikmatur -
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.006.01.2

Abstract

KB suntik kombinasi merupakan salah satu cara yang efektif, praktis, dan terjangkau untuk mencegah kehamilan, KB suntik kombinasi memiliki kandungan Medroksiprogesteron Asetat 25mg dan Estradiol Cypionate 5mg yang disuntikkan setiap 1 bulan sekali. Untuk mendapatkan KB suntik kombinasi yang efektif dibutuhkan penyuntikan yang teratur sesuai jadwal yang ditentukan. Pengetahuan akseptor terhadap KB suntik dapat mempengaruhi efektifitas KB suntik kombinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan KB suntik oleh akseptor KB di empat Puskesmas Kota Malang, untuk itu digunakan desain penelitian Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik non random sampling didapatkan 40 sampel dan dinyatakan laik etik. Lalu data yang telah diperoleh di analisis menggunakan uji korelasi Spearman’s dan koefisien kontingensi Cramer v dengan signifikansi 0,05 (95%). Pada penelitian ini didapatkan hasil uji korelasi antara faktor sosiodemografi dan tingkat pengetahuan, faktor sosiodemografi terdiri dari empat faktor yaitu usia (p=0,019), pekerjaan (p=0,161), pendidikan (p=0,002),  penghasilan (p=0,020) dengan pengetahuan akseptor. Tingkat pengetahuan akseptor yang cukup adalah (50%), tingkat pengetahuan kurang (30%), dan tingkat pengetahauan baik (20%). Faktor sosiodemografi yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat pengetahuan hanya usia, pendidikan, dan penghasilan sedangkan pekerjaan tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan  KB suntik kombinasi di Puskesmas Kota Malang.

Page 1 of 1 | Total Record : 9