cover
Contact Name
Efta Triastuti
Contact Email
efta.triastuti@ub.ac.id
Phone
+62341-569117
Journal Mail Official
pji@ub.ac.id
Editorial Address
Pharmaceutical Journal of Indonesia Department of Pharmacy, Faculty of Medicine, Brawijaya University Jalan Veteran (Kampus Sumbersari) Malang 65145 Tel. (0341) 569117ext 156, 173 ; Fax. (0341) 564755 Website : http://www.pji.ub.ac.id Email :pji@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pharmaceutical Journal of Indonesia
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2461114X     EISSN : 2461114X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.pji
Core Subject : Health, Science,
Pharmaceutical Journal of Indonesia (PJI) is an online journal which is published twice a year by Department of Pharmacy, Faculty of Medicine, Brawijaya University. The articles published in PJI cover the themes of Clinical and Community Pharmacy, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Technology, and Natural Product Pharmacy/Chemistry.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2021)" : 10 Documents clear
Karakterisasi dispersi padat meloksikam dengan matriks campuran PEG 6000 dan poloxamer 188 yang dibuat menggunakan metode kombinasi YULI AINUN NAJIH
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.6

Abstract

Meloksikam merupakan salah satu obat golongan NSAID yang diindikasikan untuk meringankan rasa sakit dan peradangan pada penyakit rematik. Klasifikasi obat meloksikam termasuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II, yang memiliki kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi, hal tersebut dapat mengakibatkan pembatasan penyerapan obat dalam tubuh. Salah satu upaya yang dilakukan pada penelitian ini untuk meningkatkan kelarutan meloksikam yaitu dengan melakukan pembentukan sistem dispersi padat meloksikam dalam campuran PEG 6000 dan poloxamer 188 pada perbandingan 99:1 dan 98:2 dengan metode kombinasi yang kemudian dibandingkan dengan campuran fisiknya pada perbandingan yang sama dan senyawa murninya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari masing-masing sediaan tersebut. Pada hasil difraktogram menggunakan XRPD, dispersi padat dengan perbandingan 99:1 dan 98:2 menunjukkan terbentuknya puncak dengan tingkat ketajaman atau instensitas yang lebih kecil pada sudut 13,5°; 15,0°; dan 18,5°. Data termogram menggunakan DSC menunjukkan adanya penurunan derajat kristanilitas pada sistem dispersi padat dengan perbandingan 99:1 dan 98:2 yaitu pada titik lebur 56,1°C dan 55,4°C. Hasil karakterisasi dengan FT-IR menunjukkan bahwa spektra yang teridentifikasi berada pada kisaran spektra meloksikam, PEG 6000, dan poloxamer 188, Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem dispersi padat tidak terjadi interaksi kimia antara meloksikam dengan PEG 6000 dan poloxamer 188.
Formulasi Sediaan Lotion Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dan Penentuan Nilai SPF Secara in Vitro Angling Nurisna Utami
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.2

Abstract

Sinar Ultraviolet (UV) merupakan sebagian kecil dari spektrum sinar matahari yang sampai ke permukaan bumi dan paling berbahaya bagi kulit sehingga dibutuhkan tabir surya untuk mencegah gangguan akibat sinar UV tersebut. Daun salam mengandung senyawa fenolik, flavonoid, dan tanin yang berpotensi sebagai tabir surya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan formula, karakteristik fisik, dan nilai SPF dari lotion ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.). Pada penelitian ini, daun salam diekstraksi dengan metode sonikasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak tersebut diformulasikan dalam bentuk sediaan lotion kemudian dilakukan evaluasi sifat fisik. Selanjutnya dilakukan penentuan nilai SPF pada ekstrak dan sediaan lotion yang mengacu pada persamaan Mansur menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis. Konsentrasi ekstrak daun salam yang digunakan pada formula sediaan lotion yaitu 0,1% (F­1) dan 0,5% (F­2). Hasil sifat fisik dari sediaan yaitu berwarna krem (F1) dan berwarna hijau kecoklatan (F2), aroma khas ekstrak daun salam, bertekstur lembut dan homogen, memiliki tipe emulsi M/A, daya sebar 5,92 cm (F1) dan 6,05 cm (F2), daya lekat 0,86 detik (F1) dan 0,78 detik (F2), pH 7,82 (F1) dan 7,74 (F2), serta nilai akseptabilitas yang sangat baik. Berdasarkan hasil uji sifat fisik tersebut, lotion ekstrak daun salam memenuhi syarat pada uji homogenitas, daya sebar, dan pH, serta tidak memenuhi syarat pada uji daya lekat. Nilai SPF sediaan lotion ekstrak daun salam yaitu 4,97 (F1) dan 6,72 (F2) dengan tipe proteksi sedang dan ekstra. Semakin tinggi nilai SPF maka semakin tinggi tingkat proteksi terhadap sinar UV sehingga lotion F2 lebih baik dibandingkan F1.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Dan Perilaku Penggunaan Antibiotika Pada Mahasiswa Farmasi UMM Sendi Lia Yunita; Rizka Novia Atmadani; Mutiara Titani
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.7

Abstract

Salah satu permasalahan kesehatan utama adalah resistensi antibiotika yang membutuhkan dukungan utuh dan usaha menyeluruh untuk melawannya. Di Indonesia, resistensi bersifat sporadis, selektif dan tidak berkesudahan. Hal tersebut dipengaruhi salah satunya oleh perilaku penggunaan. Beberapa faktor telah diketahui mampu mempengaruhi penggunaannya termasuk tata kelola yang buruk, lemahnya penegakan hukum, kurangnya pengetahuan, dan akses mudah. Kesalahan konsep dalam pemahaman terhadap antibiotik sangat besar kemungkinan dapat mempengaruhi perilakunya. Hal tersebut tidak hanya mungkin terjadi di masyarakat umum tetapi juga pada mahasiswa kesehatan. Dimana hal tersebut akan sangat mempengaruhi penyampaian informasi kepada masyarakat apabila kelak mereka akan melaksanakan pelayanan kesehatan. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan, dan perilaku penggunaan antibiotika pada mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kesehatan masa depan. Sehingga diharapakan agar mereka mampu memberikan pelayanan kefarmasian yang sesuai. Penelitian potong lintang ini dilaksanakan dengan menyebarkan kuisioner online kepada seluruh mahasiswa aktif program studi farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. Pemeriksaan kelengkapan data dilakukan sebelum proses analisis dengan menggunakan SPSS. Dalam penelitian ini didapatkan data dari 327 responden dimana perempuan memiliki prevalesi dominan (86,9%) dan terdiri atas tingkat semester 1 (37,3%), 3 (21,1%), 5 (23,2%), dan 7 (18,3%). Tigkat pengetahuan tentang antibiotika cukup tinggi (72,2%) begitu juga dengan tigkat praktik penggunaannya yang hampir mencapai 70%. Berdasarkan analisis multivariat didapatkan 4 faktor yang secara signifikan mempengaruhi praktik penggunaan antibiotika (i.e. jenis kelamin, tingkat pendidikan, kepemilikan asuransi kesehatan, dan tingkat pengetahuan tentang antibiotika). One of the major public health problems is antibiotic resistance which need requires complete support and comprehensive efforts to combat it. In Indonesia, antibiotic resistance is sporadic, selective and patchy. This may influenced by its usage practice. Several factors have been found to influence their use including poor governance, weak law enforcement, lack of knowledge, and easy access. Misconceptions in antibiotics understanding are very likely to affect the behavior. The possibility to been done not only in general public but also for students in health sciences. Since they are the future health care professional who will greatly affect to educate the public. The objective of this study was to identify the level of knowledge and practice toward antibiotics usage among pharmacy students as future healthcare professionals. Then it expected that they be able to provide appropriate pharmaceutical service. This cross-sectional research was conducted by distributing online questionnaire to all active pharmacy students in University of Muhammadiyah Malang. The data completeness check was carried out prior to the analysis using SPSS. Results were obtained from 327 respondents which women were the most one (86,9%). Among respondents, there are four semester level of education: 1 (37,3%), 3 (21,1%), 5 (23,2%), and 7 (18,3%). However, the knowledge level of antibiotics is quite high (72,2%) as well as the practice usage level almost reach 70% among participants. Based on the multivariate analysis, it was found 4 factors that significantly associated with practice of antibiotic usage (i.e. gender, education level, health insurance, and knowledge level of antibiotics).
Optimasi Formula Nanoemulsi Nifedipin Dengan Metode Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Zalfa Hibatullah Rahadatul Aisy; Oktavia Eka Puspita; Alvan Febrian Shalas
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.3

Abstract

Nifedipin adalah obat golongan calcium channel blocker yang digunakan untuk terapi angina pektoris dan hipertensi. Nifedipin memiliki kelarutan yang rendah dalam air dan bioavailabilitas yang rendah. Berdasarkan penggolongan Biopharmaceutical Classification System (BCS), nifedipin termasuk dalam kelas II. Salah satu cara untuk meningkatkan kelarutan nifedipin adalah membuat formulasi nanoemulsi nifedipin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nanoemulsi nifedipin yang optimal menggunakan metode Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). SNEDDS merupakan campuran isotropik dari fase minyak, surfaktan, dan kosurfaktan yang akan membentuk nanoemulsi minyak dalam air saat ditambahkan media aqueous dengan sedikit pengadukan. Nanoemulsi nifedipin diperoleh melalui formula SNEDDS yang terdiri dari castor oil sebagai fase minyak, Croduret 50SS dan Span 80 sebagai surfaktan, dan PEG 400 sebagai sebagai kosurfaktan dengan rasio fase minyak:surfaktan:kosurfaktan sebesar 1:6:3. Hasil karakterisasi SNEDDS nifedipin yang optimal menunjukkan karakteristik organoleptik homogen, berwarna kuning, jernih, kental, memiliki aroma khas SNEDDS, persen transmitansi sebesar 98,37 ± 0,49%, waktu emulsifikasi dalam akuades dan dalam HCl 0,1 N berturut-turut sebesar 14,09 ± 1,05 detik dan 11,38 ± 0,66 detik, ukuran globul sebesar 24,05 ± 0,02 nm, indeks polidispersitas sebesar 0,277 ± 0,0038, pH sebesar 6,95, loading dose capacity sebesar 50 mg nifedipin dalam 1 g SNEDDS dan kadar nifedipin dalam formula SNEDDS sebesar 9,857 ± 0,345 mg/g. Uji stabilitas termodinamika dan uji stabilitas on going menunjukkan bahwa sediaan stabil. Kata kunci: nanoemulsi, SNEDDS, nifedipin, optimasi
The Relationship between The Level of Side Effects of ARV Drugs in ODHA Patients to The Level of The Compliance Use of ARV Drugs Aisha Maulidya Sari
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.8

Abstract

HIV or  Human Immunodeficiency Virus  is one of the causes of AIDS ( Acquired Immunodeficiency Syndrome)  that is a disease that attacks the body's immunity. One therapy for treating HIV/AIDS is with antiretroviral therapy. In antiretroviral therapy high adherence is needed at least 95% of the dose should not be forgotten to achieve desired virological suppression. One factor affecting compliance is the side effects of ARV drugs that appear in ODHA patients undergoing antiretroviral therapy.  This study aims at knowing the relationship of the level of drug side effects to the level of compliance in the treatment of ARVs in ODHA patients.  This research uses  cross-sectional  in ODHA patients in Puskesmas Dinoyo, Malang City.   The results of the study were found that the level of ODHA patient drug side effects at the Puskesmas Dinoyo VCT Clinic, the ODHA patient who did not experience side effects, was 5.8% , side effects a little 21.3%, moderate side effects 21.2% and high side effects 51.8%. Compliance with taking ODHA patient medication at the VCT Clinic Puskesmas Dinoyo patients with low adherence of 1.2%, moderate compliance 69.4% and high compliance 29.4%.  There is no significant relationship between the level of side effects of ARV drugs in ODHA patients with the level of compliance with ARV drug use with values  p- the value obtained is 0.412.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Faktor Sosiodemografi dalam Swamedikasi Analgesik Oral terhadap Pasien dengan Keluhan Nyeri Gigi di Beberapa Apotek Kota Malang Shafira fira
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.4

Abstract

Rasa nyeri gigi timbul ditandai dengan adanya kerusakan pada struktur gigi. Obat obat  analgesik memiliki efek samping gangguan pada lambung jika digunakan secara tidak tepat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa analgesik  salah satu obat yang terbanyak digunakan secara swamedikasi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana  hubungan antara faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan seseorang mengenai swamedikasi analgesik oral dalam mengatasi keluhan nyeri gigi. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional. Karakteristik sosiodemografi yang diteliti meliputi  usia, jenis kelamin, pendidikan, penghasilan, dan pekerjaan. Pemilihan sampel apotek dilakukan dengan teknik cluster sampling, sedangkan responden dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah responden diperoleh sebanyak 100 responden dari 15 apotek. Tingkat pengetahuan diukur dengan kuesioner yang terdiri dari 10 pernyataan tertutup dengan 2 jawaban benar dan salah. Uji Somers’d dan Kruskal Wills digunakan sebagai analisis statistik guna mengetahui hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan dalam swamedikasi nyeri gigi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, tingkat pengetahuan masyarakat Kota Malang yang melakukan swamedikasi analgesik oral terbanyak kategori cukup (37%), kurang (32%), dan baik (31%), dan juga terdapat  hubungan signifikan pada usia (p=0.005) dan pendidikan (0.000). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak semua faktor sosiodemografi berpengaruh dalam tingkat pengetahuan mengenai analgesik oral dimana hanya usia dan pendidikan yang berpengaruh terhadap pengetahuan responden yang melakukan swamedikasi analgesik oral dalam  mengatasi keluhan nyeri gigi. Kata kunci: Tingkat pengetahuan, Sosiodemografi, Analgesik, Nyeri Gigi  
Ekspresi Glukosa Transporter-2 di Sel Beta Pankreas dan Sel Hepatosit Tikus yang Diinduksi Diabetes Mellitus teodhora teodhora
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.9

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is an incurable disease that can be prevented clinically from worsening. This disease is based on classification related to pancreatic damage in total or partial so that the impact on insulin production. Glucose transporter is a protein that can glucose uptake from outside cell into cell and provides an important role in the body's glucose homeostasis. Glucose transporter-2 (GLUT-2) is found in the pancreas, liver, and kidney. Parameters used are the expression and amount of GLUT-2 density in pancreatic β cells and in hepatocyte cells in normal and diabetic Rat. Used Wistar strain male white rats. An immunohistochemistry (IHC) staining technique was performed to observe the expression of GLUT-2 and the macbiophotonics image J program to determine total density of GLUT-2. GLUT-2 is marked in brown in the cell nucleus surrounded by cytoplasm. The results showed an increased in GLUT-2 expression in hepatocyte cells with a total density of 25,447,052 and a decreased in GLUT-2 expression in pancreatic β cells with a total density of 5,074,544 by Streptozotocin 50 mg/kg BB-Nicotinamide 100 mg/kg BB (STZ-NA) Intraperitonial routes in induced DM rat. STZ-NA induced triggers damage in pancreatic β cells and significantly influences the expression of GLUT-2 protein. High blood glucose levels give different GLUT-2 activity in hepatocyte cells due to the effects of induced agent.
Hubungan Antara Faktor Sosiodemografi dan Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus Rawat Jalan Dalam Penggunaan Obat Metformin (Penelitian dilakukan di Puskesmas Ciptomulyo dan Puskesmas Kendalsari Kota Malang) Dariin Herryanti Sahafia
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.5

Abstract

Penderita DM di Indonesia menempati urutan ke-4 di dunia dan penyebab kematian ke-6 di Indonesia. Penderita DM pada tahun 2017 di Kota Malang terdapat 29.108 kasus. Penelitian ini peneliti memilih obat metformin karena penggunaan monoterapi atau pun kombinasi pada obat metformin dapat mencegah terjadinya komplikasi, namun pasien DM yang menggunakan obat Metformin seringkali menimbulkan efek samping karena penggunaan yang kurang tepat, sehingga dibutuhkan pengetahuan dalam penggunaannya seperti indikasi, cara penggunaan, dosis, efek samping, frekuensi pemberian dan penyimpanan obat metformin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosiodemografi dan tingkat pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus Rawat Jalan dalam penggunaan obat Metformin di Puskesmas Ciptomulyo dan Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Desain Penelitian ini berupa observasional analitik dengan metode Cross Sectional yang dilakukan di Puskesmas Ciptomulyo dan Kendalsari, pengambilan responden pasien diabetes Mellitus yang menggunakan obat metformin yang dipliih berdasarkan purposive sampling yaitu sebanyak 30 responden. Pengambilan data di lakukan dengan cara pengisian kuisioner tingkat pengetahuan dalam penggunaan Obat Metformin  yang terdiri 8 pernyataan dengan pilihan jawaban “Benar” atau “Salah”. Data sosiodemografi dan tingkat pegetahuan dianalisis menggunakan Uji Chi-square dan Somers’d. Hasil penelitian faktor sosiodemografi dan tingkat pengetahuan pasien Diabetes Mellitus dalam penggunaan obat Metformin menunjukkan bahwa banyak responden yang tergolong dalam kategori baik (83,33%), cukup (13,33%) dan kurang (3,33%). Pada penelitian ini terdapat hubungan tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan yang menunjukkan (p=0.042). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan hanya faktor tingkat pendidikan yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengetahuan pasien Diabetes Mellitus rawat jalan dalam penggunaan obat metformin di Puskesmas Ciptomulyo dan Kendalsari Kota Malang.
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Hand Sanitizer Yang Di Produksi Secara Lokal Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus asri wido mukti
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.10

Abstract

The increasing status of corona disease (Covid -19) to become a pandemic by WHO has caused people to panic buying for several medical equipment, which is Hand Sanitizer. Some individuals took the opportunity to benefit from making their own Hand Sanitizers whose formula was questionable because they did not have a distribution license and were traded freely in the marketplace so that their quality was questionable. Therefore, this study aims to determine the antibacterial activity of Hand Sanitizers which are produced without a distribution permit and are traded freely in the marketplace against S.aureus bacteria. The method used is by using the disc diffusion technique and the zone of inhibition is determined. This study uses a positive control in the form of a Hand Sanitizer which has a distribution license and an oil carrier as a negative control. Five samples of Hand Sanitizer was collected from marketplace based on their popularity and there are inhibition zones only in the sample code HS1 (70% alcohol and castor oil) and HS5 (70% alcohol) with an inhibition zone diameter of 1.8 mm and 4.3 mm which shows a growth inhibition response to bacteria S.aureus is very weak. It can be concluded that the antibacterial activity of this locally produced Hand Sanitizer is very weak in inhibiting S.aureus bacteria.
Dipeptidyl Peptidase-4 Inhibitors and Cardiovascular Side Effects Rizal Rizal
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.1

Abstract

Aim: WHO projects that diabetes will be the seventh leading cause of death in 2030. One of the macrovascular of diabetes is cardiovascular (CV) diseases, reported incidence of heart failure in diabetic patients is twice greater than control subjects and intensive use of antidiabetic drugs in diabetic patients increase CV mortality. This review will discusses the effect of DPP4 inhibitors (DPP-4i) on CV outcomes.Data sources: PubMed 32 journals, Google Scholar 17 journals, BioMed Central 5 journals and others 1 journalMethod: A systemic search of all English-language articles up to 2020 was conducted using the following terms: dipeptidyl peptidase-4 inhibitors, sitagliptin, vildagliptin, saxagliptin, linagliptin, alogliptin, gemigliptin, anagliptin, teneligliptin, alogliptin, trelagliptin, omarigliptin, cardiovascular, and mechanism on cardiovascular diseases.Results: Positive effect on CV of DPP-4i mediated by activate PI3K, CAMP, eNOS and PKA, and negative effect because their effects in modulate SP, peptide YY, and neuropeptide Y. CV outcomes of DPP-4i versus placebo are variated for MACEs, which are reported on sitagliptin HR 0.98, 95% CI 0.89 to 1.08; Vildagliptin RR 0.82, 95% CI 0.61 to 1.11; Saxagliptin HR 1.00, 95% CI, 0.89 to 1.12; Linagliptin  HR 0.78, 95% CI, 0.55 to 1.12; Alogliptin HR 0.85, CI 95%, 0.66 to 1.10; and Omarigliptin HR=0.85, CI 95%, 0.66-1.10.Conclusion: Based on the mechanism DPP-4i inhibitors have either cardioprotective actions or poorer outcomes on CV because their activities are connected with the inhibition of various substrates. DPP-4i sitagliptin, vildagliptin, saxagliptin, linagliptin, alogliptin, and omarigliptin did not significantly increase of MACE (major adverse cardiac events).

Page 1 of 1 | Total Record : 10