cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
ISSN : 20887469     EISSN : 24076864     DOI : -
Core Subject : Social,
Reformasi adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang komunikasi politik, komunikasi massa, media & gender, komunikasi pemasaran, pelayanan publik, manajemen publik, pelayanan publik, kebijakan publik, dan otonomi daerah. Scope jurnal terdiri dari sosial, politik, komunikasi. Setiap naskah yang diserahkan akan ditinjau oleh satu peer-reviewer menggunakan metode double blind review. Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Politik diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Jurnal ini diterbitkan setiap enambulan sekali (Januari-Juni dan Juli-Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2022)" : 15 Documents clear
PENGENTASAN MASALAH SOSIAL MELALUI PEOPLE CENTERED DEVELOPMENT GUNA MEMAKSIMALKAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA Saskia Fernandya; Teguh Yuwono; Laila Kholid Al-Firdaus
REFORMASI Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v12i1.3324

Abstract

People centered development, begins with an understanding of human ecology, which is the center of development attention. Development must place the people at the center of attention and the development process must benefit all parties. Therefore, this study aims to provide an effective understanding related to alleviating social problems through people centered development in order to maximize development. This study uses a literature review research method. The results of the study indicate that large-scale changes in this global era, it can be said that human development is actually faced with complex problems and dilemmas. So, it is necessary to develop Human Resources, such as empowerment in order to improve human quality. This people-centered development model is a new alternative to increase the production output of development to meet the needs of a very large and growing population. Along with today's global development, it must be fully understood that human development is an important agenda with more the amount of attention related to human rights, democratization and civil society. This needs to be taken seriously by the central and local governments in the form of development policies that truly place the community as development actors.AbstrakPeople centered development atau pembangunan yang berpusatkan pada rakyat, diawali dengan pemahaman tentang ekologi manusia, yang menjadi pusat perhatian pembangunan. Pembangunan haruslah menempatkan rakyat sebagai pusat perhatian dan proses pembangunan harus menguntungkan semua pihak. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang efektif terkait pengetasan masalah sosial melalui people centered development guna memaksimalkan pembangunan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi literatur (literature review). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan secara besar-besaran pada era global ini, dapat dikatakan bahwa pembangunan manusia sebenarnya dihadapkan pada permasalahan yang pelik dan dilematis. Maka, diperlukan pengembangan Sumber Daya Manusia, seperti pemberdayaan guna meningkatkan kualitas manusia. Model pembangunan yang berpusat pada rakyat (People Centered Development) ini, adalah suatu alternatif baru untuk meningkatkan hasil produksi pembangunan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang sangat banyak dan terus bertambah Seiring dengan pembangunan global dewasa ini, harus dipahami sepenuhnya bahwa pembangunan manusia menjadi agenda penting dengan semakin besarnya perhatian yang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia, demokratisasi dan civil society. Hal ini, perlu direspon dengan serius oleh pemerintah pusat maupun daerah dalam bentuk kebijakan pembangunan yang sungguh-sungguh menempatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan.
ADAPTASI SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL ERA KETERBUKAAN INFORMASI Helsi Ramadani; Indraddin Indraddin; Azwar Azwar
REFORMASI Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v12i1.3128

Abstract

Transmigration is one of the government programs in the context of solving population problems which was reopened in 2016 in Sijunjung Regency, namely Kenagarian Padang Tarok. Consisting of ethnic Javanese and ethnic Minangkabau. Given the two different ethnic backgrounds, it is necessary to make an adaptation. The purpose of this study was to determine social adaptation in a multicultural society in the era of information disclosure. This study uses the theory of Arnold Toynbee Challenge and Response. Qualitative method. Data collection with observation and in-depth interview techniques. Informants were taken using purposive sampling technique. Based on the results of the study, it was concluded that the challenges of the Padang Tarok transmigrant community were in the form of language differences, a feeling of being ignored which gave rise to negative sentiments, the emergence of camps and groups between blocks, job choices. and the response to these challenges is to apply Indonesian as a means of communication, to apply an attitude of mutual openness and sharing, to participate in community activities, and to gain gold as a new form of work. The people of Padang Tarok live in a high sense of respect and have an attitude of helping each other.AbstrakTransmigrasi merupakan salah satu  program pemerintah dalam rangka pemecahan masalah kependudukan yang dibuka kembali pada tahun 2016 di Kabupaten Sijunjung yaitu Kenagarian Padang Tarok. Terdiri dari Etnis Jawa dan Etnis Minangkabau. Mengingat kedua latar belakang etnis berbeda maka perlu dilakukan sebuah adaptasi. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui adaptasi sosial dalam masyarakat multikultural era keterbukaan informasi. Penelitian ini menggunakan teori Arnold Toynbee Challenge and Respons. Metode kualitatif. Pengumpulan data dengan teknik observasi dan wawancara mendalam. Pengambilan informan menggunakan teknik Purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tantangan masyarakat transmigran Padang Tarok berupa Perbedaan bahasa, timbul rasa tidak dipedulikan yang memunculkan sentimen negatif, munculnya kubu-kubu dan kelompok antar blok, pilihan pekerjaan. serta respon dari tantangan tersebut adalah menerapkan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi, menerapkan sikap saling terbuka dan saling berbagi, berpatisipasi dalam kegiatan masyarakat, dan mendulang emas sebgai bentuk pekerjaan baru. Masyarakat Padang Tarok hidup dalam menerapkan rasa harga-menghargai yang tinggi dan memiliki sikap saling tolong-menolong antar sesama. 
PROSES POLITIK DALAM SISTEM TATA KELOLA PERLINDUNGAN TENAGA KESEHATAN PADA MASA PANDEMI DI KOTA DEPOK Merle Emanuella Aipassa; Irwansyah Irwansyah
REFORMASI Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v12i1.3184

Abstract

Depok, the location where the first case of COVID-19 was found in Indonesia, recorded 4 cases of death of health workers with 1 clinic at the RSUD Kota Depok and 3 local cliniccs were forced to be close because their health workers were confirmed positive for COVID-19. This condition then indicates a problem to protect health workers during the COVID-19 pandemic. Indonesia national government actually has prepared series of related policy which were then delegated to local governments to be adapted to their needs. However, the Depok Government seems to be unable to develop local regulations to answer more specific challenges to protect health workers. This study aims to analyze the problems in the political process as an effort to protect health workers in Depok. By using qualitatve approach and data from depth interviews with relevant informants, and referring to the study of Gaskell, et al. (2020) on the political process in the governance system for the protection of health workers, it shows that there have been problems in the political process that have affected problem of the policy governance system. This is due to miscommunication and distrust among related actors including executives, executives, and health workers.AbstrakDepok, tempat ditemukannya kasus pertama COVID-19 di Indonesia, berhadapan dengan masalah tata kelola perlindungan tenaga kesehatan. Tercatat 4 kasus kematian tenaga kesehatan pada tahun 2020-2021. Selain itu, 1 poli rawat jalan di RSUD Kota Depok dan 3 Puskesmas terpaksa ditutup karena lebih dari 24 tenaga kesehatannya terkonfirmasi positif virus menular tersebut. Kondisi ini mengindikasikan adanya masalah dalam perlindungan tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis masalah proses politik dalam upaya perlindungan tenaga kesehatan di Depok. Pemerintah Pusat telah mengeluarkan serangkaian kebijakan terkait perlindungan tenaga kesehatan yang kemudian mendelegasikan kewenangannya kepada Pemerintah Daerah untuk disesuaikan dengan kebutuhan. Akan tetapi, penelitian ini menemukan bahwa Pemerintah Kota Depok tidak mengontekstualisasikan regulasi tersebut untuk menjawab kebutuhan yang lebih spesifik terkait perlindungan tenaga kesehatan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan data hasil wawancara dengan narasumber terkait, serta mengacu pada studi Gaskell, dkk. (2020) tentang proses politik dalam sistem tata kelola perlindungan tenaga kesehatan, penelitian ini menunjukkan hasil bahwa telah terjadi masalah dalam proses politik yang berpengaruh pada lemahnya sistem tata kelola kebijakan. Hal ini diakibatkan oleh adanya miskomunikasi dan ketidakpercayaan antar berbagai aktor politik terkait termasuk legislatif, eksekutif, dan tenaga kesehatan.
KOLABORASI MULTI AKTOR DALAM PENGELOLAAN WISATA GEO PARK BELITUNG Bambang Pujiyono
REFORMASI Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v12i1.3367

Abstract

This study aims to describe the collaboration of multi-actor in managing tourism GeoPark Belitung. This tourism management has succeeded in bringing the Belitung GeoPark into the UNESCO assessment as one of the international tourism destinations. Various actors, both from the government, private sector, and community, have contributed greatly. Contributions are given in accordance with the roles and functions. Each institution cooperates, communicates, and coordinates so as to build good collaboration. This research uses a qualitative approach, aiming to explain the phenomenon of GeoPark tourism management even in the pandemic era. The research lasted for 2 months from November to December 2020. There were 10 research resource persons from government, private and community elements who represented the institution. The research results provide in-depth information on successful collaborative practices. The results of this study provide a conceptual contribution to multi-actor collaboration in the field of tourism management.AbstrakPenelitian ini bertujuan mendiskripsikan kolaborasi multi actor dalam mengelola pariwisata GeoPark Belitung. Pengelolaan pariwisata ini berhasil mengantarkan GeoPark Belitung masuk dalam penilaian UNESCO sebagai salah satu destinasi pariwisata internasional. Berbagai actor baik dari unsur pemerintah, swasta, dan komunitas memiliki kontribusi yang besar. Kontribusi yang diberikan sesuai dengan peran dan fungsi. Tiap lembaga melakukan kerjasama, komunikasi, dan koordinasi sehingga membangun kolaborasi yang baik.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, bertujuan mengeksplanasi fenomena pengelolaan pariwisata GeoPark meskipun di era pandemi. Penelitian berlangsung selama 2 bulan dari Nopember sampai dengan Desember 2020. Nara sumber penelitian dari unsur pemerintah, swasta, dan komunitas sebanyak 10 orang yang merepresentasi lembaganya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan wisata geopark dilakukan oleh pemerintah, swasta, dan masyarakat. Tiap lembaga memiliki sekaligus melaksanakan otoritas dan perannya. Secara umum ketiga lembaga tersebut memiliki kesamaan komitmen untuk menjaga pelesatarian Geopark. Tiap lembaga memiliki kepentingan, pengaruh, dan kekuatan. Secara komparatif, lembaga pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata memiliki dominansi dibandingkan lembaga swasta dan komunitas yang ada. Hasil penelitian ini sekaligus menggambarkan kolaborasi multiaktor yang berhasil.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) OLEH DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK DAN KELUARGA BERENCANA (DP3AP2KB) KOTA BATU Nanang Bagus
REFORMASI Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v12i1.3374

Abstract

The purpose of marriage does not always run smoothly, there are times when trials and temptations lead to acts of violence by husband/wife. The purpose of this study is to explain the empowerment of women victims of domestic violence conducted by DP3AP2KB Batu City and the role of women's empowerment in the household economy. The type of research used is descriptive qualitative. The method of determining the research subject is purposive sampling and recommendations. Data collection techniques using participatory observation methods, in-depth interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing/verification. The result showed that women's empowerment was realized through two activities, namely mentoring (socialization, health checks, problem classification, mentoring to monitoring/monitoring) and social welfare efforts (cooking training, make-up/salon and sewing). The role of women's empowerment in the household economy is quite significant. This is evident from the work they live is capable of helping their husbands in meeting the needs of their families. These jobs include making cakes, tailoring and so on.AbstrakTujuan dari pernikahan tidak selamanya berjalan mulus, ada kalanya cobaan dan godaan hingga berujung pada tindak kekerasan yang dilakukan suami/istri. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pemberdayaan perempuan korban KDRT yang dilakukan DP3AP2KB Kota Batu dan peran pemberdayaan perempuan dalam perekonomian rumah tangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode penentuan subyek penelitian yaitu purposive sampling dan rekomendasi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan conclusion drawing/ verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan terwujud melalui dua kegiatan yaitu pendampingan (sosialisasi, pemeriksaan kesehatan, klasifikasi masalah, pendampingan hingga pemantauan/monitoring) dan usaha kesejahteraan sosial (pelatihan tata boga, tata rias/salon dan menjahit). Peran pemberdayaan perempuan dalam perekonomian rumah tangga yaitu cukup signifikan. Hal ini terbukti dari pekerjaan yang mereka jalani mampu menghasilkan membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Pekerjaan tersebut antara lain membuat kue, penjahit dan lain sebagainya.

Page 2 of 2 | Total Record : 15