cover
Contact Name
Kaliandra Saputra Pulungan
Contact Email
kaliandrasaputra5@gmail.com
Phone
+6285295445764
Journal Mail Official
kaliandrasaputra5@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.staituankutambusai.ac.id/index.php/hikmah
Location
Kab. rokan hulu,
Riau
INDONESIA
HIKMAH : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
ISSN : 20858663     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Hikmah : Jurnal Pendidikan agama islam upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan penelitian tentang pendidikan untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, ajaran agama islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar ummat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016)" : 8 Documents clear
KREATIVITAS DALAM PERSEPEKTIF TEORI KEPRIBADIAN SIGMUND FREUD DAN IMPLIKASI DALAM PENDIDIKAN Zulkarnain Zulkarnain
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v5i1.27

Abstract

Sigmund Freud merupakan salah satu tokoh psikoanalisis yang memandang kepribadian manusia kepada pendekatan faktor psikoseksualitas dalam menganalisis kepribadian manusia.  Menurut teori kepribadian Freud, kreativitas merupakan bagian dari kepribadian. Kreativitas menurut Freud merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak menyenangkan atau yang tidak dapat diterima. Meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, namun justru mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama dari kreativitas. Tujuan agar potensi yang dimiliki oleh diri kepribadian seseorang agar terbiasa  mengaktualkan dirinya sendiri dalam hal untuk berkreativitas. Kreativitas dapat dikembangkan dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. teori ini diarahkan kepada dalam dunia pendidikan saat ini sangat tepat. Dimana peserta didik diharapkan tumbuh dan berkembang sesuai dengan bakatnya untuk menuangkan ide-ide kreatif seperti melukis, menulis, musik dan olahraga. Dalam hal ini peserta didik hasilnya menjadi manusia yang cerdas dan kreatif.Kata Kunci : Kreativitas, Kepribadian, Sigmund Frued.
KONSEP TENTANG MASYARAKAT (Ummah, Sya’b, Qawm, dan Qabilah) Raja Lottung Siregar
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v5i1.23

Abstract

Sebagai makhluk sosial, manusia harus berinteraksi dengan manusia lainnya, dan membutuhkan lingkungan sosial. Ia menginginkan adanya lingkungan sosial yang ramah, peduli, santun, saling menjaga dan menyayangi, bantu membantu, taat pada aturan, tertib, disiplin, menghargai hak-hak asasi manusia dan sebagainya. Lingkungan yang demikian itulah yang memungkinkan ia dapat melakukan berbagai aktivitasnya dengan tenang, tanpa terganggu oleh berbagai hal yang dapat merugikan dirinya. Kata ummah dan sya’b kita temukan dalam Qur’an. Ummah adalah persaudaraan universal yang berdasarkan iman, yang merupakan pengganti yang lebih kuat daripada kesetiaan ikatan darah dan kesukuan bangsa Arab.   Pada pengertian ini dinyatakan bahwa wilayah cakupan Ummah sangat luas, jauh melewati batas kesukuan bangsa Arab dan ikatan yang menyatukan Ummah juga lebih kuat daripada yang selama ini dipegang oleh bangsa Arab berupa ikatan darah dan kesukuan, yaitu keimanan. Selanjutnya, kata syu’ub sebagaimana terdapat pada ayat al-Qur’an berarti bangsa, sedangkan qabail lebih khusus lagi dari syu’ub, yaitu suku-suku. Bangsa dan suku termasuk berada dalam masyarakat, atau sebagai unsur dari masyarakat. Kata kunci: Masyarakat, Ummah, Sya’b, Qawm, dan Qabilah
URGENSI METODE DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Solehuddin Harahap
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v5i1.24

Abstract

Metode merupakan hal yang sangat penting bagi peserta didik. Metode pendidikan hampir sepenuhnya tergantung kepada kepentingan peserta didik. Para guru hanya bertindak sebagai motivator, stimulator, fasilitator, ataupun hanya sebagai instruktur. Upaya guru untuk memilih metode yang tepat dalam mendidik peserta didiknya harus disesuaikan dengan tuntutan dan karakteristik peserta didiknya. Ia harus mengusahakan agar pelajaran yang diberikan kepada peserta didiknya mudah diterima. Penggunaan metode dalam suatu mata pelajaran bisa lebih dari satu macam. Metode yang variatif dapat membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Dalam penggunaan sebuah metode harus mempertimbangkan aspek efektivitasnya dan relevansinya dengan materi yang disampaikan. Keberhasilan penggunaan suatu metode merupakan keberhasilan proses pembelajaran yang pada akhirnya berfungsi sebagai diterminasi kualitas pendidikan. Sehingga metode pengajaran haruslah dapat dilakukan dengan tepat dan efektif. Kata Kunci: Metode, Pendidikan Islam
PERBANDINGAN PENDIDIKAN DI NEGARA BRUNEI DARUSSALAM DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA Hasbi Abduh
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v5i1.20

Abstract

Kemajuan suatu Negara tentu diiringi dengan kemajuan dalam dunia pendidikan. Semakin baik kualitas pendidikan maka semakin baik pula kualitas SDM yang dihasilkannya. Sebaliknya, jika saja kualitas pendidikan rendah tentu SDM yang dihasilkan juga rendah. Begitu pentingnya peranan pendidikan dalam memajukan suatu Negara, maka dibutuhkan berbagai cara untuk memajukan pendidikan. Bagi suatu bangsa yang ingin maju, pendidikan harus dipandang sebagai hal yang tidak terpisahkan dengan peranan kemajuan suatu bangsa itu. Tentu pendidikan suatu bangsa memiliki kondisi pendiidkan yang berbeda, baik dalam cakupan sejarah, sistem pendidikan maupun kebijakan. Dua Negara yaitu Kesatuan Republik Indonesia dan Brunei Darussalam sebagai Negara islam selalu mengikuti perkembangan persoalan pendidikan dalam memajukan suatu bangsa. Sejalan dengan hal itu, tentu masing-masing Negara memiliki persamaan dan perbedaan model pendidikan dalam mengembangkan kualitas pendidikan yang semakin baik. Kata Kunci: Pendidikan, Perbandingan Pendidikan
PENDIDIKAN ANTI KORUPSI TINJAUAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Hidayati Hidayati
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v5i1.25

Abstract

Perilaku korupsi dewasa ini memang mewabah dalam semua lapisan. Tidak terkecuali dalam lembaga penegak hukum yang dianggap mampu menegakkan hukum justru ikutserta dalam perilaku korupsi. Upaya pemberantasan korupsi, paling tidak mencakup dua bagian besar, yaitu (1) penindakan, dan (2) pencegahan. Upaya pencegahan tindak pidana korupsi di Indonesia tidak akan pernah berhasil secara optimal jika hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa melibatkan peran serta masyarakat luas dan kalangan akademis dan pesrta didik. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika lembaga pendidikan, peserta didik dan mahasiswa sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat yang merupakan pewaris masa depan bangsa diharapkan dapat terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Keterlibatan peserta didik dan mahasiswa dalam upaya pemberantasan korupsi tentu tidak pada upaya penindakan yang merupakan kewenangan institusi penegak hukum melainkan dalam batasan pencegahan melalui kegiatan pengetahuan pendidikan anti korupsi. Internalisasi nilai-nilai anti korupsi dalam kurikulum pendidikan islam diharapkan menjadi bagian keikutsertaan masyarakat dalam memberantas korupsi. Dengan demikian, peran penting pendidikan sebagai salah satu bagian dari wacana pemberantasan korupsi secara holistik adalah merumuskan model-model  pendidikan anti korupsi yang sesuai bagi masing-masing jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga ke perguruan tinggi yang diharapkan mampu menghasilkan pencegahan perbuatan korupsi di Indonesia. Kata Kunci: Korupsi, Kurikulum Pendidikan
FAZLUR RAHMAN; PENDIDIKAN ISLAM DAN RELEVANSINYA DENGAN DUNIA MODERN Bashori Bashori
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v5i1.21

Abstract

Pemahaman pendidikan islam terkadang terasa sangat bimbang jika disandingkan dengan dunia modern meskipun aggapan itu tidak benar adanya. Kurangnya pemahaman secara komprehenship menjadikan sebagain orang beranggapan islam hanya sebatas pengetahuan agama yang terasa defensive belaka, sehingga mengakibatkan islam seakan-akan terasa kurang mendunia. Salah satu tokoh intelektual muslim yang berpengaruh mendobrak persoalan itu adalah Fazlur rahman. Ia memberikan paradigma baru dalam memberikan solusi persoalan pendidikan islam. Terobosan baru dengan memaknai al-Qur’an dalam konteksnya dan memproyeksikannya kepada situasi sekarang menjadi kunci utama dalam melihat fenomena aktualisasi nilai-nilai islam yang kekinian dengan tidak meninggalkan nilai sosial-historinya di masa yang lampau. Dengan demikian, revitalisasi pemikiran islam kekinian menjadi solusi utama dalam mengintegrasikan keilmuan umum (science) dan agama (religious). Kata Kunci: Pendidikan Islam, Modern
PENDIDIKAN KARAKTER DIBENTUK DARI FITRAH MANUSIA Lutfiyani Lutfiyani
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v5i1.26

Abstract

Artikel ini akan membahas pendidikan karakter dari pemahaman hadis Nabi. Manusia dalam Islam digambarkan sebagai makhluk dengan segala karakter. Manusia memiliki sifat ilahiah dalam dirinya, disamping juga sifat watak binatang. Pendidikan karakter sangat penting untuk menghasilkan generasi yang unggul dan berkualitas. Maraknya kerusuhan pelajar di sejumlah daerah di Indonesia sangat memprihatinkan. Kerusuhan-kerusuhan yang terjadi mendorong setiap orang berpikir tentang pentingnya pendidikan karakter. Karakter pada anak harus dibentuk sejak dini. Agar mereka tumbuh sebagai manusia yang memiliki pemahaman agama yang luas, mendalam dan memiliki karakter yang Islami. Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Akhlak, Fitrah,
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA GURU DITINJAU DARI PERSPEKTIF AGAMA ISLAM Hardianto Hardianto
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v5i1.22

Abstract

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam mencapai tujuan sekolah tersebut guru dituntut memiliki motivasi kerja yang tinggi. Motivasi guru dapat dipengaruhi oleh kepala sekolah. Gaya kepemimpinan kepala sekolah akan sangat mempengaruhi motivasi guru dalam bekerja. Terdapat beberapa gaya kepemimpinan kepala sekolah, diantaranya gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan laissez fire dan gaya kepemimpinan otoriter. Gaya kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dalam memotivasi guru untuk bekerja mesti memperhatikan situasi yang ada. Langkah-langkah kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kerja para guru, antara lain dengan adanya rasa hormat, adanya informasi yang cukup, perilaku, hukuman, perintah dan perasaan. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Kepala sekolah, Motivasi kerja

Page 1 of 1 | Total Record : 8