cover
Contact Name
Ridwan Idris
Contact Email
ridwan.idris@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285242069036
Journal Mail Official
jurnal.idaarah@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan
ISSN : 25974661     EISSN : 26219476     DOI : 10.24252/idaarah
Islamic Education Management, leadership, school management, knowledge management which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of Education, philosophy, history, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2021): DECEMBER" : 15 Documents clear
ANALISIS INDIKATOR KEPEMIMPINAN TEKNOLOGI KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PEMIMPIN IMPLEMENTASI TEKNOLOGI ABAD 21 Dasmo Dasmo; Didik Notosudjono; Oding Sunardi; Hikmah Binoardi
Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/idaarah.v5i2.24095

Abstract

Abstract: Analysis of Principal Technology Leadership Indicators as Leaders of 21st Century Technology Implementation21st century principals must be leaders in technology implementation by using technology as the primary tool for transforming teaching and learning. Through technological leadership, principals can utilize the talents and potential of teachers to produce superior pedagogical methods based on information and communication technology (ICT). This study aims to describe technological leadership and the indicators that mark the principal's technological leadership style as a leadership style that must be developed in the 21st century. The study was conducted using the literature study method, where information was obtained from journals, literature books, research reports, mass media, and written sources, both printed and electronic. Based on the results of the study obtained 7 indicators to measure the principal's technological leadership, namely: (1) vision, planning, and management; (2) interpersonal and communication skills; (3) teacher development and training; (4) technology and infrastructure support; (5) excellence in professional practice; (6) digital learning and teaching culture; (7) digital citizenship; and (8) evaluation and assessment. Strengthening the principal's technological leadership is expected to optimize the innovative behavior of teachers which can improve the quality of education. Abstrak: Analisis Indikator Kepemimpinan Teknologi Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Implementasi Teknologi Abad 21Kepala sekolah abad 21 harus menjadi pemimpin implementasi teknologi dengan menggunakan teknologi sebagai alat utama untuk mengubah pengajaran dan pembelajaran. Melalui kepemimpinan teknologi, kepala sekolah dapat memanfaatkan bakat dan potensi guru untuk menghasilkan metode pedagogis yang unggul berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan teknologi dan indikator-indikator yang menandai gaya kepemimpinan teknologi kepala sekolah sebagai gaya kepemimpinan yang harus dikembangkan pada abad 21. Penelitian dilakukan menggunakan metode studi kepustakaan, dimana informasi diperoleh dari jurnal, buku literatur, laporan penelitian, media masa, dan sumber-sumber tertulis baik cetak maupun elektronik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 7 indikator untuk mengukur kepemimpinan teknologi kepala sekolah yaitu: (1) visi, perencanaan, dan manajemen; (2) keterampilan interpersonal dan komunikasi; (3) pengembangan dan pelatihan guru; (4) dukungan teknologi dan infrastruktur; (5) keunggulan dalam praktik professional; (6) budaya belajar dan mengajar digital; (7) digital citizenship; dan (8) evaluasi dan penilaian. Penguatan kepemimpinan teknologi kepala sekolah diharapkan dapat mengoptimalkan perilaku inovatif guru yang dapat meningkatkan mutu pendidikan.
EDUCATIONAL MARKETING INFORMATION SYSTEMS AT ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS Tio Ari Laksono; Sulistyorini Sulistyorini
Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/idaarah.v5i2.24130

Abstract

Abstract: Educational Marketing Information Systems at Islamic Educational InstitutionsDelays in presenting educational marketing information will cause information not to reach customers quickly and accurately. Marketing educational services is a strategy to improve the quality of education which is the most important element for the quality and progress of the level of education in an educational institution. Marketing is done so that the public knows the advantages and programs owned by the madrasa. Customer satisfaction with educational institutions is identical to customer satisfaction regarding the services provided. This type of research is library research with a qualitative approach. The research process is descriptive analysis, namely by collecting data, compiling, clarifying, and analyzing. Marketing activities can be carried out with various channels or several media, with the hope that there will be three stages of change, namely: changes in knowledge, changes in attitudes, and changes in desired actions. Educational institutions must be able to create community-oriented educational service programs that adapt to the needs of madrasas. Educational institutions must strive to create a positive image in the eyes of the community so that people can make decisions for their sons and daughters to choose the madrasa.  Abstrak: Sistem Informasi Pemasaran Pendidikan pada Lembaga Pendidikan IslamKeterlambatan dalam menyajikan informasi pemasaran pendidikan akan menyebabkan informasi tidak sampai kepada pelanggan dengan cepat dan tepat. Pemasaran jasa pendidikan merupakan strategi peningkatan mutu pendidikan yang merupakan elemen terpenting bagi kualitas serta kemajuan taraf pendidikan pada suatu lembaga pendidikan. Pemasaran dilakukan agar masyarakat mengetahui keunggulan dan program-program yang dimiliki oleh madrasah. Kepuasan pelanggan terhadap lembaga pendidikan identik dengan kepuasan pelanggan mengenai pelayanan yang diberikan. jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Pada proses penelitiannya bersifat analisis deskriptif, yaitu dengan cara mengumpulkan data, menyusun, mengklarifikasikan, dan menganalisis. Kegiatan pemasaran dapat dilakukan dengan berbagai saluran atau sejumlah media, dengan harapan terjadinya tiga tahapan perubahan, yaitu: perubahan pengetahuan, perubahan sikap dan perubahan tindakan yang dikehendaki. lembaga pendidikan harus dapat membuat program-program layanan pendidikan yang berorientasi kepada masyarakat yang menyesuaikan dengan kebutuhan madrasah. Lembaga pendidikan harus berusaha untuk menciptakan citra yang positif dimata masyarakat sehingga masyarakat dapat membuat keputusan untuk putra dan putrinya agar memilih madrasah tersebut.
PENGUATAN LIFE SKILLS PESERTA DIDIK DENGAN PENDEKATAN EKONOMI KREATIF Yes Matheos Lasarus Malaikosa
Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/idaarah.v5i2.24215

Abstract

Abstract: Strengthening Life Skills Learners with a Creative Economic Approach: Case Studies in VocationalThe impact of the ASEAN economic community on the development of industry 4.0 is increasingly massive, the education system requires a new breakthrough to respond to the development of industry 4.0. The Indonesian government continues to make changes and developments in the field of education to prepare students to become human beings who are knowledge able, capable, creative, independent, and responsible. Vocational education aims to prepare graduates to be ready to work and innovate. The main purpose of this study is to determine the content of the creative economy in shaping the life skills of students. This research uses a qualitative case study design approach, to understand the meaning of events and interactions involving school principals, teachers, students, school staff, as well as the business world and industry, so that researchers can understand concepts and strategies related to SMK management. Based on the results of the study, it was concluded that the content of the creative economy is one of the creative approaches that need to be integrated into the curriculum and learning to build honest, responsible, confident, tenacious, disciplined, and highly competitive attitudes for students, teachers always use various methods and approaches are compiled in the curriculum and can be integrated in the learning process. The formation of life skills as a provision of skills to face and solve the difficulties of life and life, actively and creatively seek and find solutions to overcome problems. Abstrak: Penguatan Life Skills Peserta Didik dengan Pendekatan Ekonomi Kreatif: Studi Kasus di SMKDampak masyarakat ekonomi ASEAN terhadap perkembangan industri 4.0 semakin masif, sistem pendidikan membutuhkan gebrakan baru untuk merespon perkembangan industri 4.0. Pemerintah indonesia terus melakukan perubahan dan pengembangan di bidang pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia yang berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Pendidikan kejuruan bertujuan untuk mempersiapkan lulusan untuk siap bekerja dan berinovasi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui muatan ekonomi kreatif dalam membentuk life skills peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif rancangan studi kasus, untuk memahami makna peristiwa serta interaksi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, peserta didik, staf sekolah, serta dunia usaha dan dunia industri, sehingga peneliti dapat memahami konsep serta strategi berkaitan pengelolaan SMK. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa muatan ekonomi kreatif merupakan salah satu pendekatan kreatif yang perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum dan pembelajaran untuk membangun sikap jujur, bertanggung jawab, percaya diri, ulet, disiplin, dan memiliki daya saing yang tinggi bagi peserta didik. Guru selalu menggunakan berbagai metode dan pendekatan yang disusun dalam kurikulum dan dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran. Pembentukan keterampilan life skills sebagai bekal keterampilan untuk menghadapi dan memecahkan kesulitan hidup dan kehidupan, secara aktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan.
ISLAMIC EDUCATION DISCOURSE TO FORM STUDENT MORALS AT MADRASA Firman Mansir
Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/idaarah.v5i2.24270

Abstract

Abstract: Islamic Education Discourse to Form Student Morals at MadrasaThe development of modern technology has an impact on the learning process in madrasa. So, there are many new obstacles that must be turned into excellent opportunities, to be taken into a positive as well as possible. Especially in the development of strong and tough student morals. This study describes Islamic Education (PAI) as part of aqeedah morals learning which is able to shape students' morals and provide convenience in understanding the material provided by PAI teachers in madrasah. The development of modern technology has an impact on the learning process in madrasa so that many new obstacles must be turned into excellent opportunities to be taken into a positive as well as possible, especially in the development of solid and robust student morals. This type of research is qualitative. The data analysis technique uses an in-depth analysis of the literature according to the source of the data obtained. Meanwhile, the approach used is a pedagogic approach, in order to know the process of forming students' morals through Islamic Religious Education, by looking at the learning outcomes of aqeedah morals. The result is that students have good morals in their interactions with each other in madrasa. Thus, learning Islamic Religious Education is expected to be able to shape students' morals with various materials that are loaded with moral values in accordance with the learning objectives.   Abstrak: Wacana Pendidikan Islam untuk Membentuk Akhlak Siswa di MadrasahPerkembangan teknologi modern yang terjadi berdampak pada proses pembelajaran di madrasah, sehingga hal ini banyaknya rintangan baru yang harus diubah menjadi peluang yang sangat baik untuk diambil menjadi sebuah positif dengan sebaik-baiknya, khususnya dalam sebuah pengembangan akhlak siswa yang kuat dan tangguh. Penelitian ini bertujuan menjelaskan tentang Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai bagian dari pembelajaran Akidah Akhlak yang mampu membentuk akhlak siswa dan memberikan kemudahan dalam memahami materi yang diberikan oleh guru PAI di madrasah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis literatur secara mendalam sesuai dengan sumber data yang diperoleh. Sementara itu pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan pedagogik, dalam rangka mengetahui proses pembentukan akhlak siswa melalui Pendidikan Agama Islam, dengan melihat hasil pembelajaran Akidah Akhlak. Hasilnya adalah peserta didik memiliki akhlak yang baik dalam interaksinya antar sesama di madrasah. Dengan demikian, pembelajaran Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu membentuk akhlak siswa dengan berbagai materi yang sarat dengan nilai-nilai moral yang sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut.
IMPLEMENTASI KURIKULUM SEKOLAH ALAM DALAM PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH ALAM AL KARIM LAMPUNG Marilin Kristina; Ruly Nadian Sari; Dwi Puastuti
Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/idaarah.v5i2.24376

Abstract

Abstract: Implementation of The Natural School Curriculum in The Formation of Character Education for Students at The Al Karim Natural School in LampungThe purpose of this study was to describe the implementation of the natural school curriculum in the formation of student character education at the Al Karim Alam School, Lampung. This research is included in field research and the type of research used is qualitative research. The presentation of the data in this study uses descriptive data presentation with the method of interview, observation and documentation. The results obtained in this study are that the Al Karim Lampung natural school has four additional curriculum models besides the K13 curriculum, namely the Islamic Morals Curriculum, Science Logic Curriculum, Leadership Curriculum, and Entrepreneurship Curriculum. These four curricula are then revealed into various learning methods that can shape the character of students, especially religious and independent characters as outlined through the learning process carried out. Abstrak: Implementasi Kurikulum Sekolah Alam dalam Pembentukan Pendidikan Karakter Peserta Didik di Sekolah Alam Al Karim LampungTujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi kurikulum sekolah alam dalam pembentukan pendidikan karakter siswa di Sekolah Alam Al Karim Lampung. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan atau field research dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Adapun penyajian data dalam penelitian ini menggunakan penyajian data deskriptif dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil perolehan dalam penelitian ini adalah Sekolah Alam Al Karim Lampung memiliki empat model kurikulum tambahan selain kurikulum K13 yaitu Kurikulum Akhlak Islamika, Kurikulum Logika Sains, Kurikulum Leadership, dan Kurikulum Entrepreneurship. Keempat kurikulum ini kemudian diturunkan ke dalam berbagai metode pembelajaran yang dapat membentuk karakter peserta didik khususnya karakter religius dan mandiri yang dituangkan melalui proses pembelajaran yang dilakukan.

Page 2 of 2 | Total Record : 15