cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
EKSISTENSI TARI OPAK ABANG SEBAGAI TARI DAERAH KABUPTEN KENDAL
Jurnal Seni Tari Vol 1 No 1 (2012): Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v1i1.1805

Abstract

Kehadiran Opak Abang tari di Kendal sebagai tarian tradisional yang besar adalah tetap di kabupaten, terutama untuk harian tampil di ulang tahun Kabupaten Kendal ini, di tengah-tengah melakukan seperti pita, di daerah Tirta Arum Kendal keluarga yang berkembang di dunia era, teknologi dan telekomunikasi. Berdasarkan keuntungan dan kerugian dari Opak Abang tarian "Langen Sri Budaya Bumi", yang dilatarbelakangi penelitian adalah (1) Rendahnya pengetahuan masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Kendal, (2) bagian unic dari Opak Abang tari dilakukan sebagai pembukaan "ketoprak" sebagai bagian dari Opak Abang tari, sehingga keduanya harus menginformasikan kepada masyarakat untuk diketahui semua tentang Opak Abang keberadaan tari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan emic atau fenomic, hasil data data deskriptif. Pengumpulan data teknik yang digunakan adalah: observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian mereka adalah informasi yang memiliki hubungan dengan Opak Abang tari, maka data dianalisis dengan reduksi, klasifikasi, interpretasi, deskripsi dan yang terakhir adalah kesimpulan. Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa keberadaan Opak Abang tari di Kabupaten Kendal dapat melihat setiap festival seperti ulang tahun Kabupaten Kendal di Kabupaten kendal dan parade seperti Pusat Jawa parade di kota Semarang. Keberadaan Opak Abang tari juga dapat melihat di kolaborasi tampil dengan seni lain seperti Barongan seni dan tari Kendal Beribadat untuk membuatnya menarik di depan penonton. Unsur-unsur yang mendukung keberadaan tari Opak Abang adalah (1) kelompok tari Opak Abang yang bisa membayar pemain sebaik mungkin, (2) pemain benar-benar serius untuk melakukan ini,, (3) ada dukungan dari pembangunan Kabupaten Kendal, (4) hal masyarakat dengan memberikan fasilitas seperti tempat, (5) melakukan dari "ketoprak" lebih lengkap karena dekorasi. Unsur-unsur yang menjadi masalah bagi keberadaan Opak Abang tari (1) rendah untuk publikasi, (2) persaingan dengan performa modern seperti pita dan daerah Tirta Arum Kendal keluarga. Saran dari peneliti adalah untuk pengelolaan Opak Abang tari untuk selalu mempublikasikan tentang tarian ini setiap saat dan di mana-mana, misalnya dari radio, televisi, majalah, dll Cara lain adalah melakukan regeneritation dengan pilihan, ini berguna untuk menjaga keberadaan Opak Abang tari.   Abstract ___________________________________________________________________ The present of Opak Abang dance in Kendal as the great traditional dance is stay on at the regency, especially for the daily performing in Kendal regency’s birthday, in the middle of performs like band, in the Tirta Arum Kendal family’s area that developing in the global era, technology and telecommunication. Based on the advantages and disadvantages of Opak Abang dance “Langen Sri Budaya Bumi”, that backgrounded the research are (1) low knowledge of society especially the society of Kendal regency, (2) the unic part of Opak Abang dance was performed as the opening of “ketoprak” as the part from Opak Abang dance, so both of them must inform to society to known all about the Opak Abang dance existence. This research is using qualitative method with emic approach or fenomic, the data result is descriptive data. Collecting data technics that used are : observation, interview and documentation. The data that collected in their research is information that have relationship with Opak Abang dance, then the data analized by reduction, classification, interpretation, description and the last is conclusion. The result of this research inform that the existence of Opak Abang dance in Kendal regency can be looking at every festival like Kendal regency’s birthday in kendal regency and parade like the Center of Java parade in Semarang city. Existence of Opak Abang dance also can be seeing at the collaboration perform with the others art like Barongan art and Kendal Beribadat dance for make it interesting in front of audience. The elements that support existence of Opak Abang dance are (1) the group of Opak Abang dance who can  pay the player as even as possible, (2) the player was really seriously for this perform, (3) there is support from the development of Kendal  regency, (4) the society respects by gives facilities like the place, (5) the performing of “ketoprak” was more complete because of the decoration. The elements that being a trouble for the existence Opak Abang dance are (1) low for the publication, (2) competition with modern performing like band and Tirta Arum Kendal family’s area. The suggestion from the researcher is for management of Opak Abang dance to always publish about this dance everytime and everywhere, example from the radio, television, magazine, etc. Another way is do a regeneritation by a selection, it’s useful to keep the existence of Opak Abang dance.
BENTUK PERTUNJUKAN KESENIAN JAMILIN DI DESA JATIMULYA KECAMATAN SURADADI KABUPATEN TEGAL
Jurnal Seni Tari Vol 1 No 1 (2012): Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v1i1.1806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: Bentuk dan Urutan Pertunjukan Kesenian Jamilin di Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan fokus penelitian Bentuk Pertunjukan Kesenian Jamilin di Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara mereduksi data, mengelompokan data dan menyimpulkan semua informasi secara benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan kesenian Jamilin di Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal meliputi pelaku, gerak, iringan, tata rias dan tata busana, tata pentas, tata suara, tata lampu dan properti serta urutan penyajian pertunjukan kesenian Jamilin yang dimulai dari orgen tunggal lagu Tegalan untuk menarik perhatian dan mengajak orang-orang berkumpul agar dapat menyaksikan pertunjukan inti dari kesenian Jamilin, kemudian tari Jamilin, lawak, permainan akrobat dan sulap.   Abstract ___________________________________________________________________ This study aims to identify and describe: Form and Order Jamilin Performing Arts in the Village District Jatimulya Suradadi Tegal regency. This study uses a qualitative descriptive approach, with a focus on form Jamilin Performing Arts in the Village District Jatimulya Suradadi Tegal regency. Data collection techniques used observation, interview and documentation. Data analysis techniques by reducing the data, classify data and infer all the information correctly. The results showed that the form of the performing arts in the Village Jatimulya Jamilin Suradadi Tegal district includes actors, movement, accompaniment, makeup and fashion, grammar stage, sound, lighting and property as well as the order of presentation of the performing arts Jamilin that starts from a single organ song moor to attract attention and encourage people to watch the show in order to gather the essence of art Jamilin, then Jamilin dance, comedy, acrobatics and magic game.
MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN SENI TARI
Jurnal Seni Tari Vol 1 No 1 (2012): Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v1i1.1807

Abstract

Model pembelajaran interaktif adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Damyati dan Mudjiono, 2009: 27). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui: (1) Pelaksanaan pembelajaran seni tari di SMP N 5 Magelang, (2)  Faktor penghambat dan pendukung yang dihadapi dalam model pembelajaran Interaktif Kelompok pada Mata Pelajaran Seni Tari di SMP N 5 Magelang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan fokus penelitian pelaksanaan model pembelajaran Interaktif Kelompok pada mata pelajaran seni tari di SMP N 5 Magelang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara mereduksi, penyajian data dan menyimpulkan semua informasi secara benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tari dimulai dengan pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Hasil pembelajaran dapat dilihat dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembelajaran Interaktif kelompok mempunyai faktor penghambat dan pendukung. Saran dalam penelitian ini yaitu motivasi siswa dalam pembelajaran Seni Tari lebih ditingkatkan supaya siswa putra tidak ada lagi yang beranggapakan menari hanya untuk siswa putri, dan pembelajarn lainnya di SMP N 5 Magelang sebaiknya menggunakan model pembelajaran interaktif kelompok.   Abstract ___________________________________________________________________ Interctive learning model is a progrmed teacher activity which is instructionally designed to make students learn actively, emphasizing on the leraning source providing. This research is aimed to describe and to know: (1) the implementation of teaching and learning process of dance lesson in Magelang State Junior High School 5, (2) inhibiting and supporting factor of interactive group learning model of dance lesson in Magelang State Junior High School 5. This research used descriptive qualitative approach, and focus of this research is on the implementation of interactive group learning model of dance lesson in Magelang State Junior High School 5. The writer used some data collecting techniques, they are observation, interview and documentation. The data was analyzed by reduced, data presentation and summarized the information correctly. The result showed that dance learning was begun by introduction, main activity and closing.  The result of teaching and learning process can be seen from the cognitive, affective and psychomotor aspect. Interactive Group learning model has inhibiting and supporting factors. The suggestion of this research are the students’s motivations in learning dancing must be inc reased so that there is no male students who argue that dancing is for female students only, and using the group interactive learning in other earning processs in Magelang State Junior High School 5 may be increased.
BENTUK PELARUNGAN SESAJI DALAM UPACARA BARITAN DI DESA ASEMDOYONG KECAMATAN TAMAN KABUPATEN PEMALANG
Jurnal Seni Tari Vol 1 No 1 (2012): Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v1i1.1808

Abstract

Pelarungan Sesaji dalam Upacara Baritan, merupakan salah satu bentuk upacara tradisi di Desa Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Permasalahan penelitian ini yaitu: bagaimana bentuk Pelarungan Sesaji dalam upacara Baritan, serta faktor-faktor yang mendorong dan menghambat masyarakat melakukan Pelarungan Sesaji dalam upacara Baritan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dan pendekatan penelitian menggunakan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bentuk Pelarungan Sesaji dalam upacara Baritan meliputi: pembuatan ancak/jolen, arak sesaji, pengundian kapal, pelarungan sesaji, pertunjukan wayang kulit. Pelarungan Sesaji mempunyai makna simbolik, serta  faktor-faktor pendorong dan penghambat. Saran dalam penelitian ini yaitu masyarakat Desa Asemdoyong harus tetap menyelenggarakan upacara Baritan sebagai upaya pelestarian tradisi   Abstract ___________________________________________________________________ Pelarungan baritan offerings in the ceremony, is a form of traditional ceremonies in the Village District Park Asemdoyong Pemalang. The problems of this study are: how to shape Pelarungan baritan offerings in the ceremony, and the factors that drive and inhibit the conduct Pelarungan baritan offerings in the ceremony. Research methods and approaches using qualitative methods of research using a phenomenological approach. Data collection techniques using observation techniques, interview techniques and engineering documentation. Validity of data using triangulation techniques. Analysis of data using data reduction, data presentation and conclusion. The results form the ceremony baritan Pelarungan offerings include: manufacturing of rack / Jolen, wine offerings, drawing board, pelarungan offerings, puppet show. Pelarungan offerings have symbolic meaning, as well as the factors driving and inhibiting. Suggestions in this research that the village should still hold ceremonies Asemdoyong baritan as conservation tradition.
BENTUK PENYAJIAN TARI LEDHEK BARANGAN DI KABUPATEN BLORA
Jurnal Seni Tari Vol 1 No 1 (2012): Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v1i1.1809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: bentuk penyajian Tari LedhekBarangan di Kabupaten Blora.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Proses pengambilan data meliputi teknik observasi, teknik dokumentasi, dan teknik wawancara. Teknik keabsahan data yang digunakan  peneliti ialah  menggunakan teknik triangulasi. Dalam menganalisis data penelitian, peneliti menggunakan tiga tahap  analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian mengenai bentuk penyajian Tari Ledhek Barangan di Kabupaten Blora yaitu tari kreasi baru yang penciptaannya terinspirasi dari Tayub dan beberapa kesenian Blora diantaranya adalah tari Sukoreno, Barongan serta kesenian Ledhek Barangan. Tari Ledhek Barangan memiliki unsur dialog, drama, ibingan, serta tembang. Iringan yang menggunakan iringan yang sudah ada, diantaraya adalah ketek peper, gambyongan, blandong, orek-orek, arum manis dsb. Iringan tersebut di gabungkan menjadi satu iringan yang selaras.  Rias wajah penari menggunakan rias wajah corrective, busana untuk penari putri menggunakan kain jarik dan kemben, serta properti berupa sampur, sedangkan penari putra mengunakan celana, kain jarik dibuat supit urang, baju rompi, serta iket kepala/ udeng. Tempat pentas penyajian Tari Ledhek Barangan di Kabupaten Blora tidak mempunyai kriteria khusus, melainkan segala jenis bentuk panggung dapat digunakan.   Abstract ___________________________________________________________________ Study aims to identify and describe: Dance forms of presentation Ledhek Barangan Blora district. This study used qualitative research methods. The process of data collection include observation techniques, technical documentation, and interview techniques. Validity of the data used technique is to use a technique researchers triangulation method that checks degree of confidence in multiple data sources with the same method. In analyzing the study data, the researchers used three stages of data analysis is data reduction, data presentation and conclusion / verification. Based on the results of research on the presentation of dance forms Ledhek Barangan Blora District, it can be summed up as follows Ledhek Barangan Dance is the creation of new dance creations inspired some art that has existed in the district include Tayub Blora, Sukoreno dance, Barongan, and art Ledhek barangan. Which has an element of dialogue, drama, ibingan, and song. Makeup dancers use corrective makeup, fashion for women dancers jarik cloth and a kemben, and properties such as sampur, while men use panties dancer, jarik fabric made ??supit urang, armor vest, and iket kepala / Udeng. Place of presenting dance performances Ledhek barangan Blora district has no specific criteria, but all types of forms can be used onstage.
PROSES PEMBELAJARAN MAHASISWA SENI TARI PADA SISWA KELAS VIII SMP DALAM MATA KULIAH TARI PENDIDIKAN DI FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Jurnal Seni Tari Vol 1 No 1 (2012): Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v1i1.1811

Abstract

Dancing kuliah adalah kuliah yang memberikan piactise dan knowleage kepada mahasiswa menari untuk dapat menciptakan bentuk tarian yang berkaitan dengan tingkat VIII berdasarkan kurikulum. Pada kuliah menari, thereusion adalah whichis proses pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa dengan siswa SMP. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. The teehnique pengumpulan data adalah reduksi data, pemeriksaan data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses belajar menari mahasiswa pada murid kelas VIII SMP dalam kuliah menari dilakukan dengan menari mahasiswa di semester ketiga. Pertama siswa mengikuti bimbingan tema, gerakan dan musik dalam proses belajar menari. Hasil proses pembelajaran untuk murid kelas VIII SMP dapat dilihat pada kognitif, aspek afektif dan psichomotoric..   Abstract ___________________________________________________________________ Dancing lecture is a lecture that gives piactise and knowleage to the university students of dancing to be able to create the form of dancing relating with the level of VIII based on curriculum. At the dancing lecture, thereusion is a learning process whichis done by the university student with the students of junior high school. Qualitative approachment is used in this research. The teehnique of data collection is data reduction, data examination, and conclusion or verification. The result of the research shows that learning process of dancing university students at the pupils of grade VIII of Junior High School in lecture of dancing is done by dancing university student in the third semester. First the student follows the guidence of theme, gesture and music in learning process of dancing. The result of learning process for the pupils of grade VIII of Junior High School can be seen in cognitive, affective and psichomotoric aspects.
NILAI-NILAI ISLAMI DALAM PERTUNJUKAN TARI SUFI PADA GRUP “ KESENIAN SUFI MULTIKULTUR” KOTA PEKALONGAN
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i1.3969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis bentuk pertunjukan dan nilai-nilai Islami dalam pertunjukan tari sufi pada grup Kesenian Sufi Multikultur Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif , dengan fokus penelitian nilai-nilai islami dalam pertunjukan tari sufi pada grup Kesenian Sufi Multikultur Kota Pekalongan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara mereduksi, penyajian data dan menyimpulkan semua informasi secara benar. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai islami tari sufi dapat dilihat melalui aspek visual dan aspek auditif. Aspek visual meliputi gerak, tata rias, tata busana, properti, dan tempat pertunjukan. Sedangkan aspek auditif terdiri dari instrumen musik dan syair. Dari aspek-aspek tersebut mempunyai makna filosofi dan mengandung nilai-nilai Islami bagi pelakunya dan bagi masyarakat pendukungnya. The aim of this research is to know, describe, and analyze the performance and islamic  values is sufi dance performance a case of sufi multicultural art group in Pekalongan city. The research usingqualitative method with focuses on islamic values in sufi dance performance a case ofsufi multicultural aet group in Pekalongan city. The submitted of data technique is using observation and documentation. Analize the technique data with reduce, serve data and summary all off the information correctly. The result of the research showed that the islamicvalues of sufi dance can be seen in visual and auditive aspect. Visual aspect are movement, make up dress up, property and the performance’s place. While auditive aspects consist of music instrument and poem. From that aspect have philosophiesmeaning and islamic values for the actors and for the citiez that support it.
REKONSTRUKSI TARI KUNTULAN SEBAGAI SALAH SATU IDENTITAS KESENIAN KABUPATEN TEGAL
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i1.4053

Abstract

Tari Kuntulan mengalami perubahan dikarenakan tuntutan jaman yang semakin maju dan dibutuhkannya suatu penyajian baru sesuai dengan selera di Kabupaten Tegal. Menganalisis secara rinci koreografi dan perkembangan Tari Kuntul Tegalan, maka terdapat berbagai hal yang perlu dikaji berkaitan dengan proses penciptaannya, mulai dari latar belakang penciptaan, proses garap dan elemen-elemen gerak secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tegal. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan langkah-langkah dalam analisis data yaitu pendeskripsian dan pengenalan komponen-komponen, memahami hubungan antara komponen, menginterpretasi dan melakukan evaluasi. Proses rekonstruksi meliputi eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Aspek-aspek komposisi yang meliputi gerak, ruang dan waktu. Hasil rekonstruksi Tari Kuntul Tegalan ialah perkembangan kualitatif dan kuantitatif yaitu menghasilkan tari kreasi baru yang berpijak pada tradisi dan gerak yang dihasilkan lincah, dinamis dan menarik perhatian masyarakat. Hal tersebut dinamakan perkembangan difusi untuk penyebaran pementasan Tari Kuntulan, dari kelompok guru melalui pelatihan Tari Kuntul Tegalan ke anak didik. Sedangkan perkembangan evolusi pergeseran fungsi dari tari tradisional menjadi tari kreasi baru. Maka dari itu Tari Kuntul Tegalan dapat dikenal oleh masyarakat Tegal sebagai salah satu identitas kesenian Kabupaten Tegal. The Kuntulan Dance experience changes due to the demands of more advanced age and the need for a new presentation in accordance with the tastes in Tegal regency. Analyzing the detail choreography and the development of this dance, there are various things that need to be studied related to the process of creation, which begins with the creation of the background, the process of work and the elements of overall motion. This study used a qualitative approach. Location of research in the Department of Tourism and Culture of Tegal. Data collection techniques used in the study were observation, interview and documentation. While the steps in the data analysis, namely the description and the introduction of components, understanding the relationships between components, interpret and evaluate. The reconstruction process includes exploration, improvisation and composition. Aspects of composition that includes motion, space and time. Heron Dance moor reconstruction results are qualitative and quantitative developments that resulted in the creation of a new dance that is grounded in tradition and the resulting motion agile, dynamic and attract public attention. It is called the development of diffusion for staging deployment Kuntulan Dance, from a group of teachers through training Heron Dance moor to students. While the evolution of traditional dance function shift into a new dance creations. Therefore Dance moor egrets can be recognized by the public as one of Tegal Tegal artistic identity.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN KREASI TARI DI KELAS 8H SMP NEGERI 1 TAMAN MELALUI METODE DRILL
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i1.4057

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi peserta didik yang belum mampu memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran Seni Tari pada kompetensi dasar mengekspresikan jenis tari daerah setempat. Permasalahan disini adalah bagaimana metode Drill dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran kreativitas tari  di kelas 8 H SMP Negeri 1 Taman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Penelitian Tindakan Kelas” (classroom action research), karena itu maka pengambilan data dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pra siklus/ kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Dengan menggunakan metode Drill maka kegiatannya dimualai dengan : perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengumpulan data (observation), menganalisi data untuk mengetahui sejauh mana kelebihan dan kelemahan tindakan tersebut (refleksi). Hasil penelitian hasil belajar seni tari kompetensi dasar mengekspresikan jenis tari daerah setempat di kelas 8H SMP Negeri 1 Taman.. Hasil penelitian observasi peserta didik dalam proses pembelajaran tidak tegang, tidak takut, dan lebih percaya diri, serta bisa menerima siapapun yang menjadi kelompok kerja/tim, interpersonalnya meningkat, aktif dan bisa bekerja sama, toleransi sehingga tepat waktu dalam mengerjakan tugas. This research is motivated learners who have not been able to meet the completeness criteria Minimal ( KKM ) for Dance subjects on the basis of competence to express the type of local dance Based on the above issues : Is the Drill method can improve the learning outcomes of students in learning dance in 8th grade Junior High School 1 H Park.The method used in this study were used in this study is a " Research Class Action " (classroom action research) , because it was then the data collection is done in several stages of pre cycle / initial conditions , the first cycle and second cycle . By using the Drill dimualai activities with : planning ( planning) , execution ( action ) , data collection ( observation) , analyzed the data to determine the extent of the pros and cons of the action (reflection) .The results of the study results to learn the art of dance to express the type of basic competency in the local dance class 8H 1 Park Junior High School .  . The results of observational studies of learners in the learning process is not tense , not fear , and more confident , and could not accept anyone into working groups / teams , increased interpersonal , active and able to work together , so that the tolerances on time in doing the task.
Evaluasi Pembelajaran seni Tari Pada Siswa SMP Negeri 1 Wiradesa Kabupaten Pekalongan Tahun Ajaran 2013/2014
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i1.4061

Abstract

Evaluasi Pembelajaran Seni Tari adalah sebagai upaya mengetahui pemahaman siswa dari materi pembelajaran yang diberikan oleh guru seni tari dalam proses nilai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pelaksanaan evaluasi pembelajaran seni tari di SMP Negeri 1 Wiradesa kabupaten Pekalongan tahun ajaran 2013/2014, dan aktor-faktor yang mempengaruhi evaluasi pelaksanaan pembelajaran seni tari yang mendukung dan menghambatdi SMP Negeri 1 Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Lokasi penelitian dan sasaran penelitian yang dipilih adalah SMP Negeri 1 Wiradesa yang berada di Kelurahan Pekuncen Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan yang merupakan satu-satunya sekolah faforit dan sudah menggunakan kurikulum baru. Dalam penelitian ini jenis penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yakni pelaksanaan evaluasi pembelajaran seni tari di SMP Negeri 1 Wiradesa melalui ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam penilaian autentik dengan penilaian observasi, penilaian diri, penilaian antar teman, penilaian jurnal, dan penilaian portofolio, pada ranah keterampilan siswa menyusun tarian berdasarkan aspek tenaga, ruang, dan waktu. Evaluation of Learning Dance is an effort to determine student understanding of the learning material provided by the teacher of dance in the process value. The purpose of this study was to describe the implementation of evaluation of learning the art of dance in SMP Negeri 1 Wiradesa Pekalongan district academic year 2013/2014, and actor-evaluation of the factors affecting the implementation of learning dance and menghambatdi supporting SMP Negeri 1 Wiradesa Pekalongan. Location of the study and research objectives is selected SMP Negeri 1 Wiradesa is located in the Village District of Wiradesa Pekuncen, Pekalongan which is the only school faforit and have been using the new curriculum. In this study the type of research uses descriptive qualitative research methods. Source of data used is based on the observation, interviews, and documentation. Analysis using data reduction, data display, and conclusion. The results of the evaluation study of learning dance at SMP Negeri 1 Wiradesa through the realm of knowledge, attitudes, and skills in authentic assessment with observation assessment, self-assessment, peer assessment, assessment of the journal, and portfolio assessment, students put the skills in the realm of dance based on aspects power, space, and time.