cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
PERANAN OLAH TUBUH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DALAM TARI PADA ANAK-ANAK SMP NEGERI 01 KARANGKOBAR
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i1.4063

Abstract

Untuk menunjang keterampilan gerak tari pada siswa SMP Negeri 01 Karangkobar perlu adanya latihan olah tubuh secara teratur dan benar sebelum pelatihan tari berlangsung, sehingga tubuh dapat disiapkan secara maksimal untuk melakukan aktivitas tari. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan Proses latihan pembelajaran tari di SMP Negeri 01 Karangkobar, dan Untuk mengetahui dampak yang terjadi setelah anak-anak melakukan pelatihan olah tubuh. Lokasi penelitian dan sasaran penelitian yang dipilih peneliti adalah SMP Negeri 1 Karangkobardansiswa-siswa SMP Negeri 01 Karangkobarkelas VIIB,yang berlokasi di JL. Raya leksana,Kec. Karangkobar, Kab. Banjarnegara, Dalam penelitian ini jenis penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. To support dance movement skills in students of SMP Negeri 01 Karangkobar need for fitness exercises regularly and correctly prior dance training took place, so that the body can be prepared optimally for dance activities. The purpose of this study was to understand and explain the process of learning dance training in SMP 01 Karangkobar, and to determine the impact that occurred after the children doing fitness training. Location of the study and research objectives selected researchers is SMP Negeri 1 Karangkobardansiswa-students of SMP Negeri 01 Karangkobarkelas VIIB, which is located at JL. Kingdom LEKSANA, district. Karangkobar, Kab. Banjarnegara, In this study the type of research uses descriptive qualitative research methods. Source of data used is based on the observation, interviews, and documentation. Analysis using data reduction, data display, and conclusion.
PROSES KOREOGRAFI TARI BLAKASUTA
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i1.4066

Abstract

Koreografi tari Blakasuta merupakan karya tari baru yang digarap oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Sendratasik melalui mata kuliah koreografi. Idenya berasal dari ungkapan masyarakat di kabupaten Banyumas yang menggambarkan sikap keterusterangan. Permasalahan yang diangkat dalam penelitianiniadalahtahapan proses koreografitariBlakasuta serta faktor pendorong dan penghambatnya. Adapun tujuanpenelitianadalah; 1) Mengetahui proses komposisi, koreografi, iringan, tata rias busana TariBlakasuta; 2) Inginmengetahui faktor pendukung dan penghambatproses koreografi tari Blakasuta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses koreografi tariBlakasutameliputi dua aspek, yaitu aspek pokok koreografi dan aspek pendukung koreografi. Aspek pokok koreografi terdiri dari; 1) Proses penemuan ide; 2) Pembuatan Konsep; 3) Eksplorasi; 4) Komposisi; 5)Improvisasi. Sedangkan aspek pendukungantara lain gerak, tenaga, iringan,waktu, tata rias busana. Semua proses itudigunakanhinggamenghasilkankaryatariBlakasuta. Blakasutachoreography dance is a new creation dance created by collegian of SendratasikEducation Department of Choreography course.  This dance inspired from the utterance of  Banyumas society  that describing. The problem of this  research was the process of choreography Blakasuta dance and supporting factors also retarded factors of this choreography dance process.  The aim of this research was 1) to know process composition, choreography, music, make up and the clothes of Blakasuta dance; 2) to know the supporting and retarded factors in the choreography process of Blakasuta . The result of this research showed that choreography process of Blakasuta dance consist of two important aspects, they were the main aspect and supporting aspect of choreography.  The main aspect of choreography consists of 1) the process of idea; 2) draffing;  3) Exploration; 4) composition; 5) Improvisation.. Whilesupporting aspectsof choreographyincludemotion, energy, space, andtime, makeup and clothes.   All processes wereusedtoproduce aBlakasuta dance.
Peran Sanggar Seni Kaloka Terhadap Perkembangan Tari Selendang Pemalang di Kelurahan Pelutan Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i1.4068

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan peran Sanggar Seni Kaloka terhadap perkembangan Tari Selendang Pemalang di Kabupaten Pemalang. Tari Selendang Pemalang merupakan tarian khas Kabupaten Pemalang yang telah diciptakan oleh seniman Pemalang yaitu Koestoro pada tahun 1985. Perkembangan Tari Selendang Pemalang pada masa ke masa membuat Pemerintah Kabupaten Pemalang memberikan penghargaan Kepada Tari Selendang Pemalang, sebagai Tari Khas Kabupaten Pemalang melalui Surat Keputusan Bupati Kabupaten Pemalang pada tanggal 17 September 2012. Sanggar Seni Kaloka merupakan tempat dimana Tari Selendang Pemalang mulai diajarkan kepada masyarakat Kabupaten Pemalang. Upaya-upaya perkembangan Tari Selendang Pemalang terus dilakukan Sanggar Seni Kaloka melalui  pembelajaran di Sanggar dan di sekolah-sekolah serta pementasan di berbagai acara penting di Kabupaten Pemalang maupun diluar Kabupaten Pemalang. The purpose of this study is to demonstrate the role of Studio Art Kaloka against the development of Selendang Pemalang dance in Pemalang. Selendang Pemalang dance is the typical dance of Pemalang that has been created by the artist Pemalang he is Koestoro in 1985. The development of Selendang Pemalang dance at the time to make the Goverment of Pemalang rewards to Selendang Pemalang dance , as a typical Pemalang dance through the decision letter of Pemalang regency on September 17, 2012. Studio Art of Kaloka is the place where Selendang Pemalang start taught to community in Pemalang regency. The efforts of development Selendang Pemalang dance continue to do Studio Art of Kaloka through learning in Studio and in School as well as performance in a wide range of an important event in Pemalang regency as well as in outside Pemalang regency.
Pembelajaran Tari Tenun Santri di Sanggar Surya Budaya Kabupaten Pekalongan
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 1 (2014): Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i1.4070

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan Pembelajaran Tari Tenun Santri  di Sanggar Surya Budaya Kabupaten Pekalongan. Tari Tenun Santri merupakan tarian khas Kabupaten Pekalongan yang telah diciptakan oleh seniman Pekalongan yaitu Cahya Ari Safira pada tahun 2013. Tari Tenun Santri menceritakan adat kebiasaan atau budaya Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Santri yang berpenduduk pada umumnya memeluk agama Islam dan diajarkan membuat kain tenun yang merupakan salah satu unggulan dari Kabupaten Pekalongan. Sanggar Seni Surya Budaya merupakan tempat dimana Tari Tenun Santri mulai diajarkan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan. Upaya-upaya perkembangan Tari Tenun Santri terus dilakukan Sanggar Surya Budaya melalui  pembelajaran di Sanggar dan di sekolah-sekolah serta pementasan di berbagai acara penting di Kabupaten Pekalongan maupun diluar Kabupaten Pekalongan.  The purpose of this study is to sow learning of Tenun Santri Dance in Surya Budaya Studio Art Pekalongan. Tenun Santri dance is the typical dance of Pekalongan that has been created by the artist Pekalongan She is Cahya Ari Safira in 2013.  Tenun Santri Dance tell about culture of Pekalongan district as Santri’s City which the most of population embrace Islam and taught to make woven fabric who is seeded of Pekalongan district. Surya Budaya Studio Art of is the place where Tenun Santri start taught to community in Pekalongan regency. The efforts of development Tenun Santri dance continue to do Studio Art of Surya Budaya through learning in Studio and in School as well as performance in a wide range of an important event in Pekalongan regency as well as in outside Pekalongan regency.
STRATEGI KONSERVASI KESENIAN TRADISI (STUDI KASUS KESENIAN BARONGAN EMPU SUPO DI DESA NGAWEN KABUPATEN BLORA)
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9589

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis bentuk pertunjukan dan strategi konservasi yang dilakukan grup Barongan Empu Supo dalam mengembangkan pertunjukannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif , dengan fokus penelitian strategi konservasi kesenian tradisi yang dilakukan oleh grup Barongan Empu Supo dalam mengembangkan bentuk pertunjukannya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara mereduksi, penyajian data dan menyimpulkan semua informasi secara benar. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang diterapkan pada grup kesenian Barongan Empu Supo adalah mengembangkan bentuk pertunjukannya yang di bagi menjadi dua sub yaitu pengembangan aspek-aspek pertunjukan dan penyebaran pertunjukannya. Pengembangan aspek-aspek pertunjukan meliputi, pemain, gerak, iringan, rias dan busana, sampai dengan tempat pertunjukannya, dan penyebaran pertunjukannya meliputi dua hal yaitu perluasan wilayah pengenalannya serta frekuensi pertunjukannya. Strategi yang sudah diterapkan oleh grup Barongan Empu Supo, menjadikan grup Barongan Empu Supo mampu menarik minat para pendukungnya dan menjadi seni pertunjukan yang pantas untuk dipertunjukan pada era masa kini.
PEWARISAN BENTUK, NILAI, DAN MAKNA TARI KRETEK
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 2 (2014): Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i2.9601

Abstract

Tari Kretek merupakan salah satu tarian khas yang lahir dari Kabupaten Kudus. Tari Kretek diciptakan berdasarkan pada proses pembuatan rokok kretek. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pewarisan bentuk, nilai, dan makna Tari Kretek dan  bagaimana proses pewarisan itu terjadi sehingga terjaga kelestariannya?  Lokasi  penelitian  adalah Sanggar Seni Puring Sari Kabupaten Kudus. Sasaran yang diteliti adalah asal-usul Tari Kretek, bentuk penyajian Tari Kretek, nilai dan makna tari Kretek serta pola dan proses pewarisannya. Penelitian ini  menggunakan       pendekatan              kualitatif   yang  memiliki          sifat     deskritif. Pengumpulan          data  dilakukan    dengan        teknik       observasi,              wawancara,  dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalis dengan dua cara yaitu analisis intraestetik  dan  analisis  ekstraestetik.  Hasil  penelitian   menunjukkan  bahwa pewarisan  tari  Kretek  dilakukan  melalui  proses  pembelajaran  yang  memuat imitasi, identifikasi, dan sosialisasi dengan dilaksanakan secara terprogram dan teratur di Sanggar Seni Puring Sari.  
PERKEMBANGAN KESENIAN TONG TEK GRUP ELSHINTA DI DESA TAYU KULON PATI
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 2 (2014): Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i2.9602

Abstract

Pokok Permasalahan yang diajukan yaitu: (1) Bagaimana Bentuk Pertunjukan Seni Kerakyatan Tong Tek Grup Elshinta; (2) Bagaimana Perkembangan Kesenian Tong Tek Grup Elshinta di Desa Tayu Kulon Kecamatan Tayu Kabupaten Pati dari tahun 2007-sekarang. Tujuan Penelitian yaitu: (1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk pertunjukan Seni Kerakyatan Tong Tek Grup Elshinta; (2) Untuk mengetahui Perkembangan Kesenian Tong Tek Grup Elshinta Di Desa Tayu Kulon Kecamatan Tayu Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode penelitian  kualitatif, karena pada dasarnya penelitian ini berupa kata-kata dan gambar, hasil wawancara, dan dokumentasi. Teknik Keabsahan Data dengan teknik Triangulasi yang meliputi sumber, metode dan data. Teknik pengumpulan data, teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan sejak awal terbentuknya tahun 2007, penampilan kesenian ini cukup sederhana. Kostum dan peralatannya relatif sederhana dan terkesan apa adanya karena pada hakikatnya kesenian ini muncul karena para nelayan haus akan hiburan setelah bekerja keras di laut.Namun hal itu merupakan daya pikat tersendiri dan menimbulkan keunikan yang mencerminkan masyarakat Tayu. Bentuk pertunjukan yang di sajikan dalam kesenian ini melalui tiga tahapan yaitu tahap persiapan pertunjukan, tahap pelaksanaan pertunjukan dan tahap pasca pertunjukan. Kesenian yang semula untuk menyalurkan bakat dan sebagai sarana pergaulan muda-mudi, mulai sekitar tahun 2011 sampai sekarang kesenian ini mulai dikomersilkan. Adanya pemasukan dana dari “tanggapan”, maka peralatan Tong Tek juga semakin modern. Tong Tek yang semula dipentaskan  di jalan raya di desa Tayu Kulon sebagai pengisi salah satu acara yang diadakan desa Tayu Kulon, mendapatkan apresiasi yang baik dari warga desa Tayu Kulon maupun warga desa lain. Hal itu bisa dibuktikan dari banyaknya permintaan atau dalam istilah daerah Pati “tanggapan” Grup Tong Tek Elshinta untuk mengisi acara seperti sedekah bumi, acara sunatan, pawai daerah baik di daerah Pati maupun di daerah lain seperti Jepara, Kudus, Blora dan Rembang. Grup Tong Tek Elshinta pernah memenangkan beberapa lomba yang diadakan di Kabupaten Pati. Tampilan yang menarik dengan adanya tarian serta  iringan musik utama kentongan dari bilah-bilah bambu dan drum bekas adalah keunikan yang menjadi ciri Grup Elshinta. 
PENANAMAN NILAI ESTETIS MELALUI PEMBELAJARAN TARI CIPAT CIPIT BAGI SISWA TUNARUNGU DAN TUNAGRAHITA SLB NEGERI JEPARA
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 2 (2014): Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i2.9604

Abstract

Abstrak Penanaman nilai estetis ialah suatu proses untuk menumbuhkan rasa sadar keindahan. Salah satu materi pembelajaran ekstrakurikuler tari di SLB Negeri Jepara ialah tari Cipat cipit. Tujuan penelitian adalah untuk memahami proses ekstrakurikuler tari dan bentuk penanaman nilai estetis tari Cipat cipit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran  menggunakan empat metode yaitu demonstrasi, ceramah, latihan dan penugasan. Metode khusus dalam penyampaian materi adalah penggunaan bahasa isyarat untuk siswa tunarungu dan menggunakan kata-kata yang mudah diingat bagi siswa tunagrahita. Hasil proses pembelajaran ekstrakurikuler seni tari siswa tunarungu dan tunagrahita, siswa mampu menarikan tari Cipat cipit secara mandiri serta dapat memahami nilai estetis dalam tari Cipat cipit. Saran yang diberikan peneliti (1) Kepada guru tari sebaiknya memperlihatkan video tari terlebih dahulu sebelum pembelajaran dimulai (2) Kepada kepala sekolah supaya semua guru pengampu di SLB Negeri Jepara berlatar belakang pendidikan luar biasa
PERTUNJUKAN BARONGAN GEMBONG KAMIJOYO KUDUS
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 2 (2014): Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i2.9605

Abstract

Barongan adalah sejenis binatang yang menyerupai singa untuk memberikan hiburan dikalangan anggota masyarakat, terutama masyarakat pedesaan. Barongan merupakan pertunjukkan yang dinanti-nanti karena biasa di mainkan sebagai tanggapan pada hajatan Sunatan, Perkawinan, Tujuhbelas Agustusan dan sebagainya. Terutama yang mempunyai anak yang hendak diruwat. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini yaitu: bagaimana bentuk pertunjukan dan nilai-nilai dari pertunjukan Barongan Gembong Kamijoyo di Desa Dersalam Kabupaten Kudus. Nilai-nilai yang terkandung dalam seni pertunjukan meliputi nilai keindahan, nilai hayati, nilai ilmu pengetahuan, nilai keterampilan, dan nilai religius.   Abstract Barongan is a kind of animal which look likes a lion. Barongan is usually performing for amusement, especially for villagers.barongan is one of the most a waited because its performed for som Prties, such as for wedding, tujuh belasan (independence day), and so on. Most children who will be “ruwat” have Barongan performance. The research problem of this study is: how are the performance and the values of Barongan Gembong Kamijoyo in Desa Dersalam of Kudus Regency. The values of this art are the values of art, literal values, scientific values, and the values of religious.   
KAJIAN KOREOGRAFI TARI WANARA PARISUKA DI KELURAHAN KANDRI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 2 (2014): Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i2.9606

Abstract

 Abstrak   Kesenian tradisional di Jawa Tengah beraneka ragam jenis dan bentuknya. Salah satunya adalah tari Wanara Parisuka di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, yang merupakan identitas dari Goa Kreo. Sebuah tari tidak terlepas dari bentuk koreografinya. Oleh karena itu, masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan bentuk koreografi tari Wanara Parisuka di kelurahan Kandri kecamatan Gunungpati kota Semarang. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami dan mendeskripsikan serta mengkaji koreografi tari Wanara Parisuka di kelurahan Kandri kecamatan Gunungpati kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian koreografi tari Wanara Parisuka mencakup proses dan bentuk. Proses dikaji dalam eksplorasi gerak kera, improvisasi secara spontan, dan komposisi dengan pelengkap tari. Bentuk dikaji dalam ragam gerak, pola lantai, iringan, tata rias, tata busana/kostum, dan properti. Sajian dari tari Wanara Parisuka dengan menonjolkan karakter dari para monyet Kreo. Berdasarkan hasil penelitian proses penciptaan tari Wanara Parisuka merupakan bentuk kreatifitas seniman dengan mengeksplor potensi lingkungannya terinspirasi gerak-gerak binatang kera di hutan Goa Kreo agar tidak kalah dengan kesenian daerah, pengaplikasian penari dari ragam gerak tari Wanara Parisuka yang kurang sesuai, kostum tari Wanara Parisuka dikembangkan agar menambah keserasian dalam bentuk menyerupai kera.