cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
APRESIASI TERHADAP KETOPRAK “SAPTA MANDALA” DALAM LAKON “SRI HUNING MUSTIKO TUBAN” BAGI MASYARAKAT NGABLAK PATI
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9608

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana apresiasi terhadap Ketoprak Sapta Mandala dalam lakon Sri Huning Mustiko Tuban bagi masyarakat Desa Ngablak Kabupaten Pati sedangkan sub masalahnya adalah bagaimana bentuk pertunjukkan Ketoprak Sapta Mandala dan bagaimana tanggapan masyarakat Desa Ngablak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk pertunjukan Ketoprak Sapta Mandala dan tanggapan masyarakat Desa Ngablak Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis data dengan pendekatan induktif untuk mengambil kesimpulan secara menyeluruh dalam penelitian, dari setiap data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan Ketoprak Sapta Mandala dengan lakon Sri Huning Mustiko Tuban di Desa Ngablak Kabupaten Pati dipentaskan pada siang hari, Unsur-unsur di dalam Pertunjukan Ketoprak Sapta Mandala meliputi: (1) tema, (2) lakon, (3) adegan sisipan, (4) penokohan, (5) iringan, (6) rias dan busana, (7) sarana dan prasarana dan hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Ngablak mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan lansia memberikan tanggapan terhadap Ketoprak Sapta Mandala dalam Lakon Sri Huning Mustiko Tuban. Hal ini terbukti bahwa: (1) anak-anak, senang dengan Ketoprak Sapta Mandala, (2) remaja, kebanyakan dari remaja kurang suka dengan Ketoprak dan lebih senang menonton dangdut, (3) orang tua, lebih menyukai ketoprak dari pada dangdut, (4) lansia, lansia kurang paham dengan lakon Sri Huning Mustiko Tuban, mereka nonton Ketoprak hanya untuk hiburan semata.  
APRESIASI TERHADAP KETOPRAK “SAPTA MANDALA” DALAM LAKON “SRI HUNING MUSTIKO TUBAN” BAGI MASYARAKAT NGABLAK PATI
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9609

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana apresiasi terhadap Ketoprak Sapta Mandala dalam lakon Sri Huning Mustiko Tuban bagi masyarakat Desa Ngablak Kabupaten Pati sedangkan sub masalahnya adalah bagaimana bentuk pertunjukkan Ketoprak Sapta Mandala dan bagaimana tanggapan masyarakat Desa Ngablak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk pertunjukan Ketoprak Sapta Mandala dan tanggapan masyarakat Desa Ngablak Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis data dengan pendekatan induktif untuk mengambil kesimpulan secara menyeluruh dalam penelitian, dari setiap data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan Ketoprak Sapta Mandala dengan lakon Sri Huning Mustiko Tuban di Desa Ngablak Kabupaten Pati dipentaskan pada siang hari, Unsur-unsur di dalam Pertunjukan Ketoprak Sapta Mandala meliputi: (1) tema, (2) lakon, (3) adegan sisipan, (4) penokohan, (5) iringan, (6) rias dan busana, (7) sarana dan prasarana dan hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Ngablak mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan lansia memberikan tanggapan terhadap Ketoprak Sapta Mandala dalam Lakon Sri Huning Mustiko Tuban. Hal ini terbukti bahwa: (1) anak-anak, senang dengan Ketoprak Sapta Mandala, (2) remaja, kebanyakan dari remaja kurang suka dengan Ketoprak dan lebih senang menonton dangdut, (3) orang tua, lebih menyukai ketoprak dari pada dangdut, (4) lansia, lansia kurang paham dengan lakon Sri Huning Mustiko Tuban, mereka nonton Ketoprak hanya untuk hiburan semata.  
UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI TARI KRIDHA JATI DI SANGGAR HAYU BUDAYA KELURAHAN PENGKOL JEPARA
Jurnal Seni Tari Vol 2 No 1 (2013): Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v2i1.9615

Abstract

Tari Kridah Jati merupakan tari khas kota Jepara yang menggambarkan  kegiatan keseharian sebagian besar masyarakat Jepara sebagai pengrajin ukir, dan merupakan kegiatan mengukir tersebut menjadi salah satu mata pencaharian utama bagi masyarakat Jepara. Sejak terciptanya tari Kridha Jati pada tahun 1996, tari Kridha Jati tidak serta merta bisa langsung dikenal semua masyarakat jepara , dan juga tidak mampu menarik minat para generasi  muda  untuk  mempelajari  tari  tersebut.  Penelitian  ini  mengambil  subjek  Upaya  Mempertahankan Eksistensi  tari  Kridha  Jati.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk   mengetahui  dan  mendiskripsikan  Upaya mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Kecamatan JeparaKabupaten  Jepara.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  Upaya  yang  dilakukan  oleh  pihak  sanggar  dan kerjasama  sanggar  dengan  pihak  PEMDA Jepara, Dinas Pariwisata Jepara dan Sekolah tempat Endang Murtining Rahayu mengajar ekstra. Selain itu, penelitian ini memaparkan ragam gerak tari Kridha Jati, iringan tari Kridha Jati serta aspek pertunjukan yang meliputi tata rias dan tata bus ana tari Kridha Jati. Temuan lain yaitu Eksistensi Tari Kridha Jati, sebagai tari khas kota Jepara dan difungsikan sebagai penyambutan tamu, tari Kridha Jati sering dipertunjukan dalam  acara-acara penting yang diadakan oleh pihak PEMDA dan Dinas Pariwisata.
EKSISTENSI YANI SEBAGAI KOREOGRAFER SEXY DANCE
Jurnal Seni Tari Vol 2 No 1 (2013): Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v2i1.9616

Abstract

Segala sesuatu yang memiliki eksistensi mudah dikenal orang jika memiliki   keistimewaan  atau keunikan  hingga  menjadi  lebih  menarik   dibanding   orang    lain.  Eksistensi  memiliki  peran penting dalam  dunia  hiburan,  tak   terkecuali  dalam  bidang  seni  tari.  Sexy  dance merupakan wujud perkembangan seni tari modern menjadi salah satu bentuk pemanfaatan fisik  perempuan sebagai daya tarik dunia hiburan. Penelitian ini mengambil  subjek Yani yang berperan sebagai koreografer sexy  dance.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  dan  mendeskripsikan eksistensi  Yani sebagai  koreografer sexy dance dan proses pembentukan koreografi sexy dance yang dibuat  oleh Yani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yani  memiliki bakat dan syarat untuk menjadi seorang koreografer           yang       professional. Proses koreografi               dilakukan melalui tahapan   tari   hingga membentuk sebuah karya sexy dance. Selain itu, penelitian ini mamaparkan aspek pertunjukan yang meliputi   tata   rias,   tata   busana   dan   lighthing.  Temuan  lain  yaitu peran  Yani  sebagai  pemimpin kelompok  Seven  Soulmate  dengan  pembuatan  kostum  dan musik    pengiring    secara    mandiri, pembuatan  jadwal  latihan,  manajemen  keuangan  secara terorganisir serta keikutsertaan kelompok Seven   Soulmate   dalam  kompetisi  antar  kelompok sexy   dance.   Penelitian  ini   diharapkan   mampu  membuka  pandangan  masyarakat  agar  lebih mengapresiasi sexy dance dan tidak bersikap stereotype terhadap profesi sexy dancer.  
BARONGAN JOGO ROGO DALAM TRADISI SELAPAN DINO
Jurnal Seni Tari Vol 2 No 1 (2013): Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v2i1.9617

Abstract

The ceremony selapan dino is traditional ceremonies exercised regularly by villagers Gabus Pati starch every friday night wag e. Friday wage was a day of being believable villagers Gabus as days of difficult to obtain rejeki, so we needed held a ceremony selapan dino which aims to launch rejeki. The ceremony selapan dino to be held every 35 days, by villagers Gabus. The ceremony selapan dino in an hereditary manner alw ays performing barongan  jogo  rogo   as  requirement  of   the  organizing  of   ceremonies  selapan  dino.   The  subjects  in  research  is:  how  do  you  study textual  and contextual the art of barongan jogo rogo in the tradition of selapan dino in the village of Gabus Pati starch. Textual study focused on the form of a show barongan jogo rogo in selapan dino, the study of contextual focused on function barongan jogo rogo in selapan dino. A me thod of research used in this research using methods qualitative.  The technique of collecting data covering  the technique of observation, the technique of interviews and engineering  documentation.  Engineering  analysis  of  data  in   research   is  the  reduction  of  data,  presentation  of  data  and the  wi thdrawal  of   the conclusion. Research revealed that the art of barongan jogo rogo in the village of Gabus Pati starch appear around 1980 which was initiated by the father  who  was.  Textual  study  art  barongan  jogo  rogo  in  selapan  dino  focused  on  form  consisting   of  a  theme, a  performer  (  inv estors  ), accompaniment ( vote ) place stage, motion, a way ( fashion, dressing, the property and the offerings ) and the audience. An art form barongan jogo rogo in selapan dino different with a gig barongan jogo rogo served as a whole. Barongan jogo rogo in the tradition of selapa n dino served in the form of mobile convoy village of Gabus. Study contextual the art of barongan jogo rogo in selapan dino can be known that baro ngan jogo rogo serves as a means of a ritual. The function of a ritual namely as a means of turning balah and ruwatan.A  form of turning balah villagers Gabus namely by  giving  wisit  to  barongan  one  goes  home,  while   the  aim  of  turning  balah  to  villagers  Gabus  escape from  calamity  misfortune;   distress  and obstruction. A form of ruwatan villagers Gabus namely mengarak barongan roving village as figures of protector of villagers Gabus. Suggestions in this research are villagers Gabus must remain hold staging barongan jogo rogo on tradition selapan dino as a form of love tow ards art barongan and efforts to the preservation of culture. Culture and tourism agency should be more can promote tradition selapan dino to other region via the internet, salebaran or newspapers so that tradition selapan dino can known to the territory of another
PROSES PEMBELAJARAN TARI RANTAYA PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 13 MAGELANG
Jurnal Seni Tari Vol 2 No 1 (2013): Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v2i1.9618

Abstract

Rantaya tari dasar tari Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami: (1) Rantaya tari proses pembelajaran di SMPN 13 magelang, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar Rantaya tari  di  SMP  N  13  Magelang.  Metode  penelitian  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan  data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik  analisis data menggunakan tiga langkah, reductinng data, servering data dan mengambil kesimpulan atau verivication data. Menggunakan teknik  data  adalah  triangulasi sumber, triangulasi teknik,  dan waktu triangulasi. Nilai rantaya tari proses pembelajaran di kelas VII SMP N 13 Magelang terdiri dari tiga langkah, mereka membuka, utama, dan penutup. Proses belajar terdiri dari 7 pertemuan. Nilai belajar Rantaya tari dapat dilihat dari kognitif, afektif, dan psikomotorik. Didukung dan supportted faktor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rantaya proses belajar tari meliputi tiga langkah, mereka membuka, utama, dan penutup. Nilai dapat dilihat dari kognitif, afektif dan  psikomotorik. Saran dari penelitian ini memberikan kepada siswa: (1)  Untuk memberikan motivasi bagi siswa untuk meningkatkan apresiasi mereka dan terutama orang-orang siswa dan tari, (2) guru Seni akan lebih baik  jika memberikan apresiasi kepada siswa dan meminta kepada siswa  untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam tari di sekolah
PEMBELAJARAN SENI TARI DI SMP NEGERI 1 BATANGAN KABUPATEN PATI
Jurnal Seni Tari Vol 2 No 1 (2013): Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v2i1.9619

Abstract

This study aims to identify and describe the process of learning the art of dance in the subjects of art and culture in SMP N egeri 1   Pati Bars Bars district. This study used a qualitative approach, the target location  peneletian in SMP  Negeri 1 Pati Bars district.  Data  analysis  techniques  by  reducing,  presenting  data  and  infer  all  the  information  correctly.  The  results  in the learning  process  SMPN1  dance  bars  in  the  teaching  and  learning   activities   to  implement  the  learning  stages such   as preparation,   delivery,   training,   and   performance.   Dance   teachers  implementing  these   stages  in   order   to improve  student learning outcomes and the effectiveness of the time. The factors that affect the learning process of dance is a factor  suppor ting and inhibiting factors.  From the results of the research described the conclusion can be drawn in the learning process SMPN1 Bars activities include the activities of the learning process, preliminary, activities, core and cover. In addition, teacher s also use audio-visual media like Laptop, LCD, Projectors and VCD Cassette Dance. Suggestions relating to the process of learning the art of dance culture in SMP eri 1 District Bars Bars are For teachers in the use of audio -visual media enhanced user creativity, so  that   students  do  not  feel  bored  at  dance   lessons.  Infrastructure  needs  plus  room   art   glass  wall,  in  order  to facilitate  the students in the dance practice. Students are expected to have their own dance VCD, so can be used for self -study.
MAKNA SIMBOLIK TARI SONTOLOYO GIYANTI KABUPATEN WONOSOBO
Jurnal Seni Tari Vol 2 No 1 (2013): Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v2i1.9620

Abstract

Sontoloyo dance is a traditional dance that became the basis of  the dance mask dance Leng- ger Giyanti. This dance contains a mockery of  the fragility of  the ruler as well as religious symbols of  Islam. The purpose of  this study to understand and describe the symbolic mea- nings that exist in Sontoloyo dance. This study is qualitative and descriptive research. The collection of data using observation techniques, interviews and documentation. Data analysis was performed by means of  data reduction, data presentation, the validity of  the data using triangulation of  data and drawing conclusions. The results show that dance is a traditional dance popular Sontoloyo depicting the valor of soldiers. Dance Sontoloyo have symbolic mea- ning contained in the motion, songs, property and accompanying music. Motion used in the dance Sontoloyo is: mincet, lampah sekar, jinjitan, golekan, ngencek, blows and move sekar pacak Gulu. Dance has some symbolic meaning, that is: religious meaning, the meaning of solidarity and mutual cooperation, the meaning of knights and responsibilities, as well as the meaning of satire against the ruling. Sontoloyo accompaniment of dance has a meaning: the compactness   and   the   knights,   and   responsibility,   and   innuendo.    Sontoloyo   dance makeup implies: valor and courage, beauty and  neatness. Sontoloyo fashion dance has a meaning:  a person’s  status,  accuracy,  authority,  and  valor,  satire  and  beauty.  Fashion colors have mea- ning:  a  protest  against  the  arbitrariness  of   the  authorities,  sarcasm, happiness, anger  and turmoil liver.
PENANAMAN NILAI ESTETIS MELALUI PEMBELAJARAN TARI CIPAT CIPIT BAGI SISWA TUNARUNGU DAN TUNAGRAHITA SLB NEGERI JEPARA
Jurnal Seni Tari Vol 3 No 2 (2014): Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v3i2.9622

Abstract

Abstrak Penanaman nilai estetis ialah suatu proses untuk menumbuhkan rasa sadar keindahan. Salah satu materi pembelajaran ekstrakurikuler tari di SLB Negeri Jepara ialah tari Cipat cipit. Tujuan penelitian adalah untuk memahami proses ekstrakurikuler tari dan bentuk penanaman nilai estetis tari Cipat cipit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran  menggunakan empat metode yaitu demonstrasi, ceramah, latihan dan penugasan. Metode khusus dalam penyampaian materi adalah penggunaan bahasa isyarat untuk siswa tunarungu dan menggunakan kata-kata yang mudah diingat bagi siswa tunagrahita. Hasil proses pembelajaran ekstrakurikuler seni tari siswa tunarungu dan tunagrahita, siswa mampu menarikan tari Cipat cipit secara mandiri serta dapat memahami nilai estetis dalam tari Cipat cipit. Saran yang diberikan peneliti (1) Kepada guru tari sebaiknya memperlihatkan video tari terlebih dahulu sebelum pembelajaran dimulai (2) Kepada kepala sekolah supaya semua guru pengampu di SLB Negeri Jepara berlatar belakang pendidikan luar biasa.
Koreografi Tari Geol Denok Karya Rimasari Paramesti Putri
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9623

Abstract

Abstrak Koreografi merupakan kegiatan penyusunan tari dan untuk menyebutkan hasil susunan tari. Dalam proses koreografi terdapat beberapa proses yaitu proses penemuan ide, eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Seorang penata tari disebut juga Koreografer tari. Tari Geol Denok adalah karya tari yang diciptakan oleh seorang koreografer bernama Rimasari Paramesti Putri, karya tar ini awal diciptakan untuk lomba Denok yang diselenggarakan oleh Bentol Sejati pada tahun 2009.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penciptaan Tari Geol Denok dan deskripsi bentuk koreografi tari Geol Denok Rimasari Pramesti Putri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penciptaan Tari Geol Denok dan mendeskripsikan bentuk koreografi Tari Geol Denok karya Rimasari Paramesti Putri.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan menggunakan pendekatan koreografis, dimaksudkan untuk mendeskripsikan serta menguraikan tentang “Kajian Koreografi Tari Geol Denok”, hasil penelitian yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan data berupa kata-kata, gambar, dan perilaku yang diamati, serta angka-angka yang menunjukkan kuantitas, dengan demikian, sifat kualitatif ini mengarah pada mutu kedalaman uraian.Karya tari Geol Denok merupakan karya tari menceritakan tentang wanita muda atau remaja atau anak di kota Semarang tarian ini mencerminkan kelincahan para wanita atau denok yang sedang beranjak dewasa. Gerak yang digunakan dalam tari Geol Denok berhubungan dengan aspek tenaga, ruang dan waktu memiliki bentuk yang bervariasi dan dipadukan dengan kostum yang bersayap sehingga menambah keistimewaan tari geol denok ini. Tari Geol Denok menggunakan jenis rias korektif yang hanya memperteal garis-garis wajah tanpa merubah karakter asli dari penari.Saran untuk penata tari Geol Denok untuk lebih mengembangkan karya tarinya dan mengenalkan pada masyarakat kota Semarang sehingga dapat dikenal dan dijadikan sebagai salah satu tarian khas Semarang.