cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
Manajemen Sanggar Padma Baswara Di Kadilangu Demak Oktaviana, Dwi Kharisma; Wiyoso, Joko
Jurnal Seni Tari Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v10i2.46809

Abstract

Sanggar Padma Baswara di Kadilangu Demak merupakan tempat pengembangan danpelatihan seni tari yang memiliki sistem manajemen dan dijalankan oleh pengurus sanggar. SanggarPadma Baswara dalam kurun waktu 4 tahun sudah diakui dan eksis di masyarakat khususnyamasyarakat Demak. Tujuan penelitian yaitu untuk: mengetahui dan mendeskripsikan manajemenorganisasi dan manajemen produksi pertunjukan Sanggar Padma Baswara di Kadilangu Demak.Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Teknikpengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan datamenggunakan triangulasi sumber dan teori. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajiandata, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian berisi bahwa fungsi-fungsi manajemen berupaperencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Faktor yang menjadi dasarmanajemen Sanggar Padma Baswara yaitu manajemen produksi seni pertunjukan, dilihat dariagenda rutin Sanggar Padma Baswara yaitu Ujian Akhir Semester, meliputi bahan atau material,modal, tenaga kerja dan peralatan. Sanggar Padma Baswara berdiri pada tanggal 15 Oktober 2016bertempat di Kelurahan Kadilagu telah menerapkan manajemen dengan sebaik-baiknya sehinggatujuan organisasi dapat dicapai.
Regenerasi Kesenian Kuda Lumping Di Paguyuban Langen Budi Setyo Utomo Wulansari, Agnes; Hartono, Hartono
Jurnal Seni Tari Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v10i2.46932

Abstract

Kuda Lumping merupakan kesenian yang perlu kita jaga kelestariannya agar tetap lestariseiring perkembangan zaman. Salah satu cara untuk melestarikan kesenian Kuda Lumping adalahdengan cara regenerasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis regenerasi kesenian Kuda Lumpingdi Paguyuban Langen Budi Sedyo Utomo, pokok masalah yaitu sistem regenerasi dan prosesregenerasi kesenian Kuda Lumping di Paguyuban Langen Budi Sedyo Utomo melalui sistem verticaltransmission dan horizontal transmission. Proses regenerasi terjadi secara tradisional dan modern.Metode Penelitian menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatanetnografi. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknikkeabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Teknik analisis data dilakukan bersamaan denganreduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa prosesregenerasi terjadi secara genetik berlangsung melalui hubungan darah pada anggota. Prosesregenerasi kesenian Kuda Lumping Langen Budi Sedyo Utomo terjadi secara tradisional danmodern. Proses tradisional terjadi melalui keluarga dan lingkungan masyarakat. Proses regenerasisecara modern melalui pemanfaatan media sosial, pelatihan, dan pertunjukan kesenian KudaLumping Langen Budi Sedyo Utomo.
Tari Dayak Grasak: Pembelajaran Seni Berbasis Masyarakat Pada Grup Bangun Budaya Di Dusun Sumber Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Wardani, Deantika Puspita; Jazuli, Muhammad; Kusumastuti, Eny
Jurnal Seni Tari Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v10i2.47747

Abstract

Tari Dayak Grasak adalah salah satu bentuk seni pertunjukan tari tradisi kerakyatan yang ada diGrup Bangun Budaya, Dusun Sumber. Ciri-ciri tari tradisi kerakyatan melekat pada bentuk tariDayak Grasak meliputi elemen dasar tari dan elemen pendukung tari. Tari Dayak Grasak menjadimateri pembelajaran pada Grup Bangun Budaya dengan menggunakan model pembelajaranberbasis masyarakat. Tujuan penelitian ini, mendiskripsikan bentuk tari Dayak Grasak di grupBangun Budaya, dan proses pembelajaran tari Dayak Grasak pada Grup Bangun Budaya. Penelitianini menggunakan pendekatan pendidikan berbasis masyarakat dengan metode kualitatif. Teknikpengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik keabsahan datamenggunakan metode triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Teknik analisis data melalui reduksidata, penyajian data dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tari Dayak Grasakmemiliki pengulangan gerak atau repetisi, rampak, bentuk gerak yang sederhana, dilakukan secaraberulang-ulang, dan tidak semua ragam geraknya memiliki patokan penamaan (istilah).Pembelajaran tari Dayak Grasak yang dilaksanakan pada grup Bangun Budaya berakar dari inisiatifmasyarakat, dikelola oleh masyarakat, dan untuk kepentingan masyarakat di lingkungannya.Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan konvensional, dimana peserta didik melihat,mendengar, menirukan atau praktik. Saran, diperlukan kurikulum untuk pedoman pelaksanaanpembelajaran berbasis masyarakat di Grup Bangun Budaya.
Pemikiran Inventif Siswa SMA Kelas XI Dalam Pembelajaran Seni Budaya Di Kabupaten Kuningan Fitria, Fera; Triana, Dinny Devi; Haerudin, Deden
Jurnal Seni Tari Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v10i2.50226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan presentase kemampuan pemikiran inventif siswaSMA Negeri kelas XI di Kabupaten Kuningan dalam pembelajaran seni budaya. Pemikiran inventifterdiri dari aspek fleksibilitas, pengaturan diri, keingintahuan, kreativitas, kemauan mengambilresiko dan pemikiran tingkat tinggi. Pemikiran jenis ini harus ditekankan dalam semua matapelajaran di sekolah, tujuannya yaitu untuk menciptakan peserta didik yang mampu bertahan danberkembang di abad 21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei.Responden dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI dari SMAN 1 Ciawigebang, SMAN 1 Luragungdan SMAN 1 Cidahu dengan jumlah sebanyak 672 siswa. Hasil analisis data menunjukan dari setiapaspek pemikiran inventif masuk dalam kategori tinggi, yaitu pada aspek fleksibelitas sebanyak55,1%, aspek pengaturan diri sebanyak 50,6%, aspek keingintahuan sebanyak 48,4%, aspekkreativitas sebanyak 62,8%, aspek kemauan mengambil resiko sebanyak 48,2% dan aspek pemikirantingkat tinggi sebanyak 55,4%. Persentase tertinggi dari hasil analisis data penelitian tingkatpemikiran inventif terletak pada aspek kreativitas, yaitu sebanyak 422 siswa (62,8%). Denganadanya penelitian ini nantinya dapat membantu peningkatan komitmen dan keberanian bagipendidik untuk menjunjung dan menerapkan pelaksanaan pembelajaran yang mengarah padapemikiran inventif.
Manajemen Event Choreonite Vol. 9: Time To Bloom Di Masa Pandemi Covid- 19 Tafarannisa, Melaprilya Anggun; Nursilah, Nursilah; Haerudin, Deden
Jurnal Seni Tari Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v10i2.50272

Abstract

Dance Jakarta Selatan dengan fokus tari modern dan kontemporer yang diadakan di masapandemi Covid-19. Penelitian dilakukan untuk mengetahui Proses Manajemen Event sertapenerapan 4 Pilar Kesuksesan Jangka Panjang Manajemen Event. Penelitian dilakukanmenggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus agar mendapat data yangempirik, rinci, dan mendalam mengenai potret kondisi event Choreonite Vol. 9: Time To Bloom.Penelitian menunjukkan bahwa proses manajemen event Choreonite Vol. 9: Time To Bloom sanggar tariGigi Art of Dance dijalani dengan baik melalui 5 tahap, yaitu Researching, Designing, Planning,Coordinating dan Evaluating, serta memenuhi penerapan 4 Pilar Kesuksesan Jangka PanjangManajemen Event, yakni dari segi Time, Finance, Technology, dan Human Resource Skills. EventChoreonite Vol. 9: Time to Bloom sanggar tari Gigi Art of Dance menjadi inovasi baru dan menjadipendorong bagi semua orang untuk tetap memaksimalkan potensi serta meningkatkan kemampuanmereka dalam menghadapi tantangan untuk mengadakan event seni pertunjukan yaitu seni tari,khususnya di masa pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga tahun 2021.
Pola Pewarisan Tari Topeng Panji Di Desa Slarang Lor Kecamatan Dukuh Waru Kabupaten Tegal Hapsari, Priska Diyan; Cahyono, Agus; Iryanti, Veronica Eny
Jurnal Seni Tari Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v10i2.51323

Abstract

Tari Topeng Panji merupakan salah satu tari khas Kabupaten Tegal yangsampai saat ini masih eksis dengan proses pewarisan yang baik. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui Proses Pewarisan Tari Topeng Panji Tegal dan Bentuktari Topeng Panji. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi denganmetode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara,dan dokumentasi. Teknik keabsahan dan diperiksa dengan metode triangulasi sumber,teknik, dan waktu. Pencipta Tari Topeng Panji Tegal adalah Ibu Darem sebagaigenerasi pertama, kemudian Ibu Warni adalah generasi kedua, Ibu Sawitri yangnamanya sudah banyak dikenal merupakan generasi ketiga Tari Topeng PanjiTegal.Dan generasi keempat saat ini adalah Ibu Purwanti. Walaupun sudah diwariskankeempat generasi, tetapi pelaku pewaris tetap mempertahankan keaslian gerak,iringan, tata rias dan busananya. Hasil penelitian pada proses pewarisan Tari TopengPanji melalui beberapa tahapan, yakni proses pengenalan, proses melihat, meniru,serta proses pelatihan dan pembinaan.
Eksotisme Ragam Gerak Tari Dalam Kesenian Barongan Kusumojoyo Demak Sebagai Kesenian Pesisir Sundari, Riris Setyo
Jurnal Seni Tari Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v10i2.51377

Abstract

Masyarakat Jawa memiliki berbagai macam kesenian tradisi yang hidup secara turun temurun. Masyarakat Demak sebagai bagian masyarakat Jawa yang terletak di pesisir lor-wetan Jawa, memiliki kesenian khas yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakatnya. Salah satu kesenian yang masih terjaga eksistensinya adalah kesenian Barongan. Kesenian Barongan menjadi kesenian yang membaur dengan kehidupan masyarakat, dan hadir di berbagai acara yang dilakukan oleh masyarakat Desa Gebang Kabupaten Demak. Kesenian Barongan adalah kesenian tradisi yang menggunakan binatang mitologi dalam pertunjukannya, dan kerap disandingkan dengan kesakralan. Kesenian barongan menjadi salah satu bentuk seni pertunjukan yang tidak hanya menghibur penonton, tapi juga menjadi media dalam upacara ritual dan memiliki segudang makna dalam pementasannya. Kelompok kesenian Barongan Kusumojoyo merupakan salah satu kelompok kesenian Barongan yang memiliki eksistensi yang cukup tinggi dalam masyarakat pendukungnya. Salah satu unsur yang ada dalam pertunjukan kesenian Barongan Kusumojoyo adalah gerak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai macam gerak dalam pertunjukan kesenian Barongan Kusumojoyo ini membentuk eksotisme pertunjukan Barongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena ingin mengungkap fenomena secara tebal dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai macam ragam gerak yang digunakan dalam pertunjukan kesenian Barongan Kusumojoyo membentuk pertunjukan yang dinamis, kuat, dan juga memiliki tingkat spontanitas yang tinggi. Hal ini menjadikan pertunjukan Kesenian Barongan Kusumojoyo menjadi eksotis khas kesenian pesisir.
Peran Sanggar Pesona Nusantara Dalam Melestarikan Kesenian Di Kabupaten Lahat Lindita, Tiara; Supriyanto, Supriyanto; Syarifuddin, Syarifuddin
Jurnal Seni Tari Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v10i2.51795

Abstract

Sanggar Pesona Nusantara adalah sanggar kesenian tertua yang ada di Kabupaten Lahat yangmasih tetap bertahan untuk mengajarkan seni tari dan lagu daerah. Tujuan dari penelitian iniuntuk menjelaskan peranan dari Sanggar Pesona Nusantara dalam melestarikan kesenian yangada di Kabupaten Lahat. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pengumpulan datamelalui wawancara dan studi kepustakaan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwaPeranan Sanggar Pesona Nusantara dalam melestarikan kesenian di Kabupaten Lahat melaluikegiatan tari dan paduan suara yang dilakukan, antara lain penggarapan, pelatihan, danpementasan. Masyarakat Lahat banyak yang mempercayakan Sanggar Pesona Nusantara dalamsetiap acara pementasan tari, seperti berpartisipasi pada pementasan HUT Kabupaten Lahat, harikemerdekaan Indonesia, peresmian gedung, dan acara pernikahan. Sehingga partisipasinyadalam kegiatan masyarakat, membuat sanggar ini semakin dikenal oleh masyarakat. Secara tidaklangsung, Sanggar Pesona Nusantara juga turut mendukung untuk melestarikan seni tari dan lagudaerah di Kabupaten Lahat yang hampir punah, karena sanggar seni menjadi salah satupendukung dalam melestarikan kesenian yang ada di setiap daerah.
Peran Pawang Dalam Pertunjukan Kuda Lumping Sembego Jati Di Desa Candi Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen Wulandari, Dewi
Jurnal Seni Tari Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v10i2.51835

Abstract

Kuda Lumping atau Ebleg merupakan salah satu jenis kesenian yang merakyat, khususnyabagi masyarakat Kebumen. Fenomena kesurupan yang terjadi dalam pementasannya tentu tidakdatang dengan sendirinya. Hal ini yang paling menarik dari Kuda Lumping yang tentunya tidaklepas dari peran seorang pawang. Perlu adanya koordinasi yang baik antara para pemain danpawang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran pawang dalam pertunjukan KudaLumping Sembego Jati di desa Candi kecamatan Karanganyar kabupaten Kebumen. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengambilan data meliputi metode wawancara,observasi, dan dokumentasi. Metode keabsahan data menggunakan triangulasi, sedangkan metodeanalisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan atau verifikasi.Hasil dari penelitian ini adalah peran pawang terbagi menjadi empat, yaitu sebagai ketua,penimbul, penjaga dan sesepuh. Peran tersebut ikut terbawa ke dalam lingkungan masyarakat,karena pawang menjadi salah satu tokoh masyarakat
UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI TARI KRIDHA JATI DI SANGGAR HAYU BUDAYA KELURAHAN PENGKOL JEPARA
Jurnal Seni Tari Vol 1 No 1 (2012): Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v1i1.1804

Abstract

Tari Kridah Jati merupakan tari khas kota Jepara yang menggambarkan kegiatan keseharian sebagian besar masyarakat Jepara sebagai pengrajin ukir, dan merupakan kegiatan mengukir tersebut menjadi salah satu mata pencaharian utama bagi masyarakat Jepara. Sejak terciptanya tari Kridha Jati pada tahun 1996, tari Kridha Jati tidak serta merta bisa langsung dikenal semua masyarakat jepara , dan juga tidak mampu menarik minat para generasi muda untuk mempelajari tari tersebut. Penelitian ini mengambil subjek Upaya Mempertahankan Eksistensi tari Kridha Jati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Upaya yang dilakukan oleh pihak sanggar dan kerjasama sanggar dengan pihak PEMDA Jepara, Dinas Pariwisata Jepara dan Sekolah tempat Endang Murtining Rahayu mengajar ekstra. Selain itu, penelitian ini memaparkan ragam gerak tari Kridha Jati, iringan tari Kridha Jati serta aspek pertunjukan yang meliputi tata rias dan tata busana tari Kridha Jati. Temuan lain yaitu Eksistensi Tari Kridha Jati, sebagai tari khas kota Jepara dan difungsikan sebagai penyambutan tamu, tari Kridha Jati sering dipertunjukan dalam acara-acara penting yang diadakan oleh pihak PEMDA dan Dinas Pariwisata.   Abstract ___________________________________________________________________ Dance is a dance typical Kridah Jati Jepara city which describes most of the daily activities as craftsmen Jepara carving, and an activity carved into one of the main livelihood for the people of Jepara. Since the creation of dance in 1996 Kridha Jati, dance Kridha Jati not necessarily be directly known to all the people jepara, and also not able to attract the younger generation to learn the dance. This research takes a subject attempts Maintaining existence Kridha Jati dance. The purpose of this study was to determine and describe efforts Kridha Jati Maintaining Presence Dance Studio Hayu Budaya Identity in Urban pengkol Jepara district Jepara regency. The results showed that the efforts made by the studio and studio collaboration with the local government Jepara, Jepara Tourism Office and School where Endang Rahayu Murtining tutor. Additionally, this study describes various dance Kridha Teak, Teak Kridha dance accompaniment and performance aspects including grooming and fashion dance Kridha Jati. Another finding that existence of Kridha Jati Dance, as well as supporting and inhibiting factors Kridha Jati dance.