cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
Peranan Sanggar Puring Sari Dalam Melstarikan Tari Kretek di Desa Barongan Kecamatan Kota Kabupaten Kudus
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9624

Abstract

Abstrak Tari tradisi suatu bangsa merupakan bentuk seni pertunjukan perlu untuk dilestarikan. Salah satu cara melestarikan yaitu melalui Peranan Sanggar di masyarakat. Sanggar Puring Sari merupakan sanggar yang terdapat di Kabupaten Kudus. Sanggar Puring Sari sebagai wadah penciptaan Tari Kretek dan memiliki peranan untuk melestarikan Tari Kretek tersebut. Berdasarkan paparan tersebut rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana bentuk Sajian Tari Kretek di Sanggar Puring Sari (2) Bagaimana peranan Sanggar Puring Sari dalam melestarikan Tari Kretek. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami (1) bentuk sajian Tari Kretek di Sanggar Puring Sari, (2) peranan Sanggar Puring Sari dalam Melestarikan Tari Kretek. Manfaat penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu manfaat teoritis yaitu Bagi peneliti, dapat memberi wawasan tentang Tari Kretek yang diciptakan dan dilestarikan di Sanggar Puring Sari dan manfaat praktis dapat memberikan sumbangan pikiran pada penelitian lebih lanjut dalam melestarikan tari “Kretek”. Lokasi dan sasaran penelitian yang dipilih peneliti adalah Sanggar Puring Sari yang berada di Desa Barongan Kecamatan Kota Kabupaten Kudus yang merupakan pusat penciptaan, pelatihan dan pelestarian Tari Kretek di Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi, sintesisasi dan verifikasi/penarikan kesimpulan.
PEMBELAJARAN TARI TOPENG ENDEL DI SMA NEGERI 1 KRAMAT KABUPATEN TEGAL
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9625

Abstract

Abstrak Pembelajaran Tari Topeng Endel di SMA Negeri 1 Kramat merupakan pembelajaran seni tari yang memberikan pengalaman berkesenian. Pada kelas X guru memberikan materi tari tradisional daerah setempat yaitu Tari Topeng Endel sebagai bentuk pelestarian kesenian daerah sehingga siswa mengenal dan mampu  menarikannya. Permasalahan yang ada dalam penelitian ini adalah siswa yang seringkali kesulitan dalam menangkap materi yang diberikan guru serta tempat ukegiatan belajar mengajar yang kondisinya sudah rusak dan jauh. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui proses pembelajaran tari di SMA Negeri 1 Kramat, Kabupaten Tegal; (2) Untuk menemukan faktor-faktor apa saja yang menghambat dan mendukung proses pembelajaran seni tari di SMA Negeri 1 Kramat, Kabupaten Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan teknik keabsahan data dengan trianggulasi yaitu sumber, metode dan teori. Hasil  penelitian menunjukan proses pembelajaran tari di SMA Negeri 1 Kramat dilakukan melalui perencanaan pembelajaran yaitu guru membuat perangkat pembelajaran seperti silabus dan RPP, sedangkan Pelaksanaan pembelajaran meliputi guru melaksanakan pembelajaran mengacu pada tujuan, bahan pembelajaran, metode, media/alat, dan evaluasi, sedangkan siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar. Faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran seni tari yaitu faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung yaitu guru membuat silabus dan RPP sedangkan faktor penghambat yaitu siswa yang kurang cepat dalam menangkap materi pembelajaran serta lokasi ruang praktek yang jauh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran seni tari pada kelas X di SMA Negeri 1 Kramat berjalan lancar dengan hasil baik. Saran bagi guru seni tari agar dapat memberikan metode yang lebih jelas agar siswa mudah menerima materi pembelajaran. Bagi sekolah diharapkan menyediakan ruang praktek dan ruang ganti untuk kegiatan pembelajaran.
PEMBELAJARAN TARI KREASI BUNGONG JEUMPA PADA ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI SEMARANG
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9626

Abstract

Pembelajaran tari Bungong Jeumpa merupakan salah satu materi pelajaran seni tari yang diajarkan pada anak tunarungu yang berada di SLB Negeri Semarang. Tunarungu adalah ketidakmampuan untuk mendengar, pada proses pembelajaran seni tari yang diberikan pada anak tunarungu adalah untuk merangsang kemampuan ketunaan siswa saja. Guru yang mengajarkan dan yang mendampingi harus ekstra sabar dalam mengajarkan atau memberi materi serta membetulkan disetiap gerakan yang salah atau kurang tepat.Peneliti ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi yaitu untuk menggambarkan suasana belajar mengajar dalam kelas.Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode dan teori.Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis data interaktif, yang dibagi dalam 4 tahap,meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan verifikasi atau kesimpulan.Hasil yang diperoleh setelah melakukan penelitian adalah pembelajaran tari BungongJeumpa pada anak tunarungu banyak mengalami kendala. Setiap pertemuannya selalu mengalami peningkatan untuk pembelajaran tari BungongJeumpa dalam aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik.. Saran yang diberikan oleh peneliti antara lain bagi guru seni tari dapat meningkatkan kualitas dalam proses belajar mengajar dan lebih banyak memberikan motivasi pada siswa dalam pelajaran seni tari. Bagi sekolah agar dapat menambah guru mata pelajaran seni tari untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran seni tari untuk siswa berkebutuhan khusus.
PERANAN SANGGAR TARI KALOKA TERHADAP PERKEMBANGAN TARI DI KOTA PEKALONGAN
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9627

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikanperanan Sanggar Tari Kaloka terhadap perkembangan tari khususnya tari tradisional dan tari kreasi di Kota Pekalongan.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penulisan hasil penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Tari Kaloka memiliki peranan terhadap perkembangan tari di Kota Pekalongan. Peranan Sanggar Tari Kaloka terhadap perkembangan tari di Kota Pekalongan dilakukan melalui aktivitas sanggar yang terkait dengan kegiatan penggarapan, pelatihan, dan pementasan tari. Peranan Sanggar Tari Kaloka terhadap perkembangan tari secara kualitatif dapat dilihat dari kegiatan penggarapan tari. Peranan Sanggar Tari Kaloka terhadap perkembangan tari secara kuantitatif dapat dilihat dari kegiatan pelatihan dan pementasan tari.
Eksistensi Ketoprak Wahyu Manggolo Di Karesidenan Pati Desy Putri Wahyuningsih
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9628

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi grup kesenian ketoprak Wahyu Manggolo di Karesidenan pati yang meliputi Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Blora, dan Kabupaten Rembang. Ketoprak Wahyu Manggolo adalah salah satu ketoprak yang ada di Kabupaten Pati.Ketoprak Wahyu Manggolo dipimpin oleh Bapak Sarjimin.Ketoprak Wahyu Manggolo lahir di desa Pelem Gede, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati pada tanggal 14 Maret 2007.Ketoprak Wahyu Manggolo merupakan ketoprak yang eksis di Kabupaten Pati.Jadwal pentasnya sangat padat.Hal itu dikarenakan oleh faktor internal dan faktor eksternal.Di dalam faktor internal dan faktor eksternal itu terdapat faktor penghambat dan faktor pendukung.
BENTUK DAN FUNGSI KESENIAN TRADISIONAL KRANGKENG DI DESA ASEMDOYONG KECAMATAN TAMAN KABUPATEN PEMALANG
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9629

Abstract

Abstrak Bentuk dan fungsi kesenian tradisional Krangkeng di Desa Asemdoyong. Kesenian Krangkeng merupakan kesenian yang terdiri dari banyak unsur akrobatis, yang membuat kesenian ini lebih menarik dari kesenian lain adalah pada gerakan-gerakannya. Kesenian Krangkeng memadukan antara gerak tari, olahraga, ilmu bela diri, dan gerak akrobatik yang dikemas menarik sehingga dapat menarik penonton untuk menyaksikan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui bentuk pertunjukan kesenian Krangkeng di Desa Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, (2) Mengetahui fungsi kesenian Krangkeng di Desa Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti terdiri atas wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa pertunjukan kesenian Krangkeng terdidri dari dua babak, yaitu 1). Babak pendahuluan, yang berupa tari-tarian, 2). Babak inti, yang berupa demonstrasi kekebalan tubuh. Fungsi kesenian Krangkeng antara lain: 1). Sebagai sarana ritual, 2). Sebagai sarana hiburan, 3). Sebagai alat propaganda keagamaan, dan 4). Sebagai alat penutur kebaikan
PEMBELAJARAN TARI KUPU-KUPU PADA SISWA KELAS I SD NEGERI 1 KARANGSARI KECAMATAN PUNGGELAN
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9630

Abstract

ABSTRAK SD Negeri 1 Karangsari merupakan sekolah yang memiliki materi Tari Kupu-kupu yang diajarkan menggunakan metode demonstrasi dan imitatif. Tujuan penelitian ini adalah Menjelaskan dan mendiskripsikan proses pembelajaran tari kupu-kupu pada siswa kelas I SD N 1  Karangsari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini adalah Pembelajaran Tari Kupu-kupu pada siswa kelas I SD Negeri 1 Karangsari Kecamatan Punggelan terdiri dari beberapa komponen yaitu guru, siswa, bahan ajar, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, alat pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, sumberbelajar, evaluasi. Pembelajaran dilakukan melalui tiga tahap kegiatan, yaitu kegiatan pra pembelajaran, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Hasil yang diperoleh dari proses pembelajaran Tari Kupu-kupu pada siswa kelas I SD Negeri 1 Karangsari Kecamatan Punggelan dikatagorikan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Aspek kognitif dilihatdari kemampuan siswa dalam mengingat, menghafal, dan memahami tarian. Aspek afektif meliputi tingkat mengenal gerak tari, merespon, menghargai. Aspek psikomotorik dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam menirukan gerak, ketepatan dalam gerak, merangkaikan gerak dan melakukan gerak secara wajar.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN SENI TARI KELAS XI IS 1 DI SMA NEGERI 1 MAGELANG
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9631

Abstract

  Permasalahan yang dikaji yaitu bagaimanakah penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran seni tari kelas XI IS 1 di SMA Negeri 1 Magelang dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran seni tari di kelas XI IS 1 di SMA Negeri 1 Magelang. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai pijakan referesi penerapan pendekatan saintifik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Pendekatan Saintifik Pada Pembelajaran Seni Tari Kelas XI IS 1 Di SMA Negeri 1 Magelang, menggunakan 3 tahapan umum, yaitu tahapan perencanaan, tahapan pelaksanaan yang terdiri dari mengamati, menanya, menalar, mencoba, membuat jejaring, dan terakhir tahapan evaluasi. Pembelajaran seni tari melewati 3 (tiga) langkah yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Pendekatan saintifik juga memiliki faktor yang mendukung dan menghambat dalam penerapan yang dibagi dari segi internal dan eksternal.Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat penulis berikan adalah kepada SMA Negeri 1 Magelang agar guru perlu menyesuaikan alokasi waktu, siswa harus lebih aktif lagi dalam proses belajar mengajar, serta diadakannya tempat khusus untuk menari sehingga proses pembelajaran seni tari tidak terganggu oleh acara sekolah.
KONFLIK KELOMPOK MASYARAKAT TERHADAP KESENIAN DOLALAK SEKAR ARUM DUSUNCAPAR KULON, KECAMATAN LEKSONO, KABUPATENWONOSOBO
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9632

Abstract

Abstrak Masyarakat Dusun Capar Kulon merupakan suatu masyarakat yang mayoritas beragama Islam, namun pada kenyataanya Islam pada masyarakat Dusun Capar Kulon terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu abangan, santri serta priyayi. Di Dusun Capar Kulon terdapat Kesenian Dolalak Sekar Arum yang memodifikasi Dolalak Purworejo. Adanya perbedaan pendapat mengenai rangkaian pementasan Kesenian Dolalak Sekar Arum menjadikan konflik terhadap kelompok masyarakat Dusun Capar Kulon. Masalah penelitian ini adalah bagaimana bentuk konflik kelompok masyarakat terhadap Kesenian Dolalak Sekar Arum dan faktor apa yang menjadikan sumber konflik kelompok masyarakat terhadap Kesenian Dolalak Sekar Arum di Dusun Capar Kulon, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Hasil penelitian ini menunjukan bagaimana bentuk dan faktor apa yang menjadikan sumber konflik kelompok masyarakat abangan, santri serta priyayi terhadap Kesenian Dolalak Sekar Arum Dusun Capar Kulon, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan untuk Group kesenian Dolalak Sekar Arum lebih mempertimbangkan waktu pementasan kesenian Dolalak dan kostum kesenian Dolalak agar tidak menjadikan konflik kelompok masyarakat Dusun Capar Kulon, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, kemudian untuk kelompok masyarakat Dusun Capar Kulon diharapkan untuk menghormati dan memahami kebudayaan serta kepercayaan kelompok masyarakat Dusun Capar Kulon, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo.
KAJIAN NILAI ESTETIS TARI MEGAT-MEGOT DI KABUPATEN CILACAP
Jurnal Seni Tari Vol 5 No 1 (2016): Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v5i1.9633

Abstract

Abstrak Tari Megat-Megot merupakan tari kerakyatan yang diciptakan di Kabupaten Cilacap. Tari Megat-Megot memiliki nilai keindahan yang dapat dilihat dari aspek wujud, bobot atau isi, dan penampilan. Aspek wujud dalam Tari Megat-Megot dapat dilihat dari bentuk sajian Tari Megat-Megot, yang terdiri dari gerak yang bervariasi dan memiliki keunikan gerak dengan memadukan ragam gerak tradisional dan ragam gerak non tradisional. Iringan musik Tari Megat-Megot yang dinamis khususnya pada pola kendang menjadikan Tari Megot-Megot lebih menarik dan unik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pertunjukan Tari Megat-Megot dan menemukan nilai estetis yang terkandung dalam Tari Megat-Megot di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan estetis dan pendekatan koreografis, data yang dihasilkan merupakan data deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data diawali dari tahap pengenalan tentang komponen pertunjukan Tari Megat-Megot, pendeskripsian komponen Tari Megat-Megot, memahami hubungan antar komponen Tari Megat-Megot, Interpretasi tentang keindahan Tari Megat-Megot dan peneliti melakukan evaluasi tentang nilai estetis Tari Megat-Megot. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi, Peneliti melakukan pengecekan data dengan membandingkan data hasil penelitian di lapangan melalui sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Hasil penelitian Tari Megat-Megot dapat dilihat dari tiga aspek meliputi bentuk, bobot atau isi, dan penampilan. Aspek bentuk meliputi gerak yang dinamis dan kompak, dengan diiringi gamelan Calung Banyumasan yang dinamis dengan tempo yang relatif cepat disertai dengan penggunaan tata rias pada wajah penari yang menggunakan tata rias korektif. Tata busana penari Tari Megat-Megot menggunakan busana bermotif batik berwarna coklat dengan kombinasi orange sehingga menimbulkan kesan cerah dan gembira. Aspek bobot meliputi, suasana yang terdapat dalam Tari Megat-Megot yaitu ceria dan meriah, gagasan disampaikan melalui ragam gerak Tari Megat-Megot yang menceritakan pergaulan dan gaya remaja di Kabupaten Cilacap. Aspek penampilan meliputi penguasaan wiraga, wirama dan wirasa yang harus dimiliki oleh setiap penari. Saran kepada pencipta Tari Megat-Megot hendaknya dapat mengembangkan lagi karya tarinya agar lebih menarik dan diminati oleh masyarakat secara umum, untuk LKP Giyan Lakshita Cilacap hendaknya lebih giat dalam mempromosikan karya-karya tarinya.