cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
EKSISTENSI TAYUB MANUNGGAL LARAS DESA SRIWEDARI KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN NGAWI
Jurnal Seni Tari Vol 5 No 1 (2016): Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v5i1.9634

Abstract

Abstrak Kesenian Tayub tumbuh dan berkembang di Kabupaten Ngawi. Kesenian Tayub masih menjadi tontonan favorit masyarakat Kabupaten Ngawi. Kesenian Tayub di Kabupaten Ngawi banyak diundang untuk pentas pada acara hajatan pernikahan dan khitanan. Diantara sekian banyak Kelompok Tayub yang paling diminati dan paling dikenal oleh masyarakat Kabupaten Ngawi yaitu Kesenian Tayub Manuggal Laras Desa Sriwedari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi.Masalah dalam penelitian ini adalah eksistensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi Eksistensi Tayub Manunggal Laras Desa Sriwedari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi. Hasil penelitian menunjukan bahwa eksistensi Tayub Manunggal Laras tercermin dari kemampuan Tayub tersebut menjaga keutuhan dan kualitas pertunjukan sehingga masyarakat di Kabupaten Ngawi dan sekitarnya memiliki keinginan yang tinggi untuk mengundang Tayub Manunggal Laras pentas pada acara yang diselenggarakan. Eksistensi Tayub Manunggal Laras dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor Internalnya adalah kemapuan pemain karawitan, ledhek atau penari Tayub, dan sindhen Tayub manunggal Laras. Faktor eksternal yang mendukung eksistensi Kelompok Tayub Manunggal Laras yaitu adanya media yang berupa radio.
INTERAKSI SOSIAL PENARI BUJANGGANONG PADA SALE CREATIVE COMMUNITY DI DESA SALE KABUPATEN REMBANG
Jurnal Seni Tari Vol 5 No 1 (2016): Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v5i1.9635

Abstract

Sale Creative Community (SCC) merupakan gabungan dari beberapa lembaga dan kelompok kesenian. Komunitas ini berdiri di desa Sale kabupaten Rembang. Berdirinya komunitas ini merupakan bentuk interaksi sosial yang tumbuh dan berkembang dari berbagai kalangan dan lembaga. Banyak anggapan bahwa kelompok kesenian memiliki fenomena interaksi sosial yang berbeda dengan kelompok masyarakat lainnya dan adanya pernyataan lain bahwa antara penari memiliki karakter yang berbeda untuk dapat menyesuaikan dalam sebuah kelompok kesenian Bujangganong.Masalah penelitian ini adalah bagaimana interaksi sosial penari Bujangganong pada Sale Creative Community (SCC) di desa Sale kabupaten Rembang.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya interaksi sosial penari Bujangganong Sale Creative Community(SCC) diantaranya terjadi kontak sosial antaraindividu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok dan adanya komunikasi yang terjalin. Bentuk interaksi sosial yang muncul adalah kerjasama, asimilasi, akomodasi, persaingan, pertentangan, dan kontravensi. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial penari Bujangganong Sale Creative Community yaitu faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati.Berdasarkan hasil penelitian peneliti, diharapkan penari Bujangganong Sale Creative Community(SCC) untuk tetap mempertahankan nilai-nilai sosial agar terjalin hubungan yang harmonis dan mempunyai rasa kebersamaan yang kuat dan diharapkanSale Creative Community membuat acara-acara yang kreatif dan inovatif untuk tetap menjaga eksistensi kesenian Bujangganong Sale Creative Community dan melestarikan kesenian Bujangganong.
PEMBELAJARAN SENI TARI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL DALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 BOJA KABUPATEN KENDAL
Jurnal Seni Tari Vol 5 No 1 (2016): Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v5i1.9636

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah Bagaimana proses pembelajaran seni tari dengan menggunakan media audio-visual dalam mata pelajaran seni budaya di kelas XI SMAN 1 Boja dan apakah manfaat media audio-visual dalam proses pembelajaran sei tari kelas XI di SMAN 1 Boja Kabupaten kendal. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui atau mendeskripsikan manfaat media audio-visual dalam pembelajaran seni tari kelas XI di SMA Negeri 1 Boja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana metode ini memiliki sifat deskriptif. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pembelajaran seni tari dengan menggunakan media audio-visual dalam mata pelajaran seni budaya kelas XI di SMA Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal menunjukkan bahwa didalam kegiatan proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Boja meliputi kegiatan pendahuluan, penyajian, dan kegiatan penutup. Proses pembelajaran di kelas, guru menggunakan media audio-visual seperti LCD (Liquid Crystal Display), Laptop, Televisi, Speaker, dan Kaset VCD tari, selain itu guru juga menggunakan metode demostrasi dan ceramah. Manfaat menggunakan media audio-visual dapat meningkatkan apresiasi siswa, kreativitas siswa dan hasil belajar menjadi lebih baik, selain itu dengan menggunakan media audio-visual dalam pembelajaran di kelas tidak menimbulkan rasa jenuh terhadap siswa dan dalam penyampaian materi menjadi lebih kreatif. Sedangkan hambatan dalam penggunaan media audio-visual dalam proses pembelajaran seni tari di SMA Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal adalah permasalahan pendanaan dan operasional penggunaan media audio-visual oleh siswa.
KAJIAN NILAI ESTETIS TARI RENGGA MANIS DI KABUPATEN PEKALONGAN
Jurnal Seni Tari Vol 5 No 1 (2016): Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v5i1.9637

Abstract

Tari Rengga Manis merupakan tarian tunggal putri yang biasanya ditarikan lebih dari satu orang penari. Tarian ini mempunyai nilai keindahan dari segi gerak, rias busana serta iringan. Dari gerak lembut yang ditarikan, ada gerak-gerak dengan tekanan yang tegas serta cepat terdapat pada gerakan silat atau beladiri yang memiliki pesan tertentu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami nilai-nilaiestetis yang ada dalam tari Rengga Manis di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Estetis Koreografis, dengan lokasi penelitian di Desa Nyamok,Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.Nilai estetis tari Rengga Manis dapat dilihat dari bentuk koreografi yang terdiri dari aspek gerak tari yaitu tenaga, ruang dan waktu, serta iringan tari, tata rias busana, pelaku tari, tempat pementasan dan penikmat/penonton. Nilai estetis tari Rengga Manis juga dapat dilihat dari komponen pendukung koreografi seperti rias dan busana tari, iringan, isi tari yang terdiri dari suasana, gagasan, pesan serta yang terakhir yaitu penampilan terdiri dari wiraga, wirama dan wirasa. Dilihat dari geraknya memunculkan kesan lembut, terlihat lincah saat gerakan dengan tekanan yang kuat dan tempo cepat.Tarian ini menggunakan iringan “Renggong Manis” dengan ciri khas pada kendhang dan bonang yang merupakan campuran cengkok Solo, Banyumas dan Sundasehingga kesan yang dihasilkan rancak dan dinamis. Pekalongan menggunakan notasi ji yang diganti pi sehingga menghasilkan nada yang rancak dan menarik. Didukung dengan busana yang dipakai menggunakan perpaduan warna hijau yang memberikan kesan ketenangan dan warna kuning yang memberikan kesan bahagia dan semangat.
TARI SRIMPI GUITAR KARYA TIEN KUSUMAWATI (KAJIAN KOREOGRAFI)
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9641

Abstract

Abstrak Tari Srimpi Guitar karya Tien Kusumawati merupakan suatu karya seni tari yang dibuat melalui imajinasi koreografer dengan membuat karya tari yang memiliki unsur tradisi menjadi sebuah karya tari baru yang dikolaborasikan dengan suara petikan gitar yang disukai koreografer sebagai musik pengiring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari Srimpi Guitar berbeda dengan tari Srimpi pada umumnya pada segi penggunaan gitar ukulele sebagai properti tari dan petikan gitar klasik sebagai musik pengiringnya. Gerak tradisi yang ada di dalam tari Srimpi Guitar dibuat suatu koreografi dengan durasi 5 menit 35 detik, tanpa mengurangi kaidah (pakem) dan urutan pola gerak tari tradisi, walaupun gerak dalam tari Srimpi Guitar tidak mewakili tokoh batak, gulu, dhada dan buncit seperti tari Srimpi pada umumnya, hanya di dalam koreografinya masih mempertahankan konsep mata angin melalui pola prapatan
NILAI ESTETIS PERTUNJUKAN KESENIAN SINTREN RETNO ASIH BUDOYO
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9642

Abstract

ABSTRAK Nilai estetis pertunjukan kesenian Sintren dapat dilihat dari sisi pemain (penari Sintren, Bodor, pawang, sinden, pemusik) dan penonton dalam satu arena pertunjukan.Selain itu, keindahan pertunjukan kesenian Sintren dapat dilihat dari penampilan penari Sintren yang pada saat menari tidak sadarkan diri dan adegan yang menjadi keunggulan dalam pertunjukan yaitu balangan, temoan, nunggang jaran dan mburu Bodor.Keindahan yang lain dapat dilihat dari perlengkapan pertunjukan kesenian Sintren, yaitu kurungan, sampur, jaranan dan sesaji.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk pertunjukan dan menganalisis nilai estetis yang terkandung dalam pertunjukan kesenian Sintren Retno Asih Budoyo.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif.Sumber data berdasarkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi.Hasil penelitian nilai estetis pertunjukan kesenian Sintren Retno Asih Budoyo adalah pertunjukan dilaksanakan dipelataran dan tidak ada batasan antara pemain dan penonton.Penampilan kesenian Sintren terbagi menjadi tiga bagian yaitu awal pertunjukan, inti pertunjukan dan akhir pertunjukan yang memiliki 10 adegan dan 15 ragam gerak.Pertunjukan dilengkapi oleh beberapa properti seperti kurungan, sampur, jaranan dan sesaji. Nilai estetis pertunjukan dapat dilihat dari adegan-adegan unggulan pertunjukan, yaitu adegan temoan dimana penari Sintren membawa nampan berjalan kearah penonton untuk meminta sumbangan, balangan dimana penonton membalang sampur yang berisi uang kepada penari Sintren dan seketika Sintren pingsan, nunggangjaran dimana penari Sintren menaiki Bodor yang berperan sebagai kuda, mburuBodor dimana penari Sintren menghalang-halangi Bodor yang hendak pergi meninggalkan penari Sintren.
Kajian Gaya Tari Jaranan “Sindhung Riwut” di Desa Doplang Kecamatan Jati Kabupaten Blora
Jurnal Seni Tari Vol 5 No 1 (2016): Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v5i1.9656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai kajian gaya tari jaranan “Sindhung Riwut” di Desa Doplang Kecamatan Jati Kabupaten Blora dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai bentuk pertunjukan tari jaranan “Sindhung Riwut”. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, tahapan teknik pengumpulan data, observasi yang dilakukan adalah meneliti tentang tari jaranan “Sindhung  riwut”,  wawancara  dilakukan  dengan  para  tokoh  yang  ada  di  kelompok kesenian “Sindhung riwut” dan dokumentasi gambar-gambar tari jaranan, teknik analisis yang digunakan adalah mengenali dan mendeskripsikan tari jaranan, memahami antar hubungan antara komponen pertunjukan, melakukan interpretasi dan melakukan evaluasi pada   tari   jaranan.  Teknik  keabsahan  data  menggunakan  teknik  triangulasi  waktu. Berdasarkan hasil penelitian Tari jaranan “Sindhung Riwut” di Desa Doplang Kecamatan Jati Kabupaten Blora memiliki  57 ragam gerak dan 6 ragam gerak inti. Gerak pada tari jaranan menggambarkan kesan lincah, kuat dan berani dengan unsur gerak seperti unsur gerak  kaki,  unsur  gerak tangan,  unsur  gerak kepala  dan  unsur  gerak badan. Bentuk pertunjukan tari jaranan ini secara berkelompok dan dapat ditarikan dipanggung ataupun lapangan terbuka. Gaya tari jaranan dilihat melalui aspek pokok dan aspek pendukung. Kesimpulan bahwa gaya pada tari jaranan “Sindhung Riwut” dilihat dari gerak dan aspek pendukung tari jaranan. Tari jaranan mempunyai gerak napak, sabetan, ndegar, mencak, sembahan dan perang, sedangkan aspek pendukungnya ada musik iringan, tata rias, tata busana, properti, pelaku, tata panggung, tata suara dan penonton. 
METODE SAS (STRUKTUR, ANALITIS, DAN SINTESIS) DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DI KELAS TERAMPIL SANGGAR DHARMO YUWONO PURWOKERTO
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9658

Abstract

Sanggar  merupakan  tempat  pelatihan  dalam  jenis  pendidikan  nonformal.  Sanggar Dharmo Yuwono merupakan salah satu sanggar yang terletak di Kelurahan Purwokerto Wetan Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan pembelajaran di  Sanggar  Dharmo  Yuwono  khususnya  kelas  terampil  menggunakan  metode  SAS (Struktur, Analitis, dan Sintesis), metode ini milik Bahasa Indonesia yang diadopsi pada tari, sehingga harus diikuti metode imam/ meniru. Metode SAS (Struktur, Analitis, dan Sintesis)   lebih   memperhatikan   kreativitas   dan   keaktifan   siswa.   Hasil   penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran pada kelas terampil ada 3 tahap yaitu 1) bagian awal siswa diberikan apersepsi yaitu guru  menerangkan sekilas tentang tari yang akan dipelajari,  2)  bagian  inti  pengajar  menerapkan  metode  SAS  yang  dipadukan  dengan metode imam, pada tahap struktural siswa diberikan materi secara keseluruhan dan siswa ikut menari di belakang pengajarnya, tahap analitis siswa mampu  mendemonstrasikan ragam gerak yang sudah diajarkan secara penggal per penggal, dan tahap sintesis gerakan digabungkan menjadi satu materi yang diajarkan pada hari tersebut, 3) bagian  penutup siswa terbagi menjadi 3 atau 4 orang untuk maju bergantian evaluasi tari yang diajarkan dan  guru  memberikan  masukan  kepada  siswa,  serta  faktor  yang  mendukung  dan menghambat   pelaksanaan   metode   SAS   (Struktur,   Analitis,   dan   Sintesis)   dalam pembelajaran  seni  tari  di  kelas  terampil  Sanggar  Dharmo  Yuwono  Purwokerto. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan pengajar lebih memperhatikan lagi dari cara mengatur waktu supaya tidak terburu-buru dalam menjelaskan materi. Pengajar dan siswa lebih meningkatkan kerjasama dengan baik misalnya diusahakan berangkat tepat waktu, sehingga  waktu  dapat dimanfaatkan secara efektif. Pada alat pendukung pembelajaran, tape  recorder yang  sudah  lama  dipakai  bisa  digantikan  dengan  yang  baru  guna meningkatkan pelaksanaan pembelajaran selanjutnya.   Kata kunci: Metode, Pembelajaran, Sanggar
TARI JATHILAN SEBAGAI TERAPI PADA PENDERITA REHABILITAN GANGGUAN JIWA
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 2 (2015): Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v4i2.9711

Abstract

Tari Jathilan merupakan salah satu kesenian kerakyatan yang digunakan sebagai salah satu media terapi pada pasien rehabilitan gangguan jiwa (Skizofrenia) dalam upaya penyembuhan kejiwaan pasien di Rumah Sakit Jiwa Magelang.  Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan proses terapi tari dan menjelaskan manfaat yang ditimbulkan pada rehabilitan gangguan jiwa (Skizofrenia).  Penelitian kualitatif  pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian dengan mendeskripsikan proses terapi  yang meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup serta manfaat dari terapi tari yaitu memperbaiki koordinasi gerak pasien, konsentrasi berfikir, menyalurkan energi positif pada tubuh pasien, meningkatkan kemandirian pasien.   ABSTRACT Jathilan dance is one of the popular arts are used as a medium of therapy in patients rehabilitant mental disorders (schizophrenia) in an effort to cure psychiatric patients at the Mental Hospital Magelang.. The aim of research to describe the process and explain the benefits of dance therapy inflicted on rehabilitant mental disorders (schizophrenia). Qualitative research data was collected through observation, interviews and documentation. The validity of the data used techniques using triangulation method. The results that descripstion of therapy process includes introductory, core and cover and than the benefits of dance therapy patients to fix motoric coordination, concentration of thinking, channeling positive energy to the patient's body, increasing the independence of the patient.  
BENTUK PENYAJIAN DAN FUNGSI SENI BARONG SINGO BIROWO DI DUKUH WONOREJOPASIR DEMAK
Jurnal Seni Tari Vol 5 No 1 (2016): Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v5i1.9712

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah tentang bentuk penyajian dan fungsi seni Barong Singo Birowo di Dukuh Wonorejopasir Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Proses pengambilan data meliputi teknik observasi, teknik dokumentasi dan teknik wawancara. Teknik keabsahan data yang digunakan peneliti ialah menggunakan teknik triangulasi. Peneliti menggunakan tiga tahap analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian mengenai bentuk penyajian dan fungsi seni Barong Singo Birowo di Dukuh Wonorejopasir Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung Kabupaten Demak adalah sebagai berikut seni Barong Singo Birowo merupakan sebuah kesenian yang terbentuk pada tahun 1992 dengan jumlah anggota 44 orang. Bentuk penyajian seni Barong Singo Birowo meliputi urutan penyajian yang dimulai dari pembukaan, acara inti dan penutup. Iringan menggunakan gending-gending Jawa yang dikolaborasikan dengan musik dangdut. Menggunakan panggung terbuka, tata busana sesuai peran, tata rias fantasi dan karakter, serta tata suara berupa speaker besar, mikropon, dan media power amplifier. Fungsi dari seni Barong Singo Birowo yaitu hiburan untuk masyarakat, hiburan bagi para anggota/pemain dan sebagai presentasi estetis atau tontonan. Â