Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Preparasi Katalis Dari Cangkang Telur Dengan Metode Impregnasi Untuk Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Ardiansah A; Zakir Sabara; Andi Suryanto
Journal of Chemical Process Engineering Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.814 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v5i1.543

Abstract

Komsumsi telur di indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun rata-rata hingga 3.57% yang tentunya akan menghasilkan limbah cangkang telur. Limbah cangkang telur selama ini hanya dianggap sebagai sampah dan belum banyak diolah, oleh karena itu perlu alternatif pengolahan limbah cangkang telur agar dapat dimanfaatkan kembali. salah satunya dengan cara dimanfaatkan sebagai katalis pembuatan biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karasteristik fisik katalis dari cangkang telur yang akan digunakan sebagai katalis. Metode yang digunakan adalah metode impregnasi dengan menggunanakan larutan KOH dan cangkang telur sebagai support. Hasil modifikasi katalis dengan metode impregnasi menghasilkan padatan kering berwarna abu-abu gelap dengan sedikit proses penggerusan menggunakan mortar.
PreparasiI Katalis Nanomaterial dari Cangkang Kerang Darah (Anadara Granosa Linn) untuk Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Menggunakan Microwave Ardiansah - Ardiansah; Hermin Hardyanti Utami; Shokhul Lutfi; Cherly Firdharini
Journal of Chemical Process Engineering Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.06 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v7i1.1034

Abstract

Salah satu pilihan pemanfaatan limbah cangkang kerang darah yaitu dapat digunakan untuk produksi biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karasteristik katalis dari cangkang kerang darah. Metode yang digunakan adalah metode esterifikasi dan transesterifikasi dengan menggunakan microwave dengan bahan baku jelantah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bersarkan hasil analisa XRD menunjukkan puncak utama fase sudut 2θ pada 34.10˚ yang menunjukkan bahwa senyawa yang diperoleh adalah kalsium Hidroksida (Ca(OH)2), selain itu juga terdapat puncak difraksi sudut 2θ pada 64.20˚ yang menunjukkan bahwa juga terdapat senyawa kalsium oksida (CaO). Hasil SEM menunjukkan bahwa cangkang kerang darah hasil kalsinasi mempunyai bentuk yang tidak seragam dan juga teragregasi sebagian dengan berdasarkan persamaan Sherrer diperoleh ukuran rata-rata kristal yaitu 23.77 nm. Biodiesel yang dihasilkan dengan menggunakan katalis cangkang kerang darah memiliki densitas 0,89 g/ml, Viskositas 4.05 mm2/s, Angka Asam 0.21 Mg KOH/g dan Gliserol Total sebesar 0.27 % massa dengan waktu optimum untuk produksi biodiesel yaitu pada menit ke 15 dengan konsentrasi 3 %wt/wt dengan perbandingan rasio mol minyak dan metanol yaitu 1: 12. Abstract One alternative method of processing the waste of clamshells is by utilizing it as the catalyst of biodiesel production. This research aims at finding the characteristics of catalysts made of the blood clamshells. The research applies the methods of esterification and Transesterification by using the microwave and the used cooking oil. The result of the research indicates that (1) based on the XRD analysis results it is known that the main peak of the angle phase of 30 in 34.10 degrees shows that the obtained compound is the Hydroxide Calcium (Ca(OH)2). Besides that, the peak of angle diffraction of 2θ on 64.20˚ indicates the existence of a calcium oxide compound. The result of SEM points out the shells of the blood clams as the result of calcination have ununiformed shapes and some of them are aggregated based on the Sherrer equation which produces average crystal sizes of 23.77 nm. The biodiesel fuel produced through the process of blood clamshell catalyst contains a density of 0.89 g/ml, a viscosity of 4.05 mm2 /s, an acid density of 0.21 Mg KOH/g, and total glycerol as much as  0.27%.  The mass with a maximum time of biodiesel production is on the minute of 15 with 3%wt/wt of concentration with the oil moll and methanol ratio of 1:12.
Pembentukan Emulsi Air Di Dalam Minyak Diesel Dengan Penambahan Surfaktan Span 85 dan Tween 80 Ardiansah; Alexander Malau
JNSTA ADPERTISI JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : JNSTA ADPERTISI JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pencampuran biodiesel dengan bahan bakar diesel telah lama dilaksanakan dimana pemerintah Indonesia telah mengalokasikan kadar biodiesel sebesar 7,5 % di dalam bahan bakar diesel. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembuatan bahan bakar emulsi minyak diesel dan air yang dapat memperbaiki efisiensi pembakaran, mengurangi emisi gas buang dan menghemat konsumsi bahan bakar diesel murni. Pembentukan bahan bakar emulsi dari campuran minyak diesel dan air diharapkan dapat mengurangi emisi gas nitrogen oksida (NOx) dan karbonmonoksida. Dalam penelitian ini, akan dilakukan proses emulsi bahan bakar diesel dan air dengan adanya penambahan surfaktan Span 85 dan Tween 80. Ada beberapa aspek yang akan mempengaruhi proses pembentukan emulsi satu fasa antara minyak diesel, dan air. Beberapa aspek yang mempengaruhi antara lain pengaruh variasi penambahan volume minyak diesel, volume air dan volume surfaktan terhadap stabilitas emulsi yang terbentuk. Penelitian ini telah menghasilkan 3 bentuk emulsi satu fasa antara minyak diesel, surfaktan dan air.
Utilization of Fly Ash and Bottom Ash as Acid Mine Water Neutralization Media: Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash Sebagai Media Netralisasi Air Asam Tambang Ardiansah A; Tasya; Muh. Azis Albar J
Jurnal Sains dan Teknik Terapan Vol. 1 No. 1 (2023): SATERA
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, AK-Manufaktur Bantaeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mine acid water is an environmental impact of mining activities. This becomes even more important if the handling of acid mine drainage is not optimal. Fly ash and bottom ash can be used as alternative utilization of industrial waste to neutralize acid mine drainage. The purpose of this study was to determine the optimal composition of fly ash, bottom ash, and alum to neutralize acid mine drainage and the optimal mass ratio of the fly ash and alum mixture to neutralize mine acid water. Based on the results of testing the optimal mass of fly ash is 0.25 g, 0.50 g, 0.75 g, 1 g, 1.25 g, and 1.50 g with a pH of 6.1, 7.5, 7.6, 7.9, 8.2, and 8.3 which are by the Decree of the State Minister for the Environment number 113 of 2003 concerning wastewater quality standards for mining businesses or activities, namely the pH of water at 6-9 mg/l. Experiments for the maximum use of bottom ash were 1.50 g with a pH of 5. Based on the tests, the optimal mass of a mixture of fly ash and alum was 3.15 g and 3.20 g with a pH of 6.2 and 6.5.
Ekstraksi Besi Oksida (Fe2O3) dari Limbah Abu Terbang (Fly Ash) sebagai Upaya Pengembangan Industri Ramah Lingkungan Ardiansah, Ardiansah; Hakim, Rahman; Albar J, Muh. Azis
JNSTA ADPERTISI JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Adpertisi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62728/jnsta.v3i2.435

Abstract

Abu sisa pembakaran (Fly ash), dapat berdampak buruk pada lingkungan sekitar, sehingga diperlukan tindakan khusus untuk mengatasi masalah ini. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memanfaatkan limbah batubara sebagai bahan material yang bernilai ekonomi. Pada penelitian ini dilakukan proses ekstraksi besi oksida (FeO3) menggunakan pelarut HCl dikarenakan asam klorida (HCl) yang merupakan pelarut yang paling efektif untuk proses pemisahan besi. Penelitian ini dimulai dengan melakukan pengovenan sampel untuk menghilangkan pengotor kemudian dilakukan analisis kandungan besi pada sampel dengan menggunakan X-Ray fluorescence (XRF). Selanjutnya dilakukan proses ekstraksi pada sampel dengan menggunakan pelarut asam klorida (HCl) dengan variasi konsentrasi yaitu 9, 10, 11 dan 12 N. Hasil ekstraksi tertinggi yang didapatkan pada penelitian ini adalah pada konsentrasi 9 dan 11 N yaitu sebesar 0,86% berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan instrument Atomic Absobtion Spectrophotometer (AAS).
Pemanfaatan Limbah Fly Ash Sebagai Koagulan Dalam Pengolahan Air Melalui Ekstraksi Aluminium Dan Besi Menggunakan Metode Kalsinasi – Pengasaman Malau, Alexander; Hendrawan, Ahmad; Albar, Azis; Lilih, Hendi; Ardiansah, Ardiansah
JNSTA ADPERTISI JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Adpertisi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62728/jnsta.v4i1.492

Abstract

The process of burning coal by PLTU produces large amounts of fly ash waste that has the potential to pollute the environment if not handled properly. Various kinds of research have been carried out to deal with fly ash waste, one of which is to make fly ash a coagulant material because it has a dominant aluminum and iron content. The conviction of the use of fly ash as a coagulant aims to determine the highest recovery presentation of aluminum and iron using HCl and H2SO4 solvents with variations in concentrations of 6%, 8%, and 10%, variations in extraction time of 2 hours, 4 hours, and 6 hours, and determine the rate of decrease in turbidity using the resulting coagulants. This study began with the preparation and characterization of fly ash samples using X-Ray Fluorescence (XRF), then the reparated sample mixed with Na2CO3 4 M is then calcined at a temperature of 950 ⁰C to be then extracted using HCl and H2SO4. The results showed that the highest percentage of extracted aluminum and iron recovery used 10% HCl for 6 hours ie 97.91% and 96.01%, and used 10% H2SO4% for 6 hours, 99.66% and 97.79%. Increasing solvent concentrations and extraction times cause increased concentrations of aluminum and extracted iron. Coagulant quality testing of fly ash using the jar test method, obtained the result that the coagulant results from the extraction of fly ash with HCl and H2SO4 solvents at 10% concentration% with an extraction time of 6 hours is the best coagulant that can reduce the value of turbidity to 0.61 NTU and 0.74 NTU.
Sintesis Kalsium Titanat (CaTiOᴣ) dari Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa Linn) dengan Metode Hidrotermal Ardiansah A; Pratiwi, Diana Eka; J, Muh. Azis Albar; utami, Hermin Hardyanti; Malau, Alexander
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 9 No. 1 (2024): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v9i1.730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis kalsium titanat (CaTiO3) sebagai nanomaterial dari cangkang kerang darah (Anadara granosa Linn.) dengan metode hidrotermal. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap: preparasi, kalsinasi, analisis kadar kalsium, dan sintesis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar CaO yang terkandung dalam cangkang kerang darah pada sampel I, sampel II, sampel III dan sampel kontrol (sampel tanpa penghilangan kadar air) yaitu berturut-turut 77,46%, 81,69%, 81,13% dan 74,93%. Kristal CaTiO3 yang disintesis berupa padatan halus berwarna putih bersih yang tidak larut dalam air. Hasil analisis difraksi sinar-X untuk kristal yang disintesis pada pH 12 menunjukkan puncak fase sudut 2θ pada 32,574˚, 32,959˚, 38,600˚, dan 47,503˚ dengan derajat kristalinitas sebesar 69,10% dengan ukuran kristal yang dominan yaitu 70,72 nm. Hasil Scanning electron micrsocopy (SEM) menunjukan bahwa bentuk kristal kalsium titanat yang disintesis merupakan kristal dengan bentuk ortorombik. Hasi analisis EDX menunjukkan komposisi unsur-unsur penyusun CaTiO3 yaitu 26,10% O, 27,45% Ca dan 33,32% Ti.
Evaluasi Kinerja Cooling Tower Type Induced Draft Counter Flow Pada Sirkulasi Air Jernih Industri Baja J, Muh. Azis Albar; Asrina, Asrina; Ardiansah, Ardiansah; Nuhardin, Irhamni
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 9 No. 1 (2024): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v9i1.732

Abstract

Cooling tower merupakan alat yang digunakan untuk melakukan penurunan temperatur air yang berasal dari area proses serta mengemisikan panas ke atmosfir. Pada proses produksi baja, sistem pendinginan sangat dibutuhkan dalam proses pencucian gulungan. Coling tower yang digunakan adalah type Induced Draft Counter Flow. Fungsi cooling tower ini yaitu memproses air panas yang berasal dari area proses untuk didingin sehingga dapat dipergunakan kembali. Cooling tower memiliki peranan yang sangat penting pada proses produksi oleh karena itu cooling tower harus memiliki kinerja yang efektif. Mengingat usia cooling tower telah lebih dari lima tahun maka perlu dilakukan evaluasi kinerja dari cooling tower tersebut untuk melihat seberapa besar penurunan kinerja cooling tower tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja cooling tower dengan cara menghitung nilai range, approach, efektivitas, kapasitas, evaporation loss, drift loss, blow down dan make up water. Dari hasil perhitungan kinerja cooling tower didapatkan nilai range sebesar 6,9°C–8,7°C, nilai approach sebesar 2,3-3°C, nilai efektivitas sebesar 71,96-78,70%, nilai kapasitas sebesar 8,10 m3/jam –10,26 m3/jam, dan nilai make up water sebesar 38,16 – 47,60 m3/jam. Berdasarkan hasil yang diperoleh telah mengalami penurunan kinerja sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk memperoleh kinerja yang baik kembali.
Preparasi Katalis Nanomaterial Dari Cangkang Kerang Darah (Anadara Granosa Linn) Untuk Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Jelantah Dengan Menggunakan Microwave Ardiansah, Ardiansah; Utami, Hermin Hardyanti; Lutfi, Shokhul; Firdharini, Cherly
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 1 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i1.799

Abstract

Manfaat limbah cangkang kerang darah diantaranya yaitu dapat digunakan sebagai katalis untuk produksi biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat katalis dari cangkang kerang darah. Metode yang digunakan adalah metode esterifikasi dan transesterifikasi dengan menggunakan microwave dengan bahan baku jelantah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Berdasarkan hasil analisa XRD menunjukkan puncak utama fase sudut 2θ pada 34.10o yang menunjukkan bahwa senyawa yang diperoleh adalah kalsium Hidroksida (Ca(OH)2), selain itu juga terdapat puncak difraksi sudut 2θ pada 64.20o yang menunjukkan bahwa juga terdapat senyawa kalsium oksida (CaO). Hasil SEM menunjukkan bahwa cangkang kerang darah hasil kalsinasi mempunyai bentuk yang tidak seragam dan juga teragregasi sebagian dengan berdasarkan persamaan Sherrer diperoleh ukuran rata-rata kristal yaitu 23.77 nm. Biodiesel yang dihasilkan dengan menggunakan katalis cangkang kerang darah memiliki densitas 0,89 g/ml, Viskositas 4.05 mm2/s, Angka Asam 0.21 Mg KOH/g dan Gliserol Total sebesar 0.27 % massa dengan waktu optimum untuk produksi biodiesel yaitu pada menit ke 15 dengan konsentrasi 3 %wt/wt dengan perbandingan rasio mol minyak dan metanol yaitu 1: 12.
MACHINE LEARNING MODELS FOR PREDICTING STRESS VALUE IN THE TENSILE STRENGTH OF BIOFILMS FROM STARCH AND HAIR WASTE Utami, Hermin Hardyanti; Fitrah, Muhammad Aqdar; Yusriadi, Yusriadi; Ardiansah, Ardiansah; Arminas, Arminas; Lestari, Mega Fia; Towolioe, Sherly
JURNAL PENA SAINS Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pena Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jps.v11i2.26227

Abstract

Biofilms, structured communities of microorganisms, have emerged as a subject of significant interest across various industries due to their unique biodegradable and sustainable characteristics. Hair waste is an incredibly rich source of keratin, and this abundance makes it a promising candidate as a fundamental building block for the development of biodegradable plastics. This study focuses on sustainable biofilms derived from biodegradable materials, specifically a unique combination of starch and hair waste. Machine Learning models, implemented in RapidMiner, were utilized to predict the tensile strength of these biofilms, with the goal of enhancing quality control in their production. Neural Networks and Deep Learning methods were employed to compare their predictive capabilities, assessing both their strengths and limitations. Through rigorous data collection, feature identification, and detailed data analysis, critical factors influencing the quality of the biofilms were identified. The results revealed the remarkable predictive accuracy of the Neural Net model, particularly for Ratio 40, while the performance of the Deep Learning model varied across different ratios. The lower RMSE of the Neural Net model indicated a more precise alignment between the predicted and actual values, distinguishing it as the superior model. This research contributes to the advancement of sustainable biofilm development, offering eco-friendly solutions through the use of unconventional materials. Both models offer valuable predictive capabilities, and the choice between them may depend on the specific requirements and contexts of the application. In conclusion, the performance of the Neural Net and Deep Learning models in predicting stress in tensile strength varies across different ratios.