cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
Analisis Gaya Slangit Tari Topeng Tumenggung di Desa Slangit Cirebon Hidayani, Nur Indah; Lanjari, Restu
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 1 (2019): Kajian Tekstual dan Kontekstual Tari Nusantara
Publisher : Department of Drama, Dance, and Music Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.216 KB) | DOI: 10.15294/jst.v8i1.30749

Abstract

Tari Topeng Tumenggung merupakan salah satu Tari Topeng Cirebon yang berada pada urutan keempat mengisahkan tentang Tumenggung Magangdiraja yang diutus oleh Raja Bawarna untuk mencari Jinggananom yang telah lama tidak membayar upeti. Tujuan penelitian yakni menganalisis bentuk penyajian Tari Topeng Tumenggung Gaya Slangit serta menganalisis Gaya Tari Topeng Tumenggung Slangit Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian bentuk penyajian Tari Topeng Tumenggung Gaya Slangit meliputi gerak yang terdiri dari 3 tahap yakni dodoan, unggah tengah serta deder/kering tilu dengan iringan musikTumenggungan, Waledan, dan Barlen, adapun pola lantai yang digunakan dalam pertunjukan Tari Topeng Tumenggung Gaya Slangit tidak baku artinya setiap penari dapat mengkreasikan sendiri pola lantai saat menari. Rias yang digunakan yaitu rias korektif serta busana yang meniru atribut-atribut dari orang yang berstatus sosial tinggi seperti pemakaian kalung, dasi, dan topi, adapun properti yang digunakan yaitu Topeng Tumenggung. Tari Topeng Tumenggung Gaya Slangit Cirebon dipentaskan di ruang terbuka. Analisis gaya Tari Topeng Tumenggung Gaya Slangit Cirebon muncul melalui analisis postur, interpretasi dan kreativitas.
Pelestarian Tari Pesta Baratan di Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara Najah, Alfiyatun; Malarsih, Malarsih
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 1 (2019): Kajian Tekstual dan Kontekstual Tari Nusantara
Publisher : Department of Drama, Dance, and Music Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.614 KB) | DOI: 10.15294/jst.v8i1.30770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penyajian dan pelestarian Tari Pesta Baratan di Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik keabsahan data diperiksa dengan metode triangulasi sumber. Penelitian menghasilkan data bahwa Tari Pesta Baratan dibagi menjadi tiga jenis yaitu penari impes/lampion, penari obor, dan penari tampah. Tari Pesta Baratan mempunyai gerak sederhana yang diperindah diambil dari gerakan sehari-hari pada masa dahulu, pada penari impes/lampion menceritakan jika menjelang ramadhan banyak yang berjualan impes/lampion di pinggir jalan, pada penari obor menceritakan pada jaman dahulu penerangan menggunakan obor, pada penari tampah menceritakan bahwa orang jaman dahulu sering menggunakan tampah yang diisi puli atau makan khas Jepara. Pelestarian Tari Pesta Baratan dilakukan dengan tiga cara yaitu: 1) perlindungan, dilakukan oleh Yayasan Lembayung dengan mengadakan tari Pesta Baratan setiap tahunnya dan telah diakui pemerintah Kabupaten Jepara dengan dimasukannya ke dalam kalender event Jepara; 2) pengembangan, dilakukan Yayasan Lembayung yaitu tidak hanya menggelar tari Pesta Baratan di Kota Jepara namun sampai ke Kota Blora untuk memperkenalkan dan mempromosikan kepada masyarakat luar Kota Jepara; 3) pemanfaatan, dilakukan oleh pemerintah Jepara menghasilkan Rekor MURI sebagai pembawa impes/lampion terbanyak serta menjadi peserta Art Kids International Festival di Kota Jepara
Interaksi Simbolik pada Pertunjukan Sintren Desa Luwijawa Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal Azzahro, Ajeng Aulia; Indriyanto, R.
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 1 (2019): Kajian Tekstual dan Kontekstual Tari Nusantara
Publisher : Department of Drama, Dance, and Music Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.442 KB) | DOI: 10.15294/jst.v8i1.31075

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk pertunjukan Kesenian Sintren Desa Luwijawa dan memahami proses interaksi simbolik yang terjadi dalam pertunjukan Kesenian Sintren Desa Luwijawa. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan etik dan emik. Data diperoleh melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data menggunakan teori Adshead. Hasil dari penelitian yaitu: 1) bentuk Pertunjukan meliputi elemen-elemen pertunjukan yaitu tema, pelaku pertunjukan, busana/kostum , make up/rias, iringan, properti, gerak, tempat pertunjukan, tata cahaya dan suara; 2) proses interaksi simbolik yang terjadi antara pemain dengan pemain, pemain dengan penonton, pemain dengan pemusik, pemusik dengan pemusik, penonton dengan penonton. Berdasarkan dari hasil penelitian Kesenian Sintren Desa Luwijawa, peneliti memberikan saran kepada anggota kelompok Kesenian Sintren agar pertunjukan Kesenian Sintren lebih variatif dan lebih menarik. Perhatikan proses regenerasi para pelaku pertunjukan Kesenian Sintren.
Ritual Ngguyang Jaran pada Paguyuban Kuda Lumping Wahyu Turonggo Panuntun di Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo Kabupaten Temanggung Agustin, Putri Fatmasari; Wiyoso, Joko
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 1 (2019): Kajian Tekstual dan Kontekstual Tari Nusantara
Publisher : Department of Drama, Dance, and Music Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.24 KB) | DOI: 10.15294/jst.v8i1.31257

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosesi ritual dilaksanakan dan menganalisis makna ritual bagi anggota paguyuban Kuda Lumping Wahyu Turonggo Panuntun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) prosesi ritual dilaksanakan dua kali yaitu rutin pada malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon dan ritual sehari sebelum pertunjukan. Ritual dilaksanakan di dua tempat yaitu sendang, dimana dalam sendang melakukan aktivitas memandikan properti kuda dan dilanjutkan dengan memanjatkan doa di pepundhen dengan membawa sesaji dan properti kuda. Perbedaan dari kedua ritual hanya terletak pada waktu pelaksanaan, ritual rutin dilaksanakan pada pukul 00.00 WIB sedangkan ritual sebelum pertunjukan yang terpenting adalah malam hari, 2) makna ritual bagi anggota adalah untuk permohonan izin, dan keselamatan.
Strategi Adaptasi Masyarakat Non Hindu pada Pertunjukan Ogoh-Ogoh di Desa Linggoasri Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan Setyaningrum, Gus Miyana Nela; Cahyono, Agus
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 1 (2019): Kajian Tekstual dan Kontekstual Tari Nusantara
Publisher : Department of Drama, Dance, and Music Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.195 KB) | DOI: 10.15294/jst.v8i1.31438

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk memecahkan masalah strategi adaptasi masyarakat non Hindu pada pertunjukan ogoh-ogoh di Desa Linggoasri Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Strategi adaptasi yang menjadi kajian dalam penelitian ini meliputi proses persepsi dan interpretasi, serta sistem kategorisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data diperiksa dengan metode triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Teknik analisis data melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan analisa data hasil penelitian, persepsi masyarakat non Hindu di Desa Linggoasri dibagi menjadi persepi dari tokoh masyarakat, persepsi dari tokoh agama, persepsi dari tokoh pemerintahan, dan persepsi dari masyarakat umum. Interpretasi masyarakat dikelompokan dalam lima tanggapan yakni hak individu masyarakat, kewajiban sebagai makhluk sosial, kesamaan adat dan tradisi, keinginan menjadikan pertunjukan rakyat. Persepsi dan interpretasi positif dari masyarakat non Hindu di Desa Linggoasri serta dibuktikan pemilihan tindakan selanjutnya yakni dengan munculnya sikap apresiasi dan toleransi serta kebutuhan integratif masyarakat, membuat masyarakat non Hindu dapat beradaptasi pada pertunjukan ogoh-ogoh yang dilaksanakan umat Hindu di Desa Linggoasri.
Studi Laban Tari Jogi Wibowo, Denny Eko; Silalahi, Mega Lestari; Sagala, Jayanti M
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 2 (2019): Kajian Tekstual dan Kontekstual Tari Nusantara
Publisher : Department of Drama, Dance, and Music Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.479 KB) | DOI: 10.15294/jst.v8i2.32230

Abstract

Bentuk penyajian tari umumnya dipahami sebagai hal praktis yang dilakukan secara fisikal, sehingga penyajiannya dalam bentuk tertulis tak banyak dilakukan. Bentuk pencatatan yang lazim digunakan dalam bidang tari yakni notasi Laban yang dilengkapi dengan metode analisis Laban. Notasi Laban dalam bidang tari berguna sebagai metode pendokumentasian yang universal. Tari Jogi di Batam pada mulanya disajikan hanya oleh penari perempuan, sedangkan kini perkembangannya dilakukan dengan menambahkan penari laki-laki dalam pola tari berpasangan. Gerak pokok tari Jogi terdiri dari tujuh motif gerak, yang dilakukan dalam pola lantai maju, mundur, bergerak naik dan turun dalam posisi tidak berpindah tempat. Ketujuh motif gerak dasar tersebut menjadi dasar dari tari Jogi yang berkembang di Batam hingga saat ini. Tujuan penelitian ini ialah mendokumentasikan motif gerak pokok tari Jogi dengan notasi Laban dan mengkaji kualitas geraknya melalui aspek tenaga (effort) dan wujud (shape). Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif, dengan cara mengumpulkan data terkait koreografi tari Jogi di Batam. Hasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi tentang tari Jogi di Batam dalam bentuk notasi gerak dan analisis kualitas geraknya melalui studi Laban.
Makna dan Fungsi Ricikan pada Busana Wayang Wong Gaya Surakarta Kurniyawan, Andika Wahyu; Utina, Usrek Tani
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 2 (2019): Kajian Tekstual dan Kontekstual Tari Nusantara
Publisher : Department of Drama, Dance, and Music Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.921 KB) | DOI: 10.15294/jst.v8i2.32477

Abstract

Bentuk ricikan pada busana Wayang Wong memiliki banyak kesamaan motif yaitu diambil dari motif tumbuhan dan hewan yang masing-masing memiliki makna dan fungsi. Fenomena yang terjadi pada beberapa penari yang kurang paham terhadap bentuk, makna dan fungsi ricikan pada busana Wayang Wong. Ricikan yang dibahas dalam penelitian ini meliputi sumping, kelatbahu, dan uncal, karena keseluruhan ricikan tersebut sering digunakan pada semua tokoh dalam Wayang Wong. Tujuan penelitian adalah untuk memvisualisasikan bentuk ricikan pada busana Wayang Wong gaya Surakarta, mendiskripsikan makna dan fungsi ricikan pada busana Wayang Wong gaya Surakarta. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan pendekatan semiotik dalam menganalisa simbol dan tanda-tanda pada ricikan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi di Sanggar Gimo Pengrajin Busana Tari dan Wayang Wong. Hasil penelitian yaitu bentuk ricikan pada busana Wayang Wong gaya Surakarta diambil dari motif tumbuhan dan hewan. Motif tumbuhan meliputi: bunga, akar-akaran, lung-lungan, buah, dan daun. Motif hewan meliputi: hewan besar, hewan bersayap, dan hewan mitologi. Makna simbolis ricikan dapat dilihat dari nama dan motif yang terdapat dalam ricikan. Ricikan busana Wayang Wong gaya Surakarta sebagian besar berfungsi sebagai accessories atau pelengkap.
Estetika Gerak Tari Kuda Lumping di Desa Sumber Girang Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang Jazilah, Febrina Sonia; Indriyanto, Indriyanto
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 2 (2019): Kajian Tekstual dan Kontekstual Tari Nusantara
Publisher : Department of Drama, Dance, and Music Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.701 KB) | DOI: 10.15294/jst.v8i2.33090

Abstract

Tari Kuda Lumping adalah salah satu bentuk seni pertunjukan rakyat yang secara umum cirinya menggunakan properti kuda kepang. Tari Kuda Lumping di Desa Sumbergirang Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang memiliki keindahan yang dapat dilihat melalui geraknya. Keindahan gerak tersebut dapat dilihat melalui pola ruang, waktu, dan tenaga. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan estetika gerak Tari Kuda Lumping Desa Sumbergirang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pendekatan etik-emik dan estetis koreografis, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Adshead, sedangkan pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan gerak sebagai media pokok Tari Kuda Lumping dapat mencerminkan nilai keindahan. Keindahan gerak terbentuk melalui pola ruang, waktu dan tenaga, sehingga Tari Kuda Lumping di Desa Sumbergirang mempunyai keindahan yang khas yang berbeda dengan Tari Kuda Lumping di daerah lain. Estetika gerak Tari Kuda Lumping muncul ketika penari menggerakkan seluruh elemen tubuh dari kepala, badan, tangan dan kaki. Keserasian antara elemen tubuh saat melakukan gerak tari menjadi suatu keindahan. Kesan gerak yang terdapat pada Tari Kuda Lumping yaitu energik, lincah, kuat terkadang gerakannya halus, dan juga lembut.
Profesionalitas Penari Lengger Grup Pager Tawon Wonosobo Maro'atussofa, Chiga; Kusumastuti, Eny
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 2 (2019): Kajian Tekstual dan Kontekstual Tari Nusantara
Publisher : Department of Drama, Dance, and Music Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.72 KB) | DOI: 10.15294/jst.v8i2.33778

Abstract

 Tari Lengger merupakan tari kerakyatan yang berkembang di wilayah Wonosobo. Lengger diartikan sebagai kesenian kerakyatan yang ditarikan oleh penari perempuan yang menari berpasangan dengan penari topeng, tetapi pada umumnya istilah Lengger digunakan untuk menyebut pertunjukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menginterpretasi bagaimana profesionalitas  penari Lengger dan bentuk pertunjukan Lengger Grup Pager Tawon Wonosobo. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi, serta menggunakan pendekatan etik dan emik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan profesionalitas penari Lengger pada Grup Pager Tawon Wonosobo memiliki empat aspek yang melekat yaitu memiliki keahlian dalam menari, memiliki integrtias,  memiliki kemampuan untuk menjadi komunikator dan menyampaikan pesan estetis dan spiritual kepada penonton, dan memiliki kemampuan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi. Bentuk Pertunjukan Tari Lengger Grup Pager Tawon yaitu pelaku, gerak, iringan, tata rias busana, tempat pertunjukan, tata suara, tata lampu, dan properti. Saran bagi penari di Grup Pager Tawon agar dapat meneruskan khususnya dalam mengembangkan tari Lengger Wonosobo dengan cara memperhatikan aspek-aspek bentuk dan profesionalitas pada tari Lengger.
Nilai Mistis pada Bentuk Pertunjukan Kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung Sakanthi, Amanda Laras; Lestari, Wahyu
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 2 (2019): Kajian Tekstual dan Kontekstual Tari Nusantara
Publisher : Department of Drama, Dance, and Music Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.759 KB) | DOI: 10.15294/jst.v8i2.34423

Abstract

Bentuk pertunjukan kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo Temanggung dibagi menjadi tiga yaitu pertunjukan Kuda Lumping, pertunjukan tari Bali, dan pertunjukan Leak dan Barongan Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis nilai mistis yang terdapat pada kesenian Paguyuban Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung dan mendeskripsikan bentuk pertunjukan pada kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan pertunjukan Kuda Lumping Satrio Wibowo Temanggung mengandung nilai mistis yaitu pada bagian semedi, kesurupan, dan terdapat sesaji pada saat pertunjukan, gerak saat melakukan atraksi, tata rias busana Leak dan Barongan Bali, properti yang berwujud jaran yang dipercaya memiliki penunggu di dalamnya, penari Kuda Lumping saat kesurupan bergerak di luar batas manusia biasa. Saran bagi pemerintah yakni memberikan penghargaan dan pengakuan kepada kesenian Kuda Lumping Paguyuban Satrio Wibowo Temanggung, sehingga semangat berlatih agar dapat berkreasi, berkembang, memberikan hiburan kepada masyarakat dan melestarikan kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo Temanggung

Page 6 of 33 | Total Record : 328