cover
Contact Name
Merita Eka Rahmuniyati
Contact Email
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati
ISSN : 25025570     EISSN : 25500864     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KESMAS RESPATI (p-ISSN: 2502-5570, e-ISSN: 2550-0864) is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from various public health disciplines (biostatistics and demography, epidemiology, health education and behavioral science, health policy administration, environmental health, nutrition, reproductive health, occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018)" : 12 Documents clear
hubungan cakupan imunisasi, ketinggian tempat, status gizi, kepatuhan pelaporan pemantauan suhu freezer terhadap kejadian campak pada balita di kabupaten sleman tahun 2015 sahayati, sri; dharmawijaya, isa; pramono, dibyo
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.919 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i2.182

Abstract

Latar belakang: WHO memperkirakan pada tahun 2002 terjadi sekitar 35 juta kasus campak dan 614.000 orang diantaranya dilaporkan meninggal dunia. Lebih dari 98% kematian terjadi di negara dengan pendapatan perkapita < $1000. Sebagian besar kasus (85%) terjadi di Afrika dan Asia. Sekitar 75% kasus terjadi pada anak-anak balita. Menurut profil kesehatan Indonesia tahun 2013, dilaporkan terdapat 11.521 kasus campak, lebih rendah dibandingkan tahun 2012 sebesar 15.987 kasus. Jumlah kasus meninggal sebanyak 2 kasus, Incidence Rate (IR) campak pada tahun 2013 sebesar 4,64 per 100.000 penduduk, menurun dibandingkan tahun 2012 yang sebesar 6,53 per 100.000 penduduk, DI. Yogyakarta merupakan salah satu provinsi dengan IR campak tertinggi (Kemenkes, 2013). Dengan adanya kasus positif campak di kabupaten Sleman, perlu dilakukan pengamatan pada faktor-faktor memiliki hubungan dengan kejadian campak pada balita.Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian campak pada balita di Kabupaten Sleman tahun 2015.Metode: Studi ini menggunakan metode crossectional, dengan analisis data sekunder. Populasi survei adalah seluruh puskesmas di Kabupaten. Uji spearmen’s digunakan untuk menguji korelasi status gizi buruk dan kepatuhan pelaporan pemantauan suhu freezer dengan kejadian campak pada balita.Hasil: 21 balita dinyatakan positif campak. Dari hasil uji korelasi spearmen’s status gizi buruk menunjukkan korelasi positif (r= 0,2995, p=0,14); kepatuhan pelaporan pemantauan suhu freezer  menunjukkan korelasi negatif (r=-0,2173, p=0,29).Kesimpulan: Faktor gizi buruk memiliki hubungan positif dan kuat untuk menjadikan kasus campak pada balita di kabupaten Sleman. Pemberian makanan tambahan pada balita lewat program posyandu balita.
kegagalan asi eksklusif: manajemen laktasi dan dukungan keluarga trisnawati, elly; widyastutik, otik
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.943 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i2.177

Abstract

Latar belakang: ASI merupakan sumber makanan tunggal untuk bayi sampai 6 bulan pertama kehidupannya. Cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Purun Kecil Kabupaten Mempawah pada tahun 2014 sebesar 86%, tahun 2015 sebesar 77%, dan tahun 2016 terus menurun sebesar 28%. Terjadinya penurunan tren tersebut menandakan bahwa kurangnya praktik manajemen laktasi dan dukungan dari keluarga ibu mengenai pemberian ASI eksklusif. Anggota keluarga yaitu suami dan orang tua dianggap sebagai pihak yang paling mampu memberikan pengaruh kepada ibu untuk memaksimalkan pemberian ASI eksklusif.Tujuan: Mengetahui hubungan antara waktu perawatan payudara, cara menyusui, durasi menyusui, frekuensi menyusui dan dukungan keluarga (ibu kandung dan ibu mertua) dengan kegagalan ASI eksklusif.Metode: Observasi analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah ibu di komunitas Madura yang mempunyai bayi 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Purun Kecil Kabupaten Mempawah. Jumlah sampel sebanyak 162 orang menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi squareHasil: Ada hubungan antara waktu perawatan payudara (p-value = 0,000), cara menyusui (p-value = 0,010), frekuensi menyusui (p-value = 0,034), dukungan ibu kandung (p-value = 0,000), dukungan ibu mertua (p-value = 0,000), terhadap kegagalan ASI eksklusif. Tidak ada hubungan durasi menyusui dengan kegagalan ASI eksklusif (p-value = 0,444).Kesimpulan:. Manajemen laktasi dan dukungan keluarga berpengaruh terhadap kegagalan ASI eksklusif pada ibu di komunitas Madura wilayah kerja Puskesmas Purun Kecil. 
zonasi komplikasi penyakit diabetes di wilayah bencana gunung berapi (studi kasus di puskesmas cangkringan) susanto, nugroho; fitriani, ayu
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.715 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i2.183

Abstract

Latar Belakang: Bencana gunung berapi menyebabkan permasalahan kesehatan.  Permasalahan sering terjadi pada usia lanjut seperti penyakit diabetes yang menyebabkan ketergantungan sehingga menjadi prioritas khusus. Hasil review penelitian bahwa pengetahuan diabetes rendah, meningkatkan populasi diabetes.Tujuan: untuk melihat zonasi distribusi penderita diabetes yang mengalami komplikasi dan faktor komplikasi di kecamatan Cangkringan.Methode: Desain penelitian dengan cross sectional. Populasi penderita diabetes di wilayah kerja puskesmas Cangkringan. Sampel sebanyak 118 sampel. Pengumpulan data dengan telaah dokumen rekam medis dan pengambilan titik ordinat serta wawancara. Analisis dengan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 10%.Hasil: Argomulyo merupakan wilayah yang paling banyak penderita diabetes. Variabel desa berdampak, ketersediaan layanan dokter signifikan mempengaruhi komplikasi diabetes. Berdasarkan jenis kelamin, pendidikan dan umur tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap komplikasi diabetes pada tingkat kepercayaan α = 0.10. Lama menderita, keteraturan berobat tidak signifikan terhadap komplikasi diabetes p = > 0,05. Riwayat keluarga signifikan terhadap komplikasi diabetes p = 0.024.Kesimpulan: sebagian besar penderita mengalami perpindahan setelah paska letusan gunung berapi tahun 2010, data penyakit Diabetes paling besar ada di Argomulyo disebabkan lokasi dekat gunung berapi, faktor riwayat diabetes merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap komplikasi diabetes.
hubungan peran orang tua dan durasi penggunaan gadget dengan perkembangan anak pra sekolah di tk gugus ix kecamatan depok sleman yogyakarta vitrianingsih, vitrianingsih; khadijah, sitti; ceria, inayati
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.583 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i2.178

Abstract

Latar Belakang: Salah satu teknologi yang di sukai anak-anak saat ini adalah gadget. Walaupun penggunaan gadget memiliki dampak positif seperti dapat mengasah kreativitas dan kecerdasan anak dengan adanya aplikasi-aplikasi pelajaran, namun dampak negatif juga dapat terjadi Penggunaan gadget yang berlebihan membuat seorang anak akan bersikap tidak peduli terhadap lingkungan baik dalam keluarga  maupun. Anak akan menjadi malas bergaul dan berdiam diri di depan gadget selama mungkin, dan melupakan waktu bermain dengan teman-teman maupun anggota keluarga lain. Hal ini akan berdampak pada kesehatan maupun perkembangan anak serta gangguan interaksi sosial. Untuk itu peran orang tua dalam penggunaan gadget pada anak harus diperhatikan.Tujuan : untuk mengetahui hubungan peran orang tua dan durasi penggunaan gadget dengan perkembangan anak pra sekolah di TK Gugus IX Kecamatan Depok Sleman YogyakartaMetode: Jenis penelitian yaitu survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh orang tua dan anak pra sekolah di gugus IX Kecamatan Depok Sleman Yogyakarta dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 103 responden. Instrumen penelitian yaitu menggunakan kuesioner dan Denver Development Skreening Test (DDST). Analisa data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistikHasil: Peran orang tua dalam penggunaan gadget di gugus IX Kecamatan Depok Sleman Yogyakarta sebanyak 87% dalam kategori baik. Sebanyak 86,4% perkembangan anak di TK gugus IX dalam kategori normal. Hubungan peran orang tua dalam penggunaan gadget dengan perkembangan anak didapatkan p value 0,008. Hubungan durasi penggunaan gadget dengan perkembangan anak didapatkan p value 0,005.Kesimpulan: Ada hubungan peran orang tua dan durasi penggunaan gadget dengan perkembangan anak pra sekolah. Durasi penggunaan gadget dominan mempengaruhi perkembangan anak pra sekolah.
ZONASI KOMPLIKASI PENYAKIT DIABETES DI WIAYAH BENCANA GUNUNG BERAPI Studi Kasus di Puskesmas Cangkringan Susanto, Nugroho
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v3i2.158

Abstract

Background: Volcanic disasters cause health problems for surrounding communities. Diabetes prevalence is high in advanced populations. Problems that often occur in times such as diabetes that relate to other people during a disaster become a special problem. Previous studies that knew low diabetes, accompanied by increasing diabetes at this price. In disaster areas, diabetics show an emergency condition. The purpose of the study was to look at diabetes suffered and complicating factors in Cangkringan sub-district.Method: Research design with cross sectional. The study population was diabetics in the work area of Cangkringan health center. Samples were estimated 118 samples. Data were collected with medical record documents and taking ordinate points and interviews. Analysis using two approaches univariate and bivariate analysis. Univariate analysis was carried out by analyzing geographic mapping using software epi info version 7. Bivariate analysis with chi square test with 10% CI.Results: Argomulyo is the region with the most diabetes. Vulcano occur in the form of displacement in the form of displacement in the radius of impacted of the volcano. Variables as village impacted, the availability of doctor services significantly influences of DM complications in Cangkringan District. Based on gender, education and age there was no significant effect on the incidence of DM complications at the level of confidence α = 0.10. variable age, suffered, regularity of treatment there was no significant relationship between the duration of suffering with complications of diabetes p => 0.05. Based on family history, there was a significant relationship between family history and complications of diabetes p = 0.024.Conclusion: Based on the results and discussion could be concluded 1). Most of the sufferers were displaced after the volcanic eruption in 2010 in people with diabetes and stroke. 2).The biggest data on Diabetes is in Argomulyo due to displacement of residence from a location near the volcano. 4). History of diabetes is the most influential factor for diabetes complications.Key word: Geographic, diabetic, disaster
analisis faktor lingkungan fisik terhadap risiko stress kerja di cv natural palembang tahun 2017 Heriziana, Heriziana; ulfah, maria
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.347 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i2.179

Abstract

Latar belakang: Pekerja merupakan pemegang peranan penting dalam pencapaian produktivitas kerja, pekerja yang melakukan kerja berlebihan bahkan mengalami kelelahan dan kejenuhan akan berdampak penurunan tingkat produktivitas kerja. Saat ini, keselamatan dan kesehatan kerja sudah menjadi hal yang mutlak diperhatikan dalam dunia Industri. Sebuah survei di Amerika Serikat menemukan bahwa 46 persen pekerja merasakan pekerjaan mereka penuh dengan stress dan 34 persen berpikiran untuk keluar dari pekerjaan mereka, stress kerja ini merupakan satu dari penyakit akibat kerja.Tujuan: untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan fisik terhadap risiko stress kerja di CV Natural Tahun 2017.Metode: metode penelitian Survey Research Method dengan rancangan penelititian Cross Sectional. Hasil: tidak ada hubungan antara kejadian stress dengan pencahayaan di CV Natural dengan nilai p value sebesar 0,580 akan tetapi jumlah pekerja yang mengalami stress lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak mengalami stress hal ini kemungkinan dikarenakan faktor lingkungan non fisik ditempat kerja, ada hubungan antara kejadian stress dengan suhu di CV Natural dimana nilai p value sebesar 0,0001, tidak ada hubungan antara kejadian stress dengan getaran di CV Natural karena nilai p value 0,441 dikarenakan para pekerja sudah terbiasa dengan mereka lakukan setiap hari.Kesimpulan: tidak ada hubungan antara stress kerja dengan pencahayaan, ada hubungan antara stress kerja dengan suhu tempat kerja dan tidak ada hubungan antara stress kerja dengan getaran ditempat kerja.
hubungan personal hygiene dan sanitasi makanan dengan kejadian diare pada balita di puskesmas umbulharjo I yogyakarta wati, farman; handayani, lina; arzani, arzani
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.759 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i2.174

Abstract

Latar belakang: Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia karena morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi. Diare disebabkan oleh multifaktorial diantaranya pencemaran  makanan dan  kondisi lingkungan.  Sanitasi makanan adalah upaya untuk menjaga keamanan  pangan dari mikroorganisme penyebab penyakit. Sedangkan personal hygiene merupakan upaya untuk memelihara kebersihan dan kesehatan individu. Personal hygiene dan sanitasi makanan yang buruk dapat membuat makanan yang diberikan kepada balita terkontaminasi dengan mikroorganisme sehingga menyebabkan diare. Di Puskesmas Umbulharjo I, kasus diare pada balita mengalami peningkatan dari 25 orang pada tahun 2015 menjadi 35 orang pada tahun 2016.Tujuan: Mengetahui hubungan antara personal hygiene dan sanitasi makanan dengan kejadian diare pada balita.Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional,dengan lokasi penelitian di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta. Penentuan responden dilakukan dengan metode acak sederhana. Pengumpulan data melalui wawancara dengan ibu balita menggunakan kuesioner kemudian data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat (Chi-Square).Hasil: Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara personal hygiene dan sanitasi makanan dengan kejadian diare pada balita. Sebagian besar responden memiliki personal hygiene yang baik khususnya perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) yakni sebelum mengolah makanan, setelah buang air besar atau kecil dan sebelum menyuapi anak. Responden juga telah mengetahui sanitasi makanan dengan baik meliputi pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan dan pencucian alat makan.Kesimpulan: Tidak adanya hubungan antara personal hygiene dan sanitasi dengan diare pada balita menunjukkan bahwa personal hygiene dan sanitasi makanan sebagai faktor resiko penyakit diare pada balita.
hubungan pengetahuan primigravida tentang proses persalinan dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan di puskesmas kalasan marpaung, junita; wulandari, sri; untari, jati
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.662 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i2.181

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan pertama bagi seorang ibu merupakan salah satu periode krisis. Sebagai calon ibu yang pertama kali hamil biasanya memiliki rasa kekhawatiran yang berlebih sehubungan dengan semakin dekatnya proses kelahiran. Pengetahuan ibu yang kurang tentang proses persalinan menjadi salah satu penyebab kecemasan sehingga, pengetahuan ibu penting untuk dikaji dalam mempersiapkan diri menghadapi persalinan.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan primigravida tentang proses persalinan dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Kalasan.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan study cross sectional mengunakan alat ukur kuesioner. Populasinya adalah ibu hamil primigravida di Puskesmas Kalasan. Responden yang digunakan sebanyak 54 orang dengan teknik Accidental Sampling. Penelitian ini menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau.Hasil: Sebagian besar pengetahuan responden adalah baik sejumlah 38 orang (70.4%). Sebagian besar tingkat kecemasan responden adalah normal sejumlah 43 orang (79.6%). Hasil uji Kendall’s Tau diperoleh nilai p value (0.000) < α (0.05) artinya ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan dengan keeratan hubungan adalah kuat nilai CC (0.691).Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan primigravida tentang proses persalinan dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan di Pusekemas Kalasan dengan keeratan hubungan kuat.  
determinan kejadian difteri di rumah sakit umum (rsu) kabupaten tangerang fauziah, arvicha; notoadmodjo, soekidjo; masyitah, siti
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.767 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i2.175

Abstract

Latar Belakang: Difteri adalah penyakit pada saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheriae. Kasus difteri di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang bulan agustus hingga desember tahun 2017 sebanyak 44 kasus dan meningkat kembali pada tanggal 01 Januari 2018 hingga 31 Maret 2018 sebanyak 44 kasus, tahun sebelumnya tidak ditemukan kasus difteri.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian difteri di rumah sakit umum kabupaten tangerang tahun 2018.Metode: Metode penelitian yaitu penelitian kuantitatif menggunakan desain case control. Teknik pengambilan sampel kasus dengan total populasi sebanyak 21 anak dan sampel kontrol menggunakan simple random sampling dengan perbandingan 1:1 maka sebanyak 21 anak sehingga total sampel 42 anak. Analisis univariat menggunakan persentase, bivariate menggunakan chi-square dan multivriat menggunakan regresi logistik ganda.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian difteri adalah jenis  kelamin (p=0,011; OR=5,667), pendidikan orang tua (p=0,024; OR=4,675), pekerjaan orang tua (p=0,013; OR=0,200) dan imunisasi pentabio (PB)3 (p=0,014; OR=7,125). Variabel yang dominan terhadap kejadian difteri adalah imunisasi pentabio (PB)3 (p=0,020; OR 25,051). Kesimpulan: variabel yang dominan terhadap kejadian difteri adalah kelengkapan imunisasi pentabio (PB)3 setelah di kontrol variabel umur, jenis kelamin, pendidikan orang tua dan pekerjaan orang tua. Saran untuk Rumah Sakit Umum Kabupaten untuk terus menggalakkan program pemerintah dalam imunisasi dasar. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang meningkatkan pentingnya imunisasi dengan memberikan penyuluhan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ke masyarakat. 
DETERMINAN KEJADIAN DIFTERI DI RUMAH SAKIT UMUM (RSU) KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2018 FAUZIAH, ARVICHA VICHA
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.016 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i2.148

Abstract

Difteri adalah penyakit pada saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheriae. Kasus difteri di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang meningkat kembali pada tanggal 01 Januari 2018 hingga 31 Maret 2018 sebanyak 44 kasus, tahun sebelumnya tidak ditemukan kasus difteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian difteri di rumah sakit umum kabupaten tangerang tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain case control. Semua sampel kasus diambil sebagai subjek penelitian dan sampel kontrol menggunakan simple random sampling dengan cara undian sehingga sampel kontrol 21 anak. Perbandingan 1:1 maka sebanyak 21 anak sehingga total sampel 42 anak. Analisis univariat menggunakan persentase, bivariate menggunakan chi-square dan multivriat menggunakan regresi logistik ganda. Penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian difteri adalah jenis  kelamin, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua dan imunisasi pentabio (PB)3. Variabel yang dominan terhadap kejadian difteri adalah kelengkapan imunisasi pentabio (PB)3 setelah di kontrol variabel umur, jenis kelamin, pendidikan orang tua dan pekerjaan orang tua. Rumah Sakit Umum Kabupaten untuk terus menggalakkan program pemerintah dalam imunisasi dasar. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang meningkatkan pentingnya imunisasi dengan memberikan informasi berupa frekuensi penyuluhan kepada masyarakat mengenai risiko penularan difteri akibat pemberian imunisasi pentabio (PB)3 tidak lengkap untuk meningkatkan kesadaran dan memotivasi orang tua untuk memberikan imunisasi pada anaknya.

Page 1 of 2 | Total Record : 12